Sarkoma Kaposi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sarkoma kaposi (SK)?

Sarkoma kaposi adalah kanker yang berkembag dari jaringan di sekitar pembuluh darah dan pembuluh limfa. Penyakit ini biasanya muncul sebagai jaringan abnormal yang tumbuh di bawah kulit, di sepanjang mulut, hidung, dan tenggorokan atau di dalam organ tubuh lainnya. Tumor sarkoma kaposi biasanya tampak berwarna merah atau ungu pada permukaan kulit.

Jaringan merah dan ungu sering tidak menimbulkan gejala walaupun mungkin dapat menyakitkan. Jika kanker menyebar sampai saluran pencernaan atau paru‐paru, akan terjadi perdarahan. Tumor paru‐paru dapat membuat orang sulit bernapas.

Terdapat empat jenis sarkoma kaposi, yaitu epidemik, endemik, klasik, dan iatrogenik

Seberapa umumkah sarkoma kaposi SK?

Sarkoma kaposi adalah penyakit yang bisa dialami oleh siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Sarkoma kaposi yang disebabkan oleh HIV adalah yang paling banyak terjadi. Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut terkait penyakit ini.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sarkoma kaposi (SK)?

Gejala paling khas dari sarkoma kaposi adalah ruam kecil berbintik merah keunguan, yang umumnya terlihat pada kaki bagian bawah. Sarkoma kaposi juga bisa ditemukan pada hidung dan bagian wajah lainnya.

Penyakit ini juga dapat menyebar sampai kelenjar limfa (node), perut, dan paru‐paru. Bila berada di dalam perut, perdarahan atau sakit perut dapat muncul. Bila berada di dalam paru‐paru, dapat terjadi pernapasan yang pendek.

Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum di atas. Jika ingin bertanya tentang tanda ini, konsultasikanlah kepada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter bila Anda menemukan luka yang berubah warna pada wajah, hidung, atau kaki, dan bila Anda merasa kesakitan, sulit bernapas, muntah darah, atau kelenjar limfa membengkak, dan luka pada kulit mulai terbuka. Setiap tubuh bertindak berbeda satu sama lain. Selalu diskusi dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi kondisi yang Anda alami.

Penyebab

Apa penyebab sarkoma kaposi (SK)?

Penyebab paling umum penyakit sarkoma kaposi adalah virus herpes (HHV‐8). Virus dapat menular melalui hubungan seks dan kontak non‐seksual seperti dari ibu ke bayi (umum di negara Afrika).

Pada orang dengan AIDS, sarkoma Kaposi disebabkan oleh interaksi antara HIV, sistem imun yang melemah, dan virus herpes manusia (HHV‐8). Sarkoma Kaposi juga telah dihubungkan dengan penyebaran HIV dan HHV‐8 melalui aktivitas seks. Orang yang mengalami transplantasi ginjal atau organ lainnya juga berisiko terkena sarkoma Kaposi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk sarkoma kaposi (SK)?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena sarkoma kaposi adalah:

  • Jenis kelamin. Pria lebih berisiko daripada wanita.
  • Terinfeksi virus herpes manusia‐8 (HHV‐8).
  • Sistem imun yang lemah.
  • Terkena AIDS.
  • Seks yang tidak aman.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk sarkoma kaposi (SK)?

Pengobatan tergantung keparahan dan penyebaran penyakit. Rutin minum obat, terapi pendukung, terapi radiasi, dan kemoterapi mungkin berguna.

Keputusan untuk menjalani pengobatan harus dibuat dengan spesialis yang berpengalaman dalam menangani pasien sarkoma kaposi. SK jenis klasik, Afrika, dan imunosupresif yang tidak aktif hanya memerlukan pengamatan dan kunjungan rutin ke dokter untuk mengawasi gejala. Dalam kasus tertentu, operasi mungkin diperlukan untuk menyembuhkan kulit yang bermasalah.

Terapi radiasi biasanya efektif untuk luka tunggal yang menyebabkan gejala. Kemoterapi juga bisa diberikan langsung ke luka saat mengobati luka tunggal atau melalui cairan infus untuk beberapa luka, atau penyakit yang telah berkembang.

Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk sarkoma kaposi (SK)?

Dokter mungkin mencurigai SK berdasarkan riwayat pengobatan dan pemeriksaan fisik. Akan tetapi cara yang pasti untuk mendiagnosis sarkoma kaposi adalah hanya dengan diagnosis biopsi.

Dalam biopsi, dokter mengambil sejumlah kecil jaringan untuk diperiksa dengan mikroskop. Tes darah mungkin dilakukan untuk mengesampingkan infeksi HIV.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sarkoma kaposi (SK)?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan di yang mungkin dapat membantu mengatasi sarkoma kaposi adalah:

  • Ingat, pengobatan SK bergantung pada jenisnya. Jadi, selalu konsultasikan ke dokter untuk pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
  • Minum obat sesuai dengan arahan dokter.
  • Rutin cek kesehatan untuk memantau kondisi Anda.
  • Lakukan seks yang aman.
  • Jangan lupa bahwa di antara kaum homoseksual, SK mungkin menyebar melalui seks anal.
  • Jangan gunakan obat‐obatan terlarang. Pengguna obat cairan lebih berisiko terkena SK.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Bau Kaki Tidak Sedap (dan Cara Mengusirnya)

Masalah bau kaki tak sedap tentu sangat mengganggu. Untuk mengusir masalah ini, ikuti tips-tips dari para ahli dan bebaskan diri Anda dari bau kaki.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 15/06/2020 . 5 menit baca

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . 4 menit baca

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . 5 menit baca

7 Mitos yang Salah Tentang Membentuk Otot

Sudah olahraga mati-matian tapi otot tak juga terbentuk? Mungkin karena Anda mengikuti aturan membentuk otot yang hanya mitos belaka.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kebugaran, Hidup Sehat 12/06/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mencegah ruam popok

Tips Mencegah Ruam Popok Pada Pantat Bayi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
menjaga kebersihan diri

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca
arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 menit baca