home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ketahui Akibat yang Ditimbulkan Bila Bayi Tidak Diimunisasi

Ketahui Akibat yang Ditimbulkan Bila Bayi Tidak Diimunisasi

Apakah imunisasi anak Anda sudah lengkap? Bayi perlu mendapatkan vaksin sejak ia baru lahir untuk mencegah risiko penularan penyakit berbahaya. Sayangnya, masih banyak anak Indonesia yang tidak mendapat imunisasi lengkap karena orangtuanya takut akan desas-desus berbagai mitos keliru. Berikut penjelasan seputar pentingnya imunisasi dan akibat bayi tidak diimunisasi.

Mengapa imunisasi penting?

anak tidak diimunisasi

Setiap manusia pada dasarnya sudah memiliki sistem kekebalan sejak masih dalam kandungan untuk melindungi dari serangan penyakit.

Meski begitu, sistem kekebalan tubuh bayi belum bekerja seoptimal dan sekuat sistem imun orang dewasa sehingga mereka akan lebih gampang sakit.

Ini peran imunisasi untuk menjaga kesehatan bayi segera sejak baru lahir, kalau tidak mendapatkan imunisasi, sistem imun si kecil tidak akan kuat.

Imunisasi adalah cara memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga kebal akan serangan kuman penyakit, baik itu bakteri, virus, jamur, parasit, dan lainnya.

Lewat imunisasi, artinya Anda melindungi bayi dari berbagai risiko penyakit pada masa yang akan datang.

Imunisasi lewat pemberian vaksin akan membantu sistem imun anak memproduksi antibodi khusus untuk melawan jenis-jenis penyakit tertentu.

Vaksin mengandung versi jinak atau nonaktif dari suatu kuman penyakit yang telah melalui proses pelemahan.

Setelah masuk ke dalam tubuh, kuman jinak ini tidak akan menyebabkan penyakit tapi justru membiarkan sistem imun anak mengenali dan mengingatnya sebagai ancaman.

Setelahnya, sistem imun akan membentuk antibodi yang secara spesifik akan bekerja melawan jenis kuman tersebut.

Maka, ketika suatu saat nanti ada kuman yang aktif masuk ke dalam tubuh anak, sistem imunnya akan siap membunuhnya dengan antibodi khusus tersebut.

Hal inilah yang membantu anak terlindungi dari berbagai macam penyakit berbahaya.

Ini akibat bila bayi tidak diimunisasi

akibat bayi tidak diimunisasi

Perlu dipahami bahwa vaksinasi memang tidak menjamin 100 persen efektif untuk mencegah penyakit. Namun, manfaatnya akan lebih besar dari risikonya.

Jikapun anak tertular dan sakit, gejala yang anak alami akan jauh lebih ringan dan mudah menyembuhkannya ketimbang tidak menerima vaksin sama sekali.

Jika bayi tidak mendapatkan imunisasi, akibatnya anak akan lebih berisiko tertular dan mengalami sakit yang lebih parah.

Berikut akibat yang akan timbul bila bayi tidak diimunisasi.

Berisiko mengalami komplikasi penyakit

Anak yang tidak diimunisasi memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena komplikasi yang dapat menyebabkan kecacatan pada bayi bahkan kematian.

Ini karena tubuhnya tidak mendapatkan kekuatan dari sistem pertahanan khusus yang bisa mendeteksi jenis-jenis penyakit berbahaya tertentu.

Tubuh tidak mengenali virus penyakit yang masuk sehingga tidak bisa melawannya.

Hal ini akan membuat kuman penyakit semakin mudah berkembang biak dan menginfeksi tubuh anak.

Jika tidak menerima imunisasi sama sekali, anak akan berisiko terkena penyakit-penyakit.

Parahnya lagi, penyakit tersebut bisa menyebabkan kematian pada bayi dan anak.

Sistem kekebalan tubuh tidak kuat

Sistem kekebalan tubuh pada bayi dan anak-anak yang tidak mendapatkan vaksin tidak akan sekuat anak yang menerima imunisasi.

Ini karena tubuh anak tidak mampu mengenali virus penyakit yang masuk ke tubuh sehingga tidak bisa melawannya.

Terlebih jika bayi tidak menerima vaksin dan kemudian jatuh sakit, ia dapat menularkannya ke orang lain sehingga membahayakan lingkungan sekitarnya.

Membahayakan anak lain

Imunisasi tidak hanya berfungsi sebagai benteng pertahanan bayi, tetapi juga berperan untuk mencegah penularan penyakit dari orang ke orang.

Perlu orangtua catat bahwa dampak dari tidak diimunisasi bukan memengaruhi kesehatan bayi Anda saja.

Anak-anak lain dan orang lain juga akan merugi jika program imunisasi tidak merata, bahkan bisa mengalami gangguan kesehatan pada bayi baru lahir.

Jika bayi Anda tidak mendapatkan imunisasi, virus dan kuman dalam tubuhnya bisa dengan mudah menyebar ke kakak, adik, teman, maupun orang lain.

Terlebih jika mereka juga belum atau tidak pernah mendapat imunisasi dan daya tahan tubuhnya sedang lemah.

Pada akhirnya, penyebaran penyakit akan berubah menjadi wabah penyakit dan akan menyebar ke lingkungan sehingga menimbulkan kasus jangkitan penyakit dan kematian yang lebih banyak.

Namun demikian, perlu orangtua ingat, bukan berarti jika sudah menerima, anak Anda terbebas dari penyakit.

Penyakit yang berhubungan dengan imunisasi masih saja mungkin terjadi, hanya dampaknya tidak separah jika anak Anda tidak menerima vaksin.

Oleh karena itu, Anda tetap perlu menjaga kesehatan dan kebersihan anak agar selalu terjaga.

Hal yang perlu dilakukan ketika bayi tidak diimunisasi

bayi tidur setelah imunisasi

Ketika bayi Anda yang tidak menerima vaksin sedang memiliki masalah kesehatan dan ingin berobat ke dokter atau anak akan masuk sekolah, ada beberapa hal yang perlu orangtua perhatikan.

Jelaskan pada dokter bahwa bayi tidak menerima imunisasi

Saat akan berobat ke dokter, pastikan Anda memberitahu bahwa anak bayi Anda tidak atau belum menerima vaksin untuk usianya. Mengapa ini penting?

Mengutip dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) memberitahu bayi yang tidak mendapatkan vaksin membuat dokter mempertimbangkan kemungkinan anak memiliki riwayat penyakit tertentu.

Selain itu, ini juga membuat petugas medis memutuskan apakah anak Anda perlu mendapat perawatan dalam ruang isolasi agar penyakit tidak menyebar.

Pasalnya, kelompok yang berisiko tertular penyakit adalah bayi yang usianya kurang dari 12 bulan dan belum siap menerima beberapa jenis imunisasi.

Tidak hanya bayi, orang dewasa yang sedang menjalani perawatan atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah juga bisa menular dengan cepat.

Ini termasuk ke dalam akibat dari bayi tidak mendapatkan imunisasi.

Beritahu pihak sekolah

Bila anak sudah siap untuk sekolah atau pergi ke daycare, pastikan untuk memberitahu guru bahwa si kecil tidak menerima imunisasi.

Dengan begitu, pihak daycare bisa lebih waspada dan menjauhkan si kecil dari anak yang sedang sakit.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Five Important Reasons to Vaccinate Your Child | Vaccines. (2020). Retrieved 4 May 2020, from https://www.vaccines.gov/getting/for_parents/five_reasons

Penyelenggaraan Imunisasi. (2020). Retrieved 4 May 2020, from http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._12_ttg_Penyelenggaraan_Imunisasi_.pdf

(2020). Retrieved 4 May 2020, from https://www.immunize.org/catg.d/p4025.pdf

The Harm of Skipping Vaccinations or Delaying. (2020). Retrieved 4 May 2020, from https://www.health.ny.gov/prevention/immunization/vaccine_safety/harm.htm

Kids, C. (2020). When parents choose not to vaccinate: Risks and responsibilities – Caring for Kids. Retrieved 4 May 2020, from https://www.caringforkids.cps.ca/handouts/when-parents-choose-not-to-vaccinate-risks-and-responsibilities

Foto Penulis
Ditulis oleh Riska Herliafifah pada 18/05/2021
x