home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Rahasia di Balik Khasiat Belut yang Kaya Protein dan Vitamin

Rahasia di Balik Khasiat Belut yang Kaya Protein dan Vitamin

Ikan termasuk sumber protein hewani yang mudah dicerna. hewan ini mengandung asam amino lengkap yang dapat dikonsumsi oleh semua orang. Salah satu jenis ikan yaitu belut. Simak penjelasan seputar kandungan gizi dan manfaat belut berikut ini.

Kandungan gizi belut

Belut (Anguilla rostrata) adalah jenis ikan berbentuk menyerupai ular yang mudah dijumpai di perairan tawar. Selain memiliki rasa yang enak, belut juga mengandung segudang nilai gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti protein dan vitamin A.

Di bawah ini merupakan kandungan gizi yang dimiliki oleh belut.

Segudang manfaat dari belut

tubuh sehat

Dikenal sebagai unagi di negara Jepang, belut menjadi makanan yang cukup populer karena menawarkan segudang khasiat bagi tubuh. Bagaimana tidak, kandungan gizi pada ikan yang memiliki 20 jenis ini cukup tinggi.

Itu sebabnya, banyak orang yang justru tidak ingin melewatkan manfaat dari hewan yang sering disamakan dengan ikan sidat. Berikut ini beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh dari belut.

1. Menjaga kesehatan tulang

Tahukah Anda bahwa belut termasuk ikan yang memiliki kandungan fosfor yang tinggi? Fosfor dalam ikan ini ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan tulang.

Fosfor merupakan mineral pembentuk 1 persen dari total berat badan Anda dan menjadi salah satu mineral yang paling banyak di tubuh. Pasalnya, setiap sel tubuh mengandung fosfor dan sebagian besar ditemukan pada tulang dan gigi.

Mineral ini berperan penting dalam pembentukan tulang dan gigi. Selain itu, fosfor juga membantu tubuh mengolah karbohidrat dan lemak, sehingga bisa digunakan untuk pertumbuhan dan perbaikan sel serta jaringan.

Itu sebabnya, konsumsi makanan yang kaya akan fosfor, seperti belut, dapat membantu menjaga kesehatan tulang.

2. Meningkatkan kesehatan kulit

Selain tulang, manfaat belut lainnya yaitu meningkatkan kesehatan kulit berkat vitamin E di dalamnya. Sudah lebih dari 50 tahun vitamin E digunakan dalam dunia dermatologi.

Vitamin E merupakan antioksidan penting yang banyak dijumpai dalam produk kosmetik. Pasalnya, vitamin ini memberikan efek perlindungan terhadap kulit dari paparan sinar UV. Selain itu ada beberapa manfaat vitamin E lainnya untuk kesehatan kulit, yaitu:

  • mencegah peradangan akibat paparan sinar matahari,
  • membantu melembapkan kulit, serta
  • membantu memperlambat proses penuaan kulit.

Walaupun khasiat vitamin E baik untuk kulit, belum ada penelitian yang membuktikan, apakah konsumsi belut juga memiliki efek yang sama. Hal ini dikarenakan manfaat dari vitamin ini diperoleh dalam bentuk suplemen atau krim.

Meski begitu, tidak ada salahnya untuk mencoba belut dan makanan sumber vitamin E lainnya yang baik untuk kesehatan kulit.

Ini Ciri-cirinya Jika Tubuh Anda Kekurangan Vitamin E

3. Manfaat belut untuk turunkan risiko stroke

Beberapa dari Anda mungkin tidak tahu bahwa kandungan kalium (potasium) dalam belut memiliki khasiat terhadap penurunan risiko stroke. Bagaimana bisa?

Dilansir dari Harvard Health, terdapat sebuah penelitian dalam jurnal stroke yang membuktikan bahwa konsumsi makanan berkalium tinggi bisa menurunkan risiko stroke.

Para ahli dalam penelitian ini melibatkan sekitar 90.000 wanita pasca-menopause berusia 50 – 70 tahun. Penelitian yang berlangsung selama 11 tahun ini meminta beberapa peserta untuk menambahkan kalium dalam menu makanannya.

Hasilnya, wanita yang mengonsumsi lebih banyak potasium mengalami penurunan risiko sebesar 16 persen terhadap stroke iskemik. Hal tersebut dibandingkan dengan wanita yang lebih sedikit mengonsumsi makanan berkalium.

Kondisi ini mungkin terjadi karena makanan berkalium tinggi, seperti belut, lebih mungkin menurunkan tekanan darah yang dapat memicu stroke iskemik. Namun, berapa banyak asupan kalium tidak secara langsung menurunkan risiko stroke.

4. Mencegah anemia

Salah satu kandungan dalam belut yang memberikan manfaat berupa mencegah anemia yaitu vitamin B12. Begini, vitamin B12 memiliki peran penting dalam membantu tubuh memproduksi sel darah merah (eritrosit).

Bila kadar vitamin B12 dalam tubuh terlalu rendah, pembentukan sel darah merah pun terhambat dan mencegahnya berkembang dengan baik.

Normalnya, sel darah merah berukuran kecil dan bulat. Bila kekurangan vitamin B12, sel darah merah akan menjadi lebih besar dan berbentuk oval.

Akibatnya, eritrosit pun tidak dapat membawa oksigen menuju organ yang membutuhkannya. Hal ini yang memicu gejala anemia, berupa rasa lelah dan lemah.

Itu sebabnya, memenuhi kebutuhan vitamin B12, termasuk dengan makan belut, dalam tubuh penting guna mencegah anemia terjadi pada Anda.

5. Membantu meningkatkan konsentrasi

Pernahkah Anda saat bekerja kurang berkonsentrasi atau sulit berpikir untuk mencari solusi di tengah masalah yang dihadapi? Bila iya, Anda mungkin kekurangan zat besi.

Kekurangan zat besi sering memicu gangguan kognitif, seperti mengurangi daya konsentrasi, perhatian, dan fungsi kognitif. Pasalnya, penurunan kadar zat besi dapat memengaruhi konsentrasi dan tingkat perhatian Anda.

Itu sebabnya, Anda perlu memenuhi kebutuhan zat besi dalam tubuh demi meningkatkan konsentrasi. Untungnya, kandungan zat besi dalam belut menawarkan manfaat yang Anda butuhkan.

8 Tanda yang Paling Mudah Dikenali Saat Tubuh Kekurangan Zat Besi

6. Manfaat belut pada sistem pencernaan

Bagi Anda yang susah buang air besar atau sembelit mungkin bisa mencoba belut untuk melancarkan saluran pencernaan.

Berkat kandungan magnesium dalam belut, ikan yang juga bisa ditemukan di perairan laut ini ternyata baik untuk sistem pencernaan. Hal ini dikarenakan magnesium terbukti dapat membantu meningkatkan jumlah air pada usus.

Bila jumlah air dalam usus meningkat, pergerakan usus pun menjadi lebih lancar. Itu sebabnya, magnesium dalam belut memiliki khasiat sebagai obat pencahar.

Meski begitu, perlu diketahui bahwa hal ini hanya terbukti pada suplemen magnesium. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut apakah efek belut terhadap sistem pencernaan sama dengan yang diberikan pada suplemen magnesium.

7. Meningkatkan kekebalan tubuh

Sistem imun merupakan bagian penting dari pertahan tubuh dalam melawan infeksi. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan sistem imun dan salah satunya yaitu memenuhi kebutuhan nutrisi, seperti mengonsumsi belut.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, belut memiliki kandungan gizi yang tinggi dan menjadi sumber protein hewani yang baik bagi kesehatan. Salah satu kandungan gizi belut yang memberikan manfaat bagi kekebalan tubuh adalah zinc.

Zinc atau seng yaitu senyawa yang berperan penting dalam menjaga sel kekebalan. Kekurangan zinc dapat memicu penurunan respons sistem imun.

Menurut penelitian dari The Royal Society of Medicine, sekitar 80 – 92 mg seng per hari dapat meringankan gejala flu hingga 33 persen. Bahkan, suplemen seng juga membantu meningkatkan respons imun pada lansia.

Ada banyak manfaat yang ditawarkan belut untuk kesehatan tubuh Anda, tetapi darah belut tidak disaranakan untuk dikonsumsi. Hal ini dikarenakan darah belut mengandung merkuri, yaitu senyawa yang beracun bagi tubuh manusia.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan diskusikan dengan dokter atau ahli gizi terkait khasiat dan efek samping dari belut.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Phosphorus in diet. (2019). Medline Plus. Retrieved 11 February 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/002424.htm 

Michels, A.J. (2012). Vitamin E and Skin Health. Oregon State University. Retrieved 11 February 2021, from https://lpi.oregonstate.edu/mic/health-disease/skin-health/vitamin-E 

Potassium-rich foods linked to lower stroke risk. (2014). Harvard Health. Retrieved 11 February 2021, from https://www.health.harvard.edu/heart-health/potassium-rich-foods-linked-to-lower-stroke-risk- 

Vitamin B12 Deficiency Anemia. (n.d). John Hopkins. Retrieved 11 February 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/vitamin-b12-deficiency-anemia 

Jáuregui-Lobera, I. (2014). Iron deficiency and cognitive functions. Neuropsychiatric Disease And Treatment, 2087. https://doi.org/10.2147/ndt.s72491. Retrieved 11 February 2021. 

Hemilä H. (2017). Zinc lozenges and the common cold: a meta-analysis comparing zinc acetate and zinc gluconate, and the role of zinc dosage. JRSM open, 8(5), 2054270417694291. https://doi.org/10.1177/2054270417694291. Retrieved 11 February 2021. 

Health Benefits and Facts of Eel Fish. (n.d). Health Benefits Times. Retrieved 11 February 2021, from https://www.healthbenefitstimes.com/eel-fish/ 

Wijayanti, I., & Setiyorini, E. (2018). Nutritional Content of Wild and Cultured Eel (Anguilla bicolor) from Southern Coast of Central Java. ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal Of Marine Sciences, 23(1), 37. https://doi.org/10.14710/ik.ijms.23.1.37-44. Retrieved 11 February 2021. 

O’Neill, T. (2017). Magnesium for Constipation. Michigan University [PDF File]. Retrieved 11 February 2021, from https://www.med.umich.edu/1libr/MBCP/Magnesium.pdf 

American Eel. (n.d). Indiana Division of Fish and Wildlife’s Animal Information Series [PDF File]. Retrieved 11 February 2021, from https://www.in.gov/dnr/fishwild/files/fw-american_eel.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 09/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x