Bukan Hanya Vitamin A, Ini yang Dibutuhkan untuk Mata Lebih Sehat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mata akan mengalami penurunan fungsi seiring dengan bertambahnya usia Anda. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk selalu menjaga kesehatan mata agar penurunan fungsi mata dapat diperlambat. Salah satu cara menjaga kesehatan mata adalah dengan mengonsumsi nutrisi untuk mata lebih sehat. Beberapa nutrisi penting yang diperlukan mata adalah lutein dan zeaxanthin.

Apa itu lutein dan zeaxanthin?

Lutein dan zeaxanthin adalah dua jenis karotenoid berpigmen kuning sampai merah yang ditemukan pada banyak sayuran dan buah-buahan. Pada tanaman, lutein dan zeaxanthin berfungsi untuk menyerap energi dari sinar matahari yang berlebih untuk mencegah kerusakan tanaman.

Selain itu, lutein dan zeaxanthin juga banyak ditemukan di mata pada bagian makula, lensa, dan retina. Sehingga, asupan tinggi lutein dan zeaxanthin diperlukan untuk menjaga kesehatan mata. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa lutein dan zeaxanthin dapat mengurangi risiko degenerasi makula dan katarak pada mata.

Apa saja fungsi lutein dan zeaxanthin pada mata?

Dua zat ini mungkin jarang Anda dengar, namun ternyata keduanya berperan penting untuk membuat mata lebih sehat. Ya, lutein dan zeaxanthin banyak ditemukan di dalam makula mata. Zat-zat ini dapat membantu mengurangi kerusakan oksidatif oleh cahaya yang dapat menyebabkan degenerasi makula.

Dengan jumlah lutein dan zeaxanthin yang semakin banyak ditemukan dalam makula mata, maka kesehatan mata semakin terlindungi. Penelitian pada Investigative Ophthalmology and Visual Science juga membuktikan bahwa semakin besar kadar pigmen dalam makula, semakin kecil pula kesempatan Anda dalam mengembangkan degenerasi makula.

Sejumlah penelitian pun telah membuktikan bahwa lutein dan zeaxantin dapat mencegah degenerasi makula dan juga dapat memperlambat perkembangan penyakit pada mata. Salah satu penelitian tersebut adalah yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, Ophthalmology, and Archives of Ophthalmology. Penelitian ini menunjukkan bahwa asupan lutein dan zeaxanthin yang tinggi dalam diet berhubungan dengan kejadian degenerasi makula yang lebih rendah.

Selain itu, lutein dan zeaxanthin juga banyak dikaitkan dengan katarak, yang biasanya terjadi pada orang yang sudah berumur. Lutein dan zeaxanthin berperan dalam melawan radikal bebas yang berkaitan dengan stres oksidatif dan kerusakan retina, sehingga dapat membantu dalam mencegah katarak. Hal ini juga diperkuat oleh beberapa penelitian yang menghubungkan antara lutein dan zeaxanthin dengan katarak.

Penelitian  yang diterbitkan oleh Archives of Ophthalmology menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi makanan dengan kandungan lutein, zeaxanthin, dan karotenoid dalam jumlah tinggi dalam diet mereka memiliki risiko katarak yang lebih rendah dibandingkan dengan wanita yang mengonsumsi makanan tersebut dalam jumlah lebih rendah.

Namun, penelitian Age-Related Eye Disease Study (AREDS2) tahun 2013 yang didukung oleh National Eye Institute membuktikan hal yang agak sedikit berbeda. Penelitian ini menunjukkan bahwa lutein dan zeaxanthin berperan dalam mencegah degenerasi makula dan juga mengurangi risiko perkembangan penyakit tersebut. Namun, penelitian ini belum membuktikan secara pasti apakah lutein dan zeaxanthin dapat membantu mencegah katarak.

Bagaimana lutein dan zeaxanthin dapat membuat mata lebih sehat?

Lutein dan zeaxanthin melindungi mata Anda dari gelombang cahaya energi tinggi yang  dapat membahayakan kesehatan mata, contohnya sinar ultraviolet dari sinar matahari. Lutein dan zeaxanthin dapat melindungi mata dengan cara menyaring gelombang cahaya energi tinggi yang diterima mata, seperti sinar ultraviolet B (UV B). Selain itu, lutein dan zeaxanthin juga bertindak sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas sehingga mencegah kerusakan sel-sel pada mata.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa semakin banyak kadar lutein dan zeaxanthin pada makula mata, maka sel-sel pada mata semakin terlindungi. Hal ini membuat penglihatan Anda tetap terpelihara dengan baik walaupun umur semakin bertambah. Perlu Anda ketahui bahwa penyakit degenerasi makula dan katarak, seperti yang sudah dijelaskan di atas, adalah penyakit yang berkaitan dengan usia. Penyakit tersebut bisa Anda alami pada usia tua karena terjadi kemunduran sel-sel pada mata sejalan dengan bertambahnya usia. Dengan adanya lutein dan zeaxanthin dalam jumlah banyak pada makula mata, maka Anda tidak perlu khawatir dengan masalah mata di usia tua.

Dari mana kita bisa mendapatkan lutein dan zeaxanthin?

Sayangnya, tubuh manusia tidak dapat menghasilkan lutein dan zeaxanthin secara alami. Artinya, Anda harus mendapatkan lutein dan zeaxanthin dari luar tubuh, yaitu dari makanan. Makanan apa saja yang mengandung lutein dan zeaxanthin?

Lutein dan zeaxanthin dapat Anda temukan dalam banyak sayuran hijau dan kuning serta buah-buahan berwarna merah, biru, dan ungu. Contohnya:

  • Bayam
  • Kale
  • Brokoli
  • Jagung
  • Wortel
  • Collard hijau
  • Tomat
  • Kentang
  • Jeruk

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkannya dari kuning telur. Namun, sebaiknya jangan terlalu banyak mendapatkan lutein dari telur, sumber dari sayuran dan buah-buahan akan lebih baik untuk Anda. Lebih baik lagi jika Anda mengombinasikan lutein dan zeaxanthin dengan zat gizi lain, seperti vitamin C dan vitamin E. Hal ini dapat meningkatkan kesehatan mata Anda lebih baik lagi daripada hanya mengonsumsinya salah satu.

Rekomendasi asupan lutein dan zeaxanthin untuk kesehatan mata adalah 10 mg/ hari untuk lutein dan 2 mg/ hari untuk zeaxanthin. Sebaiknya, Anda tidak mengonsumsi lutein lebih dari 20 mg/ hari, karena hal ini dapat membuat kulit Anda berubah warna menjadi sedikit kekuningan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mata Silinder (Astigmatisme)

Mata silinder (astigmatisme) bisa menyebabkan penglihatan menjadi buram. Ketahui gejala, penyebab, dan pengobatan dari kelainan refraksi mata ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Mata, Gangguan Penglihatan 22 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Rabun Jauh (Miopi)

Miopi (rabun jauh) adalah kondisi penglihatan di mana Anda tidak mampu melihat benda dalam jarak jauh, tapi mampu melihat benda terdekat dengan jelas.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Mata, Gangguan Penglihatan 22 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Ciri-Ciri Ada Cacing di Mata Anda dan Cara Mengobatinya

Cacing loa-loa adalah jenis cacing yang sering bersarang di mata Anda. Apa penyebab cacing di mata? Seperti apa gejala dan cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Heterochromia, Saat Kedua Mata Anda Berbeda Warna

Pernahkah Anda melihat seseorang memiliki dua warna mata alami yang berbeda? Hal itu dinamakan mata heterochromia. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 21 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
cara membaca resep kacamata

Begini Cara Membaca Resep Kacamata dari Dokter dan Optik Anda

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
mempertajam penglihatan mata

Berbagai Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Bisa Dilakukan di Rumah

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit
mata kering

Mata Kering

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit