backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

5

Tanya Dokter
Simpan

8 Penyebab Keringat Dingin dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 14/02/2023

8 Penyebab Keringat Dingin dan Cara Mengatasinya

Tubuh mengeluarkan keringat untuk mendinginkan diri ketika cuaca panas atau setelah Anda banyak beraktivitas. Namun, jika Anda berkeringat tanpa sebab saat berada di ruangan yang sejuk, ini bisa menandakan keringat dingin.

Apa saja penyebab keringat dingin dan bagaimana cara mengatasinya? Simak jawabannya di sini.

Penyebab munculnya keringat dingin

tubuh manusia juga dapat mengeluarkan keringat di cuaca dingin; pemicunya adalah adaptasi tubuh atau masalah keringat berlebihan (hiperhidrosis)

Keringat dingin (diaphoresis) adalah kondisi ketika seseorang berkeringat bukan akibat cuaca panas atau aktivitas berat, melainkan masalah medis tertentu.

Banyak yang mengira bahwa keringat dingin atau cold sweat sama dengan night sweat, padahal keduanya berbeda.

Seperti namanya, night sweat (berkeringat di malam hari) hanya terjadi saat malam hari, seperti ketika Anda sedang tidur.

Sementara itu, cold sweat bisa terjadi kapan saja, baik pagi, siang, sore, maupun malam hari. Keringat biasanya muncul pada area-area tertentu, seperti telapak tangan, ketiak, atau telapak kaki.

Gejala lain yang mungkin muncul bersamaan dengan keringat dingin adalah jantung berdebar, deru napas yang lebih kencang, serta dilepaskannya hormon endorfin.

Pada kondisi ini, keringat yang dihasilkan berasal dari kelenjar keringat apokrin. Tentunya keringat ini berbeda dengan keringat yang dihasilkan kelenjar ekrin yang bertugas untuk mengatur suhu tubuh.

Berikut merupakan beberapa hal yang bisa menjadi penyebab munculnya cold sweat.

1. Rasa takut, cemas, dan stres

Umumnya, keringat dingin muncul sebagai bentuk respons tubuh terhadap ancaman yang berasal dari luar.

Rasa takut, cemas, dan stres inilah yang nantinya akan merangsang kelenjar keringat untuk memproduksi keringat meski suhu tubuh atau udara di sekitar Anda tidak meningkat.

2. Kurang oksigen

Terkadang, stres dan cemas juga disertai dengan kesulitan saat bernapas. Bila hal ini terjadi, suplai oksigen dalam darah pun akan menurun.

Otak kemudian membaca situasi tersebut sebagai ancaman dan akhirnya memproduksi cold sweat.

3. Rasa sakit dan nyeri

Rasa sakit yang tak tertahankan karena migrain, patah tulang, atau luka berat dapat menyebabkan produksi keringat yang berlebihan.

Keluarnya keringat terjadi sebagai cara tubuh untuk bertahan diri dan meringankan rasa sakit.

4. Tekanan darah rendah

hipertensi dan hipotensi
Sumber: Shutterstock

Tekanan darah normal orang dewasa yang sehat ialah 120/80 mmHg. Bila tekanan darah rendah, maka Anda akan merasa pusing, lemas, dan mengalami diaphoresis.

Rendahnya tekanan darah bisa terjadi karena penggunaan obat tertentu, dehidrasi, atau masalah pada jantung.

5. Gula darah rendah

Gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia kerap dialami oleh pengidap diabetes yang menggunakan insulin.

Selain itu, hipoglikemia juga bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol yang terlalu banyak, kurang gizi, atau terlambat makan.

Keringat dingin merupakan salah satu gejalanya. Tanda-tanda lainnya yang mesti Anda waspadai yaitu tubuh gemetar, pandangan kabur, serta sakit kepala.

6. Penyakit jantung

Munculnya keringat juga bisa menandakan adanya penyakit jantung, terutama bila disertai dengan nyeri dada, nyeri pada lengan, pusing, atau bahkan hilang kesadaran.

Penyakit jantung perlu mendapatkan penanganan segera. Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala di atas, segeralah periksakan diri ke dokter.

7. Syok

Syok atau guncangan medis terjadi saat aliran darah menuju otak atau organ vital lainnya tiba-tiba berhenti.

Cold sweat merupakan salah satu pertandanya. Bila tidak ditangani dengan tepat, kondisi darurat ini dapat menyebabkan kematian.

8. Infeksi

Berkeringat dingin bisa jadi merupakan sebuah reaksi yang muncul saat tubuh berusaha melawan infeksi virus atau bakteri.

Penyakit infeksi juga biasanya akan memunculkan gejala lain, seperti lemas dan nyeri otot.

Cara mengatasi keringat dingin

Tips sehat untuk ODHA penderita HIV

Diaphoresis lebih sering muncul sebagai gejala dari suatu kondisi sehingga penanganannya pun akan berfokus pada penyebabnya.

Secara umum, berikut beberapa cara yang bisa Anda coba untuk mengatasinya.

1. Mengonsumsi obat-obatan

Untuk mengatasi keringat dingin, Anda bisa mengonsumsi obat-obatan tertentu yang berkaitan dengan penyebab munculnya keringat tersebut.

Akan tetapi, pastikan bahwa Anda sudah berkonsultasi kepada dokter sebelum menggunakan obat apa pun.

Dokter mungkin meresepkan nerve blockers untuk menghalangi saraf yang bertugas sebagai pemberi sinyal menuju kelenjar keringat.

Apabila penyebabnya adalah kecemasan, dokter mungkin meresepkan obat anticemas atau antidepresan.

2. Olahraga

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi keringat dingin ialah memperbanyak olahraga.

Pilih jenis olahraga yang tidak terlalu berat dan dapat membantu Anda mengurangi rasa stres, seperti yoga dan senam aerobik ringan.

Yoga, meditasi, dan olahraga relaksasi bisa sangat membantu dalam mengurangi rasa stres dan kecemasan sehingga Anda bisa lebih tenang dan rileks.

3. Terapkan pola makan sehat

Pada beberapa orang, makanan dan minuman tertentu bisa membuat tubuh menghasilkan lebih banyak keringat. Hal ini juga bisa menjadi alasan Anda mengalami cold sweat.

Untuk mengatasi masalah keringat berlebih, sebaiknya kurangi asupan kafein yang memang berpotensi meningkatkan produksi keringat.

Lebih baik lagi, jaga asupan air mineral Anda sepanjang hari agar Anda terhindar dari dehidrasi. Berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol juga bisa membantu memperbaiki kondisi Anda.

4. Menjaga kebersihan tubuh

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi keringat dingin ialah menjaga kebersihan tubuh. Hal ini dapat menghindarkan Anda dari risiko bau badan akibat berkeringat terus menerus.

Anda bisa memulainya dengan mandi menggunakan sabun antibakteri yang dapat mengurangi bau badan.

Pastikan juga area tubuh yang rentan berkeringat tetap kering. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko munculnya bakteri yang menyebabkan bau badan dan rasa tidak nyaman akibat keringat.

Apa itu keringat dingin?

  • Beda dengan keringat biasa, keringat dingin muncul akibat kondisi medis tertentu.
  • Penyebabnya antara lain rasa cemas, tekanan darah rendah, gula darah rendah, dan rasa nyeri.
  • Karena penyebabnya berbeda-beda, pengobatannya pun beragam dan perlu disesuaikan.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 14/02/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan