7 Gejala Flu yang Tidak Boleh Disepelekan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Hampir setiap orang di dunia ini pernah sakit flu atau influenza setidaknya sekali seumur hidup. Namun biasanya sebelum benar-benar sakit, Anda akan lebih dulu mengalami beragam gejala influenza. Mengenali tanda-tanda dan gejala sakit flu sejak dini dapat membantu Anda lebih cepat sembuh.

Tanda-tanda dan gejala influenza yang paling sering muncul

Flu atau influenza adalah infeksi virus yang menyerang pernapasan, terutama hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Meski begitu, gejala flu juga bisa memengaruhi berbagai bagian tubuh lainnya.

Influenza kini tidak lagi tergolong penyakit mematikan sejak ditemukannya vaksin flu. Namun, flu yang tidak ditangani dengan tepat tetap dapat merugikan kesehatan pengidapnya dalam jangka panjang.

Gejala-gejala influenza mungkin dapat bervariasi pada beberapa orang, tergantung pada jenis flu serta penyebab flu yang diderita. Menurut situs BetterHealth, pada hari ke-8, tubuh biasanya akan menunjukkan ciri-ciri flu mau sembuh, seperti berkurangnya keparahan gejala yang ada.

Berikut beberapa tanda dan gejala flu paling umum yang perlu Anda waspadai.

1. Badan pegal-pegal

salah diagnosis

Badan Anda belakangan sering terasa linu padahal habis tidak melakukan apa pun? Atau, Anda jadi gampang kecapekan, dan bertambah parah dari hari ke hari? Hati-hati, ini bisa jadi gejala Anda mau terkena flu berat.

Tanda-tanda dan gejala sakit flu biasanya datang tiba-tiba dan cepat, kurang lebih dalam 24-48 jam setelah terpapar virus flu. Badan pegal dan nyeri otot di sekujur tubuh (linu) adalah salah satu gejala flu yang paling pertama muncul.

Begitu gejala influenza lainnya mulai muncul, pegal-pegal yang Anda alami pun akan semakin terasa parah hingga bisa menghambat aktivitas sehari-hari. Oleh sebab itu, sebaiknya segera istirahat jika badan mulai terasa pegal dan linu tanpa sebab yang jelas. Apalagi jika orang-orang di sekitar Anda sudah menunjukkan gejala flu berat.

Perbanyak tidur dan minum air putih dapat membantu sistem imun melawan virus flu.

2. Demam

mandi saat sakit demam

Gejala flu selanjutnya adalah demam. Demam adalah respons alami tubuh ini untuk memerangi peradangan akibat infeksi. Ketika Anda demam, artinya tubuh Anda sedang “diserang” oleh sesuatu, entah itu bakteri maupun virus.

Dalam beberapa kasus, gejala flu bisa mengakibatkan demam tinggi hingga mencapai 38º Celsius atau lebih. Meski begitu, tidak semua orang akan otomatis demam saat flu.

Anda bisa menurunkan demam gejala flu dengan minum obat paracetamol yang bisa dibeli di apotek, toko obat, supermarket, atau bahkan warung dekat rumah tanpa resep dokter. Obat ini aman digunakan oleh semua kalangan, baik anak-anak, orang dewasa, maupun lansia.

Namun, sebelum menggunakannya pastikan Anda membaca petunjuk pemakaian obat pada label kemasan dengan teliti. Jika Anda memiliki riwayat penyakit medis tertentu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter untuk memastikan keamanannya.

3. Batuk

batuk berdahak di pagi hari

Jangan sepelekan batuk yang kunjung berhenti. Batuk bisa menandakan serangan penyakit atau tanda adanya infeksi virus.

Batuk karena gejala influenza biasanya disertai dengan mengi (napas berbunyi ngik-ngik) dan dada sesak. Anda juga mungkin akan mengalami batuk berdahak, meski tidak selalu.

Supaya batuk yang dialami cepat sembuh, Anda bisa minum obat batuk yang dijual bebas di apotek. Jangan lupa, ketika batuk atau bersin, tutup mulut Anda dengan tisu atau siku bagian dalam untuk menghindari penyebaran infeksi ke orang lain.

Bila perlu, gunakan masker penutup mulut ketika Anda ingin berinteraksi dengan orang lain. Ingat, flu adalah penyakit yang sangat menular. Virus flu menyebar di udara ketika Anda berbicara, batuk, dan bersin.

4. Sakit tenggorokan

sakit tenggorokan sebelah

Batuk terus-terusan akan membuat tenggorokan teriritasi dan terasa gatal. Meski begitu, Anda mungkin akan mengalami sakit tenggorokan tanpa disertai dengan batuk.

Jika tidak segera diobati, kondisi ini akan membuat Anda susah menelan saat makan dan minum. Sakit tenggorokan cenderung bertambah parah seiring dengan semakin parahnya flu Anda.

Permen pelega tenggorokan (lozenges) yang dijual bebas di pasaran bisa meredakan sakit tenggorokan karena flu meski hanya sementara. Cara tradisional seperti kumur air garam dan makan sup hangat juga bisa membantu meringankan sakit tenggorokan karena gejala penyakit influenza atau flu berat.

5. Badan menggigil

tidak enak badan

Menggigil sebenarnya adalah cara tubuh untuk menghangatkan diri saat terkena udara dingin. Namun, Anda bisa saja menggigil saat kena flu meski suhu lingkungan terbilang normal atau bahkan panas.

Menggigil karena gejala influenza terjadi karena demam yang Anda alami. Dalam kasus tertentu, Anda mungkin sudah merasa kedinginan bahkan sebelum demamnya muncul. Kadang, demam dan panas dingin juga ikut disertai oleh ngilu di sekujur tubuh.

Meski bisa mereda dengan sendirinya, menyelimuti badan dengan selimut tebal dapat membantu menghangatkan diri lebih cepat.

Anda juga bisa minum obat flu yang mengandung penghilang rasa sakit seperti acetaminophen (paracetamol) atau ibuprofen untuk menurunkan demam. Namun, pastikan Anda minum obat dengan dosis yang tepat. Ikuti semua petunjuk pemakaian yang tertera pada label kemasan atau resep. Jangan menggandakan dosis obat antinyeri atau memperlama durasi dosisnya dari yang disarankan.

6. Hidung tersumbat atau meler

penyebab demam

Ketika sakit influenza, besar kemungkinan hidung juga akan mengalami gejala tersumbat atau malah meler. Kondisi ini tentu tidak nyaman karena membuat Anda sulit bernapas lega. Hidung tersumbat karena flu disebabkan oleh peradangan dan pembengkakan pada jaringan pelapis saluran hidung.

Anda bisa meredakan hidung tersumbat akibat gejala sakit flu dengan minum obat dekongestan. Obat ini banyak dijual bebas tanpa resep dokter. Namun, hati-hati karena beberapa obat dekongestan bisa bikin mengantuk.

7. Sakit kepala

penyebab sakit kepala

Ketika influenza atau flu sudah mulai parah, gejala yang paling terakhir muncul biasanya adalah sakit kepala. Terutama jika flu sampai membuat Anda demam.

Lagi-lagi, kunci utamanya adalah dengan memperbanyak istirahat. Hindari melakukan kegiatan fisik yang sangat membuang energi, dan gunakan waktu luang untuk tidur.

Anda bisa coba melakukan pijatan ringan di bagian kepala yang terasa sakit mengunakan telunjuk dan ibu jari. Ulangi pijatan sampai sakit kepala yang Anda alami berkurang.

Selain itu, penting juga untuk banyak minum air putih. Salah satu tanda dehidrasi adalah sakit kepala. Maka dari itu, jika sakit kepala yang Anda alami juga disertai dengan haus berlebih, mulut kering, badan lemas, serta buang air kecil yang jarang-jarang, cobalah untuk perbanyak minum air putih.

Gejala flu pada anak-anak tidak jauh berbeda dengan orang dewasa. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan orangtua adalah terus-terusan rewel tanpa sebab, serta nafsu makan menurun. Gejala flu yang si kecil alami bisa bertahan seminggu atau bahkan lebih lama.

Kapan saya harus segera periksa ke dokter?

Gejala-gejala influenza yang telah disebutkan di atas umumnya akan segera membaik dalam waktu beberapa hari atau kurang dari 2 minggu. Namun, jika gejala-gejala tetap berlangsung lebih dari jangka waktu tersebut, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk menghindari terjadinya komplikasi flu.

Selain itu, berikut adalah beberapa gejala yang sebaiknya Anda waspadai dan perlu mendapat perhatian lebih:

  • merasa sesak napas
  • rasa sakit atau tertekan di dada atau perut
  • kepala pusing terus menerus
  • kesadaran menurun
  • kejang
  • urin berkurang, bahkan tidak buang air kecil sama sekali
  • nyeri otot parah
  • tubuh semakin melemah
  • demam atau batuk yang membaik, namun kembali muncul dan semakin parah

Jika Anda khawatir tentang gejala influenza apa pun yang sedang Anda alami, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter.

flu mudah menular

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Saat Batuk, Lebih Baik Menelan atau Mengeluarkan Dahak?

Ada dua tipe orang di dunia ini: yang refleks menelan dahak dan yang meludahkannya saat batuk. Sebenarnya mana yang lebih baik?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Pilek 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Demam anak umumnya mudah ditangani dengan obat penurun panas. Tapi jika demamnya tidak kunjung sembuh setelah minum obat, bahayakah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gejala Umum pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Suhu Tubuh Normal dan Penyebab Suhu Tubuh Naik-Turun

Suhu tubuh orang yang sehat bisa naik-turun selama seharian ia beraktivitas. Lantas, berapa suhu tubuh normal yang seharusnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan, Informasi Kesehatan 11 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Batuk Berdahak

Batuk berdahak adalah jenis batuk yang seringnya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan. Cari tahu gejala, penyebab, dan cara mengatasi batuk berdahak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Pilek 10 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum susu saat pilek

Benarkah Tidak Boleh Minum Susu Saat Pilek Atau Batuk?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
pengencer dahak alami

Cara Mengatasi Dahak yang Mengganggu dan Tak Kunjung Hilang

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
toksoplasmosis atau toxoplasma

Toxoplasmosis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit