home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Manfaat Daging Sapi, Daging Merah yang Kaya akan Protein

Manfaat Daging Sapi, Daging Merah yang Kaya akan Protein

Masyarakat di dunia telah mengonsumsi daging sapi sejak ribuan tahun lalu. Dari dulu hingga sekarang, terdapat banyak produk olahan untuk daging merah ini. Namun, kandungan nutrisi dan manfaat daging sapi masih tetap sama, apa saja?

Kandungan daging sapi

Daging sapi adalah salah satu jenis daging merah yang mengandung zat besi lebih tinggi dibandingkan ayam atau ikan.

Kebanyakan orang biasanya mengonsumsi daging sapi sebagai daging panggang, iga, steik, hingga topping utama hamburger.

Sama seperti daging lainnya, daging sapi menawarkan berbagai olahan yang bisa dikonsumsi dengan mudah, seperti kornet, dendeng, dan sosis.

Normalnya, daging sapi segar rendah lemak mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Berikut kandungan zat gizi per 100 gram daging sapi segar dengan lemak sedang.

  • Air: 66,0 g
  • Energi: 201 kal
  • Protein: 18,8 g
  • Lemak: 14,0 g
  • Abu: 1,2 g
  • Kalsium: 11 mg
  • Fosfor: 170 mg
  • Besi: 2,8 mg
  • Natrium: 105 mg
  • Kalium: 378 mg
  • Tembaga: 4,58 mg
  • Seng: 5,2 mg
  • Retinol (Vit. A): 9 mkg
  • Beta-karoten: 198 mkg
  • Thiamin (Vit. B1): 0,08 mg
  • Riboflavin: 0,56 mg
  • Niasin: 1,3 mg

Dengan kandungan zat gizi di atas, tidak heran bila daging sapi menawarkan begitu banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, bukan?

Manfaat daging sapi

Daging sapi

Daging sapi merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang juga kaya akan vitamin dan mineral. Itu sebabnya, daging sapi bisa menjadi salah satu makanan yang baik dalam pola makan sehat.

Berikut ini segudang manfaat daging sapi yang ditawarkan berkat kandungan nutrisi di dalamnya.

1. Menjaga massa otot

Salah satu khasiat daging sapi yang sayang dilewatkan yaitu membantu menjaga massa otot. Bagaimana tidak, daging sapi merupakan sumber protein yang mengandung semua asam amino esensial.

Asam amino esensial dibutuhkan oleh semua orang, terutama lansia, untuk menjaga kesehatan tubuh.

Selain itu, protein pada daging sapi membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, serta meningkatkan aktivitas otot.

Tidak heran bila Anda yang ingin meningkatkan massa otot perlu menambah jumlah asupan protein.

Bila tubuh tidak mendapat asupan nutrisi yang tepat, upaya untuk mendapatkan tubuh berotot tentu akan memakan waktu yang lama.

2. Meningkatkan performa latihan

Selain menjaga massa otot, manfaat daging sapi lainnya yang mungkin sangat berpengaruh terhadap atlet yakni meningkatkan performa latihan.

Begini, ikan dan daging, termasuk daging sapi, mengandung beta-alanine yang menghasilkan carnosine di tubuh. Carnosine merupakan senyawa penting yang diperlukan untuk menjalankan fungsi otot.

Konsumsi daging sapi dapat meningkatkan kadar carnosine pada otot. Kadar carnosine yang tinggi dapat menurunkan rasa lelah dan meningkatkan performa latihan, terutama saat lari.

3. Mencegah anemia

Berkat kandungan zat besi di dalamnya, konsumsi daging sapi diklaim dapat membantu mencegah anemia.

Anemia dapat disebabkan oleh kekurangan zat besi yang biasanya ditandai dengan kelelahan dan kelemahan.

Dengan mengonsumsi daging sapi, tubuh mendapatkan zat besi yang cukup, terutama dalam bentuk heme. Heme merupakan bentuk zat besi yang hanya dijumpai pada protein hewani.

Tubuh manusia menyerap zat besi heme lebih efektif dibandingkan zat besi non-heme, yaitu yang berasal dari tumbuhan.

Artinya, konsumsi daging sapi bermanfaat membantu memenuhi kebutuhan zat besi yang bisa mencegah anemia.

4. Memelihara sistem kekebalan tubuh

Tahukah Anda bahwa daging sapi termasuk sumber zinc (seng) yang cukup tinggi dan bisa membantu meningkatkan kekebalan?

Manfaat daging sapi ini didapat dari sifat antioksidan seng yang bertanggung jawab menghasilkan antibodi.

Antibodi yang dihasilkan ini membantu melawan radikal bebas yang bisa menimbulkan penyakit kronis.

Selain itu, protein dalam daging sapi membantu menghasilkan antibodi tersebut agar tubuh terlindungi dari infeksi.

Oleh sebab itu, anak-anak hingga orang dewasa memerlukan jumlah zinc dan protein yang cukup. Kebutuhan zinc ini bisa diperoleh dengan makan daging sapi secukupnya.

5. Mempercantik kulit dan rambut

Daging, termasuk daging sapi, mungkin mengandung tokoferol dan vitamin E yang cukup tinggi. Keduanya dikenal dapat melawan kolagen sehingga bisa meningkatkan penuaan kulit.

Meski begitu, beberapa bagian daging tertentu, seperti hati, kaya akan ubiquinol.

Ubiquinol merupakan senyawa antioksidan kuat yang dijumpai di lapisan kulit terluar (epidermis). Antioksidan ini bisa membantu melawan kerusakan oksidatif pada kulit.

Selain itu, konsumsi daging sapi dianggap baik untuk menjaga kesehatan rambut karena kaya akan zat besi. Pasalnya, kekurangan zat besi menjadi salah satu penyebab rambut rontok.

Bahaya makan daging sapi berlebihan

Daging sapi memang menawarkan segudang manfaat bagi kesehatan tubuh.

Meski begitu, terlalu banyak mengonsumsi daging merah ini bisa berisiko terhadap berbagai masalah kesehatan, seperti:

  • penyakit jantung,
  • kanker usus besar,
  • kelebihan zat besi, dan
  • infeksi cacing pita jika daging tidak matang.

Kabar baiknya, Anda bisa menghindari berbagai risiko tersebut dengan mengenali apa saja jenis daging sapi yang sehat.

Selain jenisnya, jangan lupa untuk mengetahui berapa banyak porsi aman makan daging yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi guna memahami solusi yang tepat untuk Anda.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sapi, daging, lemak sedang, segar (Beef, medium fat, fresh). (n.d). Data Komposisi Pangan Indonesia. Retrieved 31 August 2021, from https://www.panganku.org/id-ID/view 

Asp, M. L., Richardson, J. R., Collene, A. L., Droll, K. R., & Belury, M. A. (2012). Dietary protein and beef consumption predict for markers of muscle mass and nutrition status in older adults. The journal of nutrition, health & aging, 16(9), 784–790. https://doi.org/10.1007/s12603-012-0064-6. Retrieved 31 August 2021. 

Bellinger P. M. (2014). β-Alanine supplementation for athletic performance: an update. Journal of strength and conditioning research, 28(6), 1751–1770. https://doi.org/10.1519/JSC.0000000000000327. Retrieved 31 August 2021. 

Guo, E. L., & Katta, R. (2017). Diet and hair loss: effects of nutrient deficiency and supplement use. Dermatology practical & conceptual, 7(1), 1–10. https://doi.org/10.5826/dpc.0701a01. Retrieved 31 August 2021. 

Schagen, S. K., Zampeli, V. A., Makrantonaki, E., & Zouboulis, C. C. (2012). Discovering the link between nutrition and skin aging. Dermato-endocrinology, 4(3), 298–307. https://doi.org/10.4161/derm.22876. Retrieved 31 August 2021. 

Meat in Your Diet. (2021). NHS UK. Retrieved 31 August 2021, from https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/meat-nutrition/ 

Avoiding Anemia. (2014). News In Health. Retrieved 31 August 2021, from https://newsinhealth.nih.gov/2014/01/avoiding-anemia 

Zinc. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 31 August 2021, from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-zinc/art-20366112

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x