Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

1

ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Suka Telur Asin? Ini 7 Risikonya Saat Dimakan Berlebihan

    Suka Telur Asin? Ini 7 Risikonya Saat Dimakan Berlebihan

    Telur asin memiliki rasa gurih, lembut, dan disertai sensasi kesat di bagian kuningnya. Makanan ini sering menjadi lauk pelengkap dalam menu makan sehari-hari. Meski nikmat, menyantap telur asin secara berlebihan bisa menimbulkan bahaya bagi kesehatan. Apa saja?

    Bahaya telur asin

    Telur asin dibuat dengan cara melumuri telur bebek dengan garam dalam jangka waktu tertentu agar tetap awet.

    Memang, telur asin memiliki berbagai jenis zat gizi yang diperlukan tubuh, seperti protein, vitamin dan mineral, serta asam amino.

    Namun, proses penggaraman telur asin membuatnya tinggi akan natrium yang menimbulkan berbagai risiko kesehatan.

    Perlu Anda ketahui, sebutir telur asin bebek sebesar 70 gram ternyata mengandung natrium sebanyak 2.562 mg. Kandungan natrium ini tentu berasal dari garam.

    Sayangnya, Kementerian Kesehatan RI mengatur batas maksimal natrium harian hanya sebesar 2.000 mg per hari atau setara dengan satu sendok garam.

    Artinya, mengonsumsi satu butir telur asin saja sudah melewati asupan garam yang dianjurkan, lebih dari seperempat dari batas maksimal.

    Inilah bahaya telur asin yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

    1. Hipertensi

    Bahaya telur asin rentan menyebabkan tekanan darah tinggi. Bagaimana bisa?

    Ya, kandungan garam berlebih ini membuat kadar air tertahan di dalam tubuh. Sebenarnya, air ini nantinya berguna untuk “membilas” kadar natrium berlebih.

    Akan tetapi, penumpukan air justru akan menekan jantung dan pembuluh darah. Jantung pun bekerja lebih keras sehingga tekanan darah pun meningkat.

    2. Pembengkakan tubuh

    Asupan garam berlebih bisa menyebabkan oleh jumlah air di dalam tubuh meningkat.

    Garam dari telur asin yang dikonsumsi nantinya akan beredar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

    Natrium mampu menekan aliran air sehingga cairan menumpuk di beberapa bagian tubuh. Efeknya, kaki, tangan, dan perut pun nanti akan membesar dan membengkak atau disebut edema.

    Edema bisa menyebabkan gemuk air atau kenaikan berat badan akibat penumpukan air. Jadi, waspadilah bahaya telur asin yang satu ini.


    Ingin mendapatkan berat badan ideal?

    Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


    3. Penyakit kardiovaskular

    Jika dikonsumsi berlebihan, bahaya telur asin bisa memicu stroke. Hal ini dikarenakan konsumsi garam berlebih memicu hipertensi sehingga kondisi pembuluh darah menyempit.

    Akhirnya, aliran darah yang membawa oksigen menuju otak pun terhambat. Otak nantinya bisa kekurangan oksigen sehingga stroke terjadi.

    Selain itu, tekanan darah yang tinggi membuat jantung bekerja keras untuk memompa darah.

    Akibatnya, bilik kiri jantung pun menebal sehingga meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung, bahkan kematian.

    4. Batu ginjal

    Lagi-lagi, bahaya telur asin ini berasal dari kadar garam berlebih.

    Saat kadar natrium berlebih, ginjal akan membuangnya melalui urine. Sayangnya, pembuangan ini juga membuat kalsium terdorong ke dalam urine.

    Akibatnya, kadar kalsium di dalam urine pun meningkat. Kondisi ini disebut dengan hiperkalsiuria.

    Penumpukan kalsium ini menjadi penyebab batu ginjal karena mineral ini dapat mengkristal dan membentuk batu ginjal.

    5. Osteoporosis

    Garam dari telur asin ternyata merupakan salah satu faktor utama pemicu bahaya pengeroposan tulang.

    Pasalnya, garam membuat kadar kalsium dari dalam tubuh justru keluar melalui urine. Kalsium pun akhirnya terbuang.

    Lama-kelamaan, tulang pun akan kekurangan kalsium sehingga menjadi rapuh.

    Selain itu, studi terbitan Clinical Calcium (2013) juga memaparkan bahwa orang yang mengalami hipertensi akibat garam juga meningkatkan risiko osteoporosis.

    Tekanan darah tinggi memicu hormon paratiroid untuk meningkatkan kadar kalsium di dalam darah. Peningkatan ini berasal dari lepasnya kalsium dari tulang.

    Jadi, bisa disimpulkan bahwa telur asin merupakan makanan pantangan untuk tulang yang harus dihindari.

    6. Kanker lambung

    Siapa sangka bila risiko makan telur asin bisa memicu penyakit kronis seperti kanker lambung. Mengapa demikian?

    Asupan garam berlebih ternyata mampu merusak lapisan pelindung lambung. Hal ini bisa menimbulkan tukak lambung.

    Bila dibiarkan berlanjut dalam jangka panjang, luka yang timbul membuat lambung terpapar zat-zat berbahaya pemicu kanker perut.

    Selain itu, asupan tinggi garam menyebabkan lambung rentan terinfeksi bakteri Helicobacter pylori. Bakteri inilah yang menyebabkan radang dan tukak lambung.

    Infeksi bisa menyebabkan kerusakan sel jangka panjang sehingga meningkatkan risiko munculnya kanker.

    7. Meningkatkan kadar kolesterol

    Tidak hanya dari garamnya, bahaya telur asin ini berasal dari kadar kolesterolnya.

    Telur asin bebek tinggi kolesterol, yakni sebesar 387 mg. Padahal, anjuran asupan kolesterol maksimal adalah 300 mg per hari.

    Bila Anda memiliki atau terkena penyakit jantung, asupan kolesterol pun dibatasi sebesar 200 mg per hari. Tak heran bila telur asin memang bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat.

    Jika kadarnya tinggi, kolesterol jahat ini akan menumpuk di dinding pembuluh darah Anda dan membentuk plak.

    Plak ini nantinya menyempitkan pembuluh darah sehingga rentan terkena berbagai penyakit jantung.

    Bahaya telur asin sebagian besar berasal dari kadar garamnya. Perlu Anda ingat, asupan garam harian tidak hanya berasal dari telur asin.

    Lauk-pauk lain yang Anda makan juga mengandung garam. Untuk itu, perhatikan kadar garam makanan lainnya jika Anda ingin makan telur asin.

    Rangkuman

    • Konsumsi satu butir telur asin sebenarnya sudah melebihi jumlah asupan garam harian yang dianjurkan.
    • Makan telur asin berlebihan bisa meningkatkan risiko hipertensi, serangan jantung, hingga stroke.
    • Telur asin sebabkan kalsium pada urine meningkat sehingga rentan batu ginjal dan osteoporosis.
    • Garam telur asin merusak lapisan lambung, memicu tukak hingga kanker lambung.

    health-tool-icon

    Kalkulator Kebutuhan Kalori

    Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Fooddata Central Search Results. FoodData Central. (n.d.). Retrieved June 10, 2022, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/170893/nutrients

    Fooddata Central Search Results. FoodData Central. (n.d.). Retrieved June 10, 2022, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/172189/nutrients

    Penting, Ini yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Konsumsi Gula, Garam dan Lemak. (2019). Retrieved 10 June 2022, from https://promkes.kemkes.go.id/penting-ini-yang-perlu-anda-ketahui-mengenai-konsumsi-gula-garam-dan-lemak

    How Salt Impacts Your Blood Pressure & More. (2020). Retrieved 10 June 2022, from https://health.clevelandclinic.org/kidneys-salt-and-blood-pressure-you-need-a-delicate-balance/

    High Blood Pressure Diet: Foods to Eat & to Avoid. (2022). Retrieved 10 June 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/4249-hypertension-and-nutrition

    Grillo, Salvi, Coruzzi, Salvi, & Parati. (2019). Sodium Intake and Hypertension. Nutrients, 11(9), 1970. doi: 10.3390/nu11091970

    Salt and the Kidneys – Action on Salt. (2022). Retrieved 10 June 2022, from https://www.actiononsalt.org.uk/salthealth/salt-and-the-kidneys/

    Control Your Salt for Fewer Stones and Stronger Bones | Kidney Stone Evaluation And Treatment Program. (2020). Retrieved 10 June 2022, from https://kidneystones.uchicago.edu/control-your-salt-for-less-stones-and-better-bones/

    Kidney Stones. (2021). Retrieved 10 June 2022, from https://www.kidney.org/atoz/content/kidneystones

    Nakagami, Hironori, Morishita, Ryuichi. (2013). Hypertension and osteoporosis. Clinical Calcium, 23(4). Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23545739

    Osteoporosis – Action on Salt. (2022). Retrieved 10 June 2022, from https://www.actiononsalt.org.uk/salthealth/factsheets/osteoporosis/

    How high blood pressure can affect the body. (2022). Retrieved 10 June 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/high-blood-pressure/art-20045868

    Fay, S., Fay, S., Wetzel, M., Plyta, M., Oldridge-Turner, K., Wetzel, M., & Croker, D. (2016). Salt: shaking up the link with stomach cancer – WCRF International. Retrieved 10 June 2022, from https://www.wcrf.org/salt-shaking-up-the-link-with-stomach-cancer/

    Cholesterol Content of Foods. (2022). Retrieved 10 June 2022, from https://www.ucsfhealth.org/education/cholesterol-content-of-foods

    LDL Cholesterol & Heart Health. (2022). Retrieved 10 June 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/16866-cholesterol-guidelines–heart-health

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Jul 11
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
    Next article: