home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mencegah Bayi Lahir Prematur, Apa Saja yang Harus Dilakukan?

Mencegah Bayi Lahir Prematur, Apa Saja yang Harus Dilakukan?

Kelahiran bayi prematur merupakan hal yang kerap terjadi. Namun, setiap calon ibu tentu tidak mengharapkan dan menginginkan kondisi ini. Terlebih kadang, penyebab bayi prematur tidak bisa terdeteksi sejak dini. Meski demikian, Anda masih bisa melakukan berbagai upaya untuk mencegah kondisi ini pada kemudian hari. Untuk lebih jelasnya, simak beberapa cara untuk mencegah bayi lahir prematur yang bisa Anda terapkan.

Berbagai cara untuk mencegah bayi lahir prematur

Para ahli tidak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan bayi lahir secara prematur. Meski demikian, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seorang ibu melahirkan secara prematur, seperti hamil anak kembar, masalah pada rahim atau serviks, terkena infeksi, preeklampsia, riwayat diabetes saat hamil, atau pernah mengalami kelahiran prematur sebelumnya.

Nah, karena tidak ada penyebab yang pasti, tak ada satupun cara yang terbukti ampuh dapat mencegah bayi lahir secara prematur. Meski demikian, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko kelahiran prematur ini.

Bila Anda memiliki salah satu faktor risiko di atas pun, Anda masih mungkin memiliki bayi yang sehat, normal, dan lahir dalam cukup bulan. Untuk lebih jelasnya, berikut berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kelahiran prematur:

1. Memperhatikan jarak hamil

kedondong untuk ibu hamil

Salah satu cara untuk mencegah kelahiran prematur adalah dengan mengatur jarak kehamilan pertama dan kedua. Cara ini perlu diterapkan pada Anda yang pernah mengalami kelahiran prematur sebelumnya.

University of Utah Health menyebut, akan jauh lebih baik jika Anda memiliki jarak 18 bulan setelah kelahiran prematur yang terjadi sebelumnya.

Jarak kehamilan terlalu dekat setelah kelahiran prematur dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur pada kehamilan berikutnya. Adapun salah satu cara untuk menjaga jarak kehamilan ini adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi, seperti KB IUD. Konsultasikan dengan dokter kandungan untuk jenis kontrasepsi yang terbaik.

2. Hindari merokok, narkoba, dan alkohol

Bahaya merokok pada ibu hamil sangat beragam. Salah satunya adalah meningkatkan risiko bayi lahir secara prematur. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mulai berhenti merokok jika ingin bayi Anda lahir dengan normal dan cukup bulan.

Selain berhenti merokok, Anda pun perlu menghindari konsumsi obat terlarang (narkoba) serta alkohol sebagai cara pencegahan bayi lahir prematur. Sama seperti merokok, mengonsumsi narkoba dan minuman beralkohol juga bisa meningkatkan risiko bayi lahir prematur serta membahayakan perkembangan janin.

Jika Anda merasa kesulitan untuk menghindari cara mencegah bayi lahir prematur yang satu ini, Anda bisa berkonsultasi pada dokter untuk program berhenti merokok dan narkoba yang tepat.

3. Hati-hati dengan infeksi yang mungkin terjadi

Mengalami infeksi saat hamil juga dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur. Apabila Anda mengalami infeksi, baik virus maupun bakteri, saat masa kehamilan, segera periksakan diri ke dokter untuk mengatasinya.

Namun, Anda juga bisa mencegah kemungkinan terjadinya infeksi dengan melakukan berbagai cara. Ini termasuk mencuci tangan dengan benar dan rutin, gunakan kondom saat berhubungan seks, serta tidak menyentuh atau membuang kotoran kucing, terutama bila Anda memelihara hewan saat hamil di rumah.

4. Mengonsumsi multivitamin asam folat

Mengonsumsi multivitamin juga menjadi salah satu cara mencegah bayi lahir secara prematur. Para ahli merekomendasikan setiap wanita untuk mengonsumsi asam folat bahkan apabila tidak ada rencana untuk hamil dalam waktu dekat.

Mengonsumsi multivitamin asam folat dalam jangka panjang dapat membantu mencegah cacat lahir serta menurunkan peluang kelahiran bayi prematur. Namun, selain dari multivitamin, Anda bisa memenuhi kebutuhan gizi ini dengan mengonsumsi berbagai makanan mengandung asam folat, seperti sayuran hijau atau buah-buahan.

5. Menjaga berat badan sehat

Memiliki berat badan yang ideal dan sehat, yaitu tidak berlebih dan terlalu rendah, adalah salah satu cara untuk mencegah komplikasi saat kehamilan. Adapun berbagai komplikasi ini dapat meningkatkan risiko kelahiran secara prematur.

Berat badan yang sehat perlu Anda jaga sebelum Anda merencanakan kehamilan. Adapun salah satu cara untuk menjaga berat badan ideal adalah dengan menghindari diet yo-yo, yang membuat timbangan berat badan Anda naik-turun tak menentu.

Sebagai gantinya, Anda perlu mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan lengkap. Lengkapi pula asupan harian Anda dengan makanan mengandung lemak tak jenuh. Mengonsumsi makanan lemak tak jenuh sering terkait dengan risiko kelahiran prematur yang lebih rendah.

6. Mengendalikan masalah kesehatan yang Anda miliki

kadar Hb normal pada ibu hamil

Penyakit kronis, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan penyakit ginjal juga dapat menyebabkan bayi Anda lahir prematur. Jika Anda memang merencanakan untuk hamil dan memiliki riwayat penyakit tersebut, sebaiknya diskusikanlah hal ini pada dokter.

Cara mencegah bayi lahir prematur yang bisa Anda lakukan adalah memastikan bahwa kondisi Anda terkendali dengan mengikuti perawatan yang dokter sarankan.

7. Perhatikan apabila melakukan perawatan kesuburan

Perlu Anda ketahui bila perawatan untuk meningkatkan kesuburan bisa menambah peluang Anda untuk hamil bayi kembar. Sayangnya, kehamilan kembar atau lebih dari dua juga mempunyai risiko kelahiran bayi prematur.

Oleh karena itu, jika Anda menjalani perawatan ini, salah satu cara mencegah bayi lahir prematur yang bisa Anda lakukan adalah berkonsultasi dengan dokter. Konsultasikan dengan dokter mengenai cara yang tepat untuk mengurangi peluang Anda mempunyai bayi kembar.

8. Tetap aktif secara fisik

Saat hamil, tidak ada salahnya Anda tetap aktif atau menambah kegiatan. Hal ini perlu Anda lakukan untuk mengurangi risiko komplikasi saat kehamilan, seperti diabetes dan preeklampsia, yang dapat menjadi penyebab bayi prematur.

Tidak perlu melakukan olahraga yang terlalu berat, Anda bisa mencoba seperti berjalan santai atau berenang. Namun, apabila tidak bisa melakukan cara mencegah bayi lahir prematur seperti ini, konsultasikan kembali dengan dokter.

9. Menjaga kesehatan gigi dan gusi

Apa hubungannya kesehatan gigi dan gusi dengan bayi prematur? Walaupun terdengar aneh, Anda juga bisa mencegah bayi lahir secara prematur dengan menjaga kebersihan mulut.

Para peneliti telah menemukan hubungan antara kerusakan gigi, penyakit gusi, dan kelahiran prematur. Penelitian menunjukkan bahwa peradangan dan infeksi pada gusi bisa memengaruhi kelahiran. Maka, ada baiknya ketika mempunyai masalah gigi saat hamil, segera konsultasikan dengan dokter.

10. Hindari keracunan makanan

Sebagaimana penjelasn di atas, salah satu cara untuk mencegah bayi lahir prematur adalah dengan menghindari infeksi saat kehamilan. Adapun selain menjaga kebersihan diri, Anda pun perlu berhati-hati dalam memilih makanan yang akan Anda konsumsi.

Sebaiknya, hindari makanan yang mungkin mengandung bakteri, seperti daging atau ikan mentah, serta yang sudah kedaluwarsa. Selain itu, pastikan Anda mencuci tangan terlebih dahulu sebelum dan sesudah menyentuh makanan.

Bersihkan pula semua peralatan dapur yang tersentuh oleh daging atau ikan mentah. Ini bertujuan untuk memastikan tidak ada bakteri yang tersisa pada peralatan dapur tersebut.

11. Rutin bertemu dokter

Cara mencegah bayi lahir secara prematur yang satu ini sebaiknya Anda lakukan secara teratur. Bagaimana pun, dokter lah yang mengetahui kondisi Anda dan juga bayi dalam kandungan Anda.

Jangan ragu untuk memberitahu gejala yang menambah kekhawatiran Anda. Ini termasuk bila Anda mempunyai riwayat persalinan prematur.

Apakah risiko melahirkan bayi prematur lebih besar jika sudah pernah mengalaminya?

bayi prematur

Berbagai penelitian menyebutkan, kelahiran bayi prematur adalah faktor risiko terbesar yang dapat menyebabkan seorang ibu memiliki bayi prematur pada kehamilan selanjutnya. Salah satunya terbukti pada penelitian di jurnal BMJ Open pada tahun 2017.

Penelitian tersebut menegaskan fakta bahwa, risiko kelahiran prematur meningkat sebesar 30% pada ibu yang pernah memiliki bayi prematur sebelumnya. Risiko ini lebih tinggi dibandingkan ibu yang mengalami kelahiran prematur akibat ketuban pecah dini.

Namun, risiko tersebut terjadi pada ibu yang pernah mempunyai riwayat persalinan prematur secara spontan. Bukan akibat induksi atau tindakan sengaja untuk melahirkan bayi secara prematur.

Meski demikian, identifikasi dari dokter mengenai kelahiran prematur yang pernah terjadi pada Anda bisa membantu mengurangi risiko prematur berulang pada kehamilan berikutnya.

Oleh karena itu, apabila Anda sedang hamil atau mempunyai rencana untuk hamil, berkonsultasilah dengan dokter untuk mengurangi risiko kelahiran prematur berulang. Apalagi, wanita yang rutin mendapatkan perawatan secara teratur cenderung mempunyai kehamilan serta bayi yang lebih sehat.

Namun, apabila Anda mengalami kelahiran prematur, jangan lupa untuk merawat bayi prematur Anda dengan teliti. Hal ini perlu Anda lakukan untuk mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan pada kehidupan bayi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Dangers of Yo-Yo Dieting. Diabetes Food Hub. (2021). Retrieved 21 July 2021, from https://www.diabetesfoodhub.org/articles/the-dangers-of-yo-yo-dieting.html

Preterm labor – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 21 July 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/preterm-labor/symptoms-causes/syc-20376842.

Premature Baby. Pregnancy birth & baby. (2021). Retrieved 21 July 2021, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/premature-baby.

Treatments to Prevent Premature Birth (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 21 July 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/treatments-prevent-premature-birth.html

How you can reduce your risk of premature birth. Tommy’s. (2021). Retrieved 21 July 2021, from https://www.tommys.org/pregnancy-complications/premature-birth/treatment/reduce-your-risk

10 Ways to Lower Your Chances of Having a Preemie. University of Utah. (2021). Retrieved 21 July 2021, from https://healthcare.utah.edu/womenshealth/pregnancy-birth/preterm-birth/10-ways-to-reduce-risk-of-another-birth.php.

Premature Infant. Medline Plus Medical Encyclopedia. (2021). Retrieved 21 July 2021, from http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001562.htm

The Dangers of Yo-Yo Dieting. American Diabetes Association. (2021). Retrieved 21 July 2021, from https://www.diabetesfoodhub.org/articles/the-dangers-of-yo-yo-dieting.html

Why is weight loss before pregnancy important? Mayo Clinic. (2021). Retrieved 21 July 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/expert-answers/weight-loss-before-pregnancy/faq-20380882

Phillips, C., Velji, Z., Hanly, C., et al. (2017). Risk of recurrent spontaneous preterm birth: a systematic review and meta-analysis. BMJ Open. 2017(7):e015402. http://dx.doi.org/10.1136/bmjopen-2016-015402

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 2 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x