Tak Hanya Lezat, Ini 5 Manfaat Kacang Mete yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kacang mete, atau dikenal juga dengan sebutan kacang mede, adalah camilan lezat yang memiliki cita rasa khas. Rasanya yang gurih, asin, sedikit manis, dan renyah ketika dilumat menjadikan kacang ini banyak disukai orang. Tak hanya lezat ketika disantap, kacang mete ternyata juga menawarkan sejumlah manfaat kesehatan yang sayang untuk dilewatkan. Ya, kacang mete mengandung berbagai vitamin dan mineral yang sangat baik untuk tubuh. Yuk, simak lebih jauh mengenai berbagai manfaat kacang mete dalam artikel ini.

Asal-usul kacang mete

Kacang mete sebenarnya bukanlah kacang, melainkan biji dari pohon jambu mete atau dikenal juga jambu monyet. Jambu monyet memiliki nama latin Anacardium occidentale. Tanaman satu ini bukan anggota jambu-jambuan ataupun kacang-kacangan, melainkan kerabat dekat dengan buah mangga.

Buah jambu monyet tampak seperti lonceng dan berwarna keabu-abuan. Buah ini memiliki panjang sekitar 5 cm dan ujung buahnya berbentuk kacang yang runcing melengkung. Nah, ujung buah yang runcing melengkung inilah yang disebut biji dan sering diolah menjadi kacang mete.

Jika sudah matang, biji dipisahkan dari buah untuk kemudian dikeringkan. Setelah itu, Anda bisa memanggang atau menggoreng kacang mete untuk dijadikan berbagai macam penganan. Kacang mete sering dimakan begitu saja atau dijadikan bahan campuran cokelat, kue, sambal, dan bahan makanan lainnya. 

Manfaat kacang mete bagi kesehatan

Kacang mete adalah salah satu kacang yang rendah serat. Kebaikan lain yang juga dibawa oleh kacang satu ini adalah kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang baik untuk tubuh. Kandungan vitamin E, K, dan B6, bersama dengan mineral lainnya, seperti tembaga, fosfor, seng, magnesium, besi, dan selenium berperan penting untuk menjaga fungsi tubuh.

Berikut beberapa manfaat kacang mete yang perlu Anda ketahui:

1. Meningkatkan kesehatan jantung

Kacang mede mengandung asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda. Kandungan keduanya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol “buruk” (LDL) dan trigliserida dalam darah. Kadar kolesterol jahat dan trigliserida yang relatif rendah dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler, stroke, dan serangan jantung. Selain itu, vitamin dan mineral lain yang terkandung dalam kacang mede, seperti kalium, vitamin E, dan B6, serta asam folat juga dapat membantu tubuh dalam melawan penyakit jantung.

Hal ini pun didukung oleh sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition. Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa orang yang makan kacang (termasuk kacang mede) lebih dari empat kali seminggu dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner sebanyak 37 persen dibandingkan mereka yang tidak pernah atau jarang mengonsumsi kacang-kacangan.

2. Meningkatkan kepadatan tulang

Kacang mete adalah salah satu dari beberapa sumber makanan yang kaya akan zat tembaga. Dalam satu ons kacang mete mengandung 622 mikrogram tembaga. Bagi orang dewasa yang berusia di atas 19 tahun, kebutuhan tembaga yang disarankan per harinya adalah sebanyak 900 mikrogram. Ini berarti satu ons kacang mede sudah mampu memenuhi lebih dari setengah kebutuhan tembaga setiap hari.

Tembaga sendiri memainkan peranan penting untuk menggantikan jaringan ikat dan kolagen yang rusak. Tanpa asupan tembaga yang cukup, jaringan tubuh akan mudah mengalami kerusakan dan Anda pun lebih rentan terserang penyakit disfungsi sendi. Kekurangan tembaga juga dapat mengurangi kepadatan tulang sehingga meningkatkan risiko osteoporosis.

Selain kaya akan tembaga, kacang mede juga mengandung magnesium yang berperan penting dalam pembentukan tulang. Pasalnya, magnesium membantu penyerapan kalsium ke dalam tulang sehingga tulang menjadi lebih kuat.

3. Membantu menurunkan berat badan

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2004 menemukan bahwa kacang mete juga bermanfaat dalam menurunkan berat badan. Ya, dari penelitian tersebut diketahui bawah rutin makan kacang lebih dari dua kali dalam seminggu dapat membantu menjaga berat badan tetap stabil. Para peneliti berpendapat bahwa makan kacang-kacangan (termasuk kacang mete) tidak menyebabkan kenaikan berat badan. Sebaliknya, rutin makan kacang-kacangan justru dapat membantu menjaga berat badan yang ideal.

Studi terbaru pada tahun 2017 pun menemukan hal yang serupa. Hal ini dapat terjadi karena kandungan lemak tak jenuh tunggal dalam kacang mete dapat membantu mengurangi penumpukkan lemak. Di lain sisi, kandungan protein dalam kacang mede juga membantu meningkatkan rasa kenyang sehingga mencegah Anda makan lebih banyak. Itulah sebabnya kacang-kacangan sering dijadikan menu diet untuk menurunkan berat badan.

Sekalipun bermanfaat dalam penurunan berat badan, jangan terfokus pada konsumsi kacang-kacangan saja. Sebaiknya, Anda juga mengimbangi nutrisi lain dari jenis makanan yang berbeda untuk membantu menurunkan dan menjaga berat badan. Jangan lupa, imbangi dengan olahraga teratur agar manfaat kacang mete ini bisa Anda dapatkan secara optimal.

4. Menghindari operasi kolesistektomi

Menurut sebuah penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition, rutin makan kacang-kacangan dikaitkan dengan penurunan risiko operasi kolesistektomi untuk mengangkat kantung empedu pada wanita-wanita yang mengalami masalah kantung empedu. 

Penelitian ini melibatkan lebih dari satu juta orang dalam rentang waktu 20 tahun. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa kemungkinan seorang wanita menjalani prosedur kolesistektomi cenderung kecil apabila rutin makan kacang-kacangan setidaknya 5 ons setiap minggu.

5. Melindungi mata dari kerusakan

Kebanyakan orang sepakat bahwa wortel adalah sayuran terbaik untuk mata. Namun, tahukah Anda jika ternyata kacang mete ternyata juga baik untuk mata Anda? Ya, kacang mete mengandung senyawa lutein dan zeaxanthin yang tinggi. Kedua senyawa ini berperan sebagai antioksidan ketika dikonsumsi secara teratur.

Tak hanya itu saja, senyawa-senyawa tersebut juga membantu melindungi mata Anda dari kerusakan ringan (yang dapat berubah menjadi kebutaan pada orang tua), dan bahkan dapat membantu menurunkan risiko katarak.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yuk, Ketahui Manfaat dan Gerakan Senam Jantung Sehat

Ingin jantung selalu sehat? Cobalah untuk mencoba senam jantung sehat. Yuk, lihat manfaat sekaligus panduan gerakan-gerakannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 13 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Ablasi Jantung, Prosedur Medis untuk Mengatasi Detak Jantung yang Tidak Normal

Prosedur medis yang disebut sebagai ablasi jantung ini dilakukan untuk mengatasi gangguan pada detak jantung. Bagaimana prosedur ini dilaksanakan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Aritmia 12 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

10 Fakta Unik tentang Jantung Manusia

Tahukah Anda bahwa banyak serangan jantung terjadi di hari Senin pagi? Simak berbagai fakta jantung lainnya yang mungkin belum Anda tahu.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali Bahaya Efusi Perikardium, Saat Jantung ‘Terendam’ Air

Efusi perikardium adalah kondisi di mana terdapat penumpukan cairan di sekitar jantung. Apa saja gejalanya? Apakah efusi perikardium ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 7 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan yang tidak boleh dimakan saat perut kosong

7 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
apa itu kalori adalah

Mengenal Kalori: Pengertian, Sumber, Kebutuhan Harian, dan Jenis-Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Brigitta Maharani
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
zat aditif adalah msg

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit