Gejala GERD pada Bayi, Anak-Anak, dan Orang Dewasa yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah kondisi medis ketika cairan asam yang harusnya ada di dasar lambung justru mengalir naik ke tenggorokan. Oleh karena itu, pengidap GERD kerap mengeluhkan serangkaian gejala yang bisa sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Memangnya apa saja ciri-ciri GERD? Mari bahas satu per satu berbagai macam ciri-ciri GERD yang bisa dialami oleh orang dewasa, bayi, dan anak-anak, hingga gejala GERD mulai dari yang ringan hingga kronis di sini.

Gejala GERD yang umum pada orang dewasa

Sakit Dada

Berbeda dengan kenaikan asam lambung biasa, asam lambung yang naik akibat GERD bisa sampai menimbulkan beragam gejala dalam jangka waktu tertentu. Entah itu hanya terjadi sekitar 2 kali dalam seminggu, atau bahkan bisa berlangsung selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan.

Namun, penting untuk diperhatikan bahwa gejala gastroesophageal reflux disease yang dialami setiap orang bisa saja berbeda sesuai dengan kelompok usianya.

Menurut American College of Gastroenterology, berikut berbagai ciri-ciri GERD yang biasanya dialami oleh orang dewasa, meliputi:

1. Dada terasa seperti terbakar

Gejala yang paling utama dari GERD yakni timbulnya rasa seolah terbakar di bagian tengah dada, atau tepat di atas perut. Kondisi ini akrab dikenal dengan nama heartburn, yang kemudian bisa membuat dada terasa sakit atau tidak nyaman.

Tingkat keparahan nyeri dada ini bisa berbeda-beda, kadang terbilang cukup ringan sampai yang terasa sangat parah. Bahkan saking hebatnya, beberapa orang bisa sampai menerka-nerka apakah mereka mengalami serangan jantung mendadak atau tidak.

Hanya saja, rasa nyeri pada dada sebagai gejala GERD ini berbeda dengan serangan jantung. Nyeri dada karena GERD biasanya terasa tepat di dada, seolah menjalar dari perut sampai ke tenggorokan. Sementara serangan jantung, biasanya terasa nyeri di bagian dada sebelah kiri.

Di samping itu, bila sudah kronis, biasanya gejala GERD ini muncul setelah makan, yang dapat semakin memburuk di malam hari.

2. Gejala semakin parah saat berbaring

Orang yang mengalami GERD biasanya mengeluhkan gejala yang semakin memburuk ketika tubuhnya dalam posisi berbaring alias tiduran. Misalnya nyeri dada yang terasa bertambah parah, bahkan terus-menerus batuk hingga menimbulkan suatu bunyi lirih saat bernapas (mengi).

Lebih dari itu, Anda juga mungkin merasakan mual yang semakin menjadi-jadi saat tubuh dalam posisi tiduran. Itulah sebabnya orang yang punya GERD atau masalah asam lambung sangat dilarang untuk tidur setelah makan. Kondisi ini bisa membuat Anda bangun dengan tubuh yang kelelahan.

3. Mulut terasa asam atau pahit

Gejala GERD lainnya yang bisa dengan mudah dideteksi yakni timbulnya rasa asam atau pahit di bagian mulut belakang. Kondisi ini bisa terjadi karena makanan atau asam lambung, yang seharusnya sudah berada di sistem pencernaan, justru naik kembali ke kerongkongan.

Setelah naik ke kerongkongan (esofagus), makanan atau asam lambung tersebut akan masuk mengarah ke bagian belakang tenggorokan. Inilah yang kemudian membuat mulut terasa asam atau pahit.

4. Timbul masalah pada gigi

Jika Anda mencurigai kemungkinan mengalami gejala GERD, ternyata tidak harus selalu ditandai dengan adanya kenaikan asam lambung (heartburn). Pasalnya, GERD bisa saja menimbulkan gejala berupa kerusakan gigi beserta jaringan di sekitarnya.

Begini, ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan, cairan tersebut bisa masuk hingga mencapai mulut. Tanpa sadar, hal tersebut akan membuat permukaan gigi dan lapisan keras pelindung gigi (enamel) terkikis.

Semakin banyak dan sering asam lambung naik ke kerongkongan, lama kelamaan juga akan semakin merusak permukaan gigi dan lapisan enamel.

5. Gejala lainnya

Sama seperti penyakit lainnya, GERD yang dimiliki seseorang dalam beberapa tahun (kronis) akan mengembangkan gejala yang lebih parah, seperti:

  • Timbul benjolan di dalam tenggorokan seperti ada makanan yang tersangkut
  • Susah menelan
  • Masalah pada pernapasan
  • Mual dan muntah

Bila gejala GERD kronis terus memburuk di malam hari, kemungkinan hal ini akan mengembangkan kondisi lain, di antaranya:

Gejala GERD yang umum pada anak-anak

gejala usus buntu pada anak

Tidak berbeda jauh, gejala GERD yang dialami anak-anak juga mirip seperti yang dirasakan orang dewasa. Misalnya, anak bisa saja mengalami sakit perut setelah makan dan rasa tidak nyaman lainnya.

Bahkan beberapa di antaranya juga bisa mengalami ciri-ciri GERD lain, seperti mual, muntah, dan sulit menelan. Semua gejala GERD ini bisa membuat anak jadi susah makan.

Sayangnya, kebanyakan anak masih terhambat komunikasi untuk mengeluhkan gejalanya. Oleh karena itu, orangtua atau pengasuh harus mengamati bagaimana kondisinya agar memudahkan dokter mendiagnosis penyakitnya.

Ciri-ciri GERD pada bayi

bayi kenyang

Bayi belum bisa berkomunikasi dan menyampaikan keluhannya dengan lancar seperti orang dewasa. Maka itu, mendeteksi gejala GERD pada bayi cenderung lebih sulit ketimbang pada anak-anak maupun dewasa.

Agar bisa diketahui sejak dini, perhatikan jika si kecil mengalami ciri-ciri GERD berikut:

1. Bayi sering batuk dan muntah saat makan

GERD yang dialami bayi bisa membuat makanan yang sudah masuk ke dalam perutnya, malah naik kembali ke kerongkongan. Khususnya jika kondisi ini terjadi saat si kecil sedang makan.

Akibatnya, bayi akan tersedak, batuk, hingga muntah dan mengeluarkan semua isi perutnya. Bahkan, ketika asam lambung yang naik dari perut tersebut masuk ke dalam tenggorokan, bisa sampai membuat bayi susah bernapas.

2. Bayi terlihat kurang nyaman usai makan

Selain terlihat saat makan, bayi yang mengalami GERD juga bisa menunjukkan gejala tidak nyaman sesudah makan. Coba perhatikan ketika si kecil tampak sering membungkukkan tubuh seolah sedang melengkungkan punggungnya, atau mengalami kolik.

Kolik adalah kondisi yang membuat bayi menangis terus-menerus lebih dari 3 jam sehari tanpa penyebab yang jelas. Jika si kecil sering melakukan hal tersebut, ada kemungkinan ia mengalami gejala GERD.

3. Bayi susah makan hingga berat badannya turun

Keseringan mengalami rasa tidak nyaman pada perutnya saat makan, membuat bayi bisa saja menolak apa pun yang Anda sajikan. Hal ini yang kemudian berpengaruh pada berat badannya.

Berbeda dengan bayi seusianya, berat badan si kecil mungkin tidak mengalami kenaikan atau justru menurun dari hari ke hari.

4. Bayi susah tidur

Tidak jauh berbeda dengan orang dewasa, gejala GERD yang dialami bayi juga bisa semakin memburuk saat ia sedang dalam posisi tidur atau berbaring. Ini karena ketika bayi berbaring, asam lambung secara otomatis akan naik dan mengalir kembali ke kerongkongan.

Hal ini bisa menjadi salah satu alasan mengapa si kecil sering kerap merasa tidak nyaman saat tidur, bahkan sampai terbangun di tengah malam.

Kapan harus ke dokter?

Gejala gastroesophageal reflux disease mungkin menyerupai gejala penyakit lain, sehingga Anda butuh bantuan dokter untuk memastikan penyebab GERD sekaligus diagnosis penyakitnya. Segera kunjungi dokter maupun rumah sakit terdekat jika Anda mengalami gejala, seperti:

  • Gejala yang tidak membaik atau lebih buruk dari biasanya, terutama pada orang yang memiliki GERD kronis
  • Nyeri parah pada dada, seperti dada diremas kencang
  • Merasakan sesak napas, pusing, mual, berkeringat dingin ketika sedang menjalani aktivit

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jenis Minuman yang Baik dan yang Perlu Dibatasi untuk Asam Lambung

Selain memilih jenis makanan yang dikonsumsi, Anda juga perlu tahu jenis minuman untuk asam lambung agar gejalanya tidak kambuh. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Pencernaan, Gastritis dan Maag 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Asam Lambung Anda Gampang Naik? Mungkin Ini Keturunan (Genetik)

Katanya, asam lambung naik akibat 'salah makan'. Cari tahu selengkapnya apakah asam lambung juga dapat disebabkan keturunan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Gastritis dan Maag 22 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Kenali Beragam Penyakit pada Lambung yang Sering Terjadi

Seperti organ pencernaan lainnya, lambung pun tak luput dari berbagai penyakit dan gangguan. Inilah sederet penyakit yang paling umum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Kesehatan Pencernaan 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali Beberapa Penyakit yang Ditandai oleh Bau Mulut

Apa Anda tahun bau mulut bisa muncul akibat penyakit dalam? Yuk, cari tahu apa saja gangguan kesehatannya dan bagaimana hal ini bisa terjadi.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
akibat bau mulut
Gigi dan Mulut 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat dan cara mengatasi penyakit gangguan pencernaan

Berbagai Obat dan Tips Cara Mengatasi Gangguan Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
asam lambung naik sebabkan kanker

Benarkah Asam Lambung Naik Bisa Sebabkan Kanker Kerongkongan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
cara memelihara kesehatan lambung

9 Cara Sederhana untuk Memelihara Kesehatan Lambung

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
perut bunyi saat lapar

5 Gejala Umum Gangguan Pencernaan dan Kemungkinan Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit