home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mencegah Bayi Lahir Prematur, Apa Saja yang Harus Dilakukan?

Mencegah Bayi Lahir Prematur, Apa Saja yang Harus Dilakukan?

Kelahiran prematur merupakan hal yang kerap terjadi. Namun, kondisi ini tentunya tidak diharapkan apalagi diinginkan oleh semua calon ibu. Terlebih kadang, penyebabnya tidak bisa dideteksi sejak dini. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja tetapi masih mungkin untuk dicegah. Berikut beberapa cara mencegah bayi lahir secara prematur yang perlu diketahui!

Cara yang bisa dilakukan untuk mencegah bayi lahir prematur

Jangan putus asa dulu jika Anda pernah memiliki riwayat kelahiran prematur. Walaupun kelahiran prematur yang sebelumnya adalah faktor risiko yang tertinggi namun bukan tidak mungkin Anda memiliki bayi yang sehat dan normal di kehamilan berikutnya.

Berikut berbagai hal yang perlu dilakukan untuk mencegah kelahiran prematur:

1. Jarak hamil harus diperhatikan

Dikutip dari University of Utah Health, salah satu cara mencegah bayi lahir prematur adalah dengan mengatur jarak kehamilan pertama dan kedua.

Akan jauh lebih baik jika Anda memiliki jarak 18 bulan setelah kelahiran prematur yang terjadi sebelumnya.

Semakin dekat jarak kehamilan kedua setelah kelahiran prematur, hal ini hanya akan meningkatkan risiko untuk Anda memiliki bayi prematur lagi. Salah satu cara menghindarinya adalah dengan menggunakan kontrasepsi terlebih dahulu.

2. Hindari kebiasaan merokok.

Merokok membuat risiko lahir prematur lebih tinggi. Oleh karenanya, berhentilah merokok untuk ibu hamil jika ingin bayi Anda kelak lahir dengan normal.

Cara pencegahan bayi lahir prematur yang satu ini sebaiknya diperhatikan dengan saksama karena jika dilakukan dapat membahayakan perkembangan janin.

3. Hati-hati dengan infeksi yang mungkin terjadi

Infeksi dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur. Apabila Anda mengalami infeksi baik virus maupun bakteri saat masa kehamilan, segera periksakan diri ke dokter sebagai cara untuk mencegah bayi lahir secara prematur.

4. Konsumsi multivitamin

Mengonsumsi multivitamin juga menjadi salah satu cara mencegah bayi lahir secara prematur. Para ahli merekomendasikan setiap wanita sebaiknya mengonsumsi asam folat bahkan apabila tidak ada rencana untuk hamil dalam waktu dekat.

Manfaat yang bisa dirasakan dalam jangka panjang adalah membantu mencegah cacat lahir serta menurunkan peluang kelahiran bayi prematur.

5. Hindari diet yo-yo

Diet yo-yo adalah diet yang tidak sehat sebab diet ini bukannya menurunkan berat badan, malah membuat timbangan berat badan naik hingga beberapa kali lipat.

Apabila diet yang Anda lakukan tidak sehat, hal ini hanya akan membuat tubuh semakin lapar.

Diketahui bahwa berat badan yang terlalu berlebihan atau kurang ternyata menambah peluang Anda untuk melahirkan bayi prematur.

Untuk itu, menjaga berat badan tetap ideal dengan diet yang sehat dan direkomendasikan dokter adalah cara efektif mencegah bayi lahir prematur.

6. Mengendalikan masalah kesehatan yang dimiliki

Penyakit kronis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan penyakit ginjal juga dapat menyebabkan bayi Anda lahir prematur.

Jika memang Anda merencanakan untuk hamil dan memiliki riwayat penyakit tersebut, sebaiknya diskusikanlah hal ini pada dokter.

Cara mencegah bayi lahir prematur yang bisa dilakukan adalah memastikan bahwa kondisi Anda terkendali dengan mengikuti perawatan yang disarankan dokter.

7. Perhatikan apabila melakukan perawatan kesuburan

Perlu diketahui apabila perawatan yang satu ini bisa menamnah peluang Anda untuk hamil bayi kembar. Sayangnya, kehamilan kembar atau lebih dari dua juga mempunyai risiko seperti kelahiran bayi prematur.

Maka, cara mencegah bayi lahir secara prematur yang bisa dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter. Berkonsultasilah untuk mengurangi peluang Anda mempunyai bayi kembar.

8. Tetap aktif secara fisik

Saat hamil, tidak ada salahnya Anda tetap aktif atau menambah kegiatan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko kondisi penyakit lainnya seperti diabetes dan pre-eklampsia yang dapat menjadi penyebab bayi prematur.

Tidak perlu melakukan olahraga yang terlalu berat, Anda bisa mencoba seperti berjalan santai atau berenang. Namun, apabila tidak bisa melakukan cara mencegah bayi lahir prematur seperti ini, konsultasikan kembali dengan dokter.

9. Menjaga kesehatatan gigi dan gusi.

Apa hubungannya kesehatan gigi dan gusi dengan bayi prematur? Walaupun terdengar aneh, Anda juga bisa mencegah bayi lahir secara prematur dengan menjaga kebersihan mulut.

Para peneliti telah menemukan hubungan antara kerusakan gigi, penyakit gusi, dan kelahiran prematur.

Penelitian menunjukkan bahwa peradangan dan infeksi pada gusi bisa memengaruhi kelahiran. Maka, ada baiknya ketika mempunyai masalah gigi saat hamil, segera konsultasikan dengan dokter.

10. Hindari keracunan makanan

Sudah dijelaskan sedikit di atas apabila infeksi tidak hanya membahayakan sistem kekebalan tubuh tetapi juga bisa dikaitkan dengan kondisi kelahiran bayi prematur.

Salah satu cara mencegah bayi akan lahir secara prematur adalah dengan menghindari hal-hal yang membuat tubuh terinfeksi seperti berhati-hati dalam memilih makanan.

Makanan tertentu bisa saja mempunyai kandungan bakteri jahat untuk tubuh juga bayi. Selain itu, perhatikan kebersihan makanan dan area tubuh yang higienis.

11. Rutin bertemu dokter

Cara mencegah bayi lahir secara prematur yang satu ini sebaiknya dilakukan secara teratur. Bagaimana pun, dokter lah yang mengetahui bagaimana kondisi Anda dan juga bayi di dalam kandungan.

Jangan ragu untuk memberitahu gejala yang menambah kekhawatiran Anda. Termasuk apabila mempunyai riwayat persalinan prematur.

Apakah risiko melahirkan bayi prematur lebih besar jika sudah pernah mengalaminya?

Kelahiran bayi prematur adalah faktor risiko terbesar yang dapat menyebabkan seorang ibu memiliki bayi prematur di kehamilan yang selanjutnya.

Risiko ini akan terus meningkat ketika seorang ibu pernah mengalami lebih dari satu kelahiran prematur.

Dalam sebuah penelitian dilaporkan bahwa risiko melahirkan prematur meningkat 15% jika ibu memiliki satu bayi prematur.

Lalu, risiko kembali meningkat hingga 40% apabila sang ibu mempunyai dua bayi prematur.

Sementara itu, bila ada tiga bayi prematur yang dimiliki, risiko melahirkan bayi prematur di persalinan berikutnya meningkat sampai 70%.

Namun, semua risiko tersebut hanya terjadi pada ibu yang pernah mempunyai riwayat persalinan prematur secara spontan. Bukan akibat diinduksi atau disengaja untuk melahirkan bayi prematur.

Simpulan

Perlu diketahui apabila bayi yang lahir secara prematur tidak bisa selalu dicegah. Namun, ibu yang sedang menikmati masa kehamilan bisa membantu menurunkan peluang dengan cara pencegahan yang sudah dijelaskan di atas.

Apabila Anda sedang hamil atau mempunyai rencana untuk hamil, berkonsultasilah dengan dokter. Perempuan yang rutin mendapatkan perawatan secara teratur cenderung mempunyai kehamilan serta bayi yang lebih sehat.

Tidak hanya itu saja, apabila Anda mengalami kelahiran prematur, jangan lupa untuk merawat bayi prematur dengan teliti.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ananth CV, Getahun D, et al. Recurrence of spontaneous versus medically indicated preterm birth. Am J Obstet Gynecol. 2006 Sep;193(3):643-650

Esplin, MD, Michael S., O’Brien, Ph.D., Elizabeth, Fraser, MPH, Alison, Kerber, PhD, Richard A., Clark, MD, Erin, Simonsen, RN, MSPH, Sara Ellis, Holmgren, MD, Calla, Mineau, PhD, Geraldine P., Varner, MD, Michael. “Estimating Recurrence of Spontaneous Preterm Delivery.” Obstetrics and Gynecology Sept 2008 112:516-523.

Medline Plus Medical Encyclopedia. “Premature Infant.” Accessed: April 11, 2017. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001562.htm

Spong, MD, Catherine Y. “Prediction and Prevention of Recurrent Spontaneous Preterm Birth.” Obstetrics and Gynecology August 2007 110:405-415.

Tommy’s – How you can reduce your risk of premature birth. (2020). Retrieved 14 May 2020, from https://www.tommys.org/pregnancy-complications/premature-birth/treatment/reduce-your-risk

10 Ways to Lower Your Chances of Having a Preemie. (2020). Retrieved 14 May 2020, from https://healthcare.utah.edu/womenshealth/pregnancy-birth/preterm-birth/10-ways-to-reduce-risk-of-another-birth.php

Newnham, J., Dickinson, J., Hart, R., Pennell, C., Arrese, C., & Keelan, J. (2014). Strategies to Prevent Preterm Birth. Frontiers In Immunology, 5. doi: 10.3389/fimmu.2014.00584

Preterm labor – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 14 May 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/preterm-labor/symptoms-causes/syc-20376842

Premature Baby. (2020). Retrieved 14 May 2020, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/premature-baby

Treatments to Prevent Premature Birth (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 14 May 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/treatments-prevent-premature-birth.html

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Tanggal diperbarui seminggu yang lalu
x