Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

8 Makanan yang Bantu Meningkatkan Konsentrasi

    8 Makanan yang Bantu Meningkatkan Konsentrasi

    Asupan yang dikonsumsi tidak hanya mempengaruhi energi tubuh, tapi juga daya konsentrasi. Nyatanya, makanan yang Anda konsumsi juga bisa berdampak pada aliran darah dan oksigen menuju otak. Apa saja makanan untuk meningkatkan konsentrasi?

    Makanan dan minuman untuk meningkatkan konsentrasi otak

    Bagi Anda yang merasa mudah kehilangan fokus dalam beraktivitas, di bawah ini merupakan beberapa makanan yang bisa membantu Anda untuk meningkatkan konsentrasi otak dalam aktivitas sehari-hari.

    1. Air putih

    Lebih dari 70% tubuh Anda terdiri dari air. Setiap fungsi tubuh akan bergantung pada air, termasuk aktivitas otak dan sistem saraf. Kurang konsumsi air membuat hilang fokus, kelelahan, turun daya ingat, bahkan menimbulkan sakit kepala dan gangguan tidur.

    Sehingga, untuk mengoptimalkan fungsi otak, terutama dalam meningkatkan fokus atau konsentrasi, Anda perlu minum air putih setidaknya delapan gelas sehari.

    2. Cokelat hitam

    Studi yang dilakukan oleh Michelle Montopoli dkk pada 2015 menemukan bahwa mengonsumsi cokelat hitam yang mengandung 60% kakao bisa membuat otak lebih waspada dan penuh perhatian.

    Sebuah studi pada 2013 menemukan bahwa mengonsumsi dua cangkir cokelat setiap hari selama sebulan mengalami perbaikan aliran darah ke otak, sehingga mereka memiliki kinerja yang lebih baik dalam tes memori.

    Konsumsi cokelat hitam juga bisa meningkatkan kadar serotonin dan endorfin, yang berperan dalam meningkatkan tingkat konsentrasi otak.

    Apakah Cokelat Termasuk Makanan Sehat? Ini Fakta-faktanya!

    3. Kafein

    Studi pada 2005 yang dilakukan oleh Florian Koppelstätter menemukan bahwa mengonsumsi kafein bisa mempromosikan peningkatan aktivitas otak yang terlibat dalam proses perencanaan, perhatian, pemantauan, dan konsentrasi.

    Sayangnya, efek kafein pada setiap orang akan bervariasi; termasuk efek kafein dalam meningkatkan konsentrasi otak, karena biasanya, efek tersebut merupakan efek jangka pendek.

    4. Pisang

    Studi pada 2008 menemukan bahwa siswa yang makan buah pisang sebelum ujian memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak.

    Kandungan mineral potasium di dalam dalam pisang bisa membantu mengoptimalkan kinerja otak, saraf, dan jantung Anda.

    5. Telur

    Studi terdahulu menemukan bahwa asupan asam lemak omega-3 yang terkandung dalam telur bisa meningkatkan kinerja otak, termasuk dalam daya ingat, fokus, dan suasana hati.

    Telur juga mengandung kolin, senyawa yang dapat membantu menjaga selaput otak sehat.

    6. Ikan salmon

    Ikan salmon mengandung asam lemak omega-3 yang bisa membantu membangun sel-sel otak, memperlambat penurunan kognitif, dan memperkuat sinapsis di otak Anda yang terkait dengan memori.

    Kandungan protein dalam ikan salmon juga bisa menjaga otak tetap fokus dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

    7. Teh hijau

    Teh hijau memiliki kandungan alami kafein yang bisa Anda membantu Anda untuk lebih fokus. Teh hijau mengandung kafein yang lebih rendah dibandingkan dengan kopi dan juga mengandung asam amino theanine.

    Studi menemukan bahwa asam theanine bisa meningkatkan fokus atau daya konsentrasi otak.

    8. Blueberry

    Studi pada 2010 yang diterbitkan Journal of Agricultural and Food Chemistry menunjukkan bahwa orang yang minum jus blueberry setiap hari selama dua bulan bisa meningkatkan kinerja mereka pada tes belajar dan memori secara signifikan.

    Kandungan senyawa antioksidan dalam blueberry juga bisa membantu meningkatkan memori dengan mengaktifkan enzim pelindung otak.

    health-tool-icon

    Kalkulator Kebutuhan Kalori

    Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Foto Penulis
    Ditulis oleh Novi Sulistia Wati Diperbarui Jun 24, 2021
    Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus