Nama Generik: Tramadol Merek: Camigesic Camigesik, Contram 50, Dolgesik, Dolocap, Dolsic, Orasic, Radol, Seminac/Seminac Continus, Tlusic, Tradosik, Tramadol Otto, Tramal, Tramofal, Trasik, Zephanal, Andalpha, Bellatram, Centrasic, Corsadol, Dolana, Dolika, Forgesic, Intradol, Kamadol, Katrasic, Nonalges, Nufapotram, Pinorec, Simatral, Tradomed, Tradonal, Tradyl, Tragesik, Tramadol Hexpharm, Tramadol Indo Farma, Traumasik, Trunal DX, Trunal-DX Retard, Tugesal, Zumatram, tramadoldantramadol (2).

Penggunaan

Digunakan untuk apakah obat tramadol?

Obat tramadol adalah obat digunakan untuk membantu mengurangi rasa sakit yang sedang hingga cukup parah. Obat tramadol adalah obat yang mirip dengan analgesik narkotika. Ia bekerja di otak untuk mengubah bagaimana tubuh Anda merasakan dan merespon rasa sakit.

Bagaimana cara menggunakan obat tramadol?

Obat tramadol adalah jenis obat yang dikonsumsi oral atau lewat mulut sesuai instruksi dokter, biasanya setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan untuk mengurangi rasa sakit. Anda dapat meminum obat ini dengan atau tanpa makanan.

Jika Anda mengalami mual, coba minum obat ini dengan makanan. Tanya dokter atau apoteker Anda tentang cara lain mengatasi mual (misalnya berbaring selama 1-2 jam dengan sedikit mungkin pergerakan kepala).

Dosis ditentukan berdasarkan kondisi medis Anda dan respon terhadap pengobatan. Untuk mengurangi risiko efek samping, dokter mungkin akan meminta Anda untuk memulai pengobatan dengan dosis rendah dan perlahan-lahan meningkatkan dosisnya. Ikuti instruksi dokter dengan cermat.

Dosis maksimum yang direkomendasikan adalah 400 mg per hari. Jika Anda berusia 75 tahun ke atas, dosis yang direkomendasikan adalah 300 mg per hari. Jangan menambah dosis, meminum obat lebih sering, atau meminumnya lebih lama dari yang diresepkan. Berhentilah meminum obat ini jika sudah diinstruksikan dokter.

Obat-obatan pengurang rasa sakit akan bekerja lebih optimal jika digunakan langsung saat tanda-tanda sakit baru muncul. Jika Anda menunggu sampai rasa sakit sudah parah, obat mungkin tak akan bekerja terlalu baik.

Jika Anda memiliki rasa sakit berkepanjangan (misalnya karena artritis), dokter Anda mungkin meminta Anda untuk juga mengonsumsi obat-obatan narkotika. Obat penghilang rasa sakit non-narkotika lainnya (seperti acetaminophen, ibuprofen) juga mungkin diresepkan bersamaan dengan obat ini. Tanya dokter atau apoteker Anda jika ada pertanyaan seputar penggunaan obat tramadol dengan obat lain.

Obat tramadol adalah obat yang mungkin akan menimbulkan reaksi kecanduan, terutama jika sudah digunakan secara rutin dalam jangka waktu lama atau dalam dosis tinggi. Pada kasus seperti ini, gejala kecanduan (seperti kelelahan, mata berair, hidung ingusan, mual, berkeringat, nyeri otot) dapat muncul jika Anda tiba-tiba menghentikan penggunaan obat ini. Untuk mencegahnya, dokter mungkin akan mengurangi dosisnya pelan-pelan. Hubungi dokter atau apoteker untuk lebih detail, dan laporkan gejala kecanduan jika Anda mengalaminya.

Jika obat tramadol ini ini digunakan dalam waktu lama, efektivitasnya mungkin akan menurun. Bicarakan dengan dokter jika obat ini sudah tak bekerja baik lagi.

Bersama dengan manfaatnya, obat tramadol adalah obat yang juga mungkin (meski jarang) membuat ketagihan. Risiko ini akan meningkat jika Anda pernah menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan di masa lalu. Minumlah obat ini sesuai dengan yang diresepkan untuk mencegah risiko ketagihan. Beri tahu dokter jika rasa sakit bertahan atau memburuk.

Bagaimana cara penyimpanan Tramadol?

 

 

Obat tramadol adalah obat yang paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Tramadol untuk orang dewasa?

Untuk penggunaan rasa sakit kronis yang ringan sampai yang cukup parah dan tak membutuhkan efek cepat analgesik, Anda bisa menggunakan dosis awal sebanyak 25 mg setiap pagi.

  • Untuk penggunaan dosis yang akan ditingkatkan, gunakan sebanyak 25 mg secara bertahap dalam dosis yang dibagi-bagi setiap 3 hari untuk mencapai 100 mg per hari, berupa dosis 25 mg yang diminum 4 kali sehari.
  • Kemudian total dosis harian bisa ditingkatkan menjadi 50 mg sesuai toleransi setiap 3 hari untuk mencapai 200 mg per hari, berupa dosis 50 mg yang diminum 4 kali per hari.
  • Perawatan: Setelah titrasi, tramadol 50 mg sampai 100 mg bisa diberikan sesuai kebutuhan untuk penghilang rasa sakit setiap 4-6 jam, jangan melebihi 400 mg per hari

Untuk mengatasi rasa sakit kronis sedang sampai cukup parah pada orang dewasa yang membutuhkan pengobatan menyeluruh untuk rasa sakit mereka selama periode yang lebih lama

  • Dosis awal: 100 mg sehari sekali dan ditingkatkan bila perlu secara bertahap sebanyak 100 mg setiap 5 hari untuk menghilangkan sakit dan tergantung pada toleransi tubuh.
  • Dosis maksimum: Tablet extended-release tidak boleh diberikan dengan dosis melebihi 300 mg per hari

Untuk pasien yang membutuhkan efek analgesik cepat dan untuk pasien yang kondisinya sangat membutuhkan obat ini sehingga bisa mengabaikan risiko yang bisa timbul akibat dosis awal yang lebih tinggi. Berikan dalam dosis 50 mg sampai 100 mg bisa diberikan sesuai kebutuhan untuk menghilangkan rasa sakit setiap 4 hingga 6 jam, jangan sampai melebihi 400 mg per hari.

Pasien yang sedang tidak melakukan pengobatan dengan tramadol immediate-release (IR), bisa diberikan dosis awal sebanyak 100 mg sekali sehari dan ditambahkan bisa perlu sebanyak 100 mg secara bertahap setiap 5 hari untuk menghilangkan rasa sakit dan disesuaikan dengan kebutuhan serta toleransi pasien. Dosis maksimum sebanyak 300 mg per hari

Pasien yang saat ini sedang dalam pengobatan tramadol immediate-release (IR, perhitungkan dosis tramadol IR dalam 24 jam, bisa digunakan dengan dosis awal dibulatkan ke kenaikan 100 mg terendah berikutnya. Dosisnya mungkin bisa berbeda-beda tergantung kebutuhan dan toleransi pasien. Dosis maksimum sebanyak 300 mg per hari, jangan gunakan lebih dari dosis tersebut.

Bagaimana dosis Tramadol untuk anak-anak?

1. Penggunaan dari usia 4 sampai 16 tahun:

  • Formulasi immediate release: 1 sampai 2 mg/kg/dosis setiap 4 sampai 6 jam
  • Dosis tunggal maksimum: 100 mg
  • Total dosis harian maksimum lebih rendah dari: 8 mg/kg/hari atau 400 mg/hari

2. Untuk penggunaan 16 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 50 sampai 100 mg setiap 4 sampai 6 jam
  • Dosis maksimum: 400 mg/hari

Alternatifnya, untuk pasien yang tak membutuhkan efek yang cepat, efek samping obat ini dapat dikurangi dengan cara memulai dosis di 25 mg/hari dan meningkatkannya sebanyak 25 mg setiap 3 hari hingga maksimal 25 mg 4 kali sehari.

Dosis kemudian bisa ditingkatkan sebanyak 50 mg setiap 3 hari sesuai toleransi, sampai 50 mg 4 kali sehari. Penggunaan dosis maksimum adalah sebanyak  400 mg dalam satu hari

Dalam dosis apa Tramadol tersedia?

Obat tramadol adalah obat yang tersedia dalam sediaan tablet 100 mg,  200 mg dan 300 mg.

Efek Samping

Efek tramadol apa yang mungkin saya dapatkan?

Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami reaksi alergi akibat efek tramadol seperti gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan. Jika Anda mengalami efek tramadol seperti berikut ini, segera hubungi dokter:

  • agitasi, halusinasi, demam, detak jantung cepat, refleks overaktif, mual, muntah, diare, kehilangan koordinasi, pingsan
  • kejang-kejang
  • ruam kulit yang merah dan melepuh
  • napas dangkal, denyut nadi lemah.

Efek samping tramadol lainnya yang tidak terlalu serius termasuk:

  • pusing, ruangan seperti berputar
  • sembelit, perut bergejolak
  • sakit kepala
  • mengantuk
  • merasa gugup atau cemas.

Tidak semua orang mengalami efek samping tramadol tersebut. Mungkin ada beberapa efek tramadol yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek tramadol tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum mengonsumsi Tramadol?

Sebelum menggunakan obat tertentu, pertimbangkan risiko, manfaat dan efek samping tramadol terlebih dahulu. Ini adalah keputusan yang harus dibuat Anda dan dokter Anda. Untuk obat ini, perhatikan hal berikut:

1. Alergi

Beri tahu dokter jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada obat ini atau obat lain. Beri tahu dokter juga jika Anda memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, atau alergi hewan. Untuk produk tanpa resep, baca label pada kemasan secara saksama.

2. Anak-anak

Penelitian yang memadai belum pernah dilakukan mengenai hubungan antara usia dengan efek tablet Rybix™ ODT, Ryzolt™, dan Ultram® pada anak-anak di bawah 16 tahun. Keamanan dan keampuhannya belum ditentukan.

3. Lansia

Penelitian yang memadai hingga hari ini belum memperlihatkan masalah yang spesifik untuk pasien lanjut usia yang mengharuskan pembatasan penggunaan tramadol pada orang tua.

Namun, pasien berusia lanjut lebih mungkin terkena efek samping (seperti sembelit, pusing atau pingsan, sakit perut, tubuh lemah) dan beberapa masalah yang berhubungan dengan usia seperti masalah hati, ginjal, atau jantung, sehingga mungkin dibutuhkan penyesuaian dan perhatian khusus sehubungan dengan dosis untuk pasien yang lansia yang membutuhkan tramadol.

Kecanduan sebagai efek tramadol yang berbahaya

Seseorang yang kecanduan dengan obat tramadol adalah orang yang biasanya akan memiliki ketergantungan fisik yang berbahaya. Pecandu cenderung akan terus menerus mengonsumsi obat tersebut untuk menghilangkan rasa nyeri dan sakit yang diderita.

Efek tramadol selain bikin kecanduan, biasanya juga akan menimbulkan efek samping tramadol seperti mual, muntah, sembelit, pusing, rasa kantuk dan sakit kepala yang bisa terjadi kapan saja selama Anda masih mengonsumsi obat-obatan tersebut. Lalu hal yang paling parahnya, kecanduan sebagai efek samping tramadol bisa menyebabkan kematian dan penurunan fungsi otak.

Sedangkan jika pecandu mulai berhenti mengonsumsinya, tubuhnya akan menimbulkan suatu gejala putus tramadol. Gejala putus tramadol antara lain:

Apakah Tramadol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •      A= Tidak berisiko,
  •      B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C=Mungkin berisiko,
  •      D=Ada bukti positif dari risiko,
  •      X=Kontraindikasi,
  •      N=Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi  dengan Tramadol

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi.

Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Penggunaan obat ini bersamaan dengan obat-obat di bawah ini tidak direkomendasikan. Dokter mungkin akan memutuskan untuk tidak memberi Anda obat ini atau mengganti obat-obatan lain yang Anda konsumsi.

  • Naltrexone
  • Rasagiline
  • Selegiline

Menggunakan obat ini dengan beberapa obat-obatan di bawah ini biasanya tidak direkomendasikan, tapi pada beberapa kasus mungkin dibutuhkan. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Acetophenazine
  • Amphetamine
  • Bromperidol
  • Buspirone
  • Carbamazepine
  • Carbinoxamine
  • Ceritinib
  • Chlorpheniramine

Mengonsumsi obat ini dengan obat di bawah ini dapat meningkatkan risiko efek sampingnya, namun pada beberapa kasus, kombinasi dua obat ini mungkin merupakan pengobatan terbaik.

Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Digoxin
  • Perampanel
  • Quinidine
  • Warfarin

Apakah makanan atau alkohol dapat bereaksi dengan Tramadol?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat memengaruhi kinerja Tramadol?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Penyalahgunaan alkohol, masih atau pernah
  • Depresi CNS, masih atau pernah
  • Penyalagunaan obat-obatan, masih atau pernah
  • Luka di kepala
  • Masalah hormon
  • Meningkatnya tekanan di kepala
  • Infeksi di sistem saraf pusat (central nervous system-CNS)
  • Gangguan mental, masih atau pernah
  • Alergi Phenylketone, masih atau pernah
  • Depresi respiratori (hypoventilation atau bernapas lambat)
  • Kejang-kejang atau epilepsi, masih atau pernah
  • Masalah perut yang parah– Gunakan dengan hati-hati. Peluang efek samping yang serius bisa meningkat
  • Masalah paru-paru atau pernapasan (seperti asma, hypercapnia) yang parah– Obat tidak boleh digunakan
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati (termasuk sirosis)– Gunakan dengan hati-hati. Efeknya bisa meningkat karena proses pengeluaran obat dari tubuh lebih lambat
  • Phenylketonuria (PKU)—Tablet yang larut di mulut mengandung  phenylalanine, yang dapat memperburuk kondisi Anda.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118/119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis meliputi:

  • Mengecilnya ukuran pupil (lingkaran hitam di tengah mata)
  • Kesulitan bernapas
  • Mengantuk parah
  • Tidak sadarkan diri
  • Koma (kehilangan kesadaran selama periode waktu)
  • Detak jantung melambat
  • Lemah otot
  • Kulit dingin dan lembap

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Mei 2, 2018 | Terakhir Diedit: Mei 2, 2018