home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Cara untuk Meningkatkan Penyerapan Kalsium Dalam Tubuh

3 Cara untuk Meningkatkan Penyerapan Kalsium Dalam Tubuh

Kalsium adalah salah satu mineral yang penting untuk pembentukan tulang. Kalsium juga memegang peranan penting untuk menjaga kesehatan gigi, membantu kerja saraf, pembekuan darah, dan mengatur kontraksi otot serta detak jantung. Sayangnya, kalsium termasuk dalam mineral yang tidak bisa diserap sepenuhnya dalam tubuh.

Selain itu, sering bertambahnya usia kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium juga akan mengalami penurunan. Lantas, bagaimana cara agar tubuh bisa meningkatkan penyerapan kalsium dengan optimal? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Cara meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh

1. Memerhatikan asupan kalsium dari makanan

Tubuh Anda lebih mudah menyerap kalsium dari makanan dibandingkan dari suplemen. Itu sebabnya, konsumsilah makanan yang kaya akan kalsium setiap hari. Saat Anda ditanya tentang sumber kalsium, pasti yang ada di pikiran Anda adalah susu dan produk turunan susu lainnya. Namun, tidak semua orang bisa atau suka mengonsumsi susu.

Bagi Anda yang tidak suka susu atau memiliki kondisi tertentu seperti alergi susu sapi dan intoleransi laktoksa, Anda tidak perlu khawatir. Pasalnya, ada beragam makanan lain selain susu yang juga kaya kalsium, yaitu:

  • Ikan sarden
  • Ikan teri
  • Sayuran hijau (bayam, kangkung, atau bok choy)
  • Tahu
  • Edamame
  • Susu kedelai

2. Menghindari berbagai hal yang menghambat penyerapan kalsium

Ada beberapa makanan bisa menghambat penyerapan kalsium, salah satunya adalah cokelat. Cokelat mengandung asam oksalat, yang mengikat kalsium sehingga bisa menghambat penyerapan kalsium dan membuat Anda berisiko terkena batu ginjal.

Namun, bukan berarti Anda tidak boleh makan cokelat sama sekali. Silakan makan cokelat, tetapi jangan sampai berlebihan dan tetap imbangi dengan asupan makanan tinggi kalsium lainnya.

Selain itu, makanan cepat saji yang mengandung garam (natrium) tinggi, minuman soda berperisa kola, berkafein, serta beralkohol juga akan menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh. Masalahnya, makanan dan minuman tersebut akan meningkatkan produksi urine (air kencing) sehingga kalsium yang ada dalam tubuh akan ikut terbuang.

berarti Anda tidak boleh makan cokelat sama sekali. Silakan makan cokelat, tetapi jangan sampai berlebihan dan tetap imbangi dengan asupan makanan tinggi kalsium lainnya.

Selain itu, makanan cepat saji yang mengandung garam (natrium) tinggi, minuman soda, berkafein, serta beralkohol juga akan menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh. Masalahnya, makanan dan minuman tersebut akan meningkatkan produksi urine (air kencing) sehingga kalsium yang ada dalam tubuh akan ikut terbuang.

mencegah tulang keropos

3. Penuhi asupan vitamin D

Vitamin D membantu Anda menyerap kalsium dan fosfor. Apabila tubuh Anda kekurangan vitamin D, hal ini akan membuat sistem imun yang terganggu, kandungan fosfor dan kalsium di tubuh jadi berkurang, hingga meningkatkan risiko kehilangan pendengaran, menderita penyakit arthritis rheumatoid (radang sendi kronis), hingga osteoporosis.

Salah satu cara alami untuk meningkatkan kadar vitamin D Anda adalah dengan berjemur di bawah sinar matahari langsung tanpa menggunakan tabir surya. Pasalnya, tubuh Anda akan memproduksi vitamin D secara otomatis ketika terpapar sinar matahari. Tubuh mampu mengubah kolesterol pada kulit menjadi calcitriol (vitamin D3).

Namun, karena risiko kanker kulit Anda disarankan berjemur selama 10 menit setidaknya dua sampai tiga kali dalam seminggu. Di Indonesia, waktu berjemur yang direkomendasikan mulai dari pukul 10 pagi sampai jam 2 siang.

Anda juga bisa mendapatkan sumber asupan vitamin D lainnya dari minyak ikan kod, salmon, hati sapi, telur, susu, jamur kancing, dan lainnya.

Jika asupan makanan Anda sehari-hari dirasa belum bisa mencukup kebutuhan vitamin D, Anda bisa mendapatkannya dari suplemen CDR yang mengandung kombinasi kalsium, vitamin D, vitamin C, dan vitamin B6.

Bicaralah dengan dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen tambahan. Memantau asupan kalsium untuk tubuh kita memang sangat penting agar terhindar dari beragam penyakit yang disebabkan oleh kurangnya kalsium.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Natural Way to Increase Calcium Absorption – https://www.livestrong.com/article/540453-natural-ways-to-increase-calcium-absorption/ diakses pada 30 Oktober 2017

How to Boost Your Body’s Calcium Absorption – http://www.medbroadcast.com/channel/nutrition/supplements-and-nutraceuticals/how-to-boost-your-bodys-calcium-absorption diakses pada 30 Oktober 2017

Surprising Ways to Boost Your Carcium Levels – http://www.bodyandsoul.com.au/health/health-advice/surprising-ways-to-boost-your-calcium-levels/news-story/305381ef3cf4c7f9a2c9aec065e0de58 diakses pada 3o Oktober 2017

https://www.healthline.com/health/calcium-rich-foods#cheese7

https://www.everydayhealth.com/heart-health/calcium-rich-foods-a-boost-for-your-bones-and-heart-4825.aspx

https://ods.od.nih.gov/factsheets/Calcium-HealthProfessional/

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x