home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bagus untuk Diet, Tapi Awas! Kebanyakan Minum Susu Rendah Lemak Bisa Picu Parkinson

Bagus untuk Diet, Tapi Awas! Kebanyakan Minum Susu Rendah Lemak Bisa Picu Parkinson

Susu rendah lemak sering dijadikan alternatif yang lebih sehat dari susu full cream bagi para penggiat diet. Tapi mungkin ada baiknya Anda baca artikel ini dulu sebelum menenggak gelas susu Anda. Label low-fat pada kardus susu Anda bisa saja jadi senjata tuan bagi kesehatan Anda dalam jangka panjang. Pasalnya, menurut sebuah studi baru, terlalu banyak minum susu rendah lemak dapat meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit Parkinson. Kok bisa? Baca selengkapnya di sini.

Sekilas tentang penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson adalah gangguan sistem saraf yang bersifat progresif (berkelanjutan), yang pada ahirnya memengaruhi kemampuan bergerak pengidapnya. Umumnya, Parkinson menyerang orang-orang lansia di atas 50 tahun. Satu di antara 100 orang tua berusia 65 tahun ke atas adalah penderita parkinson. Penelitian membuktikan bahwa pria lebih berisiko tinggi untuk terjangkit Parkinson dibanding wanita.

Penyakit ini dimulai dengan tremor kecil di bagian tangan atau biasanya otot terasa kaku. Serangkaian gejala ini akan terus memburuk dari waktu ke waktu dalam periode tahunan. Dalam keseharian, pengidap Parkinson akan merasakan sulit bergerak dan bicara. Gejala awal yang terlihat dari luar adalah melambatnya gerakan, berbicara melantur, dan sering kehilangan keseimbangan.

Parkinson menyerang 4 juta penduduk dunia setiap tahunnya. Bahkan sudah diperkirakan bahwa pada tahun 2030, penderita Parkinson secara global bisa mencapai 6,17 juta orang. Di Indonesia sendiri, jumlah penderita parkinson di Indonesia mencapai 400.000 orang per tahun 2015 berdasarkan data perhimpunan spesialis saraf di Indonesia, dilansir dari BeritaSatu. Angka ini pun bisa terus meningkat seiring semakin banyaknya populasi lansia di Tanah Air.

Tidak ada tes atau uji medis tertentu untuk mendiagnosis Parkinson, maka dari itu kasusnya kadang tidak terduga.

Kenapa susu rendah lemak bisa memicu penyakit Parkinson?

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Medical Journal of the American Academy of Neurology, orang-orang yang mengonsumsi setidaknya tiga porsi susu rendah lemak setiap hari memiliki risiko 34 persen lebih besar untuk terkena penyakit Parkinson jika dibandingkan dengan orang yang rata-rata hanya mengonsumsi satu porsi susu rendah lemak setiap harinya. Penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis data pola makan dan perkembangan kondisi kesehatan dari 129.346 partisipan selama 25 tahun. Para peneliti juga menilai frekuensi serta jenis produk susu olahan yang dikonsumsi oleh partisipan. Selama waktu itu, 1.036 orang menunjukkan gejala khas Parkinson.

Berdasarkan penemuan ini, peneliti menyimpulkan bahwa asupan produk olahan susu rendah lemak, mungkin berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit Parkinson. Namun, mereka menyatakan bahwa penelitian mereka murni observasional, sehingga tidak dapat menjelaskan sebab dan akibat dari dugaan ini. Perlu lebih banyak lagi penelitian mendalam untuk memastikan apa yang menjadi penyebab dari kaitan ini.

Susu rendah lemak belum tentu lebih sehat

Meski belum diketahui apa yang menjadi alasan di balik peningkatan risiko penyakit Parkinson dari kebanyakan minum susu rendah lemak, susu alternatif diet ini memang belum tentu lebih sehat daripada susu biasa. Pasalnya, kandungan lemak hewani asli dalam susu rendah lemak akan diganti oleh produsen dengan lemak yang berasal dari tumbuhan, yang pada dasarnya berjenis lemak tidak jenuh.

Proses pengolahan susu kemudian akan menyebabkan lemak nabati terhidrogenasi. Proses hidrogenasi mengakibatkan berubahnya lemak nabati yang ada di dalam makanan menjadi lemak trans yang sangat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh. Seperti yang diketahui, lemak trans dapat meningkatkan kolesterol dan risiko penyakit jantung. Oleh karena itu, makanan berlabel low-fat tidak selalu rendah lemak.

Tak perlu sampai pantang minum susu rendah lemak

Tidak apa untuk mengonsumsi susu rendah lemak untuk alternatif susu full-cream asal masih dalam batas wajar. Dokter Kathleen Shannon, kepala departemen neurologi Universitas Wisconsin mengatakan, bahwa hasil yang ditemukan oleh penelitian di atas terkait risiko penyakit Parkinson tidak berdampak terlalu besar secara keseluruhan. “Peningkatan risikonya hanya sekitar 30 persen, dan bukan peningkatan sebesar dua kali lipat,” ungkapnya.

Hal serupa pun dikatakan oleh James Beck, PhD, dokter kepala bagian ilmiah yayasan penyakit Parkinson di Amerika. Beck berujar bahwa peningkatan risiko itu masih terbilang cukup kecil dan bukan sesuatu yang mengharuskan seseorang untuk berhenti minum susu rendah lemak sama sekali.

Kepala penelitian penyakit Parkinson di Inggris, Claire Bale, berpendapat bahwa meskipun hasil studi ini mengejutkan, individu tidak boleh mengubah diet mereka hanya karena ketakutan duluan membaca hasil penelitian ini. “Manfaat kalsium, vitamin D, dan protein di dalam susu tetap lebih besar dibandingkan potensi bahaya atau peningkatan risiko untuk terkena penyakit Parkinson,” tangkisnya.

Memang benar bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu akan tidak baik bagi diri sendiri. Maka, batasilah konsumsi susu rendah lemak sewajarnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Low-Fat Dairy Linked to Increased Parkinson’s Risk http://www.medscape.com/viewarticle/881349#vp_2 Accessed 04/08/2017

Low-fat dairy intake may raise Parkinson’s risk http://www.medicalnewstoday.com/articles/317834.php Accessed 04/08/2017

Does consuming low-fat dairy increase the risk of Parkinson’s disease? https://www.sciencedaily.com/releases/2017/06/170607223327.htm Accessed 04/08/2017

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh dr. Hendry Wijaya
Tanggal diperbarui 06/09/2017
x