backup og meta
Kategori

1

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 26/07/2023

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Tak sedikit yang membatasi konsumsi daging kambing karena menganggapnya dapat meningkatkan kadar kolesterol hingga memicu hipertensi. Lantas, bagaimana dengan selama masa kehamilan? Bolehkah ibu hamil makan daging kambing? Adakah manfaat dan risiko kesehatan dari makan daging kambing untuk ibu hamil?

Apakah ibu hamil boleh makan daging kambing?

Daging kambing telah menjadi makanan favorit di berbagai belahan dunia. Bukan cuma enak, jenis daging ini juga memiliki ragam kandungan gizi yang bermanfaat untuk kesehatan.

Ini termasuk protein, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, seng (zinc), selenium, natrium, serta berbagai vitamin seperti vitamin B, K, hingga kolin.

Ibu hamil boleh makan daging kambing. Bahkan, daging kambing termasuk makanan yang aman dikonsumsi ibu hamil selama sudah dimasak sampai matang.

Pasalnya, kandungan gizi yang tersimpan di dalam daging kambing dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan.

Hal ini penting mengingat asupan gizi yang ibu hamil peroleh akan memengaruhi kesehatan ibu sendiri dan janin dalam kandungan.

Meskipun aman, ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi daging merah, termasuk daging kambing, secara berlebihan.

Ini karena daging kambing juga mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang cukup tinggi. Keduanya tidak baik untuk kesehatan jika dikonsumsi terlalu banyak.

Manfaat makan daging kambing untuk ibu hamil

manfaat daging kambing

Berkat kandungan gizinya, daging kambing bisa memberikan manfaat berikut bagi ibu hamil.

1. Mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin

Daging kambing dapat memberikan asupan protein yang Anda butuhkan selama kehamilan.

Kandungan protein ini dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin, termasuk otaknya.

Tak hanya dari protein, manfaat ini juga bisa berasal dari kandungan vitamin B kompleks dalam daging kambing, terutama B9 (folat) dan B12.

Keduanya merupakan vitamin penting selama kehamilan yang dapat mendukung perkembangan sistem saraf janin.

Bahkan, mengonsumsi makanan kaya folat dan vitamin B12 juga membantu mengurangi risiko cacat lahir pada bayi.

2. Mencegah anemia

Daging kambing juga kaya zat besi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin Anda.

Hemoglobin berperan dalam pembentukan sel darah merah dan suplai darah selama hamil. Dengan suplai darah yang cukup, Anda bisa terhindar dari anemia saat hamil.

Anemia yang parah selama kehamilan bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), hingga kematian bayi.

Selain berasal dari kandungan zat besi, manfaat daging kambing dalam mencegah anemia juga berasal kandungan protein dan vitamin B12-nya.

3. Meningkatkan kekebalan tubuh

Makan daging kambing saat hamil juga bisa membantu menambah energi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh ibu hamil.

Manfaat ini bisa ibu hamil dapatkan berkat kandungan seng (zinc) dalam daging kambing.

Tak hanya dari seng, protein dalam daging kambing juga bisa membantu meningkatkan massa otot. Hal ini bisa membuat ibu lebih kuat beraktivitas selama hamil.

Dengan tubuh yang kuat, ibu hamil bisa terhindar dari berbagai masalah selama kehamilan dan persalinan, termasuk memiliki risiko yang lebih rendah terhadap berbagai infeksi saat hamil.

Risiko makan daging kambing terlalu banyak saat hamil

Meskipun daging kambing sendiri memiliki banyak manfaat, makan daging kambing terlalu banyak bisa membahayakan kesehatan ibu hamil dan janin.

Berikut beberapa risiko kesehatan yang perlu Anda waspadai.

  • Tingginya kandungan lemak jenuh dalam daging kambing dapat menyebabkan kelebihan berat badan saat hamil serta meningkatkan kadar kolesterol.
  • Kandungan natrium yang cukup tinggi dalam daging kambing dapat meningkatkan tekanan darah saat hamil.
  • Kombinasi berat badan berlebih, kadar kolesterol yang tinggi, dan tekanan darah tinggi bisa membuat ibu hamil lebih rentan mengalami penyakit jantung.
  • Risiko keracunan makanan dan toksoplasmosis jika ibu hamil mengonsumsi daging kambing yang tidak matang sempurna.

Tips aman makan daging kambing saat hamil

buah manggis untuk ibu hamil

Risiko kesehatan yang ada membuat ibu hamil perlu berhati-hati ketika ingin makan daging kambing.

Agar aman, sebaiknya ibu hamil tidak mengonsumsi daging kambing lebih dari 2–3 porsi per hari (1 porsi kira-kira sekitar 3 ons atau setara 85 gram). Ini juga berlaku untuk daging merah lainnya, seperti daging sapi.

Selain dengan memerhatikan jumlahnya, berikut tips makan daging kambing saat hamil yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari berbagai risiko kesehatan.

  • Bersihkan daging kambing terlebih dahulu sebelum Anda mengolahnya.
  • Rutin cuci tangan Anda sebelum, saat, dan sesudah mencuci serta mengolah daging kambing.
  • Masaklah daging kambing hingga matang sempurna dengan suhu 71°C. Jangan sampai masih ada area daging yang berwarna merah atau mengeluarkan cairan merah ketika ditekan.
  • Hindari masak daging kambing dengan cara digoreng yang dapat menambah kandungan lemak dan kalori ke dalam daging.
  • Jika ibu hamil memasak dengan cara membakar, seperti steik atau sate kambing, pastikan daging tersebut sudah matang dengan sempurna sebelum Anda makan.

Selain itu, jangan menjadikan daging kambing sebagai menu setiap hari, terutama saat hamil.

Variasikan menu makanan dan pilihan sumber protein Anda supaya asupan gizi yang Anda dan janin dapatkan lebih lengkap.

Kesimpulan

  • Ibu hamil boleh makan daging kambing asalkan tidak berlebihan.
  • Daging kambing mengandung zat gizi yang dapat membantu mendukung pertumbuhan janin serta mencegah anemia dan meningkatkan kekebalan tubuh ibu selama kehamilan.
  • Konsumsi daging kambing yang berlebihan berisiko meningkatkan kolesterol dan tekanan darah. Ibu juga berisiko mengalami keracunan makanan dan toksoplasmosis jika mengonsumsi daging kambing yang tidak matang sempurna.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 26/07/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan