8 Makanan yang Bisa Membantu Otak untuk Fokus dan Konsentrasi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda, bahwa apa yang Anda makan tidak hanya mempengaruhi energi tubuh, namun juga daya konsentrasi otak Anda? Nyatanya, makanan yang Anda konsumsi juga bisa berdampak pada aliran darah dan oksigen menuju otak. Hal tersebutlah yang ternyata bisa mempengaruhi lama waktu Anda bisa tetap fokus dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Oleh karena itu, untuk Anda yang merasa mudah kehilangan fokus dalam beraktivitas, berikut adalah beberapa makanan yang bisa membantu Anda untuk meningkatkan konsentrasi otak dalam aktivitas sehari-hari.

Makanan dan minuman untuk meningkatkan konsentrasi otak

1. Air putih

Lebih dari 70 persen tubuh Anda terdiri dari air. Sehingga, setiap fungsi tubuh akan bergantung pada air, termasuk aktivitas otak dan sistem saraf.

Kurangnya konsumsi air bisa membuat Anda kehilangan fokus, kelelahan, menurunkan daya ingat, bahkan bisa menimbulkan sakit kepala, masalah tidur, dan lainnya. Sehingga, untuk mengoptimalkan fungsi otak, terutama dalam meningkatkan fokus atau konsentrasi, Anda perlu mengonsumsi air putih setidaknya delapan gelas sehari.

2. Cokelat hitam

Studi yang dilakukan oleh Michelle Montopoli dkk tahun 2015 menemukan bahwa mengonsumsi cokelat hitam yang mengandung 60 persen kakao bisa membuat otak lebih waspada dan penuh perhatian.

Sebuah studi tahun 2013 juga menemukan bahwa orang yang minum dua cangkir cokelat setiap hari selama sebulan mengalami perbaikan aliran darah ke otak, sehingga mereka memiliki kinerja yang lebih baik dalam tes memori. Konsumsi cokelat hitam juga bisa meningkatkan kadar serotonin dan endorfin, yang berperan dalam meningkatkan tingkat konsentrasi otak.

3. Kafein

Studi tahun 2005 yang dilakukan oleh Florian Koppelstätter menemukan bahwa konsumsi kafein bisa mempromosikan peningkatan aktivitas otak yang terlibat dalam proses perencanaan, perhatian, pemantauan, dan konsentrasi. Sayangnya, efek kafein pada setiap orang akan bervariasi; termasuk efek kafein dalam meningkatkan konsentrasi otak, karena biasanya, efek tersebut merupakan efek jangka pendek.

4. Pisang

Studi tahun 2008 menemukan bahwa siswa yang makan buah pisang sebelum ujian memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak. Kandungan potasium, yang merupakan mineral penting yang penting di dalam pisang, bisa membantu mengoptimalkan kinerja otak, saraf, dan jantung Anda.

5. Telur

Studi terdahulu menemukan bahwa asupan omega-3 yang terkandung dalam telur bisa meningkatkan kinerja otak, termasuk dalam daya ingat, fokus, dan suasana hati. Telur juga mengandung kolin, senyawa yang dapat membantu menjaga selaput otak sehat.

6. Ikan salmon

Ikan salmon mengandung asam lemak omega-3 yang bisa membantu membangun sel-sel otak, memperlambat penurunan kognitif, dan memperkuat sinapsis di otak Anda yang terkait dengan memori. Kandungan protein dalam ikan salmon juga bisa menjaga otak tetap fokus dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

7. Teh hijau

Teh hijau memiliki kandungan alami kafein yang bisa Anda membantu Anda untuk lebih fokus. Teh hijau mengandung kafein yang lebih rendah dibandingkan dengan kopi dan juga mengandung asam amino theanine. Studi menemukan bahwa asam theanine bisa meningkatkan fokus atau daya konsentrasi otak.

8. Blueberry

Studi yang dilakukan tahun 2010 yang diterbitkan oleh Journal of Agricultural and Food Chemistry menunjukkan bahwa orang yang minum jus blueberry setiap hari selama dua bulan, bisa meningkatkan kinerja mereka pada tes belajar dan memori secara signifikan. Kandungan antioksidan dalam blueberry juga bisa membantu meningkatkan memori dengan mengaktifkan enzim pelindung otak.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Osteopenia

Osteopenia adalah kondisi pengeroposan tulang sebelum berlanjut menjadi osteoporosis. Yuk, pelajari lebih dalam gejala, penyebab, dan cara mengobatinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Ciri-ciri Infeksi Jamur di Mulut Anda

Infeksi jamur di mulut biasa disebut juga oral thrush atau kandidiasis. Simak penyebab, tanda dan gejala, serta cara pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 30 November 2020 . Waktu baca 9 menit

Menjaga Tekanan Bola Mata Sebagai Langkah Pencegahan Glaukoma

Tekanan bola mata tinggi adalah penyebab penyakit glaukoma Apa saja langkah pencegahan tekanan bola mata tinggi agar tak kena glaukoma?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Mata, Glaukoma 30 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

Tahukan Anda bahwa banyak kasus serangan jantung terjadi pada anak muda di bawah 40 tahun, dan 25% dari mereka meninggal dalam waktu kurang dari 15 tahun?

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Hidup Sehat, Tips Sehat 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

veneer gigi

Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Veneer Gigi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
hamil di usia 20-an

Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
tekanan darah normal berdasarkan usiaasarkan usia

Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
sakit maag

Panduan Memilih Makanan yang Tepat Kalau Maag Anda Sering Kambuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit