Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Jika Ingin Cepat Hamil, Kenapa Harus Menghindari Makanan Cepat Saji?

Jika Ingin Cepat Hamil, Kenapa Harus Menghindari Makanan Cepat Saji?

Tidak semua orang bisa dengan mudah memiliki keturunan. Ada sebagian pasangan yang butuh perjuangan ekstra untuk memilikinya. Kemungkinan besar ini terjadi karena faktor kesuburan dan kurangnya pengetahuan seputar seks dan pembuahan. Penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak makan fast food (makanan cepat saji) seperti burger, ayam goreng, atau kentang goreng bisa menghambat kesuburan wanita untuk cepat hamil.

Kenapa, ya? Cari tau jawabannya dalam ulasan berikut ini.

Benarkah fast food bisa menghambat peluang untuk cepat hamil?

fast food untuk cepat hamil

Setiap hari tubuh membutuhkan nutrisi, baik itu karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral lain agar seluruh organ tubuh bisa bekerja secara normal.

Jadi, apapun yang Anda makanan dapat berpengaruh pada kesehatan, termasuk kesuburan.

Jika Anda sedang menantikan kehamilan, Anda perlu memerhatikan makanan apa saja yang Anda konsumsi.

Salah satu caranya yaitu dengan menghindari makan makanan cepat saji. Apa hubungannya antara makan cepat saji dan kesuburan?

Mengonsumsi makanan cepat saji dalam jangka panjang bisa mengganggu kesehatan yang secara tidak langsung berdampak buruk pada kesuburan wanita.

Dilansir dari website The University of Adelaide, sebuah studi yang dilakukan oleh Robinson Research Institute di Adelaide University, Australia meneliti 5.598 wanita yang sedang mencoba hamil untuk pertama kalinya.

Dari keseluruhan sampel, terdapat 8% wanita yang memang tidak subur. Mereka butuh waktu satu tahun lebih lama untuk hamil.

Setelah dilakukan percobaan, diperoleh bahwa jumlah wanita yang tidak subur meningkat dari 8% menjadi 12% karena mereka hanya beberapa kali makan buah dalam satu bulan.

Jumlahnya meningkat lebih tinggi menjadi sekitar 16% jika sering makan makanan cepat saji.

Pada penelitian ini, yang dimaksud sering makan fast food adalah memiliki frekuensi empat kali makan dalam seminggu.

Peneliti sepakat bahwa makanan cepat saji tinggi akan kandungan gula, garam, dan lemak jenuh yang dapat mengubah metabolisme.

Zat-zat tersebut juga bisa mengalir bersama darah dan memengaruhi kualitas sel telur.

Selain itu, makanan cepat saji bisa menurunkan sensitivitas insulin. Kondisi ini dapat memengaruhi tingkat kesuburan pada wanita.

Itu sebabnya, untuk bisa cepat hamil, Anda perlu mempertimbangkan konsumsi fast food.

Penurunan sensitivitas insulin berpengaruh pada kesuburan wanita

kandungan fast food

Ternyata, makanan cepat saji bisa menurunkan sensitivitas insulin dan memicu resistensi insulin.

Inilah alasan lain mengapa konsumsi fast food untuk pasangan yang ingin cepat hamil dan punya anak sebaiknya dikurangi atau bahkan dihindari.

Melansir dari Columbiaobgyn, resistensi insulin menyebabkan peningkatan risiko kehamilan, seperti kongenital anomali, gangguan perkembangan janin, cacat lahir dan lahir mati, serta keguguran yang berulang.

Saat terjadi resistensi insulin, sel-sel di dalam tubuh tidak dapat merespons sinyal yang dikirimkan oleh insulin.

Akibatnya, tubuh mengira bahwa tidak ada insulin dan memproduksinya lebih banyak dari kadar normal.

Insulin dalam tubuh memicu produksi hormon androgen atau testosteron.

Artinya, peningkatan kadar insulin juga akan meningkatkan hormon androgen di dalam tubuh dan menyebabkan kondisi yang disebut dengan hiperandrogen.

Hiperandrogen pada wanita bisa menyebabkan ovulasi menjadi tidak teratur.

Kondisi ini umumnya ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur atau tidak sama sekali, nyeri panggul, dan menoragia.

Pada wanita hamil, hiperandrogen juga meningkatkan risiko keguguran.

Selain itu, jumlah insulin yang terlalu banyak dapat beracun bagi sel telur pada trimester 1.

Peningkatan insulin tersebut bisa menyebabkan sejumlah kondisi pada janin yang meliputi kerusakan DNA, kematian sel, dan tingkat kelangsungan hidup sel yang rendah.

Coba ganti fast food dengan makanan sehat untuk cepat hamil

buah untuk flu

Dalam upaya mengoptimalkan kesuburan agar Anda cepat punya anak, Anda harus menjaga asupan makanan.

Utamakan untuk mengonsumsi makanan gizi seimbang dengan membatasi makanan olahan dan makanan instan.

Jangan lupa perbanyak buah dan sayur, serta sumber lemak dan protein yang sehat.

Beberapa makanan berikut mangandung nutrisi yang dipersiapkan sebelum kehamilan dan membantu meningkatkan kesuburan.

1. Berbagai macam buah jeruk

Berbagai jenis buah jeruk menjadi sumber terbaik untuk vitamin C.

Selain itu, terdapat potasium, kalsium, folat, vitamin B yang sangat membantu tubuh untuk ovulasi lebih teratur dan menjaga kesehatan sel telur.

Anda setidaknya harus mengonsumsi buah jeruk setiap harinya, misalnya satu buah jeruk bali merah ukuran sedang atau tiga buah jeruk ukuran sedang.

2. Sayuran berdaun hijau gelap

Bayam, kangkung, sawi hijau, pakcoy, dan sayuran berdaun gelap lainnya mengandung kalsium, zat besi, dan folat.

Nutrisi tersebut sangat penting untuk tubuh ketika Anda berencana hamil, terutama zat besi yang merangsang produksi sel darah merah yang mencegah anemia.

Anemia bisa menggagalkan proses pembuahan janin sehingga kehamilan akan sulit terjadi.

3. Buah alpukat

Buah alpukat mengandung asam lemak sehat, vitamin K, dan kalium yang membantu tubuh menyerap nutrisi dari makanan lain sekaligus menjaga keseimbangan hormon.

Kandungan asam folat pada buah alpukat juga dapat membantu perkembangan bayi nantinya yang harus dipenuhi sebelum masa kehamilan.

Setidaknya, perbanyak konsumsi makanan yang mengandung asam folat saat merencanakan kehamilan alias sebelum hamil, salah satunya alpukat.

4. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan memiliki serat tinggi, vitamin B, folat, dan zat besi.

Semua nutrisi tersebut dapat memengaruhi kadar estrogen di dalam tubuh dan meningkatkan suplai darah ke rahim.

Namun, perhatikan juga cara mengolahnya. Ambil contoh, Anda bisa pilih kacang yang disangrai atau digoreng dengan minyak zaitun tanpa tambahan garam.

Anda juga bisa menambahkan kacang pada oatmeal, yoghurt, atau salad. Hindari kacang kemasan yang tinggi gula, garam, dan cenderung tidak mengandung asam lemak.

5. Sumber protein sehat

Ikan menjadi sumber protein terbaik selain daging dan unggas.

Selain itu, ikan berlemak mengandung asam lemak omega-3 dan DHA yang sangat penting untuk perkembang janin.

Anda bisa mendapatkan manfaatnya dari ikan salmon dan tuna.


Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai info menarik seputar kehamilan.


Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Fertility and diet: Is there a connection? – Harvard Health. (2022). Retrieved 7 March 2022, from https://www.health.harvard.edu/blog/fertility-and-diet-is-there-a-connection-2018053113949 

Food for fertility | VARTA. (2022). Retrieved 7 March 2022, from https://www.varta.org.au/resources/news-and-blogs/food-fertility  

Women who eat fast food take longer to become pregnant. (2022). Retrieved 7 March 2022, from https://www.adelaide.edu.au/news/news99722.html 

Grieger, J., Grzeskowiak, L., Bianco-Miotto, T., Jankovic-Karasoulos, T., Moran, L., & Wilson, R. et al. (2018). Pre-pregnancy fast food and fruit intake is associated with time to pregnancy. Human Reproduction, 33(6), 1063-1070. doi: 10.1093/humrep/dey079 

Foods That Can Affect Fertility. (2022). Retrieved 7 March 2022, from https://www.eatright.org/health/pregnancy/fertility-and-reproduction/fertility-foods 

(2022). Retrieved 7 March 2022, from https://www.tommys.org/pregnancy-information/planning-a-pregnancy/are-you-ready-to-conceive/tips-healthy-pre-pregnancy-diet

Fertilitypedia – Hyperandrogenism. (2022). Retrieved 7 March 2022, from https://fertilitypedia.org/edu/diagnoses/hyperandrogenism 

Study reports that high insulin levels are toxic to placenta cells, potentially causing miscarriages. (2022). Retrieved 7 March 2022, from https://www.columbiaobgyn.org/news/study-reports-high-insulin-levels-are-toxic-placenta-cells-potentially-causing-miscarriages

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Reikha Pratiwi Diperbarui Apr 07
Ditinjau secara medis oleh dr. Amanda Rumondang Sp.OG