Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

GERD pada Anak: Ketahui Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

GERD pada Anak: Ketahui Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Gastroesophageal reflux disease (GERD) tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi bisa juga dialami anak-anak. GERD adalah penyakit sistem pencernaan yang membuat asam lambung mengalir naik menuju kerongkongan. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan seputar GERD pada anak dan bayi, mulai dari gejala, penyebab, sampai pengobatannya.

Apa itu GERD yang bisa terjadi pada anak?

Mengutip dari John Hopkins Medicine, GERD atau refluks asam lambung adalah gangguan pencernaan kronis ketika isi perut naik kembali ke kerongkongan.

GERD adalah bentuk gastroesophageal reflux (GER) yang lebih serius dan berjalan lebih lama. Umumnya, bayi usia di bawah 2 tahun (12-14 bulan) sering mengalami GER.

Anak remaja usia 2-19 tahun juga bisa mengalami GER, tetapi kondisi ini tidak selalu berakhir menjadi GERD.

GER bisa berubah menjadi GERD ketika bayi mengalami:

  • mual dan muntah, batuk, sampai masalah pada pernapasan,
  • bayi mengalami GER saat berusia lebih dari 14 bulan,
  • mengalami GER lebih dari 2 minggu dalam satu bulan.

Apa saja gejala GERD pada anak?

anak mencret dan muntah

Pada umumnya gejala GERD pada si kecil tidak jauh berbeda dengan orang dewasa.

Mengutip dari Boston Children Hospital, gejala GERD pada anak yaitu:

  • sensasi terbakar di dada, leher, dan tenggorokan selama 2 jam bahkan memburuk setelah makan dan berbaring,
  • sering cegukan,
  • bersendawa,
  • bayi gumoh dan muntah terutama setelah makan,
  • asam lambung naik ke belakang tenggorokan,
  • bau mulut atau lidah terasa asam,
  • sering batuk terutama saat malam hari,
  • muntah-muntah,
  • berat badan susah naik,
  • perdarahan pada gastrointestinal (saluran pencernaan).

Bila anak tidak mengalami masalah pada saluran pernapasan, ia tidak memerlukan perawatan dan bisa sembuh dengan sendirinya.

Akan tetapi, orangtua perlu membawa anaknya ke dokter bila mengalami beberapa kondisi di bawah ini:

  • muntah sampai pertumbuhan terganggu,
  • rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari,
  • komplikasi refluks seperti luka di kerongkongan,
  • mengalami masalah pernapasan.

Bila si kecil mengalami hal tersebut, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat sesuai kondisi.

Apa penyebab GERD pada anak?

GERD bisa terjadi karena kondisi kesehatan memengaruhi cara kerja sfingter atau katup esofagus, yakni di bagian bawah kerongkongan (LES).

LES adalah otot bagian bawah kerongkongan yang bisa terbuka agar makanan bisa masuk ke perut. Ketika LES terlalu sering terbuka, asam lambung bisa naik ke kerongkongan.

Proses tersebut bisa menyebabkan mulas dan muntah.

Pada umumnya, setiap orang pasti pernah mengalami refluks. Kalau pernah bersendawa dan ada rasa asam di mulut, itu adalah refluks.

Anak-anak yang merasakan refluks akan mengeluhkan rasa tidak enak di mulut.

Anak bayi cenderung memiliki refleks LES yang lemah sehingga tetap rileks ketika harus menutup.

Ketika mencerna makanan atau susu, LES akan terbuka dan ini membuat isi lambung naik kembali ke kerongkongan.

Nah, saat isi lambung naik ke kerongkongan, anak akan muntah. Akan tetapi, pada sebagian kasus, isi lambung bayi hanya naik ke esofagus.

Kondisi tersebut menyebabkan GERD atau masalah pada pernapasan.

Ada jenis makanan yang memengaruhi pergerakan otot LES dan bisa membuat otot tersebut terbuka lebih lama. Jenis makanan yang memicu kondisi tersebut adalah:

  • cokelat,
  • makanan berlemak, dan
  • permen

Sementara itu, makanan yang bisa meningkatkan kadar asam dalam perut adalah jeruk dan tomat.

Bagaimana cara mendiagnosis GERD pada anak?

adenoidektomi

Ketika orangtua melihat tanda dan gejala GERD pada si kecil, segera bawa ke dokter. Nantinya, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan.

Ada beberapa cara untuk mendiagnosis GERD pada anak, berikut penjelasannya.

1. Barium Meal

Tes ini berfungsi untuk melihat organ bagian atas dari sistem pencernaan anak. Pemeriksaan bagian ini meliputi kerogkongan, perut, dan bagian dari usus kecil (duodenum).

Nantinya, dokter atau petugas laboratorium akan meminta anak menelan cairan logam bernama barium.

Barium ini membantu melapisi organ sehingga petugas bisa melihat dari sinar-X.

Setelah itu, anak perlu melakukan rontgen untuk memeriksa tanda luka atau penyumbatan tidak normal di saluran cerna.

2. Endoskopi

Pemeriksaan lain untuk mendiagnosis GERD pada anak adalah endoskopi.

Ini adalah proses memeriksa saluran cerna dari dalam menggunakan tabung kecil fleksibel bernama endoskop.

Pada ujung tabung memiliki cahaya dan lensa kamera sehingga bisa melihat saluran cerna lebih jelas.

3. Manometri esofagus

Pemeriksaan ini untuk melihat kekuatan kerongkongan, apakah anak memiliki masalah menelan atau tidak.

Cara pemeriksaan ini yaitu dengan memasukkan tabung kecil ke dalam lubang hidung anak, kemudian turun ke tenggorokan dan kerongkongan.

Setelah itu, tekanan yang otot-otot lakukan saat kerongkongan istirahat diukur.

4. Pemantauan kadar asam kerongkongan

Pemeriksaan GERD pada anak mencakup pemantauan pH atau kadar asam pada kerongkongan.

Caranya dengan memasukkan tabung plastik tipis ke dalam lubang hidung, kemudian menyusuri tenggorokan dan kerongkongan.

Tabung ini memiliki sensor untuk mengukur tingkat keasaman atau pH selama pemeriksaan.

5. Pengosongan lambung

Tes ini anak lakukan untuk melihat apakah perut membawa isinya ke dalam usus kecil dengan benar atau tidak.

Pengosongan lambung yang tertunda bisa menyebabkan refluks ke kerongkongan yang tidak nyaman.

Apa pengobatan GERD pada anak?

obat demam atau panas anak

Pada banyak kasus, perawatan dan pengobatan GERD bisa dengan cara mengubah pola makan menjadi lebih sehat.

Berikut perawatan rumahan dan pengobatan medis untuk mengatasi GERD pada anak

1. Perawatan rumahan

Pengobatan rumahan untuk mengatasi GERD pada si kecil terbagi menjadi dua cara berdasarkan kelompok usia, yaitu bayi dan anak-anak.

Perawatan GERD untuk bayi

  • Setelah menyusui, tegakkan posisi bayi selama 30 menit.
  • Bila memakai botol susu, pastikan dot terisi susu agar bayi tidak menelan banyak udara.
  • Sendawakan bayi setelah menyusui.

Bayi akan sering mengalami refluks saat bersendawa dengan kondisi perut penuh.

Perawatan GERD untuk anak

  • Batasi makanan gorengan, berlemak, dan asam (cokelat, soda, jeruk, teh, kafein).
  • Berikan makanan anak dalam porsi kecil dan jangan biarkan makan berlebih.
  • Sajikan makan malam lebih awal, setidaknya 3 jam sebelum tidur.
  • Konsultasi dengan dokter bila anak mengalami penurunan berat badan.
  • Hindari langsung tidur setelah makan.

2. Pengobatan medis

Selain dengan perawatan rumahan, orangtua bisa mengatasi GERD pada anak dengan pengobatan medis.

Dokter akan meresepkan obat untuk mengurangi jumlah asam lambung, berikut daftarnya.

3. H2-blocker

Jenis obat ini mengurangi jumlah asam lambung dalam perut. Cara kerjanya dengan menghalangi hormon histamin yang membantu membuat asam.

4. Proton pump inhibitor

Jenis obat ini membantu mencegah perut memproduksi asam dalam lambung. Cara kerja obat ini yaitu dengan menghentikan kerja pompa asam lambung.

5. Suplemen penambah kalori

Beberapa anak dan bayi dengan kondisi GERD akan mengalami penurunan berat badan karena sering muntah.

Dokter dan petugas medis akan memberikan suplemen penambah kalori agar gizi anak tetap terjaga dengan baik.

Beberapa suplemen kalori untuk menambah berat badan bayi adalah sebagai berikut.

  • Menambahkan sereal beras ke susu formula bayi.
  • Mengganti susu formula biasa dengan susu kedelai bila bayi memiliki alergi.

6. Pemakaian selang makanan (NGT)

Pada beberapa kasus GERD pada anak, si kecil mungkin membutuhkan selang makanan khusus.

Kondisi yang membuat anak membutuhkan selang makanan yaitu bayi dengan penyakit jantung bawaan atau bayi lahir prematur.

Bayi akan sering mengantuk setelah makan, padahal untuk anak dengan GERD, tidur setelah makan adalah kondisi yang harus dihindari.

Untuk memakai alat ini, dokter akan memasang selang lewat hidung, kemudian berjalan menuju kerongkongan dan langsung masuk perut.

7. Operasi

Prosedur yang satu ini akan dokter ambil sebagai jalan terakhir ketika GERD anak sudah sangat parah. Kondisi parahnya seperti berikut.

  • Berat badan anak tidak bertambah karena sering muntah.
  • Sering mengalami masalah pernapasan.
  • Iritasi parah pada kerongkongan.

Dokter akan melakukan metode laparoskopi dengan durasi operasi singkat dan pemulihan yang cepat.

Pada umumnya, GERD pada anak bisa teratasi dengan perawatan rumahan. Segera hubungi dokter bila kondisi muntah akan tidak berhenti dalam beberapa hari.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Rybak, A., Pesce, M., Thapar, N., & Borrelli, O. (2017). Gastro-Esophageal Reflux in Children. International Journal Of Molecular Sciences, 18(8), 1671. doi: 10.3390/ijms18081671

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) in Children | Boston Children’s Hospital. (2021). Retrieved 1 November 2021, from https://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/g/gerd

Gastroesophageal Reflux (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 1 November 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/gerd-reflux.html

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) in Children. (2021). Retrieved 1 November 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/gerd-gastroesophageal-reflux-disease-in-children

Baird, D., Harker, D., & Karmes, A. (2015). Diagnosis and Treatment of Gastroesophageal Reflux in Infants and Children. American Family Physician, 92(8), 705-714. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2015/1015/p705.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto