home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

7 Sumber Makanan yang Mengandung Vitamin E Tinggi

7 Sumber Makanan yang Mengandung Vitamin E Tinggi

Dikenal sebagai vitamin untuk kecantikan, vitamin E menyimpan lebih banyak manfaat bagi tubuh. Berbagai penelitian membuktikan konsumsi makanan sumber vitamin E berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga kanker.

Apa saja makanan yang menjadi sumber vitamin ini?

Makanan yang mengandung vitamin E

minyak goreng untuk kolesterol

Vitamin E adalah vitamin larut lemak yang tergolong sebagai zat gizi mikro. Tubuh Anda membutuhkan vitamin ini untuk menjalankan berbagai fungsi, dari menjaga kesehatan kulit, memelihara kesehatan sel, hingga meningkatkan daya tahan tubuh.

Kekurangan vitamin E merupakan kondisi yang sangat langka. Kalaupun terjadi, kondisi ini biasanya disebabkan oleh kelainan metabolisme atau penyerapan lemak, bukan akibat pola makan yang rendah vitamin E.

Anda bisa mencukupi kebutuhan vitamin E dengan mengonsumsi bahan makanan di bawah ini.

1. Minyak nabati untuk memasak

Vitamin E merupakan zat gizi yang sangat umum ditemukan pada makanan. Namun, kandungannya paling banyak ditemukan dalam minyak nabati untuk memasak. Proses pembuatannya dilakukan dengan mengekstrak minyak dari kacang atau biji-bijian.

Di bawah ini jenis minyak nabati yang kandungan vitamin E-nya paling tinggi. Persentase menunjukkan seberapa banyak vitamin E yang Anda dapatkan dari mengonsumsi satu sendok makan minyak. Nilainya mengacu pada angka kecukupan gizi (AKG).

  • Minyak biji gandum (135% AKG).
  • Minyak hazelnut (43% AKG).
  • Minyak bunga matahari (37% AKG).
  • Minyak almond (36% AKG).
  • Minyak biji kapas (32% AKG).
  • Minyak safflower (31% AKG).
  • Minyak dedak padi (29% AKG).

2. Almond

Jika Anda mencari sumber terbaik vitamin E, almond ada dalam deretan teratas. Kandungan vitamin E pada kacang ini sangatlah tinggi. Bahkan, Anda bisa memenuhi sekitar 37% kebutuhan vitamin E hanya dengan menyantap 20 butir almond.

Kacang almond, susu almond, dan minyak almond sama-sama kaya vitamin E. Namun, sebaiknya makanlah almond yang masih memiliki kulit agar Anda mendapatkan manfaat terbaiknya. Kulit almond kaya akan senyawa polifenol yang menyehatkan.

3. Kuaci

Kuaci sebenarnya bukanlah biji dari bunga matahari, melainkan buah yang diambil dari bagian kepala tanaman ini. Di balik kulitnya yang berwarna hitam dan putih, terdapat ‘biji’ berwarna cokelat dengan kandungan vitamin E yang sangat tinggi.

Siapa sangka, mengonsumsi seperempat gelas kuaci kering yang belum dikupas dapat memenuhi 37% kebutuhan vitamin E Anda dalam sehari. Meskipun camilan sehat ini agak rumit dikupas, jangan sampai Anda melewatkan manfaatnya.

4. Hazelnut

Hazelnut merupakan sumber dari beraneka ragam vitamin dan mineral, terutama vitamin E, mangan, dan tembaga. Kacang yang mempunyai aroma khas ini juga kaya akan asam lemak omega-6 dan omega-9.

Mengonsumsi 20 butir hazelnut bisa memenuhi 21% kebutuhan vitamin E harian Anda. Banyak penelitian menunjukkan bahwa vitamin E dalam kacang ini memiliki sejumlah potensi bagi tubuh, di antaranya mengurangi risiko kanker dan penyakit jantung.

5. Alpukat

Setengah potong buah alpukat memberikan tubuh Anda asupan vitamin E sebanyak 2 miligram. Jumlah ini dapat memenuhi sekitar 14% kebutuhan vitamin E dalam sehari. Selain itu, alpukat mengandung berbagai macam vitamin lain serta mineral.

Selain dengan menyantap alpukat segar, Anda juga bisa mendapatkan manfaat vitamin E dengan mengonsumsi minyak alpukat. Minyak ini tidak hanya memberikan asupan vitamin, tapi juga membantu penyerapan antioksidan di dalam tubuh.

6. Kacang tanah

Satu lagi jenis kacang yang menjadi sumber vitamin E adalah kacang tanah. Seratus gram kacang tanah mengandung 8,3 miligram vitamin E, atau kira-kira setara dengan 56% kebutuhan harian Anda.

Sebagai antioksidan, vitamin E pada kacang tanah membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Tak hanya itu, mengonsumsi kacang tanah bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, gula darah, dan empedu.

7. Brokoli

Brokoli rasanya hampir tidak pernah absen dari deretan makanan yang menyehatkan. Dengan mengonsumsi setengah gelas brokoli rebus, Anda bisa memenuhi sekitar 4% kebutuhan vitamin E dalam sehari.

Jumlah tersebut mungkin tidak besar, tapi itu tidak menghilangkan manfaat vitamin E bagi tubuh Anda. Jadi, jika Anda bingung mencari makanan apa lagi yang mengandung vitamin E, cobalah merebus beberapa bonggol brokoli sebagai makan malam Anda.

Vitamin E merupakan zat gizi yang mudah ditemukan dalam makanan. Kuncinya yaitu mengonsumsi makanan beragam. Jadi, jika suatu makanan hanya memenuhi beberapa persen kebutuhan vitamin E Anda, Anda bisa mendapatkan sisanya dari yang lain.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Vitamin E. (2020). Retrieved 24 February 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/vitamins-and-minerals/vitamin-e/

Vitamin E. (2021). Retrieved 24 February 2021, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminE-HealthProfessional/

Vitamin E. (2019). Retrieved 24 February 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/002406.htm

Vitamin E. (2020). Retrieved 24 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-vitamin-e/art-20364144#:~:text=Foods%20rich%20in%20vitamin%20E,leafy%20greens%20and%20fortified%20cereals.

Seeds, sunflower seed kernels, dried. (2019). Retrieved 24 February 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/170562/nutrients

Nuts, almonds. (2019). Retrieved 24 February 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/170567/nutrients

Avocados, raw, all commercial varieties. (2019). Retrieved 24 February 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/171705/nutrients

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 05/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro