Manfaat Susu Rendah Lemak untuk Jaga Kesehatan Tubuh

Manfaat Susu Rendah Lemak untuk Jaga Kesehatan Tubuh

Salah satu jenis susu yang cukup populer untuk menurunkan berat badan adalah susu rendah lemak. Kandungan lemak yang cukup sedikit membuatnya lebih rendah kalori. Hal ini membuat manfaat susu rendah lemak dianggap dapat mengurangi berat badan.

Itu sebabnya, jenis susu yang satu ini dipercaya untuk mengurangi asupan kalori.

Manfaat susu rendah lemak

Pada dasarnya, kandungan susu low fat hampir mirip dengan susu pada umumnya. Hanya saja, jenis susu yang satu ini mengandung lemak yang lebih sedikit.

Karena rendah lemak, susu ini cukup populer di kalangan pecinta diet sehat.

Tak hanya itu, ada manfaat susu rendah lemak lainnya yang bisa Anda peroleh berkat kandungan nutrisi termasuk beragam vitamin dan mineral di dalamnya.

1. Menjaga kesehatan tulang

Salah satu manfaat susu rendah lemak yang tak kalah dengan susu lainnya yakni menjaga kesehatan tulang.

Bagaimana tidak, setiap segelas susu susu rendah lemak mengandung kalsium, magnesium, dan zat besi yang diperlukan untuk kesehatan tulang.

Sebagaimana dengan susu biasa, susu rendah lemak pun dianggap sebagai sumber kalsium untuk pembentukan tulang dan memadatkannya.

2. Memelihara kesehatan jantung

manfaat susu rendah lemak untuk jantung

Selain kesehatan tulang, kandungan mineral dalam susu rendah lemak pun memiliki manfaat menjaga kesehatan jantung.

Penelitian yang dimuat dalam The Lancet (2018) menunjukkan orang dewasa yang mengonsumsi dua gelas atau lebih susu setiap hari memiliki risiko penyakit jantung lebih rendah.

Konsumsi susu bahkan juga menurunkan risiko stroke dan kematian akibat jantung.

Sayangnya, penelitian ini masih sebatas pengamatan, sehingga dibutuhkan studi lebih lanjut untuk melihat bagaimana susu menjaga kesehatan jantung.

Meski begitu, hampir semua susu, termasuk susu rendah lemak mengandung vitamin D, kalsium, dan vitamin K, yang dianggap baik untuk jantung.

Jadi, cobalah untuk bertanya kepada dokter, apakah Anda boleh minum susu rendah lemak guna memelihara jantung.

3. Membantu menurunkan berat badan

Terlepas dari kandungan lemaknya yang rendah, manfaat susu rendah lemak memang bisa membantu menurunkan berat badan.

Begini, semua jenis susu, termasuk susu rendah lemak maupun susu skim merupakan sumber protein yang baik bagi tubuh.

Sementara itu, konsumsi asupan berprotein tinggi terbukti mengurangi rasa lapar, meningkatkan sensasi kenyang dan rasa puas.

Protein mampu meningkatkan hormon pemicu rasa kenyang (leptin) sekaligus menurunkan hormon pemicu lapar, yakni ghrelin dan peptide YY.

Alhasil, Anda pun makan dengan porsi yang lebih sedikit.

4. Meredakan gejala PMS

Berkat kandungan kalsium dan vitamin D di dalamnya, susu rendah lemak memberikan manfaat untuk gejala PMS (sindrom prahaid).

Sebuah uji klinis yang dimuat dalam jurnal Obstetrics & Gynecology Science (2018) mengungkapkan bahwa kalsium dan vitamin D membantu meredakan gejala PMS, seperti:

  • nyeri perut,
  • kelelahan, dan
  • perut kembung.

Peneliti juga menyebutkan bahwa kalsium pada susu low fat mungkin efektif mengurangi gejala psikologis akibat PMS, seperti perubahan suasana hati (mood swing)

Namun, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mengetahui apakah susu rendah lemak memiliki khasiat terhadap gejala PMS.

5. Melindungi gigi dari kerusakan

manfaat susu rendah lemak untuk gigi

Manfaat susu low fat ternyata juga baik untuk melindungi gigi dari kerusakan. Pasalnya, susu dapat melindungi permukaan email gigi dari zat asam.

Terlebih lagi, kandungan mineral di dalamnya memperkuat rahang yang membantu menjaga gigi asli lebih lama dan melawan kerusakan gigi.

Beberapa mineral yang diperlukan gigi agar tetap kuat, yaitu kalsium, magnesium, seng, fosfor, dan fluor.

Konsumsi susu rendah lemak pun berkontribusi besar dalam menekan keinginan untuk mengonsumsi minuman bersoda yang bisa memicu gusi lemak dan kerusakan gigi.

6. Menjaga kesehatan pencernaan

Jika Anda ingin menjaga kesehatan pencernaan, minumlah susu rendah lemak.

Manfaat susu low fat ini berasal dari kandungan bakteri baik, seperti Lactobacillus dan Bifidobacteria.

Keduanya penting untuk menjaga keseimbangan bakteri pada usus atau mikrobiota usus.

Bila bakteri baik usus seimbang, proses BAB menjadi lebih lancar, bahkan Anda nantinya tidak mudah sakit.

Hal ini dikarenakan keseimbangan bakteri baik juga menjaga kekebalan tubuh secara keseluruhan.

7. Mempercepat pemulihan tubuh setelah olahraga

Sesudah olahraga, energi Anda tentu sudah terpakai. Anda mungkin mengalami nyeri otot dan keringat sangat banyak.

Ternyata, manfaat susu rendah lemak baik untuk pemulihan tubuh pasca-olahraga. Mengapa demikian?

Nyeri otot ini muncul karena adanya kerusakan sesaat sebelum massa otot bertambah.

Nah, asupan protein dari susu rendah lemak membantu mempercepat perbaikan otot setelah aktivitas fisik dengan intensitas tinggi.

Selain itu, susu rendah lemak juga tinggi air dan mineral elektrolit, seperti natrium, kalsium, magnesium, dan kalium.

Hal ini membantu mencegah dehidrasi setelah olahraga akibat keringat berlebih.

Kandungan susu rendah lemak

manfaat susu rendah lemak dari kandungannya

Berikut ini sederet kandungan gizi dalam segelas susu rendah lemak yang setara dengan 245 gram.

  • Air: 222 gram (g).
  • Protein: 8,26 g.
  • Karbohidrat: 11,9 g.
  • Laktosa: 12,5 g.
  • Kalsium: 299 miligram (mg).
  • Magnesium: 27 mg.
  • Seng: 1,03 mg.
  • Selenium: 7,6 mikrogram (mcg).
  • Kalium: 382 mg.
  • Natrium: 103 mg.
  • Fluor: 7,6 mcg.
  • Fosfor: 101 mg.
  • Vitamin B5: 0,875 mg.
  • Niasin: 0,23 mg.
  • Vitamin B2 (riboflavin): 0,446 mg.
  • Folat: 12,2 mcg.
  • Kolin: 38,2 mg.
  • Betain: 4,66 mg.
  • Vitamin B12: 1,22 mcg.
  • Vitamin A: 4,9 mcg.
  • Beta karoten: 17,2 mcg.
  • Asam lemak total: 0,287 g.
  • Lemak total: 0,441 g.
  • Kolesterol: 4,9 mg.

Biasanya, susu ini tidak mengandung vitamin D. Akan tetapi, produsen biasanya menambahkan vitamin D, biasanya dengan kadar sebesar 2,94 mcg.

Kalori susu rendah lemak dalam segelas berkisar sebesar 83,3 kkal.

Perbedaan susu rendah lemak dengan susu biasa

Anda mungkin menyadari ketika memilih susu ada beberapa produk yang diberi label 1% atau 2%. Angka persenan tersebut berarti jumlah lemak dari total berat susu.

Artinya, perbedaan susu rendah lemak dan susu biasa terletak pada kandungan lemak di dalamnya.

Meski begitu, kedua jenis susu ini tidak memiliki perbedaan yang cukup berarti.

Sebagai contoh, whole milk biasanya mengandung lemak sebesar 3,25% dari keseluruhan berat susu. Sementara itu, susu low-fat atau reduced-fat hanya memiliki 1 – 2% lemak.

Kandungan lemak tersebut memang tidak jauh berbeda dengan jenis susu pada umumnya.

Namun, tidak ada salahnya untuk mengonsumsi susu rendah lemak agar tidak mendapatkan asupan lemak berlebih.

Susu jenis low-fat bisa menjadi pilihan yang baik bila Anda sedang menurunkan berat badan dan ingin minum susu dengan kalori yang lebih sedikit.

Ringkasan

Ciri susu rendah lemak yang membedakannya dengan jenis susu lainnya adalah kadar lemak hanya sebesar 1 – 2% dari keseluruhan berat susu.

Efek samping susu rendah lemak

Meski memberikan manfaat bagi tubuh, susu rendah lemak ternyata memiliki beberapa efek samping yang perlu Anda waspadai, yakni:

Oleh sebab itu, sebaiknya tanyakan dahulu kepada dokter atau ahli gizi.

Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah tubuh Anda bisa menerima manfaat susu rendah lemak atau tidak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Two daily servings of dairy: Good for your heart? – Harvard Health. (2019). Retrieved 26 July 2022, from https://www.health.harvard.edu/heart-health/two-daily-servings-of-dairy-good-for-your-heart

Is low-fat or full-fat the better choice for dairy products? – Harvard Health. (2018). Retrieved 26 July 2022, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/is-low-fat-or-full-fat-the-better-choice-for-dairy-products

Milk. (2022). Retrieved 26 July 2022, from https://www.healthyeating.org/nutrition-topics/milk-dairy/dairy-foods/milk

Leptin: What It Is, Function & Levels. (2022). Retrieved 26 July 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/22446-leptin

Kohanmoo, A., Faghih, S., & Akhlaghi, M. (2020). Effect of short- and long-term protein consumption on appetite and appetite-regulating gastrointestinal hormones, a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Physiology & Behavior, 226, 113123. doi: 10.1016/j.physbeh.2020.113123

Dehghan, M., Mente, A., Rangarajan, S., Sheridan, P., Mohan, V., & Iqbal, R. et al. (2018). Association of dairy intake with cardiovascular disease and mortality in 21 countries from five continents (PURE): a prospective cohort study. The Lancet, 392(10161), 2288-2297. doi: 10.1016/s0140-6736(18)31812-9

Lehnen, T., da Silva, M., Camacho, A., Marcadenti, A., & Lehnen, A. (2015). A review on effects of conjugated linoleic fatty acid (CLA) upon body composition and energetic metabolism. Journal of the International Society of Sports Nutrition, 12(1). doi: 10.1186/s12970-015-0097-4

Fooddata Central Search Results. FoodData Central. (n.d.). Retrieved July 26, 2022, from  https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/171269/nutrients

Fooddata Central Search Results. FoodData Central. (n.d.). Retrieved July 26, 2022, from  https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/173432/nutrients

Benefits of Probiotics. (2022). Retrieved 26 July 2022, from https://www.healthyeating.org/nutrition-topics/milk-dairy/benefits/probiotics

Wu, H., & Wu, E. (2012). The role of gut microbiota in immune homeostasis and autoimmunity. Gut Microbes, 3(1), 4-14. doi: 10.4161/gmic.19320

9 Things to Know About How the Body Uses Protein to Repair Muscle Tissue. Retrieved July 26, 2022, from https://www.acefitness.org/resources/pros/expert-articles/6960/9-things-to-know-about-how-the-body-uses-protein-to-repair-muscle-tissue/

Fluid and Electrolyte Balance: MedlinePlus. (2016). Retrieved 26 July 2022, from https://medlineplus.gov/fluidandelectrolytebalance.html

Juhl, C., Bergholdt, H., Miller, I., Jemec, G., Kanters, J., & Ellervik, C. (2018). Dairy Intake and Acne Vulgaris: A Systematic Review and Meta-Analysis of 78,529 Children, Adolescents, and Young Adults. Nutrients, 10(8), 1049. doi: 10.3390/nu10081049

Chiu, C., Yang, C., Su, K., Tsai, M., Hua, M., & Liao, S. et al. (2020). Early-onset eczema is associated with increased milk sensitization and risk of rhinitis and asthma in early childhood. Journal of Microbiology, Immunology and Infection, 53(6), 1008-1013. doi: 10.1016/j.jmii.2019.04.007

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui Aug 09
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan