Serba-serbi yang Perlu Diperhatikan Saat Hamil Anak Kembar

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kehamilan kembar biasanya terjadi tanpa direncanakan. Hal ini mungkin menjadi dambaan bagi banyak orang, tapi tidak sedikit pula yang merasa cemas akan risiko yang dibawanya. Bagi Anda yang saat ini tengah hamil anak kembar, informasi berikut bisa membantu Anda menjalani kehamilan dengan sehat.

Mempersiapkan diri menyambut kehamilan kembar

risiko hamil anak kembar lenyap

Baik hamil tunggal maupun kembar, langkah pertama yang perlu Anda lakukan saat mendapati tanda kehamilan adalah menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan oleh dokter kandungan dengan prosedur yang memadai guna memperoleh hasil yang akurat.

Salah satu jenis pemeriksaan yang dapat diandalkan adalah USG transvaginal. Pemeriksaan ini tidak hanya bermanfaat untuk mengonfirmasi kehamilan, tapi juga memberikan gambaran mengenai jumlah, posisi, hingga kondisi janin.

Jika pemeriksaan menunjukkan Anda hamil anak kembar, langkah berikutnya adalah menentukan apakah janin berasal dari satu sel telur atau lebih. Pasalnya, kehamilan kembar dari satu sel telur yang sama memiliki risiko yang lebih besar.

Pemeriksaan tidak berhenti sampai di situ. Pada kasus hamil kembar dari satu sel telur, dokter harus melakukan penilaian terhadap kondisi janin. Penilaian tersebut mencakup risiko kembar siam, jumlah plasenta, dan lain sebagainya.

Beragam kebutuhan ibu saat menjalani hamil kembar

sering meludah saat hamil

Kebutuhan ibu yang hamil kembar pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan kehamilan tunggal. Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu disesuaikan. Kebutuhan tersebut mencakup aspek-aspek sebagai berikut:

1. Kenaikan berat badan

Kenaikan berat badan ibu yang hamil anak kembar tergantung dengan tinggi dan berat badan sebelum hamil. Wanita yang sebelumnya berstatus gizi kurus atau normal tentu harus menambah lebih banyak berat badan dibandingkan wanita berbadan gemuk.

Sebaliknya, wanita berstatus gizi overweight harus membatasi kenaikan berat badannya agar tidak mengalami obesitas saat hamil. Hal ini sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan.

Faktor lain yang menentukan kenaikan berat badan hamil adalah jumlah janin. Kehamilan kembar dua janin memerlukan kenaikan berat badan yang berbeda dari kehamilan kembar tiga janin atau lebih. Angka kenaikan dapat diketahui dari pemeriksaan kandungan rutin.

2. Asupan nutrisi

kebutuhan gizi ibu hamil dan menyusui

Kebutuhan nutrisi ibu yang hamil anak kembar sering kali disalahartikan. Hanya karena terdapat dua janin yang berkembang dalam rahim Anda, tidak berarti Anda harus mengonsumsi makanan untuk tiga orang atau bahkan lebih.

Ibu yang hamil kembar rata-rata memerlukan tambahan 600 kalori dalam sehari, dengan 300 kalori untuk setiap janin. Jika kebutuhan energi harian Anda adalah 2.000 kalori, artinya Anda memerlukan 2.600 kalori setiap hari selama hamil.

3. Kontrol kandungan

Kontrol kandungan pada kehamilan kembar sama dengan kehamilan tunggal. Bedanya hanyalah pemeriksaan dilakukan terhadap lebih dari satu janin. Selain itu, tidak ada pemeriksaan spesifik yang hanya ditujukan bagi kehamilan kembar.

Perlu diketahui bahwa kehamilan kembar dapat meningkatkan risiko komplikasi. Jadi, ibu yang hamil anak kembar harus melakukan kontrol kandungan dengan rutin serta meminum vitamin dan suplemen yang diperuntukkan bagi ibu hamil.

Risiko juga meningkat pada kehamilan kembar

morning sickness emesis gravidarum

Kehamilan kembar turut membawa risiko yang lebih besar terhadap kesehatan ibu dan janin. Berikut adalah beberapa risiko yang dapat meningkat pada ibu yang hamil kembar:

1. Morning sickness yang lebih parah

Morning sickness merupakan sekumpulan gejala umum saat hamil yang dicirikan dengan sering mual dan muntah. Pemicunya adalah jumlah hormon yang meningkat selama beberapa minggu pertama kehamilan.

Kondisi ini bisa bertambah parah akibat stres, kelelahan berat, dan tentunya hamil anak kembar. Tidak ada cara khusus untuk mengatasi morning sickness, tapi Anda bisa meredakan gejalanya.

2. Kecacatan dan kematian janin

Janin kembar rentan mengalami hambatan perkembangan. Hal ini umumnya disebabkan karena janin saling berebut asupan nutrisi dari ibu. Perkembangan yang terus terhambat sangat berisiko menjadi penyebab tubuh bayi cacat atau bertubuh kecil saat lahir.

Terkadang, janin juga bisa mengalami twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS). TTTS terjadi ketika salah satu janin mengambil lebih banyak pasokan darah dari satu plasenta. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan kematian janin.

3. Komplikasi pada ibu hamil

hiperemesis gravidarium

Ibu yang hamil anak kembar berisiko lebih tinggi mengalami beragam komplikasi kehamilan. Komplikasi dapat mencakup tekanan darah tinggi, preeklampsia, perdarahan selama hamil dan saat persalinan, hingga keguguran.

4. Persalinan prematur

Persalinan umumnya terjadi pada usia kehamilan 37-40 minggu, dan kelahiran sebelum rentang usia tersebut tergolong sebagai prematur. Janin kembar cenderung lebih cepat lahir dibandingkan janin tunggal sehingga risiko kelahiran prematur menjadi lebih besar.

Kehamilan kembar memang terasa mendebarkan karena risiko yang dibawanya lebih besar. Meski demikian, perencanaan kehamilan yang matang dan kontrol kandungan yang memadai bisa membantu Anda menjalani kehamilan dengan sehat.

Begitu mengetahui bahwa Anda hamil anak kembar, segera lakukan pemeriksaan untuk memperoleh gambaran tentang kondisi janin. Penuhi setiap kebutuhan Anda dengan baik agar bayi kelak lahir dalam kondisi optimal.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?

Artikel dari ahli dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG

Kapan Ibu Hamil Harus Bed Rest? Apa Saja Syarat dan Manfaatnya?

Ada beberapa kondisi tertentu yang membuat ibu hamil harus istirahat lebih lama di tempat tidur alias bed rest. Kapan, sih ibu harus bed rest saat hamil?

Ditulis oleh: dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
syarat bed rest saat hamil

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
pemeriksaan kehamilan pandemi covid-19
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 April 2020

Baru Mengetahui Positif Hamil, Kapan Ibu Harus Periksa ke Dokter?

Setelah positif hamil, ibu terkadang bingung kapan saatnya harus menjalani pemeriksaan kehamilan untuk pertama kali. Lantas, kapan waktu yang tepat?

Ditulis oleh: dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
periksa kehamilan pertama kali

Yang juga perlu Anda baca

Beragam Hal yang Perlu Diperhatikan Ibu Jika Jarak Kehamilan Terlalu Dekat

Jarak antara dua kehamilan yang terlalu dekat bisa menimbulkan bahaya bagi kesehatan ibu dan janin. Inilah yang harus dilakukan oleh ibu hamil.

Ditinjau oleh: Nimas Mita Etika M
Ditulis oleh: Diah Ayu
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 25 Juni 2019 . Waktu baca 6 menit

Bukan Cuma Perut Besar, Ini 8 Ciri Anda Sedang Hamil Kembar

Ukuran perut besar bukanlah satu-satunya ciri hamil anak kembar. Ada tanda lainnya yang menunjukkan bahwa Anda mengandung lebih dari satu janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Mei 2019 . Waktu baca 5 menit

3 Alasan Ibu Hamil Harus Ekstra Memperhatikan Kebersihan Tubuh

Baik bagi orang biasa maupun ibu hamil kebersihan tetap menjadi fokus utama. Simak tips menjaga kebersihan saat hamil dan kenapa harus dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 3 April 2019 . Waktu baca 4 menit

4 Penyebab Rahim Terasa Nyeri Saat Hamil Muda, dari yang Normal Sampai Perlu Diwaspadai

Selain mual dan muntah, beberapa wanita mengeluh rahim sakit saat hamil muda. Hal ini termasuk normal atau tidak, ya? Cari tahu penyebabnya disini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 6 Maret 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kembar fraternal kembar tidak identik

Kembar Tidak Selalu Mirip, Lho! Ini 7 Fakta Unik Kembar Tidak Identik

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
kloning manusia

Kloning Manusia, Benarkah Bisa Dilakukan? Simak 5 Fakta Unik Seputar Kloning

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 6 menit
sidik jari anak kembar

Benarkah Anak Kembar Memiliki Sidik Jari yang Juga Sama?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
gen anak kembar

Gen Ibu dan Gen Ayah, Mana yang Menyebabkan Hamil Kembar?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 22 April 2020 . Waktu baca 5 menit