Minum alkohol saat hamil ditemukan sebagai hal yang bisa memengaruhi wajah bayi di dalam kandungan. Beberapa perubahan itu bisa termasuk pada bagian mata, hidung, dagu dan bibir bayi. Namun sejauh ini, perubahan yang disebabkan oleh konsumsi alkohol saat hamil itu tidak menyebabkan bahaya tertentu pada ibu dan bayi.

Wajah bayi mengalami perubahan akibat ibu minum alkohol saat hamil

Periset dari Belgia dan Australia menilai sebuah dampak dari kebiasaan minum alkohol pada 400 wanita hamil. Periset menemukan hasil adanya paparan zat alkohol di dalam kandungan meskipun kadar alkoholnya sedikit zat tersebut secara halus mampu memengaruhi perkembangan wajah bayi.

Dilansir dari New Scientist, kebiasaan minum alkohol selama hamil dapat memicu adanya sindrom alkohol pada janin. Ciri-ciri tampilan wajahnya yaitu, bukaan mata kecil atau sempit, hidung tidak mancung atau bertulang rendah, dan tidak memiliki relung di atas bibir.  

Dewasa nanti, anak dengan kondisi tersebut ada kemungkinan memiliki masalah penyimpangan perilaku serta IQ yang rendah. Konsumsi alkohol dengan kadar rendah ketika hamil pun, juga punya pengaruh yang sama terhadap perkembangan wajah dan perilaku anak nantinya.

Ditemukan perbedaan lewat analisis foto 3D

Jane Halliday, salah satu periset dari Australia memotret perkembangan 415 wajah bayi saat mereka telah berusia satu tahun. Foto tersebut diambil menggunakan kamera dari berbagai sudut.

Saat tim Halliday menyatukan gambar-gambar menggunakan perangkat lunak 3 dimensi di komputer, mereka menelisik hampir 70.000 poin di tiap wajah bayi. Ditemukan adanya perbedaan pada ibu yang mengonsumi alkohol dengan ibu yang tidak mengonsumsi alkohol saat hamil. Anak dari ibu yang mengonsumsi alkohol, hidung anaknya lebih pendek dibanding hidung anak yang ibunya tidak minum alkohol.

Tidak hanya itu saja, perbedaan lain masih muncul ketika memperhitungkan faktor-faktor lain seperti bentuk wajah, jenis kelamin, dan berat badan bayi. Parahnya lagi, walau hanya mengonsumsi alkohol takaran rendah, perubahan wajah bayi dalam kandugan ini akan terbentuk dalam kurun waktu 7 minggu. Namun yang pasti, perubahan ini tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Alkohol tidak berbahaya bagi kandungan, namun penggunaan oleh ibu hamil tetap dilarang

Efek wajah bayi akibat ibu yang mengonsumsi alkohol ini mungkin tidak berlangsung lama. Hal ini dikarenakan wajah bayi banyak berubah dalam dua tahun pertama setelah ia lahir. Bahkan masih ada faktor lain yang akan terpengaruh, contohnya nutrisi anak nanti.  

Para peneliti juga berharap, kalau fotografi 3D suatu hari nanti bisa membantu mendiagnosis kasus ringan akibat gangguan alkohol  pada bayi. Parahnya lagi, jika anak menunjukkan adanya kelainan perilaku akibat ibunya mengonsumsi alkohol waktu hamil, hal ini bisa memberi bukti bahwa paparan alkohol bepengaruh besar bukan untuk kondisi kesehatan saja, melainkan kehidupan si anak besar nanti. Tapi tetap saja, para ahli dan dokter melarang minum alkohol saat hamil, untuk keselamatan ibu dan bayinya sendiri.

Baca Juga:

Sumber

Direview tanggal: July 13, 2017 | Terakhir Diedit: July 13, 2017

Yang juga perlu Anda baca