Divertikulitis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Definisi divertikulitis

Divertikulitis (diverticulitis) adalah gangguan pencernaan ketika kantong-kantong pada usus besar meradang dan terinfeksi. Penyakit ini dapat menjadi peradangan ringan hingga infeksi serius. 

Bila tidak segera ditangani, ada sejumlah risiko komplikasi yang mengintai, seperti perdarahan usus besar, usus tersumbat, dan abses. 

Usus besar (kolon) adalah bagian akhir pada saluran pencernaan yang berperan penting dalam menyerap air dan vitamin. 

Organ pencernaan ini juga nantinya mengubah makanan yang dicerna menjadi feses. Makanan melewati usus besar sebelum keluar dari tubuh sebagai feses. 

Pada saat seseorang terserang penyakit diverticulitis, beberapa bagian dari dinding usus besar akan melemah.

Bagian yang lemah tersebut akan menggembung seperti kantong-kantong kecil. Bahkan, bagian ini juga bisa menjadi kemerahan, membengkak, dan terinfeksi. 

Seberapa umum penyakit divertikulitis

Divertikulitis merupakan salah satu gangguan pencernaan yang umum terjadi. Penelitian menunjukkan bahwa 3 dari setiap 100 orang bisa mengalami diverticulitis

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Namun, masalah pencernaan ini setidaknya terjadi pada 5 – 10% pasien berusia lebih dari 45 tahun dan sekitar 80% pada lansia berumur lebih dari 85 tahun. 

Penyakit ini bisa ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut. 

Tanda dan gejala divertikulitis

Umumnya, gejala divertikulitis berkaitan dengan tanda-tanda masalah pencernaan, mulai dari nyeri perut hingga sembelit. 

Gejala penyakit divertikulitis meliputi: 

  • sakit perut pada bagian bawah kiri
  • mual, 
  • muntah, 
  • demam, 
  • berkeringat di malam hari
  • kehilangan nafsu makan,
  • perut terasa ditekan, serta
  • konstipasi (sembelit). 

Salah satu gejala yang perlu Anda waspadai yaitu sakit perut. Sakit perut akibat diverticulitis biasanya terasa ringan dan lunak. Meski terkesan sepele, kondisi ini justru menandakan usus besar (divertikulum) telah pecah dan membentuk abses.

Bila sudah memasuki tahap kronis, rasa sakit bisa disertai dengan adanya benjolan pada bagian perut. Kondisi ini terasa seperti adanya bola besar yang mengganjal bagian perut Anda. 

Kapan harus periksa ke dokter? 

Bila Anda merasakan kondisi yang disebutkan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Jika mengalami gejala di bawah ini, artinya Anda membutuhkan penanganan medis darurat. 

Penyebab dan faktor risiko

Apa penyebab divertikulitis? 

Hingga saat ini, belum ditemukan penyebab pasti dari penyakit divertikulitis. Namun, sejumlah ahli berpendapat bahwa penyakit ini dapat terjadi ketika makanan yang dicerna bergerak terlalu lambat melalui usus besar. 

Bila usus besar tersumbat oleh feses atau makanan yang sedang dicerna, dinding divertikula bisa robek. Pada saat robekan semakin besar dan jumlah bakteri usus meningkat, abses (kantong nanah) dapat terbentuk dalam usus. 

Apa faktor yang meningkatkan risiko terkena penyakit ini? 

Pencernaan yang bergerak terlalu lambat ternyata dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti: 

  • usia, 
  • obesitas, 
  • kurang olahraga, 
  • diet rendah serat dan tinggi lemak, serta
  • penggunaan obat-obatan tertentu, seperti NSAID, steroid, dan opioid. 

Diagnosis divertikulitis

Umumnya, divertikulitis perlu didiagnosis pada saat memasuki tahap akut. Pasalnya, sakit perut akibat kondisi ini dapat menandai sejumlah masalah pencernaan lainnya. 

Dokter nantinya akan memulai pemeriksaan fisik, termasuk memeriksa nyeri perut. Pada wanita biasanya akan menjalani pemeriksaan panggul yang bertujuan untuk membedakan penyakit panggul dengan diverticulitis

Setelah itu, Anda mungkin akan menjalani berbagai pemeriksaan lainnya, seperti: 

  • tes darah dan tes urine untuk mendeteksi gejala infeksi, 
  • tes kehamilan pada wanita berusia subur, 
  • pemeriksaan enzim hati, 
  • pemeriksaan kultur feses bila Anda mengalami diare, dan
  • CT scan untuk mengidentifikasi kantong yang meradang.

Pengobatan divertikulitis

Pada dasarnya, pilihan pengobatan divertikulitis bergantung pada tingkat keparahan gejala dan kondisi yang dialami. Berikut ini sejumlah cara mengobati penyakit diverticulitis dilansir dari Mayo Clinic. 

Divertikulitis yang ringan

Bila Anda mengalami gejala divertikulitis yang ringan, dokter mungkin akan menyarankan sejumlah pengobatan yang bisa dilakukan di rumah, yaitu:

Kedua cara ini biasanya cukup efektif pada orang dengan divertikulitis yang belum mengalami komplikasi. 

Divertikulitis dengan komplikasi

Sementara itu, divertikulitis dengan komplikasi biasanya membutuhkan penanganan medis khusus, meliputi: 

  • rawat inap,
  • antibiotik yang diberikan lewat intravena (IV), dan
  • mengeluarkan abses perut dengan memasukkan tabung ke dalam perut. 

Operasi

Pilihan pengobatan melalui operasi biasanya diberikan pada pasien yang mengalami komplikasi, seperti abses usus atau fistula pada dinding usus.

Selain itu, metode ini juga direkomendasikan untuk mereka yang memiliki sistem imun yang lemah dan divertikulitisnya sering kambuh. 

Operasi ini kemudian dibagi menjadi dua jenis, meliputi: 

  • reseksi usus primer, dan 
  • reseksi usus dengan kolostomi. 

Kedua operasi ini juga bergantung seberapa parah peradangan usus terjadi. Bila usus telah mengalami peradangan yang cukup parah, dokter mungkin akan menganjurkan reseksi usus dengan kolostomi

Jika radang usus yang terjadi belum cukup parah, reseksi usus primer dengan menghubungkan kembali bagian yang sehat akan dilakukan. 

Selalu diskusikan dengan dokter terkait pilihan perawatan yang akan dijalani untuk mengetahui apa saja risiko dan manfaat yang didapat. 

Pengobatan di rumah

Selain menjalani pengobatan dari dokter, perubahan gaya hidup ternyata diperlukan untuk mempercepat proses penyembuhan divertikulitis. Berikut di antaranya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Terjadi Jika Tidak Sengaja Menelan Permen Karet?

Beberapa orang senang mengunyah permen karet pada saat tertentu. Namun, apa yang terjadi jika Anda menelan permen karet secara tidak sengaja?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 2 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kenali Anatomi dan Fungsi Usus Besar pada Tubuh Manusia

Usus besar (kolon) adalah organ yang berperan penting bagi kelancaran sistem pencernaan manusia. Ketahui anatomi dan fungsinya di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Pencernaan 2 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Inflammatory Bowel Disease (IBD)

Berbeda dengan sakit perut biasa, inflammatory bowel disease (IBD) bisa menyebabkan gangguan pada mata, kulit, dan sendi.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 1 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

Disentri

  Kalkulator BMI Benarkah berat badan Anda sudah ideal? Ayo Cari Tahu! Your browser does not support iframes. ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 30 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sembelit konstipasi susah buang air besar

Konstipasi (Sembelit)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
enteritis

Enteritis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 13 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
cara membersihkan usus cuci usus

Bagaimana Cara Membersihkan Usus dengan Metode Cuci Usus?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
enzim pada pencernaan

Mengenal Berbagai Enzim Pada Pencernaan Manusia Serta Fungsinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit