home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Awas! Manfaat Telur Asin Akan Sia-Sia dan Bahaya Jika Anda Makan Berlebihan

Awas! Manfaat Telur Asin Akan Sia-Sia dan Bahaya Jika Anda Makan Berlebihan

Telur asin adalah salah satu ‘ikon’ makanan khas Indonesia. Biasanya telur asin dijadikan lauk untuk makan atau diolah dengan makanan lainnya. Lalu, apakah telur asin memiliki manfaat yang sama sehatnya dengan telur ayam biasa? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan mengenai khasiat dan kandungan telur asin berikut ini.

Kandungan nutrisi dalam telur asin

kandungan telur asin

Di Indonesia, telur asin biasanya identik dengan telur bebek yang memiliki cangkang kebiruan sebagai bahan dasar pembuatannya. Bebek pelari (Anas platyrhynchos domesticus) telurnya lebih banyak dipilih karena memiliki tekstur cangkang yang bisa memungkinkan penyerapan garam secara menyeluruh, sekaligus rasanya lebih enak ketimbang telur ayam biasa.

Telur bebek ini sengaja diasinkan dengan cara direndam di dalam air garam selama 14 hari hingga sebulan. Setelah melalui proses pengasinan, bagian putih telur akan memiliki rasa asin yang tajam, sementara kuning telurnya akan berubah warna menjadi agak oranye, berminyak, dan rasanya tidak terlalu asin.

Daerah Brebes, Jawa Tengah dikenal menjadi penghasil utama telur asin di Indonesia. Hidangan berlabel salted egg atau salted duck egg juga kian mudah Anda temui dengan menggunakan telur asin sebagai tambahan pada bumbu atau sausnya.

Lalu, bagaimanakah dengan kandungan nutrisi dalam telur asin ini? Dikutip dari Data Komposisi Pangan Indonesia (DKPI), per 100 gram telur bebek asin mengandung nutrisi, antara lain:

  • Air: 66,5 gram
  • Kalori: 179 kkal
  • Protein: 13,6 gram
  • Lemak: 13,3 gram
  • Karbohidrat: 4,4 gram
  • Serat: 0,0 gram
  • Kalsium: 120 miligram
  • Fosfor: 157 milligram
  • Zat besi: 1,8 miligram
  • Natrium: 483 miligram
  • Kalium: 140,1 miligram
  • Vitamin A: 253 mikrogram
  • Beta karoten: 13 mikrogram
  • Thiamin: 0,28 miligram
  • Riboflavin: 0,98 miligram
  • Niacin: 0,6 miligram
  • Vitamin C: 0,0 miligram

Manfaat telur asin bagi kesehatan tubuh

Kandungan natrium yang tinggi pada telur asin, mungkin menjadi kekhawatiran utama bagi beberapa kalangan. Pasalnya, kelebihan kadar natrium dalam tubuh bisa memicu masalah kesehatan, salah satunya tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Walaupun begitu, Korean Journal for Food Science of Animal Resource menyebutkan telur asin dan olahan sejenis, seperti telur bitan (century egg) adalah produk olahan telur bebek alternatif yang kaya akan kandungan nutrisi.

Beberapa nutrisi penting, seperti protein, asam lemak tak jenuh, serta vitamin dan mineral bisa Anda temukan. Berikut adalah beberapa manfaat telur asin bagi kesehatan tubuh Anda.

1. Membangun dan memperbaiki jaringan rusak

kebutuhan protein untuk otot

Telur umum dikenal sebagai sumber protein dalam makanan sehari-hari. Bersama dengan zat gizi makro atau makronutrien lain, yakni karbohidrat dan lemak, telur asin memiliki khasiat penting sebagai penghasil energi utama dan cadangan energi bagi tubuh.

Kandungan protein tinggi dalam telur asin juga berfungsi dalam membangun sel baru, sekaligus memperbaiki sel dan jaringan tubuh yang rusak. Asupan nutrisi yang Anda dapatkan ini juga dapat membantu perkembangan otot, kulit, dan rambut.

Kombinasi ketiga nutrisi ini, tentu dapat menjaga fungsi metabolisme tubuh agar bekerja secara normal dan menghindarkan Anda dari berbagai macam risiko penyakit.

2. Menjaga sistem kekebalan tubuh

Bahan baku telur asin, yakni telur bebek memiliki beberapa kandungan mineral penting, seperti selenium dan zat besi yang bisa menjaga sistem imunitas tubuh. Jurnal Molecular Nutrition and Food Research menjelaskan bahwa tubuh akan menggunakan selenium untuk membentuk enzim bernama selenoprotein.

Selenoprotein memiliki peranan penting dalam mempengaruhi respon peradangan, mencegah kerusakan sel akibat oksidasi, dan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap patogen tertentu. Selenium juga dapat membantu Anda terhindar dari beberapa risiko penyakit, seperti gangguan tiroid dan kanker prostat.

Kandungan zat besi yang juga terdapat dalam telur asin bermanfaat membantu pembentukan hemoglobin, sehingga Anda bisa terhindar dari anemia. Hemoglobin juga berperan membawa oksigen untuk meningkatkan proses penyembuhan pada jaringan tubuh yang rusak.

3. Meningkatkan fungsi penglihatan

Telur asin juga memiliki potensi dalam membantu Anda meningkatkan fungsi penglihatan, berkat manfaat kandungan vitamin A di dalamnya. Vitamin A membantu menangkap cahaya pada mata untuk selanjutnya dihantarkan ke otak.

Kekurangan vitamin A bisa meningkatkan risiko Anda mengalami rabun senja, katarak, dan gangguan mata lainnya. Untuk itu Anda perlu menjaga asupan vitamin A melalui makanan, serta melakukan aktivitas untuk menjaga kesehatan mata, seperti melakukan senam mata, tidur cukup, berolahraga, dan rutin memeriksakan mata.

Selain khasiat vitamin A pada telur asin untuk kesehatan mata, nutrisi ini juga bisa membantu kesehatan rambut dan memproduksi sel-sel baru dalam tubuh.

4. Menghindari risiko osteoporosis

osteoporosis pada wanita

Kalsium dan fosfor memiliki manfaat untuk perkembangan tulang dan gigi, sehingga telur asin sangat cocok dikonsumsi anak-anak dan remaja pada masa pertumbuhannya.

Selain kalsium dan fosfor, kalium juga dapat Anda temukan dalam telur asin dengan jumlah yang cukup tinggi. Kalium atau potasium memiliki fungsi dalam membantu penyerapan kalsium pada tulang. Mineral ini juga membantu agar kalsium tidak terbuang melalui cairan urine.

Pada orang dewasa — terutama wanita menopause, asupan mineral ini dapat membantu mengurangi risiko osteoporosis. Studi yang diterbitkan pada jurnal Nutrition Research and Practice membuktikan asupan kalium membantu menjaga kepadatan mineral tulang atau bone mineral density (BMD), sekaligus mencegah osteoporosis.

5. Menjaga kesehatan ibu hamil dan janin

Berkat kandungan kalsiumnya yang tinggi, telur asin juga menyimpan khasiat penting bagi kesehatan ibu hamil dan janin. Selama masa kehamilan, kebutuhan kalsium pada ibu hamil bertambah untuk membantu perkembangan tulang dan gigi janin dalam kandungan.

Selain itu, kandungan asam lemak omega-3 — terutama asam eikosapentanoat (EPA) dan asam dokosaheksanoat (DHA) — pada telur juga dapat membantu perkembangan otak, sistem saraf, dan penglihatan bayi. Nutrisi ini juga dapat menurunkan risiko kelahiran prematur.

Sayangnya, kandungan natrium yang tinggi pada telur asin mungkin dapat memicu hipertensi saat hamil yang berdampak buruk bagi ibu dan perkembangan janin. Konsultasikan dengan dokter apabila Anda hendak mengonsumsi telur asin selama kehamilan.

Telur asin tidak bisa dianggap sebagai makanan sehat, karena…

bahaya makan telur asin

Walaupun memiliki sejumlah nutrisi penting, seperti protein, vitamin dan mineral, telur asin belum bisa dianggap sebagai makanan sehat karena tinggi kandungan kolesterol dan natrium. Apa saja efek dua kandungan telur asin ini bagi kesehatan tubuh Anda?

1. Meningkatkan kadar kolesterol tubuh

Menurut Kalpana Bhaskaran, Nutrition Research and Head of Glycemic Index Research Unit di Temasek Polytechnic’s School of Applied Science, mengonsumsi telur asin bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Hal ini dikarenakan jumlah kolesterol yang terkandung dalam telur asin umumnya melebihi ambang batas yang direkomendasikan setiap harinya, yaitu 300 miligram. Sebuah telur asin bisa mengandung 300-600 miligram kolesterol, tergantung dari proses pembuatannya.

Apabila Anda berlebihan mengonsumsi telur asin, tentu berisiko tinggi mengalami penyakit kolesterol tinggi, di mana kadar kolesterol LDL lebih tinggi dibanding HDL dalam darah. Selain melalui makanan, kondisi ini juga dapat dipicu oleh obesitas, kurang berolahraga, kebiasaan merokok, usia, genetik, bahkan jenis kelamin.

Jika tidak segera Anda atasi, kolesterol tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan lain akibat timbulnya komplikasi, seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke. Konsultasikan dengan dokter apabila Anda berisiko tinggi mengalami kolesterol tinggi.

2. Mengandung tinggi natrium

Pembuatan telur asin yang sengaja memanfaatkan garam, membuat makanan ini tinggi akan kandungan natrium. Natrium adalah mineral yang juga berfungsi sebagai elektrolit. Zat ini diperlukan oleh tubuh untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh, menjaga kadar air di dalam dan di luar sel tubuh, serta penunjang kerja otot dan saraf.

Terlalu banyak natrium jelas tidak baik bagi kesehatan, dikarenakan banyak penyakit berat yang mengintai apabila tubuh Anda kelebihan natrium. Mengonsumsi makanan yang tinggi garam berarti mengonsumsi makanan yang kaya natrium. Biasanya hal ini terdapat pada makanan siap saji, makanan olahan, atau kemasan, termasuk juga telur bebek asin

Padahal, sesuai Permenkes No. 28 tahun 2019 menyarankan asupan natrium pada orang dewasa hanya 1.500 miligram per hari. Sementara itu, dalam 100 gram telur asin bisa mengandung natrium sekitar 483 miligram atau hampir sepertiga dari angka kecukupan gizi yang dianjurkan.

Konsumsi natrium atau garam berlebihan dapat berkontribusi pada munculnya tekanan darah tinggi serta meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. Untuk menghindari risiko tersebut, Anda disarankan untuk mengonsumsi telur asin secara bijak.

Efek konsumsi garam berlebihan pada telur asin

kebanyakan makan garam

Diet makanan yang rendah garam dapat membantu Anda menghindari kondisi tekanan darah tinggi atau hipertensi. Peningkatan tekanan darah yang berlebihan dapat menyebabkan penyakit jantung.

Tugas jantung adalah memompa darah untuk mengalir melalui pembuluh darah. Daya tekan yang ditimbulkan ketika darah mengalir dan mendorong dinding pembuluh darah diukur sebagai tekanan darah. Makin tinggi tekanan darah, makin berat kerja jantung dalam memompa darah.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat memicu penyakit berat lainnya, seperti stroke, aterosklerosis (pengerasan arteri), gagal ginjal, dan gagal jantung. Bahkan, sebuah studi ilmiah membuktikan bahwa orang yang mengonsumsi garam berlebihan mempunyai risiko kematian lebih tinggi karena serangan jantung.

Telur bebek asin atau telur asin dan makanan-makanan olahan lainnya memang nikmat untuk dijadikan sebagai tambahan lauk. Namun Anda tetap harus menghindari makan telur asin terlalu banyak untuk tetap dapat merasakan manfaatnya dan terhindar dari risiko terkena hipertensi.

Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, ada sebaiknya hindari atau konsultasikan terlebih dulu dengan dokter atau ahli gizi Anda sebelum mengonsumsi telur asin.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Marie, J. (2017). Medical Dangers of Too Much Sodium. Healthy Eating | SF Gate. Retrieved 8 April 2017, from https://healthyeating.sfgate.com/medical-dangers-much-sodium-3662.html.

5 Easy Ways to Cut Back on Salt. WebMD. (2016). Retrieved 8 April 2017, from https://www.webmd.com/diet/features/5-easy-ways-to-cut-back-on-salt#1

Ganesan, P., Kaewmanee, T., Benjakul, S., & Baharin, B. S. (2014). Comparative Study on the Nutritional Value of Pidan and Salted Duck Egg. Korean journal for food science of animal resources, 34(1), 1–6. https://doi.org/10.5851/kosfa.2014.34.1.1 

Hoffmann, P. R., & Berry, M. J. (2008). The influence of selenium on immune responses. Molecular nutrition & food research, 52(11), 1273–1280. https://doi.org/10.1002/mnfr.200700330 

Ha, J., Kim, S. A., Lim, K., & Shin, S. (2020). The association of potassium intake with bone mineral density and the prevalence of osteoporosis among older Korean adults. Nutrition research and practice, 14(1), 55–61. https://doi.org/10.4162/nrp.2020.14.1.55 

Don’t get tricked by these 3 heart-health myths. Mayo Clinic. (2019). Retrieved 19 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/dont-get-tricked-by-these-3-heart-health-myths/art-20390070

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Hukor.kemkes.go.id. (2019). Retrieved 19 February 2021, from http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf

Data Komposisi Pangan Indonesia – Beranda. Panganku.org. (2021). Retrieved 19 February 2021, from http://www.panganku.org/.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari Diperbarui 19/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x