home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Mitos yang Salah Seputar Makan Telur

4 Mitos yang Salah Seputar Makan Telur

Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang mengandung beragam zat gizi. Protein, vitamin, mineral, hingga omega 3 terdapat di dalam telur. Bisa Anda bayangkan bagaimana telur dapat ‘menghidupi’ seekor anak ayam, tidak heran telur menjadi salah satu jenis makanan yang disebut-sebut padat nutrisi. Tetapi, tidak sedikit mitos yang beredar terkait telur, terutama yang berhubungan dengan kesehatan. Berikut adalah beberapa mitos terkait telur dan penjelasannya:

1. Konsumsi telur menyebabkan kenaikan kadar kolesterol

Hal tersebut tidak sepenuhnya salah. Telur memang tinggi akan kolesterol, terutama pada bagian kuning telur. Satu buah kuning telur dapat mengandung hingga 186 mg kolesterol, sementara batas konsumsi kolesterol harian yang dianjurkan adalah 300 mg. Konsumsi dua buah telur saja sudah melebihi batas anjuran, belum lagi kolesterol yang kita dapat dari makanan lain.

Tetapi jika Anda khawatir terhadap meningkatnya angka kolesterol Anda karena mengonsumsi telur, maka sebaiknya Anda juga mengawasi jenis makanan lain yang Anda makan. Meskipun telur termasuk tinggi kolesterol, sebenarnya lemak jenuh lebih berperan terhadap peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh Anda. Lemak jenuh biasa terdapat dalam daging, mentega, dan susu beserta olahannya. Kadar lemak jenuh dalam telur hanya sebesar 1,6 gram, relatif kecil jika dibandingkan dengan kadar lemak jenuh dalam daging sapi.

Peningkatan kadar kolesterol dalam darah setelah konsumsi makanan yang mengandung kolesterol lebih dipengaruhi oleh faktor genetik. Jadi jika tiba-tiba kadar kolesterol Anda meningkat, jangan terburu-buru menyalahkan telur.

2. Konsumsi telur meningkatkan risiko penyakit jantung

Hal ini masih berhubungan dengan kadar kolesterol pada telur. Kolesterol, terutama kolesterol jahat atau LDL, merupakan salah satu faktor risiko terbesar dalam kasus penyakit jantung. Berdasarkan hal tersebut, banyak orang kemudian menghindari makanan yang mengandung kolesterol karena ditakutkan dapat meningkatkan risiko mereka menderita penyakit jantung di kemudian hari. Tetapi tahukah Anda bahwa setiap warga negara Jepang rata-rata bisa mengonsumsi 328 butir telur per tahunnya (ini termasuk jumlah besar jika dibandingkan dengan konsumsi telur negara lain) tapi justru memiliki rata-rata kadar kolesterol dan kejadian penyakit jantung yang lebih rendah jika dibandingkan dengan negara maju lainnya?

Setelah diteliti lebih lanjut, ini karena pola diet orang Jepang secara keseluruhan cenderung rendah lemak jenuh jika dibandingkan dengan orang Amerika misalnya, yang mengonsumsi telur bersamaan dengan bacon, mentega, dan sosis. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, konsumsi lemak jenuh lebih berpengaruh terhadap kenaikan kolesterol jahat jika dibandingkan dengan konsumsi kolesterol yang terdapat pada telur.

3. Jika ingin makan telur, lebih baik makan putih telurnya saja

Kebanyakan vitamin dan mineral pada telur banyak terkandung dalam kuning telurnya. Vitamin D, vitamin A, vitamin E, kolin, lutein, dan zeaxanthin yang berfungsi menjaga kesehatan dan memaksimalkan fungsi tubuh Anda juga tersimpan di dalam kuning telur. Pada putih telur lebih banyak terdapat kandungan protein, sekitar 60% protein yang terdapat pada telur terdapat di putih telur dan 40% nya terdapat di kuning telur. Jika Anda membuang bagian kuning telur, maka sebagian besar vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh juga akan ikut terbuang.

4. Telur berisiko menyebabkan keracunan makanan

Banyak orang menghindari telur karena takut timbul gejala alergi atau bahkan keracunan makanan. Telur memang salah satu bahan makanan yang berpotensi ‘terkontaminasi’ terutama jika pengolahannya tidak benar. Telur dapat mengandung bakteri salmonella dan dapat menyebabkan penyakit terutama bagi kelompok berisiko seperti bayi dan anak-anak, orang tua, serta wanita hamil. Untuk menghindari keracunan makanan karena telur, memasak telur hingga matang merupakan pencegahan yang paling baik. Menyimpan telur dengan benar serta menghindari kontaminasi silang juga dapat mencegah telur terkontaminasi bakteri berbahaya.

Jika Anda tidak berada pada kelompok yang berisiko, biasanya konsumsi telur setengah matang tidak akan berbahaya bagi Anda. Tetapi jika Anda khawatir dengan risikonya, Anda dapat mengonsumsi telur yang matang (di mana bagian kuning dan putih telurnya sudah mengeras).

Kapan sebaiknya Anda membatasi konsumsi telur?

Meskipun telur termasuk salah satu jenis makanan sehat yang padat nutrisi, tetapi sama seperti jenis makanan lainnya, tentu ada kelompok orang tertentu yang sebaiknya membatasi konsumsi telur. Mereka yang memiliki kesulitan untuk mengontrol kadar kolesterol dalam darah atau memiliki riwayat koletserol disarankan untuk membatasi asupan kolesterolnya, termasuk membatasi konsumsi kuning telur. Anda bisa mengonsumsi putih telur atau makanan yang terbuat dari putih telur saja.

Selain itu, mereka yang menderita diabetes juga disarankan untuk mengurangi konsumsi kolesterol. Berdasarkan Nurses’ Health Study, suatu penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun kepada sekolompok perawat, risiko terkena penyakit jantung di kemudian hari lebih besar pada mereka yang diabetes dan mengonsumsi satu butir telur atau lebih setiap harinya. Mereka yang memiliki penyakit diabetes dan penyakit jantung, disarankan utnuk membatas konsumsi kuning telur setidaknya 3 butir per minggu.

BACA JUGA:

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bruso, J. (2015, November 30). How Many Eggs Can I Eat a Day Without Adverse Effects? Retrieved August 30, 2016, from Live Strong: http://www.livestrong.com/article/530941-how-many-eggs-can-i-eat-a-day-without-adverse-effects/

Eggs and Heart Disease. (n.d.). Retrieved August 5, 2016, from Harvard T.H. Chan School of Public Health: https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/eggs/

Gunnars, K. (n.d.). Eggs and Cholesterol – How Many Eggs Can You Safely Eat? Retrieved August 5, 2016, from Authority Nutrition: https://authoritynutrition.com/how-many-eggs-should-you-eat/

The healthy way to eat eggs. (2015, September 3). Retrieved August 5, 2016, from NHS Choices: http://www.nhs.uk/Livewell/Goodfood/Pages/eggs-nutrition.aspx

Zelman, K. M. (2004). Good Eggs: For Nutrition, They’re Hard to Beat. Retrieved August 5, 2016, from WebMD: http://www.webmd.com/diet/features/good-eggs-for-nutrition-theyre-hard-to-beat#2

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Monika Nanda pada 12/08/2016
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x