home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tanda-Tanda Overdosis Obat yang Perlu Segera Diwaspadai

Tanda-Tanda Overdosis Obat yang Perlu Segera Diwaspadai

Overdosis obat tidak selalu berhubungan dengan narkoba. Penggunaan obat-obatan yang bertujuan medis juga bisa menyebabkan hal ini. Overdosis dapat terjadi tiba-tiba ketika seseorang minum dosis tinggi sekaligus, atau dengan dosis rendah secara bertahap sehingga lama-lama zat obat menumpuk dalam tubuh. Overdosis obat adalah kondisi gawat darurat medis. Lantas, seperti apa gejala overdosis obat?

Gejala overdosis obat yang paling umum dan mudah dikenali

Overdosis obat bisa memunculkan efek yang bervariasi pada setiap orang, tergantung pada kondisi tubuh seseorang, jenis obatnya, dan takaran dosis yang dikonsumsi.

Secara umum, gejalanya meliputi:

  • Perubahan drastis pada tanda-tanda vital tubuh. Misalnya, suhu tubuh menurun atau naik drastis tiba-tiba; denyut jantung mendadak melemah atau malah berdebar kencang tak beraturan; tekanan darah turun drastis atau meningkat tajam. Biasanya, sesuatu yang berhubungan dengan masalah pada tanda vital dapat mengancam nyawa.
  • Napas pendek dan terburu-buru; sulit bernapas; atau napas justru melambat.
  • Mual.
  • Muntah; beberapa bisa muntah darah.
  • Kram perut.
  • Diare.
  • Pusing.
  • Hilang keseimbangan.
  • Kebingungan; linglung.
  • Rasa kantuk yang tidak tertahankan.
  • Kulit dingin dan berkeringat, atau justru terasa panas dan kering.
  • Nyeri dada, biasanya disebabkan karena adanya kerusakan jantung atau paru-paru.
  • Hilang kesadaran; halusinasi; kejang; koma.

Gejala khusus sesuai jenis obat

Tiap obat yang berbeda akan memunculkan gejala overdosis yang berbeda pula. Gejala dosis obat berlebihan yang spesifik sesuai jenis obatnya adalah:

  • Antidepresan: pupil mata melebar, napas pendek-pendek, nadi lemah atau cepat, kulit berkeringat, dan koma.
  • Halusinogen: delusi atau waham, halusinasi, kejang, hingga tidak sadarkan diri.
  • Inhalansia: kejang dan tidak sadarkan diri hingga bisa menyebabkan kematian.
  • Ganja: paranoid, lelah berlebihan, delusi serta halusinasi.
  • Narkotika: kulit berkerut, kejang, napas pendek, hingga koma.
  • Stimulan: demam, halusinasi, kejang, agitasi (aktivitas motorik berlebih yang keluar akibat perasaan tegang), dan bisa menyebabkan kematian.

Jika setelah mengonsumsi obat-obatan tertentu, Anda atau orang lain mengalami gejala-gejala di atas, segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Asupan dosis obat yang di luar batas toleransi tubuh bisa membahayakan dan mengancam nyawa.

Seseorang tidak perlu untuk menunjukkan semua tanda di atas sekaligus untuk digolongkan sebagai overdosis. Hanya mengalami satu-dua gejala saja tetap dapat diartikan mereka butuh bantuan darurat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Drug Overdose

https://www.healthline.com/health/drug-overdose accessed on August 3rd 2018

Understanding The Risk of Drug Overdose

https://americanaddictioncenters.org/overdose/ accessed on August 3rd 2018

Drug Overdose

https://www.webmd.com/mental-health/addiction/drug-overdose#1 accessed on August 3rd 2018

Foto Penulis
Ditulis oleh Widya Citra Andini pada 25/08/2018
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
x