home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Susu Rendah Lemak

Definisi susu rendah lemak|Kandungan gizi|Manfaat|Efek samping
Susu Rendah Lemak

Definisi susu rendah lemak

Susu rendah lemak adalah salah satu jenis susu yang cukup populer di kalangan pecinta diet. Pasalnya, kandungan lemak dalam susu ini cukup rendah, sehingga dianggap dapat membantu menurunkan berat badan.

Selain itu, kandungan lemak yang lebih tinggi pada sebuah susu biasanya memiliki kadar kalori yang lebih banyak.

Itu sebabnya, jenis susu yang satu ini dipercaya menawarkan manfaat untuk mereka yang ingin mengurangi asupan kalori.

Apa bedanya dengan susu biasa?

Anda mungkin menyadari ketika memilih susu ada beberapa produk yang diberi label 1% atau 2%. Angka persenan tersebut berarti jumlah lemak dari total berat susu.

Artinya, perbedaan susu rendah lemak dan susu biasa terletak pada kandungan lemak di dalamnya. Meski begitu, kedua jenis susu ini tidak memiliki perbedaan yang cukup berarti.

Sebagai contoh, whole milk biasanya mengandung lemak sebesar 3,25% dari keseluruhan berat susu. Sementara itu, susu low-fat atau reduced-fat hanya memiliki 1 – 2% lemak.

Kandungan lemak tersebut memang tidak jauh berbeda dengan jenis susu pada umumnya. Namun, tidak ada salahnya untuk mengonsumsi susu rendah lemak agar tidak mendapatkan asupan lemak berlebih.

Meski demikian, susu jenis low-fat bisa menjadi pilihan yang baik bila Anda sedang menurunkan berat badan dan ingin minum susu dengan kalori yang lebih sedikit.

Kandungan gizi

Pada dasarnya, kandungan gizi dalam susu rendah lemak hampir mirip dengan susu pada umumnya. Hanya saja, jenis susu yang satu ini mengandung lemak yang lebih sedikit.

Berikut ini sederet kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh dan ada pada susu rendah lemak.

  • Energi: 102 kal (kalori)
  • Karbohidrat total: 12,7 g (gram)
  • Protein: 8,2 g
  • Lemak total: 2,4 g
  • Omega-3: 9,8 mg (miligram)
  • Omega-6: 73,2 mg
  • Vitamin A: 434 mg
  • Vitamin K: 0,2 mcg (mikrogram)
  • Vitamin B2 (riboflavin): 0,5 mcg
  • Vitamin B9 (folat): 12,2 mcg
  • Kalsium: 290 mg
  • Zat besi: 0,1 mg
  • Magnesium: 26,8 mg
  • Fosfor: 232 mg
  • Kalium: 366 mg
  • Zinc: 1,0 mg
  • Selenium: 8,1 mcg

Manfaat

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kandungan rendah lemak di dalamnya membuat susu ini cukup populer di kalangan pecinta diet sehat.

Tak hanya itu, ada manfaat susu rendah lemak lainnya yang bisa Anda peroleh berkat kandungan nutrisi termasuk beragam vitamin dan mineral di dalamnya.

1. Menjaga kesehatan tulang

Salah satu manfaat susu rendah lemak yang tak kalah dengan susu lainnya yakni menjaga kesehatan tulang.

Bagaimana tidak, setiap 100 gram susu rendah lemak mengandung kalsium, magnesium, dan zat besi yang diperlukan untuk kesehatan tulang.

Sebagaimana dengan susu biasa, susu rendah lemak pun dianggap sebagai sumber kalsium untuk pembentukan tulang dan memadatkannya.

2. Memelihara kesehatan jantung

Selain kesehatan tulang, kandungan mineral dalam susu rendah lemak pun memiliki manfaat menjaga kesehatan jantung. Hal ini telah dibuktikan melalui penelitian yang dimuat dalam Lancet.

Penelitian itu membuktikan orang dewasa yang mengonsumsi dua gelas atau lebih susu setiap hari memiliki risiko penyakit jantung lebih rendah. Bahkan, konsumsi susu juga menurunkan risiko stroke dan kematian akibat jantung.

Sayangnya, penelitian ini bersifat observasional, sehingga dibutuhkan studi lebih lanjut untuk melihat mekanisme susu dalam menjaga kesehatan jantung.

Meski begitu, hampir semua susu, termasuk susu rendah lemak mengandung vitamin D, vitamin K, dan kalsium yang dianggap baik untuk jantung.

Jadi, cobalah untuk bertanya kepada dokter, apakah Anda boleh minum susu rendah lemak guna memelihara jantung.

3. Membantu menurunkan berat badan

Terlepas dari kandungan lemaknya yang rendah, jenis susu ini memang bisa membantu menurunkan berat badan.

Begini, semua jenis susu, termasuk susu rendah lemak maupun susu skim merupakan sumber protein yang baik bagi tubuh.

Sementara itu, konsumsi makanan dan minuman berprotein tinggi terbukti dapat memperlama perasaan kenyang. Alhasil, Anda pun makan dengan porsi yang lebih sedikit.

Tak hanya itu, melansir studi Journal of the International Society of Sports Nutrition, susu bisa memecah dan menghambat produksi lemak. Hal ini dapat terjadi berkat asam linoleat yang sudah berubah dalam susu.

4. Meredakan gejala PMS

Berkat kandungan kalsium di dalamnya, susu rendah lemak memberikan manfaat bagi para wanita yang kerap mengalami gejala PMS (sindrom prahaid).

Sebuah uji klinis yang dimuat dalam jurnal Obstetrics & gynecology science mengungkapkan bahwa suplemen kalsium membantu meredakan gejala PMS, seperti:

  • nyeri perut,
  • kelelahan, dan
  • perut kembung.

Para ahli dari studi ini juga menyimpulkan bahwa suplemen kalsium mungkin efektif mengurangi gejala psikologis akibat PMS, seperti perubahan suasana hati (mood swing).

Namun, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan guna mengetahui apakah susu rendah lemak memiliki khasiat terhadap gejala PMS.

5. Melindungi gigi dari kerusakan

Minum susu rendah lemak ternyata juga berkhasiat dalam melindungi gigi dari kerusakan. Pasalnya, susu dapat melindungi permukaan email gigi dari zat asam.

Terlebih lagi, kandungan mineral di dalamnya memperkuat rahang yang membantu menjaga gigi asli lebih lama dan melawan kerusakan gigi.

Konsumsi susu rendah lemak pun berkontribusi besar dalam menekan keinginan untuk mengonsumsi minuman bersoda, yang bisa memicu gusi lemak dan kerusakan gigi.

Efek samping

Meski memberikan manfaat bagi tubuh, susu rendah lemak ternyata memiliki beberapa efek samping yang perlu Anda waspadai, yakni:

Oleh sebab itu, sebaiknya tanyakan dahulu kepada dokter atau ahli gizi. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah tubuh Anda bisa menerima manfaat dari susu rendah lemak atau tidak.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Two daily servings of dairy: Good for your heart?. (2019). Harvard Health. Retrieved 30 April 2021, from https://www.health.harvard.edu/heart-health/two-daily-servings-of-dairy-good-for-your-heart 

Is low-fat or full-fat the better choice for dairy products?. (2021). Harvard Health. Retrieved 30 April 2021, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/is-low-fat-or-full-fat-the-better-choice-for-dairy-products 

Iftikhar, N. (2020). Pros and Cons of Drinking Cow’s Milk. Healthline. Retrieved 30 April 2021, from https://www.healthline.com/health/is-milk-bad-for-you 

Milk. (n.d). Dairy Council of California. Retrieved 30 April 2021, from https://www.healthyeating.org/nutrition-topics/milk-dairy/dairy-foods/milk 

Milk, lowfat, fluid, 1% milkfat, with added vitamin A. (n.d). Nutrition Data. Retrieved 30 April 2021, from https://nutritiondata.self.com/facts/dairy-and-egg-products/74/2 

Lehnen, T. E., da Silva, M. R., Camacho, A., Marcadenti, A., & Lehnen, A. M. (2015). A review on effects of conjugated linoleic fatty acid (CLA) upon body composition and energetic metabolism. Journal of the International Society of Sports Nutrition, 12, 36. https://doi.org/10.1186/s12970-015-0097-4. Retrieved 30 April 2021. 

Shobeiri, F., Araste, F. E., Ebrahimi, R., Jenabi, E., & Nazari, M. (2017). Effect of calcium on premenstrual syndrome: A double-blind randomized clinical trial. Obstetrics & gynecology science, 60(1), 100–105. https://doi.org/10.5468/ogs.2017.60.1.100. Retrieved 30 April 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Hendry Wijaya Diperbarui 08/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x