home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Hipoksia

Definisi hipoksia|Jenis hipoksia|Tanda gejala hipoksia|Penyebab hipoksia|Faktor risiko hipoksia|Diagnosis hipoksia|Pengobatan hipoksia|Pencegahan hipoksia
Hipoksia

Definisi hipoksia

Hipoksia atau hypoxia adalah suatu kondisi di mana jaringan tubuh Anda memiliki kadar oksigen yang berada di bawah batas normal.

Kondisi ini disebabkan oleh hipoksemia, yaitu kadar oksigen di dalam darah Anda lebih rendah dari kadar yang seharusnya.

Umumnya, hipoksia adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kedua kondisi di atas.

Pada kondisi normal, oksigen yang seharusnya terkandung di dalam darah dan arteri adalah sekitar 75-100 mmHg.

Namun, apabila kadar oksigen Anda di bawah 60 mmHg, besar kemungkinan Anda mengalami hipoksia.

Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa gejala seperti kesulitan bernapas, pusing, bahkan tekanan darah tinggi.

Jika kondisi yang Anda alami cukup parah, kemungkinan dapat terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh, kejang, koma, bahkan kematian.

Apabila Anda mengalami kondisi ini, Anda membutuhkan oksigen tambahan untuk mengembalikan fungsi tubuh seperti sedia kala.

Hypoxia ini dapat dibedakan menjadi akut dan kronis, tergantung pada keparahan dan waktu terjadinya.

Tidak menutup kemungkinan munculnya hipoksemia dan hipoksia adalah gejala dari kondisi kesehatan lainnya yang Anda alami.

Salah satu penyakit yang saat ini sering dikaitkan dengan hipoksia adalah COVID-19. Hipoksia adalah gejala yang merujuk pada penyakit ini.

Seberapa umumkah hipoksia?

Hipoksia adalah kondisi kesehatan yang cukup umum terjadi.

Kondisi ini juga dapat dialami seseorang dari golongan usia berapa saja, baik orang tua maupun anak-anak.

Beberapa masalah kesehatan dapat memperbesar peluang seseorang untuk mengalami kondisi ini.

Masalah-masalah kesehatan tersebut umumnya yang berkaitan dengan jantung dan pernapasan, seperti asma, bronkitis, dan serangan jantung.

Kondisi ini dapat ditangani dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Agar tahu informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Jenis hipoksia

Hipoksia adalah kondisi yang dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut adalah penjelasan masing-masing jenis hipoksia (hypoxia):

1. Hipoksia hipoksik

Pada jenis ini, darah yang disuplai menuju organ-organ tubuh tidak memiliki kadar oksigen yang cukup.

Hal ini menyebabkan masalah pada fungsi organ tubuh, salah satunya gangguan pernapasan.

2. Hipoksia anemia

Apabila hipoksia terjadi pada pasien dengan anemia, kadar hemoglobin yang rendah menyebabkan darah tidak dapat menyerap oksigen dengan baik.

Hal ini membuat jaringan-jaringan pada tubuh kekurangan darah yang kaya kandungan oksigen.

3. Hipoksia stagnan

Hipoksia stagnan adalah kondisi saat darah tidak tersirkulasi atau beredar di tubuh dengan baik.

Jenis hipoksia yan satu ini membuat jaringan-jaringan pada tubuh tidak mendapat suplai darah yang cukup.

4. Hipoksia histotoksik

Pada kondisi histotoksik, terdapat jumlah oksigen yang cukup pada paru-paru dan darah yang disuplai menuju jaringan-jaringan tubuh.

Namun, jaringan-jaringan tubuh tidak dapat menggunakan oksigen yang tersedia dengan baik.

5. Hipoksia metabolik

Hipoksia metabolik terjadi ketika tubuh mengalami masalah pada sistem metabolismenya.

Kondisi ini membuat organ-organ tubuh tidak dapat menyerap oksigen dari darah dengan baik.

Tanda gejala hipoksia

Gejala hipoksia bervariasi pada setiap orang. Namun, tanda-tanda dan gejala hipoksia yang umum adalah sebagai berikut:

  • Pusing, disertai dengan pingsan
  • Napas lebih pendek
  • Napas lebih cepat (takipnea)
  • Sesak napas (dispnea)
  • Batuk
  • Mengi (wheezing)
  • Sakit kepala
  • Percepatan detak atau denyut jantung (takikardi)
  • Perubahan warna kulit di bibir dan ruas-ruas jari
  • Kebingungan dan gelisah
  • Sulit menentukan keputusa
  • Berkeringat lebih banyak
  • Euforia
  • Polisitemia, atau meningkatnya sel darah merah
  • Tubuh kehilangan keseimbangan
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai sebuah gejala tertentu, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Sebaiknya, Anda segera menghubungi dokter jika Anda memiliki salah satu dari gejala berikut:

  • Anda merasa sesak napas setelah sedikit beraktivitas atau saat Anda beristirahat.
  • Anda merasa sesak napas yang lebih buruk ketika Anda berolahraga atau beraktivitas fisik.
  • Gangguan tidur karena sesak napas saat tidur, ini bisa menjadi gejala dari sleep apnea.
  • Sesak napas parah dan kesulitan napas Anda mempengaruhi kemampuan Anda dalam beraktivitas.
  • Sesak napas parah dengan batuk, denyut jantung yang cepat, dan retensi cairan saat Anda berada di ketinggian.

Tubuh masing-masing orang dengan kondisi ini menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi.

Selalu periksakan diri ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Penyebab hipoksia

Hipoksia adalah kondisi yang dapat disebabkan oleh beragam hal tergantung pada jenis hipoksia yang Anda derita.

Selain itu, terdapat berbagai macam penyebab umum dari kondisi ini, mulai dari bepergian ke dataran tinggi hingga kondisi kesehatan.

Beberapa penyebab hipoksia (hypoxia) adalah sebagai berikut:

1. Bepergian ke dataran tinggi atau naik pesawat

Para ahli menyarankan agar penerbangan setinggi 10.000 kaki dan 6.000 kaki harus dilengkapi dengan oksigen tambahan.

Hal ini penting karena penglihatan pilot akan menjadi lebih sensitif apabila kadar oksigen di dalam pesawat menurun.

2. Kondisi paru-paru

Paru-paru tidak memiliki sirkulasi udara yang baik akibat adanya beberapa masalah.

Masalah tersebut meliputi penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, kanker paru-paru, pneumonia, penyakit rheumatoid paru, dan hipertensi paru.

3. Hipoventilasi

Hipoventilasi adalah kondisi di mana Anda tidak bernapas dengan cukup.

Hal ini terjadi karena otak gagal menginstruksikan paru-paru untuk bernapas secara normal.

Kondisi ini umumnya merupakan efek samping obat-obatan, cedera, atau stroke.

4. Penyebab anemia hipoksia

Selain yang disebutkan di atas, beberapa penyebab hipoksia ada kaitannya dengan anemia.

Pada kondisi ini, anemia terjadi karena kadar hemoglobin pada darah mengalami penurunan sehingga darah tidak dapat menyerap oksigen dengan baik.

Pemicu anemia hipoksia adalah sebagai berikut:

Anemia jenis apapun

Pada kondisi ini, hampir seluruh jenis anemia dapat menyebabkan hipoksia, seperti anemia defisiensi zat besi, anemia pernisiosa, dan anemia akibat kemoterapi.

Perdarahan

Perdarahan internal atau perdarahan akibat kecelakaan juga dapat menyebabkan kadar oksigen tubuh berada di bawah batas normal.

Methemoglobinemia

Kondisi ini terjadi ketika hemoglobin pada darah gagal berfungsi dan tidak dapat mengikat oksigen dengan baik,

5. Penyebab anemia stagnan

Pada kasus hipoksia stagnan, darah tidak dapat mengalir di dalam tubuh dengan baik sehingga jaringan-jaringan tubuh kekurangan darah dan oksigen.

Berikut adalah beragam pemicu anemia stagnan:

Edema

Edema adalah kondisi pembengkakan yang terjadi pada jaringan-jaringan tubuh, seperti yang terjadi pada serangan jantung.

Kondisi ini dapat menghambat pemasukan oksigen di dalam darah.

Hipoksia iskemik

Penyumbatan atau penggumpalan yang terdapat di arteri koroner dapat menghalangi laju peredaran darah.

Faktor risiko hipoksia

Hipoksia adalah kondisi yang dapat terjadi pada hampir setiap orang tanpa memandang kelompok usia dan golongan ras.

Namun, terdapat beberapa hal atau faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini.

Perlu diketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan mengalami kondisi ini.

Tidak menutup kemungkinan Anda dapat mengalami hipoksia tanpa memiliki satu pun faktor risiko.

Faktor-faktor yang dapat memicu munculnya kondisi hipoksia (hypoxia) adalah sebagai berikut:

1. Memiliki penyakit paru-paru atau masalah jantung

Jika Anda menderita beberapa masalah kesehatan yang terkait dengan jantung atau paru-paru, peluang Anda untuk mengalami kondisi ini jauh lebih besar.

Masalah kesehatan yang terkait jantung atau paru-paru yakni serangan jantung, gagal jantung, pneumonia, atau bronkitis,

2. Naik pesawat

Orang-orang yang sering bepergian dengan pesawat juga memiliki peluang lebih besar untuk mengalami hipoksia.

Hal ini disebabkan oleh kadar oksigen menurun ketika pesawat terbang di ketinggian tertentu.

3. Berada di tempat tinggi

Anda juga berisiko mengalami kekurangan oksigen apabila berada atau bepergian ke dataran tinggi, seperti gedung tinggi atau pegunungan.

4. Merokok dan minum alkohol

Rokok dan alkohol dapat memberikan pengaruh buruk pada kesehatan, khususnya kadar oksigen di dalam darah dan organ-organ tubuh lainnya.

Hal ini menyebabkan Anda berisiko terkena kondisi ini.

Diagnosis hipoksia

Dokter dapat mendiagnosis hipoksia dengan mengevaluasi tingkat gas oksigen dalam darah Anda menggunakan alat bantu atau mengukur langsung pada sampel darah yang diambil dari arteri.

Jika tingkat oksigen Anda bernilai 90% atau di bawahnya, Anda mungkin dalam kondisi kekurangan oksigen.

Menurut Cleveland Clinic, berikut adalah beberapa macam tes yang mungkin dilakukan untuk mengecek kadar oksigen dalam tubuh Anda:

  • oksimetri nadi,
  • analisa gas darah, dan
  • tes pernapasan lainnya.

Tes-tes lain mungkin diperlukan dalam beberapa kasus jika dokter ingin memeriksa apakah ada potensi masalah lain, seperti keracunan karbon monoksida yang menjadi penyebab hipoksia.

Tes tersebut dapat berupa tes fungsi paru-paru bersamaan dengan tes lain untuk membantu menentukan penyebab rendahnya tingkat saturasi oksigen.

Pengobatan hipoksia

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti saran medis. SELALU berkonsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Berikut adalah beberapa penanganan medis yang dianjurkan untuk mengatasi hipoksia:

1. Rawat inap

Dalam beberapa kasus, Anda sebaiknya dirawat inap di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan terkait kondisi Anda.

Selain itu, dengan dirawat inap, tim medis dapat menjaga dan mengawasi kadar oksigen di dalam tubuh Anda.

2. Alat bantu pernapasan

Pada kasus yang cukup darurat, Anda perlu mendapatkan lebih banyak asupan oksigen di dalam tubuh.

Dokter biasanya akan memberikan Anda alat bantu pernapasan (plug) yang menutupi hidung dan mulut. Plug kecil di hidung Anda ini berguna untuk menyuplai tubuh Anda dengan oksigen.

Jika hal ini tidak dapat memberikan Anda cukup oksigen untuk meningkatkan tingkat oksigen Anda hingga normal, inhaler atau obat asma melalui mulut dapat dipilih agar bernapas jadi lebih mudah.

3. Infus

Anda mungkin akan menerima obat melalui pembuluh darah di lengan (infus) bila upaya-upaya yang disebutkan tidak bisa dilakukan.

Anda juga mungkin perlu obat steroid yang diberikan dalam waktu yang singkat untuk mengecilkan peradangan di paru-paru Anda.

Pencegahan hipoksia

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi dan mencegah hipoksia:

1. Berhenti merokok

Jika Anda telah didiagnosis dengan tubuh yang kekurangan oksigen atau penyakit paru-paru yang lain, cobalah untuk berhenti merokok.

Berhenti merokok adalah salah satu hal pertama yang perlu Anda lakukan untuk memperbaiki kondisi Anda.

2. Hindari menjadi perokok pasif

Selain berhenti merokok, Anda juga perlu menghindari tempat-tempat di mana orang lain merokok.

Asap rokok dapat menyebabkan banyak kerusakan paru-paru lebih parah daripada merokok itu sendiri, tak terkecuali bagi perokok pasif.

3. Berolahraga secara teratur

Latihan yang tepat sangat membantu bagi Anda untuk meningkatkan kekuatan keseluruhan dan daya tahan.

4. Makan yang benar dan tetap aktif

Ingat, apa yang Anda makan juga berpengaruh pada kesehatan tubuh.

Maka itu, pilihlah makanan yang baik untuk kesehatan paru-paru Anda.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter terkait kondisi kesehatan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hypoxemia – Mayo Clinic. (2018). Retrieved March 30, 2021, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/hypoxemia/basics/definition/sym-20050930 

Hypoxemia – Cleveland Clinic. (2018). Retrieved March 30, 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17727-hypoxemia 

Respiratory Failure – National Heart, Lung, and Blood Intitute. Retrieved March 30, 2021, from https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/respiratory-failure 

Congenital Heart Defects (CHDs) – CDC. (2020). Retrieved March 30, 2021, from https://www.cdc.gov/ncbddd/heartdefects/hcp.html  

Sarkar, M., Niranjan, N., Banyal, PK. (2017). Mechanisms of Hypoxemia. Lung India, 34(1), 47-60.

Sue D. Y. (2016). Treating Hypoxemia with Supplemental Oxygen. Same Game, Different Rules. Annals of the American Thoracic Society, 13(12), 2266–2271. https://doi.org/10.1513/AnnalsATS.201606-441CC 

Sharma, S., Hashmi, MF. (2020). Partial Pressure of Oxygen. StatPearls Publishing.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 01/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita