Sakit Perut

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/11/2019 . 10 mins read
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sakit perut?

Sakit perut atau nyeri perut adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan rasa sakit dan tak nyaman yang terjadi pada area perut. Nyeri perut bisa tergolong ringan sampai parah. 

Nyeri perut juga bisa terjadi secara terus menerus atau datang dan pergi. Kondisi tersebut dapat berlangsung sebentar atau terjadi selama beberapa minggu, bulan, atau tahun (kronis).  

Seberapa umum sakit perut?

Kondisi ini sangat umum terjadi. Hampir setiap orang pernah merasakan sakit perut. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita dibanding dengan pria. 

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sakit perut?

Gejala yang biasanya sering menyertai sakit perut ada bermacam-macam, di antaranya:

  • Sakit buang air kecil atau sering buang air kecil 
  • Perut terasa sakit saat disentuh
  • Muntah atau mual
  • Rasa sakit berlangsung lebih dari beberapa jam
  • Dehidrasi 
  • Demam.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Kebanyakan kasus nyeri perut bukan hal yang serius, sehingga gejala bisa diobati dengan perawatan rumahan. Anda bisa beristirahat dalam beberapa jam hingga hari. 

Nyeri perut akut (tiba-tiba dan parah) atau kronis (berlangsung lama), bagaimanapun, membutuhkan perhatian dan perawatan medis. Anda perlu menghubungi dokter jika mengalami gejala berikut ini: 

  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  • Kecapekan yang tidak dapat dijelaskan
  • Perubahan atau  gangguan dalam buang air besar, seperti sembelit kronis atau diare, yang tidak sembuh dalam beberapa jam atau hari
  • Pendarahan minor pada dubur atau darah dalam tinja
  • Keputihan yang tidak biasa
  • Rasa sakit kronis berlanjut setelah minum obat 
  • Merasakan tanda dan gejala infeksi kandung kemih

Anda perlu pergi ke Unit Gawat Darurat (UGD) jika merasakan tanda dan gejala di bawah ini:

  • Sakit parah yang datang tiba-tiba, terlebih jika diikuti dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celcius
  • Feses berdarah atau hitam dan lengket
  • Muntah tak terkendali, khususnya jika ada darah dalam muntah
  • Perut terasa sangat sakit dan sensitif ketika disentuh
  • Tidak bisa buang air kecil
  • Pingsan
  • Sakit yang semakin parah dengan cepat
  • Sakit pada dada, khususnya pada bagian tulang iga dan menjalar ke perut
  • Sakit perut parah yang membaik dengan berbaring

Segera menghubungi dokter jika Anda hamil atau menyusui dan mengalami nyeri perut. 

Penyebab

Apa penyebab sakit perut?

Nyeri perut muncul karena beberapa sebab. Penyebab umum kondisi ini biasanya tidak serius. Sementara itu, kondisi lain mungkin membutuhkan penanganan medis. 

Lokasi dan pola nyeri perut dapat memberikan petunjuk penting soal kondisi tersebut. Lamanya sakit juga berguna untuk menentukan penyebab kondisi ini, 

Sakit perut akut berkembang dan bisa ditangani dalam waktu beberapa jam atau hari. Sakit perut kronis bisa datang dan pergi. Jenis nyeri ini dapat hadir selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Beberapa kondisi bertambah buruk seiring dengan berjalannya waktu. 

Medical News Today merangkum penyebab nyeri perut, seperti di bawah ini:

Gastroenteritis (flu perut)

Dalam kasus ini, nyeri perut biasanya dibarengi dengan mual, muntah, dan buang air besar. Kotoran berisi cairan yang terjadi jauh lebih cepat dan sering daripada biasanya setelah makan. 

Penyebab dari kondisi ini adalah bakteri dan virus. Gejala yang ditimbulkan biasanya hilang setelah beberapa hari. Gejala yang bertahan lebih dari dua hari mungkin tanda masalah kesehatan yang serius, seperti infeksi atau peradangan, seperti penyakit radang usus. 

Gas

Gas terjadi ketika bakteri di usus kecil memecah makanan yang tidak bisa ditoleransi oleh tubuh. Peningkatan tekanan gas di usus dapat menyebabkan rasa sakit yang tajam. 

Gas juga bisa menimbulkan sesak atau pembatasan di perut dan perut kembung atau sendawa. 

Irritable bowel syndrome (IBS)

Orang dengan kondisi irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus kesulitan mencerna makanan atau jenis makanan tertentu. 

Nyeri perut adalah gejala utama bagi orang dengan IBS. Gejala umum lainnya termasuk gas, mual, kram, dan kembung. 

Acid reflux

Asam lambung terkadang bergerak mundur dan naik ke tenggorokan. Kondisi ini menyebabkan sensasi terbakar dan rasa sakit. 

Asam lambung juga menyebabkan gejala sakit perut, seperti kembung atau kram. 

Muntah

Muntah sering menjadi penyebab sakit perut ketika asam lambung bergerak mundur melalui saluran pencernaan dan membuat iritasi pada jaringan. 

Tindakan fisik muntah juga dapat menyebabkan otot perut menjadi sakit. Berbagai faktor dapat memicu kondisi ini, mulai dari penyumbatan usus hingga keracunan alkohol. 

Gastritis

Ketika lapisan perut meradang atau membengkak, rasa sakit bisa terjadi. Mual, muntah, gas, dan kembung adalah gejala umum gastritis lainnya. 

Intoleransi makanan

Bakteri usus dan lambung akan memecah makanan yang tidak dapat dicerna oleh tubuh dan melepaskan gas dalam proses tersebut. Ketika ada banyak bahan makanan yang tidak dapat dicerna, tubuh memproduksi gas yang akan menyebabkan tekanan dan rasa sakit. 

Sembelit

Ketika usus menyimpan terlalu banyak zat sisa, ini akan meningkatkan tekanan pada usus besar, yang mungkin akan menyebabkan sakit. Kondisi ini terjadi karena beberapa alasan, yaitu:

  • Kekurangan serat atau cairan dalam makanan
  • Penggunaan obat
  • Kurang beraktivitas fisik

Gastroesophageal reflux disease (GERD)

GER merupakan kondisi jangka panjang yang melibatkan refluks asam terus menerus. Kondisi ini bisa menyebabkan sakit berat, mulas, dan mual. Ini bisa mengarah pada komplikasi, seperti peradangan pada esofagus. 

Tukak lambung atau perut

Bisul atau luka yang tidak akan sembuh cenderung menyebabkan sakit perut yang parah dan terus menerus. Kondisi ini juga bisa menyebabkan kembung, gangguan pencernaan, dan penurunan berat badan. 

Penyebab utama tukak lambung atau perut yang paling umum adalah bakteri H.pylori dan penggunaan obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) yang terus digunakan. 

Crohn’s disease

Crohn’s disease atau penyakit Crohn menyebabkan peradangan pada lapisan saluran pencernaan yang menyebabkan rasa sakit, gas, diare, mual, muntah, dan kembung. 

Mengingat sifatnya yang kronis, kondisi ini dapat menyebabkan kekurangan gizi, penurunan berat badan, dan kelelahan.  

Celiac disease

Celiac disease atau penyakit Celiac terjadi ketika seseorang alergi terhadap gluten, protein yang ditemukan pada banyak biji-bijian, seperti gandun. Ini menyebabkan peradangan di usus kecil, sehingga mengakibatkan rasa sakit. 

Otot tertarik atau tegang

Cedera atau tegang otot wajar terjadi, mengingat otot perut dibutuhkan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Banyak orang yang melakukan olahraga demi membentuk otot perut, yang juga meningkatkan risiko nyeri perut. 

Kram menstruasi atau endometriosis

Menstruasi dapat menyebabkan peradangan dan sakit pada perut.  Kembung, gas, kram, dan sembelit juga dapat terjadi selama menstruasi dan menyebabkan ketidaknyamanan perut. 

Perempuan dengan endometriosis mungkin mengalami peradangan dan sakit yang lebih parah atau kronis. Endometriosis adalah kondisi saat jaringan yang seharusnya tumbuh di uterus berkembang di bagian tubuh lain, biasanya panggul. 

Infeksi saluran kemih dan kandung kemih

Infeksi kandung kemih biasanya disebabkan oleh bakteri, khususnya spesies E.coli, yang menjajah uretra dan kandung kemih, menyebabkan infeksi. Gejala kondisi ini termasuk sakit, tekanan, dan kembung di perut bagian bawah. 

Penyebab lain

Dalam beberapa kasus, sakit perut merupakan tanda kondisi kesehatan lainnya yang bisa fatal tanpa penanganan segera. Beberapa penyebab lain yang tidak umum dari nyeri perut adalah:

  • Radang usus buntu atau organ perut lainnya
  • Infeksi, penyakit, atau batu ginjal
  • Hepatitis
  • Batu empedu
  • Keracunan makanan
  • Infeksi parasit
  • Kondisi jantung, seperti gagal jantung kongestif
  • Kanker organ, terutama kanker perut, pankreas, atau usus
  • Hernia hiatal
  • Kista yang telah menjadi invasif atau membahayakan fungsi organ tubuh

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk sakit perut?

Ada banyak faktor risiko untuk sakit perut, yaitu:

  • Mengonsumsi terlalu banyak alkohol atau minuman berkafein
  • Merokok
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, terutama penawar rasa sakit seperti aspirin dan ibuprofen, yang dapat menyebabkan gangguan pada perut

Diagnosis

Bagaimana mendiagnosis sakit perut?

Melakukan diagnosis sakit perut tergantung pada penyebab yang mendasari kondisi tersebut. Sebelum meminta pemeriksaan, dokter mungkin akan memeriksa fisik Anda, termasuk menekan bagian perut yang terasa sakit atau bengkak.

Informasi soal seberapa parah nyeri perut dan di mana letak sakitnya bisa membantu dokter menentukan pemeriksaan apa yang diperlukan.

Tes pencitraan, seperti MRI scan, ultrasound, dan sinar X, digunakan untuk melihat organ, jaringan, dan struktur lain di perut secara detail. Pemeriksaan ini dapat membantu mendiagnosis tumor, patah tulang, dan peradangan. 

Pemeriksaan lain yang mungkin diminta dokter adalah: 

  • Colonoscopy (untuk melihat bagian dalam usus besar dan usus)
  • Endoskopi (untuk mendeteksi peradangan dan kelainan pada lambung)
  • GI bagian atas (tes sinar-X khusus yang menggunakan zat pewarna kontras untuk memeriksa adanya pertumbuhan radang, penyumbatan, dan kelainan lain di perut)

Sampel darah, urin, dan feses juga dapat diminta untuk mencari bukti infeksi bakteri, virus, dan parasit.

Pengobatan

Bagaimana cara mengobati sakit perut?

Mengobati sakit perut tergantung pada penyebabnya. Perawatan dapat bervariasi dari obat-obatan hingga perubahan perilaku personal untuk sakit perut yang disebabkan oleh makanan atau minuman tertentu. Pada beberapa kasus, seperti radang usus buntu dan hernia, operasi mungkin diperlukan.

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sakit perut?

Tidak semua bentuk sakit perut bisa dicegah, Namun, Anda bisa mengurangi risikonya. Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sakit perut:

  • Makan dengan porsi yang lebih sedikit namun sering
  • Hindari melewatkan makanan
  • Hindari makanan pemicu
  • Kunyah makanan perlahan dan sepenuhnya
  • Kurangi stress.

Jika Anda memiliki gangguan usus, seperti penyakit Crohn, ikuti saran diet yang diberikan dokter untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Jika Anda memiliki GERD, jangan makan dalam waktu dua jam sebelum tidur. 

Berbaring terlalu cepat setelah makan bisa mengakibatkan mulas dan sakit perut. Coba tunggu setidaknya dua jam setelah makan sebelum berbaring. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . 4 mins read

    Sakit Perut Setelah Makan Pisang, Apa Penyebabnya?

    Dikenal sebagai buah yang aman dikonsumsi orang dengan maag, ternyata ada juga yang malah sakit perut setelah makan pisang. Kok bisa?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Fakta Unik 11/06/2020 . 3 mins read

    Anak Sering Sakit Perut, Apakah Orang Tua Harus Khawatir?

    Mengingat sakit perut cukup sering terjadi, ketahui gejala lain yang menyertainya sebagai tanda bahwa sudah waktunya anak untuk mendapat pertolongan dokter.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 29/05/2020 . 4 mins read

    4 Komplikasi Gastritis yang Patut Diwaspadai

    Apa Anda punya gastritis? Mulai sekarang jangan sepelekan gejalanya, karena gastritis bisa menyebakan komplikasi. Apa saja? Cari tahu di sini.

    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Gastritis, Health Centers 23/05/2020 . 6 mins read

    Direkomendasikan untuk Anda

    mual karena gugup

    Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 mins read
    mual setelah minum kopi

    Sering Mual Setelah Minum Kopi? Ini Penyebab dan Tips Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 mins read
    obat maag alami herbal asam lambung

    Manfaat Bahan-bahan Herbal untuk Pengobatan Gangguan Lambung

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . 5 mins read
    gangguan lambung

    Apa Beda Gangguan Lambung Biasa dengan Maag?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . 5 mins read