home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tak Hanya Lezat, Ini 5 Manfaat Kacang Mete yang Perlu Anda Ketahui

Tak Hanya Lezat, Ini 5 Manfaat Kacang Mete yang Perlu Anda Ketahui

Kacang mete adalah camilan lezat dengan rasa gurih, asin, sedikit manis, dan renyah. Hal ini menjadikan kacang mete disukai banyak orang. Bukan hanya lezat dijadikan camilan, kacang mete ternyata juga menawarkan sejumlah manfaat kesehatan yang sayang untuk dilewatkan. Simak lebih jauh berbagai kandungan dan manfaat kacang mete berikut ini.

Kandungan nutrisi dalam kacang mete

kandungan kacang mete

Kacang mete juga biasa disebut kacang mede atau kacang mente. Kacang mete sebenarnya bukanlah kacang, melainkan biji dari buah jambu mete. Buah jambu mete yang juga dikenal sebagai jambu monyet yang memiliki nama Latin Anacardium occidentale. Buah ini bukanlah anggota jambu-jambuan, melainkan berkerabat dekat dengan buah mangga.

Jambu mete tampak seperti lonceng dan berwarna keabu-abuan. Buah ini memiliki panjang sekitar 5 cm dan ujung buahnya berbentuk kacang yang runcing melengkung. Ujung buah yang runcing melengkung inilah yang disebut biji dan sering diolah menjadi kacang mete.

Jika sudah matang, biji dipisahkan dari buah untuk kemudian dikeringkan. Setelah itu, Anda bisa memanggang atau menggoreng kacang mete untuk dijadikan berbagai macam penganan. Kacang mete sering dimakan begitu saja atau dijadikan bahan campuran cokelat, kue, sambal, dan bahan makanan lainnya.

Menurut Data Komposisi Pangan Indonesia (DKPI), per 100 gram kacang mete terdapat sejumlah kandungan nutrisi, antara lain:

  • Air: 4,6 gram
  • Kalori: 616 kkal
  • Protein: 16,3 gram
  • Lemak: 48,4 gram
  • Karbohidrat: 28,7 gram
  • Serat: 0,9 gram
  • Kalsium: 26 miligram
  • Fosfor: 521 milligram
  • Zat besi: 3,8 miligram
  • Natrium: 26 miligram
  • Kalium: 692 miligram
  • Tembaga: 4,7 miligram
  • Zinc: 4,1 miligram
  • Beta karoten: 5 mikrogram
  • Thiamin (Vit. B1): 0,64 miligram
  • Riboflavin (Vit B2): 0,03 miligram
  • Niacin (Vit. B3): 0,0 miligram

Manfaat kacang mete bagi kesehatan

khasiat kacang mete

Kacang mete adalah salah satu kacang yang rendah serat. Kebaikan lain yang juga dibawa oleh kacang satu ini adalah kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang baik untuk tubuh.

Kandungan vitamin E, vitamin K, dan vitamin B6 bersama dengan mineral lainnya, seperti tembaga, fosfor, seng, magnesium, zat besi, dan selenium berperan penting untuk menjaga fungsi tubuh Anda.

Berikut adalah beberapa manfaat kacang mete bagi kesehatan tubuh yang perlu Anda ketahui.

1. Meningkatkan kesehatan jantung

Kacang mede mengandung asam lemak tak jenuh tunggal dan ganda. Kandungan keduanya dapat membantu Anda menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah. Kadar kolesterol jahat dan trigliserida yang relatif rendah dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler, stroke, dan serangan jantung.

Kandungan vitamin dan mineral lain dalam kacang mede, seperti kalium, vitamin E, vitamin B6, serta asam folat juga dapat membantu tubuh dalam melawan penyakit jantung. Manfaat kacang mete untuk kesehatan jantung pun didukung oleh sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition.

Makanan Sehat untuk Pasien Penyakit Jantung, Plus Cara Mengolahnya

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa orang yang makan kacang — termasuk kacang mede — lebih dari empat kali seminggu dapat menurunkan risiko jantung koroner. Penurunan risiko tersebut mencapai sekitar 37 persen dibandingkan mereka yang tidak pernah atau jarang mengonsumsi kacang-kacangan.

2. Meningkatkan kepadatan tulang

Kacang mete adalah salah satu dari beberapa sumber makanan yang kaya akan mineral tembaga. Dalam 100 gram kacang mete mengandung 4.700 mikrogram tembaga.

Bagi orang dewasa berusia di atas 19 tahun, kebutuhan tembaga yang disarankan adalah 900 mikrogram per hari sesuai dengan Permenkes No. 28 tahun 2019. Hal ini berarti, mengonsumsi sedikit saja kacang mete sudah bisa memenuhi kebutuhan tembaga harian.

Tembaga sendiri memainkan peranan penting untuk menggantikan jaringan ikat dan kolagen yang rusak. Tanpa asupan tembaga yang cukup, jaringan tubuh akan mudah rusak dan Anda lebih rentan terserang penyakit disfungsi sendi. Kekurangan tembaga juga dapat mengurangi kepadatan tulang sehingga meningkatkan risiko osteoporosis.

Selain kaya akan tembaga, kacang mede juga mengandung magnesium yang berperan penting dalam pembentukan tulang. Magnesium bisa membantu penyerapan kalsium ke dalam tulang sehingga tulang menjadi lebih kuat.

3. Membantu menurunkan berat badan

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa kacang mete juga bermanfaat dalam menurunkan berat badan. Rutin makan kacang lebih dari dua kali dalam seminggu dapat membantu menjaga berat badan tetap stabil.

Para peneliti berpendapat bahwa makan kacang-kacangan — termasuk kacang mete — tidak menyebabkan kenaikan berat badan. Sebaliknya, rutin makan kacang-kacangan justru dapat membantu menjaga berat badan yang ideal. Hal ini dapat terjadi karena kandungan lemak tak jenuh tunggal dalam kacang mete dapat membantu mengurangi penumpukkan lemak.

5 Tips Jitu Mempertahankan Berat Badan Setelah Diet

Di sisi lain, manfaat kandungan protein dalam kacang mete juga membantu meningkatkan rasa kenyang sehingga mencegah Anda makan lebih banyak. Itulah sebabnya kacang-kacangan sering dijadikan menu diet untuk menurunkan berat badan.

Sekalipun bermanfaat dalam penurunan berat badan, jangan terfokus pada konsumsi kacang-kacangan saja. Anda perlu mengimbangi nutrisi lain dari jenis makanan yang berbeda untuk membantu menurunkan dan menjaga berat badan. Imbangi juga dengan olahraga teratur agar manfaat kacang mete ini bisa Anda dapatkan secara optimal.

4. Menghindari operasi kolesistektomi

Masih berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, rutin makan kacang-kacangan dikaitkan dengan penurunan risiko operasi kolesistektomi.

Prosedur kolesistektomi dilakukan untuk mengangkat kantung empedu pada wanita-wanita yang mengalami masalah kantung empedu, salah satunya adalah batu empedu.

Penelitian ini melibatkan lebih dari satu juta orang dalam rentang waktu 20 tahun. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kemungkinan seorang wanita menjalani prosedur kolesistektomi cenderung lebih kecil apabila rutin makan kacang-kacangan setidaknya 5 ons — sekitar 141 gram — setiap minggu.

5. Melindungi mata dari kerusakan

Kebanyakan orang sepakat bahwa wortel yang kaya akan kandungan vitamin A dan beta karoten adalah sayuran terbaik untuk mata. Namun, tahukah Anda jika ternyata kandungan nutrisi pada kacang mete ternyata juga baik untuk kesehatan mata Anda?

Bukan Hanya Vitamin A, Ini yang Dibutuhkan untuk Mata Lebih Sehat

Ya, kacang mete tinggi akan kandungan senyawa lutein dan zeaxanthin, yakni dua jenis karotenoid yang banyak ditemukan pada sayuran dan buah-buahan. Pada tubuh manusia, kedua senyawa ini banyak ditemukan pada mata. Sehingga, memperoleh asupan tinggi lutein dan zeaxanthin bisa membantu Anda menjaga kesehatan mata.

Kedua senyawa ini berperan sebagai antioksidan ketika dikonsumsi secara teratur. Lutein dan zeaxanthin bisa membantu melindungi mata Anda dari kerusakan ringan — yang dapat berubah menjadi kebutaan pada orang tua, bahkan dapat membantu menurunkan risiko katarak.

Hati-hati akan risiko mengonsumsi kacang mete

Kacang mete memiliki kandungan lemak tinggi, namun sebagian besar merupakan lemak tak jenuh. Untuk mendapatkan manfaat kesehatannya, Anda perlu mengonsumsi kacang mete dalam jumlah sedang dan sewajarnya saja.

Anda sebaiknya makan kacang mete yang sudah diolah, seperti digoreng atau dipanggang. Hindari mengonsumsi kacang mete mentah, karena kandungan urushiol di dalamnya bisa menyebabkan radang pada kulit akibat kontak dengan zat ini.

Penderita alergi kacang juga harus menghindari kacang mete karena memiliki alergen kuat. Reaksi yang ditimbulkan bisa saja ringan hingga berat, bahkan bisa mengancam nyawa Anda.

Apabila Anda memiliki kondisi ini dan tidak sengaja makan kacang mete, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan segera.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Petre, A., & Warwick, K. (2018). Are Cashews Good for You? Nutrition, Benefits, and Downsides. Healthline. Retrieved 6 November 2018, from https://www.healthline.com/nutrition/are-cashews-good-for-you.

Olsen, N., & Ware, M. (2018). Cashews: Nutrition, health benefits, and diet. Medicalnewstoday.com. Retrieved 6 November 2018, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/309369.

Amerman, D. (2018). Health Benefits of Cashews. Healthy Eating | SF Gate. Retrieved 6 November 2018, from https://healthyeating.sfgate.com/health-benefits-cashews-4407.html.

CASHEW NUT NUTRITIONAL ASPECTS – B.K.Nandi[11]. Fao.org. (2019). Retrieved 6 November 2018, from http://www.fao.org/3/ac451e/ac451e0b.htm

Kelly, J. H., Jr, & Sabaté, J. (2006). Nuts and coronary heart disease: an epidemiological perspective. The British journal of nutrition, 96 Suppl 2, S61–S67. https://doi.org/10.1017/bjn20061865 

St-Onge, M. (2005). Dietary fats, teas, dairy, and nuts: potential functional foods for weight control?. The American Journal Of Clinical Nutrition, 81(1), 7-15. https://doi.org/10.1093/ajcn/81.1.7 

Tsai, C., Leitzmann, M., Hu, F., Willett, W., & Giovannucci, E. (2004). Frequent nut consumption and decreased risk of cholecystectomy in women. The American Journal Of Clinical Nutrition, 80(1), 76-81. https://doi.org/10.1093/ajcn/80.1.76 

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Hukor.kemkes.go.id. (2019). Retrieved 26 February 2021, from http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf

Data Komposisi Pangan Indonesia – Beranda. Panganku.org. (2021). Retrieved 26 February 2021, from http://www.panganku.org/.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 26/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x