9 Kebiasaan Buruk yang Tanpa Disadari Bisa Bikin Gigi Jadi Berantakan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah sebuah keharusan. Sayangnya sebagian orang mungkin cenderung berpikir jika hanya kebiasaan buruk seperti merokok dan minum kopi saja yang bisa bikin gigi rusak. Padahal, ada banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari bisa merusak gigi. Penasaran kebiasaan buruk apa saja yang bisa merusak gigi? Baca terus untuk mengetahuinya.

Kebiasaan buruk yang bisa bikin gigi rusak

Berikut ini beberapa kebiasaan buruk yang mungkin sering Anda lakukan yang bisa bikin gigi rusak.

1. Membuka sesuatu pakai gigi

Membuka tutup botol atau kemasan plastik dengan gigi mungkin adalah salah satu kebiasaan buruk yang paling sering dilakukan. Padahal, kebiasaan buruk yang satu ini membuat gigi Anda akan cepat rusak. Pasalnya, menggunakan gigi sebagai alat untuk membuka sesuatu bisa menyebabkan gigi retak dan pecah. Sebagai gantinya, Anda bisa menggunakan gunting atau pun pembuka botol. Intinya, gigi Anda hanya boleh digunakan untuk makan, bukan sebagai alat untuk membuka sesuatu.

2. Mengunyah es batu

Mengunyah es batu bagi sebagian orang mungkin terasa nikmat karena sensasi dinginnya, apalagi di tengah hari yang panas. Namun es batu yang Anda kunyah tersebut, dapat membuat gigi Anda rusak, lho. Pasalnya, tekstur es batu yang keras dapat menyebabkan kerusakan email gigi dan bisa membuat gigi menjadi retak serta mengurangi kekuatan gigi beberapa derajat. Ada baiknya Anda tinggalkan kebiasaan ini agar gigi tetap sehat.

3. Menggosok gigi terlalu keras

Menggunakan sikat gigi dengan bulu yang keras dan menggosok gigi terlalu keras, bisa menghilangkan enamel pelindung gigi secara permanen. Hal inilah yang memicu gigi sensitif dan lubang gigi, serta menyebabkan gusi menipis. Ada baiknya Anda menggunakan sikat gigi yang berbulu halus dan sikat gigi yang berkepala ramping agar mudah bergerak di dalam mulut. Selain itu, pilihlah gagang sikat yang panjang agar mampu menjangkau geraham belakang Anda.

4. Menggigit pensil

Apakah Anda pernah tanpa sadar menggigit ujung pensil saat sedang berkonsentrasi saat belajar atau bekerja? Seperti mengunyah es, kebiasaan ini bisa menyebabkan gigi rusak atau retak. Sebagai gantinya, Anda bisa makan permen atau permen karet tanpa gula. Pasalnya hal ini akan memicu aliran air liur yang bisa membuat gigi lebih kuat dan melindungi asam asam enamel gigi Anda. Selain menggigit pensil, kebiasaan buruk lainnya yang bisa merusak gigi adalah kebiasaan menggigit kuku. Menggigit kuku menyebabkan gigi rusak atau patah gigi depan. Selain itu, kuman dan bakteri dari bawah kuku bisa masuk mulut dan menyebabkan gigi berlubang atau infeksi gusi.

5. Menggeretakkan gigi

Beberapa orang memiliki kebiasaan menggeretakkan gigi. Hal ini sering terjadi pada malam hari saat Anda tertidur, terutama pada alam bawah sadar atau pun dalam keadaan sadar. Kebiasaan yang dikenal sebagai bruxism ini dapat menyebabkan sakit pada sendi rahang, sakit kepala dan sakit gigi yang parah. Biasanya respons itu muncul karena adanya stres emosional.

6. Pakai tusuk gigi

Bila digunakan dengan benar, tusuk gigi memang bisa membantu membersihkan sisa-sisa makanan yang yang terselip di gigi. Namun, jika tidak digunakan dengan benar, pakai tusuk gigi justru akan menyakiti gusi Anda. Pasalnya ketika Anda terus menyodok sela-sela gigi untuk menghilangkan partikel makanan tertinggal akan menyebabkan pengikisan dan juga pendarahan. Jika ini terus dilakukan dapat menyebabkan kerusakan pada seluruh gigi.

7. Menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan asam

Jika Anda suka menghisap lemon, segeralah minum air putih atau susu untuk menetralisir rasa asamnya. Pasalnya, kandungan asam sitrat dalam lemon dapat menghancurkan mineral penting dari gigi dan mengikis permukaan luar gigi. Jika hal ini dilakukan terus menerus, enamel gigi akan menipis dan membuat gigi menjadi rusak. Alangkah baiknya Anda menyikat gigi 30 menit setelah makan.

8. Mengisap jempol

Kebiasaan mengisap jempol mungkin lebih sering dilakukan oleh anak kecil. Jika dilakukan terus menerus, kebiasaan ini dapat menyebabkan perubahan permanen pada struktur gigi dan rahang. Bahkan secara khusus, mengisap jempol bisa menyebabkan pergeseran pada gigi yang mengakibatkan kesulitan mengunyah dan masalah pernapasan. Itu sebabnya, jangan biarkan si kecil melakukan kebiasaan buruk ini terus menerus.

9. Malas ke dokter gigi

Sebagian orang mungkin baru akan pergi ke dokter gigi setelah benar-benar sakit gigi. Padahal, salah satu cara untuk menjaga kesehatan gigi yaitu dengan rutin pergi ke dokter gigi. Dianjurkan melakukan pemeriksaan gigi minimal 6 bulan sekali. Dengan melakukan pemeriksaan secara berkala, diharapkan dapat mengurangi risiko kerusakan gigi serta dapat segera menangani kerusakan pada gigi sebelum menjadi parah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut Perokok, Begini Caranya!

Cegah berbagai risiko penyakit dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut bagi perokok ini. Ingat, mulut bisa jadi jalan bakteri masuk ke dalam tubuh!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
gigi perokok
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Periksa gigi bisa jadi pengalaman yang menyenangkan, kok. Agar anak tidak takut ke dokter gigi, contek saja beragam tips pintar berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Dry Socket

DefinisiApa itu dry socket? Dry socket adalah kondisi yang menyebabkan rasa sakit yang kadang terjadi setelah pencabutan gigi. Kondisi ini terjadi saat gumpalan darah yang terbentuk pada soket terlepas, sehingga ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Untuk Apa Rutin Melakukan Scaling Gigi? Ketahui Prosedur dan Manfaatnya

Scaling gigi adalah perawatan untuk membersihkan karang gigi. Selain itu, scaling juga memiliki manfaat lainnya. Apa sajakah manfaat scaling gigi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 4 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan yang harus dihindari saat sakit gigi

Daftar Makanan dan Minuman Penyebab Sakit Gigi yang Harus Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
bayi tumbuh gigi

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
obat gigi ngilu

Rekomendasi Obat Alami dan Medis untuk Meredakan Ngilu di Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
anak mulai menyikat gigi

Di Usia Berapa Sebaiknya Anak Mulai Menyikat Gigi? Ternyata Begini Anjurannya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit