Memahami Langkah-langkah Proses Bayi Tabung (IVF)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/03/2020
Bagikan sekarang

Bayi tabung atau in fitro vertilization (IVF) dapat menjadi pilihan bagi pasangan yang sulit memiliki momongan. Meski tampak sebagai jalan pintas untuk memperoleh kehamilan, sebenarnya langkah-langkah proses bayi tabung berlangsung sangat panjang, karena diperlukan persiapan yang matang. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Langkah-langkah proses bayi tabung

Secara singkat, prosedur bayi tabung adalah menggabungkan telur dan sperma di luar tubuh. Kemudian, sel telur yang sudah dibuahi dan sudah dalam fase siap akan dipindahkan ke dalam rahim wanita. Meski terdengar mudah dilakukan, proses pelaksanaan program ini memiliki rangkaian yang panjang.

Berikut adalah langkah-langkah pelaksanaan program bayi tabung yang wajib diketahui, jika Anda hendak mengikuti program yang satu ini.

1. Mengetahui siklus menstruasi

Sebelum memulai proses bayi tabung, Anda harus mengetahui bagaimana siklus menstruasi Anda terlebih dahulu.  Anda juga mungkin disarankan untuk mengonsumsi pil kontrasepsi sebelum melakukan program ini.

Mengonsumsi pil kontrasepsi terbukti dapat meningkatkan kesuksesan dari program bayi tabung, sekaligus dapat menurunkan risiko sindrom hiperstimulasi ovarium dan kista ovarium. Namun, tidak semua dokter biasanya merekomendasikan hal ini.

Pada masa ovulasi, sebelum Anda menstruasi, dokter akan memberikan antagonis GnRH (seperti Ganirelix) atau agonis GnRH (seperti Lupron). Obat ini biasanya berupa obat suntik. Obat ini memungkinkan dokter untuk mengontrol penuh siklus ovulasi Anda saat program bayi tabung dimulai.

Jika Anda belum pada memasuki siklus ovulasi Anda, dokter mungkin akan memberikan Anda obat progesteron dalam bentuk Provera. Kemudian, akan dilanjutkan dengan antagonis dan agonis GnRH sekitar 6 hari atau lebih setelah Anda mengonsumsi pil Provera. Namun, hal ini mungkin berbeda-beda antar individu. Oleh sebab itu, sebaiknya selalu ikuti instruksi dari dokter Anda.

2. Stimulasi dan pemantauan ovarium

Umumnya pada siklus ovulasi normal Anda setiap bulan, ovarium Anda hanya akan memproduksi satu sel telur. Namun, pada saat menjalani program ini, Anda akan menggunakan obat yang digunakan selama 8-14 hari untuk mendorong folikel di dalam ovarium, untuk memproduksi sel telur yang lebih banyak.

Stimulasi ovarium biasanya akan dilakukan dengan obat suntik dalam program bayi tabung ini. Obat kesuburan ini akan disuntikkan pada tubuh Anda. Nantinya, Anda juga akan diajarkan bagaimana cara menyuntikkan obat tersebut sendiri di rumah, karena Anda akan sering menyuntikkan obat kesuburan tersebut sendiri.

Berapa banyak suntikan dan berapa lama penggunaan obat akan tergantung dari aturan pengobatan Anda. Biasanya Anda akan diminta untuk menyuntikkan 1-4 obat setiap hari selama seminggu sampai sepuluh hari.

Stimulasi ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah telur yang diproduksi oleh ovarium Anda. Sehingga, semakin banyak telur yang bisa diambil dan dibuahi selama proses bayi tabung ini, serta semakin besar pula kesempatan Anda untuk hamil.

Selama stimulasi ovarium ini, dokter akan memantau pertumbuhan dan perkembangan folikel dengan cara melakukan tes darah dan USG setiap beberapa hari. 

Pada tes darah untuk program bayi tabung ini, dokter akan melihat kadar estrogen Anda, terutama E2 atau estradiol. Tes ini dilakukan untuk memastikan ovarium Anda “tidur”, sebab inilah efek yang diinginkan dari suntikan antagonis GnRH.

Sementara, USG transvaginal dilakukan untuk memeriksa ukuran ovarium Anda. USG ini juga dapat menemukan kista ovarium jika Anda memilikinya. Jika ada kista, dokter akan menangani kista tersebut terlebih dahulu sebelum melanjutkan program.

Pemantauan sangat penting dilakukan untuk menentukan seberapa banyak dosis obat Anda saat program bayi tabung ini, apakah perlu ditingkatkan atau malah diturunkan. Jika folikel Anda sudah memiliki ukuran yang besar, kira-kira berukuran 16-18 mm, Anda mungkin perlu dipantau setiap hari.

3. Pematangan oosit (telur dalam ovarium)

Telur harus menyelesaikan pertumbuhan dan perkembangannya sebelum telur bisa diambil saat program bayi tabung ini. Untuk memicu pematangan oosit, diperlukan suntikan human chorionic gonadotropin (hCG). Biasanya, suntikan hCG diberikan ketika empat atau lebih folikel telah berukuran sekitar 18-20 mm dan kadar estradiol Anda sudah lebih dari 2000 pg/ ml.

Suntikan hormon ini dilakukan sebanyak satu kali dan harus dilakukan pada waktu yang tepat. Jika dilakukan terlalu dini, maka telur bisa tidak cukup matang. Sementara itu, jika suntikan dilakukan terlalu lama, telur akan terlalu tua dan tidak bisa berbuah dengan baik. Untuk melihat kapan waktu yang tepat dalam melakukan suntikan, diperlukan ultrasound kembali.  

4. Pengambilan telur

Tahap keempat dari program bayi tabung adalah pengambilan telur. Pengambilan telur dilakukan sekitar 34-36 jam setelah Anda menerima suntikan hCG. Sebelum pengambilan telur, Anda akan dianestesi agar Anda tidak merasakan sakit. Metode yang paling sering digunakan untuk proses ini adalah USG transvaginal. 

USG transvaginal dilakukan untuk memandu dokter dalam pengambilan telur. Sebuah alat pemeriksa akan dimasukkan ke dalam vagina untuk mengidentifikasi folikel. Kemudian pada program bayi tabung ini, jarum suntik berukuran kecil dan tipis akan dimasukkan ke dalam vagina dengan bantuan USG menuju folikel dan mengambil sel telur di dalamnya.

Terdapat satu oosit (telur) tiap satu folikel yang diambil dari ovarium Anda. Jumlah folikel yang diambil bisa berbeda-beda antar individu. Oosit ini kemudian akan dibawa ke laboratorium embriologi untuk dilakukan pembuahan.

Setelah prosedur dari tahap keempat program bayi tabung ini selesai, Anda akan diminta untuk istirahat sebentar selama beberapa jam. Hal ini akan membantu untuk memastikan Anda baik-baik saja. Jika Anda memiliki tanda-tanda sindrom hiperstimulasi ovarium, seperti:

  • Kembung
  • Mual
  • Diare
  • Kenaikan berat badan
  • Nyeri ringan atau ketidaknyamanan pada perut

Sebaiknya segera laporkan tanda-tanda tersebut pada dokter Anda. Sindrom hiperstimulasi ovarium bisa terjadi pada 10% wanita yang menjalani bayi tabung. Kondisi ini merupakan efek samping dari penggunaan obat kesuburan saat program bayi tabung.

5. Pengambilan sperma

Proses berikutnya dari program bayi tabung adalah pengambilan sperma untuk membuahi sel telur. Sebelumnya, sel sperma akan diminta dengan pemberian sampel air mani kepada dokter atau ahli medis profesional. Umumnya air mani tersebut dihasilkan melalui proses masturbasi.

Sel sperma juga bisa didapatkan dari metode lain, misalnya melalui prosedur operasi untuk mendapatkan sperma secara langsung dari testis. Saat dibawa ke dalam laboratorium, sperma akan dikumpulkan dan dipisahkan dari air mani pasangan Anda.

6. Pembuahan telur

Setelah proses pengambilan telur dan sperma, maka langkah berikutnya dalam program bayi tabung adalah pembuahan telur. Sebelumnya, telur atau folikel yang sudah diambil dari folikel vagina akan dipilih yang mana yang baik.

Dalam proses bayi tabung ini, sperma kemudian dipisahkan dari hal-hal lain pada air mani dan juga dipilih bibit yang paling bagus. Sekitar 10.000 sperma kemudian akan ditempatkan dengan telur pada wadah khusus. Wadah ini kemudian akan diinkubasi di laboratorium. Dalam waktu 12-24 jam diharapkan sudah terjadi pembuahan antara sperma dengan telur.

Pada pria yang mengalami masalah ketidaksuburan atau yang mempunyai kualitas sperma rendah, sperma mungkin perlu disuntikkan langsung ke masing-masing telur yang matang. Ini disebut dengan intra-cytoplasmic sperm injection (ICSI).

7. Pemindahan telur yang sudah dibuahi (embrio) ke dalam rahim

Setelah telur dibuahi, telur akan disimpan selama 3-5 hari di tempat khusus sebelum dipindahkan ke rahim wanita. Pemindahan telur yang sudah dibuahi (embrio) biasanya dilakukan pada hari kelima setelah pembuahan, di mana embrio sudah  berada pada fase blastosit. Embrio pada fase blastosit sudah mampu menempel dengan baik pada rahim wanita.

Beberapa hari sebelum dilakukan pemindahan embrio dalam proses bayi tabung ini, Anda akan diberikan obat hormon progesteron untuk membantu mempersiapkan dinding rahim Anda untuk menerima embrio. Obat hormon ini diberikan dengan cara suntikan, pil, atau gel.

Saat pemindahan embrio dalam proses bayi tabung, tabung tipis atau kateter yang berisi cairan embrio akan dimasukkan ke dalam serviks Anda. Jumlah embrio yang dipindahkan pada saat proses , tergantung pada kualitas embrio. Biasanya hanya 2-5 embrio yang dipindahkan. Kemudian, Anda akan diminta untuk tetap berbaring selama beberapa jam.

Jika masih ada embrio kualitas baik yang tersisa pada saat proses bayi tabung ini, Anda bisa membekukan mereka. Ini disebut dengan embrio kriopreservasi. Embrio ini bisa digunakan nanti jika proses Anda tidak berhasil atau bisa disumbangkan.

Apa yang terjadi setelah prosedur bayi tabung?

Setelah Anda menjalani rangkaian proses dari program bayi tabung, Anda bisa menjalani kegiatan sehari-hari seperti biasanya. Namun, pada saat itu, ukuran ovarium Anda mungkin masih membesar. Akan lebih baik jika Anda bisa menghindari kegiatan yang terlalu berlebihan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Namun, setelah menjalani program bayi tabung, ada beberapa efek samping yang harus Anda pahami. Di antaranya adalah:

  • Mengeluarkan darah tepat setelah prosedur yang Anda jalani.
  • Payudara terasa sakit karena tingginya kadar hormon estrogen.
  • Perut terasa sedikit kembung.
  • Perut terasa kram.
  • Konstipasi atau sembelit.

Jika Anda merasakan rasa sakit setelah prosedur transfer embrio, segera hubungi dokter. Dokter akan membantu Anda mengevaluasi komplikasi yang mungkin Anda alami, seperti infeksi saat program bayi tabung, ovarian hyperstimulation syndrome, dan komplikasi lain.

Apakah saya pasti hamil setelah menjalani proses bayi tabung?

Setelah dilakukan pemindahan embrio ke rahim Anda, Anda harus menunggu waktu selama dua minggu untuk melihat apakah Anda berhasil hamil atau tidak. Selama ini, sebaiknya lakukan kegiatan Anda sehari-hari seperti biasa. Jangan buat diri Anda stres mengenai keberhasilan program ini  dengan memikirkan keberhasilan Anda untuk hamil.

Setelah dua minggu program bayi tabung ini berlalu, sebaiknya Anda lakukan tes kehamilan. Tes bisa Anda lakukan selama beberapa hari. Jika hasil tes positif, maka berarti Anda hamil. Jangan lupa untuk memeriksakan kehamilan Anda ke dokter. Dokter akan melakukan USG untuk memantau kehamilan. Mungkin saja Anda mengalami keguguran atau kehamilan ektopik atau juga bisa kehamilan kembar.

Meski demikian, proses bayi tabung tidak selamanya berhasil, ada risiko kegagalan dalam langkah-langkah program ini. Oleh karenanya Anda tetap harus menyiapkan diri Anda pada kemungkinan ini saat menjalani program ini.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

Apakah Anda khawatir puasa pengaruhi kesuburan Anda dan suami? Sebelum Anda menebak-nebak, baca dulu artikel ini jika Anda sedang mengusahakan kehamilan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hari Raya, Ramadan 29/04/2020

6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
gangguan makan ibu hamil

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020