home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Manfaat Daging Kambing yang Tak Kalah dari Daging Sapi

5 Manfaat Daging Kambing yang Tak Kalah dari Daging Sapi

Selain daging sapi, jenis daging merah lainnya yang cukup populer di Indonesia yaitu daging kambing. Daging kambing dianggap sebagai sumber protein dan berbagai nutrisi lainnya. Apa saja kandungan dan manfaat daging kambing?

Kandungan daging kambing

Daging kambing adalah daging merah yang cara memasaknya mirip dengan daging sapi, seperti dipanggang atau dijadikan sop.

Sumber protein hewani yang satu ini memiliki tekstur dan rasa seperti daging sapi, terutama yang berasal dari kambing yang masih sangat muda.

Daging dari kambing yang lebih tua rasanya seperti campuran daging rusa atau sapi.

Berikut kandungan nutrisi daging kambing (100 gram) yang menawarkan segudang manfaat bagi kesehatan Anda.

  • Air: 70,3 g
  • Energi: 149 kal
  • Protein: 16,6 g
  • Lemak: 9,2 g
  • Abu: 3,9 g
  • Kalsium: 11 mg
  • Fosfor: 124 mg
  • Besi: 1,0 mg
  • Natrium: 96 mg
  • Kalium: 268,7 mg
  • Tembaga: 0,31 mg
  • Seng: 4,9 mg
  • Tiamin (Vit. B1): 0,09 mg
  • Riboflavin (Vit. B2): 0,23 mg
  • Niasin: 5,0 mg

Manfaat daging kambing

Dibandingkan daging merah lainnya, seperti daging sapi dan domba, daging kambing diketahui lebih sehat.

Pasalnya, kandungan lemak di dalamnya cukup rendah dan masih mengandung berbagai nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.

Bahkan, jumlah protein pada daging kambing hampir sama dengan daging sapi dan ayam. Tidak heran bila daging kambing menawarkan berbagai manfaat untuk kesehatan.

1. Mencegah anemia

anemia pada remaja

Salah satu manfaat daging kambing yang sayang dilewatkan yaitu mencegah anemia berkat kandungan zat besi di dalamnya.

Zat besi merupakan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk menghasilkan hemoglobin dalam sel darah merah. Dengan begitu, sel darah merah bisa mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Tubuh yang kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, tapi tubuh manusia tidak dapat menghasilkan zat besi sendiri.

Itu sebabnya, Anda perlu mendapatkan zat besi dari makanan, seperti daging kambing untuk mencegah anemia.

2. Memelihara kesehatan otot

Selain mencegah anemia, manfaat daging kambing lainnya yakni memelihara kesehatan otot. Bagaimana tidak, daging kambing kaya akan protein yang tidak jauh berbeda dengan daging merah lainnya.

Protein dalam daging kambing menyediakan semua asam amino esensial yang diperlukan kesehatan dan perkembangan tubuh.

Anda membutuhkan protein untuk pertumbuhan dan memelihara kesehatan otot.

Tidak hanya itu, tubuh memanfaatkan protein pada daging untuk memperbaiki jaringan yang rusak, terutama pada otot.

Untuk itu, asupan protein harian yang cukup membantu memelihara kesehatan otot dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.

3. Membantu mengurangi risiko obesitas

Tahukah Anda bahwa daging kambing termasuk salah satu daging dengan kandungan lemak yang cukup rendah?

Kandungan lemak pada daging kambing secara keseluruhan lebih rendah dibandingkan daging merah lainnya.

Artinya, daging dari hewan pemakan rumput ini memiliki kalori yang lebih sedikit yang mungkin baik untuk berat badan Anda.

Jadi, konsumsi daging kambing sesekali dalam pola makan Anda mungkin bisa mengurangi risiko obesitas.

Para ahli pun merekomendasikan untuk mengurangi jumlah lemak jenuh pada makanan dan menggantinya dengan lemak tak jenuh.

4. Mencegah penyakit jantung

Beberapa orang beranggapan bahwa makan daging kambing bisa memicu peningkatan tekanan darah hingga hipertensi. Risiko ini sebenarnya bisa terjadi bila Anda mengonsumsinya secara berlebihan.

Namun, konsumsi daging kambing dengan wajar ternyata bisa mengelola tekanan darah hingga mencegah penyakit jantung.

Daging kambing mengandung kadar kolesterol yang lebih rendah dibandingkan daging merah lainnya.

Sementara itu, kolesterol dan lemak jenuh yang rendah pada makanan membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Maka dari itu, Anda bisa mencoba berbagai kreasi daging kambing untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, tetapi dalam batas wajar.

5. Menjaga kesehatan tulang

Walaupun dikenal sebagai sumber protein, daging kambing kaya akan kalium yang menawarkan manfaat untuk kesehatan tulang Anda.

Begini, asupan kalium yang terlalu sedikit dapat meningkatkan tekanan darah dan menguras kalsium dalam tulang. Hal ini tentu bisa memicu berbagai masalah tulang, seperti osteoporosis.

Kandungan kalsium pada daging kambing setidaknya cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan harian Anda.

Guna mendapat tulang yang kuat, penuhi kebutuhan mineral, seperti kalium dan kalsium, melalui konsumsi daging.

Hati-hati memilih daging kambing

Daging kambing memang menawarkan beragam manfaat bagi kesehatan. Namun, khasiat tersebut tidak akan maksimal bila memilih daging kambing dengan benar.

Hal ini telah dibuktikan melalui penelitian yang dimuat dalam Journal of Food Protection.

Para peneliti pada studi tersebut mencoba mengukur kualitas mikroba daging kambing dan domba dari berbagai produsen.

Studi ini berfokus pada setidaknya 134 daging beku yang dibagi antara dua protein dan sumber. Setelah itu, daging kambing yang diuji direbus dan digiling.

Hasilnya, para peneliti melihat adanya sejumlah besar mikroba dan patogen berbahaya pada daging kambing. Itu sebabnya, Anda perlu berhati-hati dalam memilih daging.

Pemilihan daging kambing yang tepat membantu mengurangi risiko masalah kesehatan yang terkait dengan konsumsi daging kambing yang terkontaminasi.

Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi guna memahami solusi yang tepat untuk Anda.

[embed-health-tool-bmr]

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Foods high in iron. (2021). Health Direct. Retrieved 1 September 2021, from https://www.healthdirect.gov.au/foods-high-in-iron 

KIM, C., STEIN, R., & PAO, S. (2015). Comparison of the Microbial Quality of Lamb and Goat Meat Acquired from Internet and Local Retail Markets†. Journal Of Food Protection, 78(11), 1980-1987. doi: 10.4315/0362-028x.jfp-15-026. Retrieved 1 September 2021. 

Kim, H. J., Kim, H. J., & Jang, A. (2019). Nutritional and antioxidative properties of black goat meat cuts. Asian-Australasian journal of animal sciences, 32(9), 1423–1429. https://doi.org/10.5713/ajas.18.0951. Retrieved 1 September 2021. 

Minerals for Bone Health. (2016). American Bone Health. Retrieved 1 September 2021, from https://americanbonehealth.org/nutrition/minerals-for-bone-health/ 

Nutritive Value of Goat Meat. (2016). Alabama A&M and Auburn University. Retrieved 1 September 2021, from https://ssl.acesag.auburn.edu/pubs/docs/U/UNP-0061/UNP-0061-archive.pdf 

Carbohydrates, Proteins, Fats, and Blood Sugar. (2020). Michigan Medicine. Retrieved 1 September 2021, from https://www.uofmhealth.org/health-library/uq1238abc 

Kambing, daging, segar (Goat, meat, fresh). (n.d). Data Komposisi Pangan Indonesia. Retrieved 1 September 2021, from https://www.panganku.org/id-ID/view 

Goat Meat: A Healthy Choice. (2018). Prairie View A&M University. Retrieved 1 September 2021, from https://www.pvamu.edu/cahs/wp-content/uploads/sites/27/goatmeat_approved.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan