home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Beragam Gejala GERD pada Orang Dewasa, Anak, dan Bayi

Beragam Gejala GERD pada Orang Dewasa, Anak, dan Bayi

Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan kondisi medis ketika cairan asam yang harusnya ada di dasar lambung justru naik ke kerongkongan. Pengidap GERD kerap mengeluhkan serangkaian gejala yang dapat mengganggu aktivitas harian.

Gejala GERD pada orang dewasa

Sakit Dada

Berbeda dengan kenaikan asam lambung biasa, asam lambung yang naik akibat GERD bisa sampai menimbulkan beragam gejala dalam jangka waktu tertentu, seperti sekitar 2 kali seminggu atau bahkan berlangsung beberapa minggu hingga berbulan-bulan.

Namun, penting untuk diperhatikan bahwa gejala GERD yang dialami setiap orang bisa saja berbeda sesuai kelompok usianya. Menurut American College of Gastroenterology, di bawah ini berbagai ciri-ciri GERD yang biasanya dialami orang dewasa.

1. Dada terasa seperti terbakar

Gejala paling utama dari GERD yakni timbulnya rasa seolah terbakar di bagian tengah dada, atau tepat di atas perut. Kondisi ini akrab dikenal dengan sebutan heartburn, yang kemudian bisa membuat dada terasa sakit atau tidak nyaman.

Tingkat keparahan nyeri dada ini berbeda-beda, dari yang cukup ringan hingga yang terasa sangat parah. Saking hebatnya, beberapa orang bisa sampai menerka-nerka apakah mereka mengalami serangan jantung mendadak atau tidak.

Namun, nyeri dada sebagai gejala GERD ini berbeda dengan serangan jantung. Nyeri dada karena GERD biasanya terasa tepat di dada, menjalar dari bagian perut hingga leher. Sementara nyeri dada serangan jantung biasanya terjadi pada bagian kiri.

Di samping itu, bila sudah kronis, biasanya gejala GERD ini muncul setelah makan, yang dapat semakin memburuk pada malam hari.

2. Gejala semakin parah saat berbaring

Orang yang mengalami GERD biasanya mengeluhkan gejala yang semakin memburuk ketika tubuhnya dalam posisi berbaring alias tiduran. Nyeri dadanya terasa bertambah parah, bahkan diserta batuk hingga menimbulkan bunyi napas lirih (mengi).

Lebih dari itu, Anda juga mungkin merasakan mual yang semakin menjadi-jadi saat tubuh dalam posisi tiduran.

Itulah sebabnya orang yang punya GERD atau penyakit lambung lain sangat tidak disarankan untuk tidur setelah makan. Kondisi ini bisa membuat Anda bangun dengan tubuh yang kelelahan akibat GERD.

3. Mulut terasa asam atau pahit

Gejala GERD lain yang bisa dengan mudah dideteksi yakni timbulnya rasa asam atau pahit di bagian mulut belakang. Kondisi ini terjadi karena makanan atau asam lambung, yang seharusnya sudah berada di sistem pencernaan, naik ke kerongkongan.

Setelah naik ke organ kerongkongan (esofagus), makanan atau asam lambung tersebut akan masuk mengarah ke bagian belakang tenggorokan. Inilah yang kemudian membuat mulut terasa asam atau pahit.

4. Timbul masalah pada gigi

Terkena GERD ternyata tidak harus selalu ditandai dengan heartburn. Pasalnya, GERD bisa saja menimbulkan gejala berupa kerusakan gigi beserta jaringan di sekitarnya.

Begini, ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan, cairan tersebut dapat mencapai mulut. Tanpa sadar, hal tersebut akan membuat permukaan gigi dan lapisan keras pelindung gigi (enamel) terkikis.

Semakin banyak dan seringnya naik ke kerongkongan, lama kelamaan asam lambung akan semakin merusak permukaan gigi dan lapisan enamel.

5. Gejala lainnya

Sama seperti penyakit lainnya, GERD yang dimiliki seseorang dalam beberapa tahun (disebut kronis) akan mengembangkan gejala yang lebih parah, seperti:

  • timbul benjolan di dalam tenggorokan seperti ada makanan yang tersangkut,
  • susah menelan,
  • masalah pada pernapasan, serta
  • mual dan muntah.

Bila gejala GERD kronis terus memburuk pada malam hari, kemungkinan hal ini akan mengembangkan kondisi lain, di antaranya:

Gejala umum GERD pada anak

Tidak berbeda jauh, gejala GERD yang dialami anak-anak juga mirip seperti yang dirasakan orang dewasa. Misalnya, anak bisa saja mengalami sakit perut setelah makan dan rasa tidak nyaman lainnya.

Bahkan beberapa di antaranya juga bisa mengalami ciri-ciri GERD lain, seperti mual, muntah, dan sulit menelan. Semua gejala GERD ini bisa membuat anak jadi susah makan.

Sayangnya, kebanyakan anak-anak masih terhambat komunikasi untuk mengeluhkan gejalanya. Oleh karena itu, orangtua atau pengasuh harus mengamati kondisinya agar memudahkan dokter mendiagnosis penyakitnya.

Ciri-ciri GERD pada bayi

bayi kenyang

Bayi belum bisa berkomunikasi dan menyampaikan keluhannya dengan lancar seperti orang dewasa. Maka itu, mendeteksi gejala GERD pada bayi cenderung lebih sulit ketimbang pada anak-anak maupun dewasa.

Agar bisa diketahui sejak dini, perhatikan jika si kecil mengalami ciri-ciri GERD di bawah ini.

1. Bayi sering batuk dan muntah saat makan

GERD yang dialami bayi bisa membuat makanan yang sudah masuk ke dalam perutnya malah naik kembali ke kerongkongan. Khususnya, jika kondisi ini terjadi saat si kecil sedang makan.

Akibatnya, bayi akan tersedak, batuk, hingga muntah dan mengeluarkan semua isi perutnya. Bahkan, ketika asam lambung yang naik dari perut tersebut masuk ke dalam tenggorokan, bisa sampai membuat bayi susah bernapas.

2. Bayi terlihat kurang nyaman usai makan

Bayi dengan GERD dapat menunjukkan gejala tidak nyaman sesudah makan. Coba perhatikan ketika si kecil tampak sering membungkukkan tubuh seolah sedang melengkungkan punggungnya, atau saat bayi mengalami kolik.

Kondisi kolik membuat bayi menangis terus-menerus lebih dari 3 jam sehari tanpa penyebab yang jelas. Jika si kecil sering melakukan hal tersebut, ada kemungkinan ia mengalami gejala GERD.

3. Bayi susah makan hingga berat badannya turun

Keseringan mengalami rasa tidak nyaman pada perutnya saat makan membuat bayi bisa saja menolak apa pun yang Anda sajikan. Hal ini yang kemudian berpengaruh pada berat badannya.

Berbeda dengan bayi seusianya, berat badan si kecil mungkin tidak mengalami kenaikan atau justru menurun dari hari ke hari.

4. Bayi susah tidur

Tidak jauh berbeda dengan orang dewasa, gejala GERD yang dialami bayi juga bisa semakin memburuk saat ia sedang dalam posisi tidur atau berbaring. Ini karena ketika bayi berbaring, asam lambung akan secara otomatis naik ke kerongkongan.

Hal ini bisa menjadi salah satu alasan mengapa bayi susah tidur dan sering merasa tidak nyaman saat berbaring, bahkan sampai terbangun pada tengah malam.

Kapan harus periksa ke dokter?

Gejala gastroesophageal reflux disease mungkin menyerupai gejala penyakit lain, sehingga Anda butuh bantuan dokter untuk memastikan penyebab GERD sekaligus diagnosis penyakitnya.

Segera kunjungi dokter maupun rumah sakit terdekat jika Anda mengalami gejala, seperti di bawah ini.

  • Gejala yang tidak membaik atau lebih buruk dari biasanya, terutama pada orang yang memiliki GERD kronis.
  • Nyeri parah pada dada, seperti dada diremas kencang.
  • Merasakan sesak napas, pusing, mual, berkeringat dingin ketika sedang menjalani aktivitas.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940 Diakses pada 17 Juni 2019.

American College of Gastroenterology. (2019). Acid Reflux – American College of Gastroenterology. [online] Available at: https://gi.org/topics/acid-reflux/  [Accessed 17 Jun. 2019].

Gastroesophageal Reflux Disease: Practice Essentials, Background, Anatomy. (2019). Emedicine.medscape.com. Retrieved 17 Jun 2019, from https://emedicine.medscape.com/article/176595-overview 

Everything You Need to Know About Acid Reflux and GERD. https://www.healthline.com/health/gerd Diakses pada 17 Juni 2019.

The Healthline Editorial Team. (n.d.). Acid Reflux Symptoms: Common and Serious. Retrieved from https://www.healthline.com/health/gerd/acid-reflux-symptoms#other-symptoms [Accessed on March 9th, 2020]

Everything You Need to Know About GERD. https://www.medicalnewstoday.com/articles/14085.php Diakses pada 17 Juni 2019.

Understanding Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) — Symptoms. https://www.webmd.com/heartburn-gerd/guide/understanding-gerd-symptoms Diakses pada 17 Juni 2019.

Spotting the Symptoms of GERD. https://www.healthline.com/health/gerd-symptoms Diakses pada 17 Juni 2019.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri pada 27/04/2021
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
x