Periodic Limb Movement Disorder (PLMD)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu periodic limb movement disorder (PLMD)?

Periodic limb movement disorder (PLMD) atau gangguan gerakan tungkai periodik adalah kondisi yang ditandai dengan sentakan atau goyangkan kaki dan tangan, biasanya saat tidur. Kadang kondisi ini disebut juga dengan gerakan kaki periodik saat tidur, dalam bahasa Inggris disingkat PLMS. Gerakan ini biasanya muncul setiap 20 atau 40 detik dan bisa berlangsung selama beberapa menit atau jam sepanjang malam.

Orang dengan PLMD biasanya tidak sadar kalau kakinya bergerak-gerak. Mereka tidak mampu menghentikan gerakan ini sehingga mereka bangun pagi dengan keadaan kelelahan atau emosian.

Seberapa umumkah periodic limb movement disorder (PLMD)?

Gangguan ini sangat umum, terutama pada wanita. PLMD juga bisa dialami pasien dengan usia berapa pun.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja gejala periodic limb movement disorder (PLMD)?

Tanda-tanda dan gejala periodic limb movement disorder adalah:

  • Gerakan berulang di salah satu atau kedua tungkai kaki, kadang di lengan. Misalnya berupa menggerakkan jempol kaki atau menyentakkan pergelangan kaki.
  • Tidur tidak nyenyak.
  • Sering terbangun di tengah malam.
  • Mengantuk dan lemas sepanjang hari.
  • Gangguan perilaku, prestasi di sekolah atau di kantor menurun karena kurang tidur, mudah terpancing emosi.

Gerakan PLMD biasanya muncul setiap 20 sampai 40 kali selama 30 menit dalam satu malam. Meskipun lebih sering menggerakkan kaki, Anda juga mungkin menggerakkan lengan. Ini terjadi pada tahap tidur non-REM (yang tidak termasuk tahap rapid eye movement).

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami satu pun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab periodic limb movement disorder (PLMD)?

PLMD bisa jadi penyakit tunggal (primer) atau disebabkan oleh kondisi medis lainnya (sekunder). Sebagai penyakit tunggal, PLMD belum diketahui penyebabnya. Para ahli mengaitkan gangguan ini dengan gangguan saraf otak ke tungkai.

PLMD sekunder bisa disebabkan oleh berbagai hal, yang biasanya juga menyebabkan sindrom restless legs.

  • Diabetes mellitus
  • Kekurangan zat besi
  • Tumor korda spinalis
  • Cedera korda spinalis
  • Sindrom sleep apnea (napas terhenti sementara saat tidur)
  • Narkolepsi
  • Uremia
  • Anemia
  • Konsumsi obat-obatan seperti agen antidopaminergik seperti Haldol, obat dopaminergik seperti Sinemet, dan obat antidepresan trisiklik seperti amitriptyline
  • Putus obat seperti barbiturat atau benzodiazepin

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana periodic limb movement disorder (PLMD) didiagnosis?

Biasanya pasien baru menyadari ia punya PLMD setelah anggota keluarga atau pasangannya mengeluh sering ditendang saat tidur. Atau pasien bangun dengan bantal, guling, dan selimut yang berantakan.

PLMD didiagnosis dengan tes polysomnography juga disebut sebagai pengamatan tidur. Pengamatan ini dilakukan saat Anda bermalam di laboratorium. Tes ini akan mengamati:

  • Gelombang otak
  • Detak jantung
  • Kadar oksigen dalam darah
  • Gerakan bola mata
  • Fungsi saraf dan otot
  • Tekanan darah

Dokter Anda juga mungkin meminta rekam medis Anda dan memeriksa kondisi fisik Anda untuk memastikan Anda tidak memiliki penyakit lainnya yang mengganggu tidur Anda.

Tes darah dan tes urine juga sering diminta untuk memeriksa anemia defisiensi besi dan gangguan metabolik lainnya (seperti diabetes).

Pilihan pengobatan periodic limb movement disorder (PLMD) diobati?

Pengobatan yang diberikan tidak bisa menghilangkan PLMD selamanya, tapi bisa membantu mengendalikan gejalanya, misalnya dengan membatasi pergerakan Anda selama tidur.

Obat-obatan

Beberapa obat yang digunakan untuk membantu PLMD mirip dengan obat yang diresepkan untuk restless legs syndrome.

  • Benzodiazepin: Obat-obatan ini menahan kontraksi otot sekaligus berfungsi sebagai penenang agar Anda bisa tidur. Clonazepam (Klonopin) bahkan telah menunjukkan efek yaitu mengurangi gerakan PLMD setiap jamnya. Obat ini yang paling sering diresepkan.
  • Agen dopaminergik: Obat-obatan ini meningkatkan kadar neurotransmitter (senyawa kimia otak) yaitu dopamin. Dopamin berperan dalam mengendalikan gerakan otot.
  • Agen antikonvulsan: Bagi beberapa orang, obat ini mampu mengurangi kontraksi otot. Yang biasanya diresepkan untuk PLMD yaitu gabapentin (Neurontin).
  • GABA agonists: Agen-agen ini menghambat pelepasan berbagai neurotransmitter yang memicu kontraksi otot. Karena itu, kontraksi otot pun akan melemah. Yang paling sering diresepkan untuk PLMD adalah baclofen (Lioresal).

Langkah selanjutnya–pemeriksaan lanjutan (follow-up)

Dokter Anda mungkin akan meminta Anda untuk kembali lagi dalam beberapa waktu setelah Anda menjalani pengobatan atas rekomendasinya. Sebaiknya, bawa serta anggota keluarga atau pasangan yang tidur bersama Anda supaya semua pihak mengerti betul soal kondisi Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi periodic limb movement disorder (PLMD)?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi PLMD:

  • Kalau kondisi Anda tak terlalu mengganggu, Anda mungkin tidak butuh pengobatan. Anda hanya perlu mengurangi konsumsi alkohol dan kafein (terutama di sore dan malam hari) serta berhenti merokok.
  • Yoga, meditasi, dan teknik relaksasi lainnya bisa membantu mengurangi gejala. Begitu juga dengan pijatan lembut atau mandi air hangat sebelum tidur.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Cek Menu Harian Anda: 9 Makanan Ini Membuat Anda Tampak Cepat Tua

    Ingin terus terlihat awet muda hingga bertahun-tahun ke depan? Hindari makanan yang ada di dalam artikel ini jika tidak ingin tampak cepat tua!

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Hidup Sehat, Fakta Unik 29 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    9 Jenis Susu Anak dan Tips Memilihnya Sesuai Kebutuhan

    Ada banyak jenis susu yang dijual di pasaran, mulai dari susu bubuk sampai susu UHT yang bisa langsung minum. Namun, apa susu yang tepat untuk anak?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Parenting, Nutrisi Anak 28 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

    Penilaian Status Gizi Anak, Cara Mengukur Hingga Membaca Hasilnya

    Metode penilaian status gizi anak dan dewasa tidaklah sama, karena adanya perbedaan usia dan ukuran tubuh. Lantas, bagaimana cara menilai status gizi anak?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 28 Oktober 2020 . Waktu baca 15 menit

    Hindari Bertengkar di Depan Anak, Ini Dampak Buruk yang Bisa Terjadi

    Adu pendapat sampai bertengkar adalah hal yang umum bagi orangtua. Namun, bolehkan bertengkar di depan anak secara terang-terangan?

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Parenting, Tips Parenting 28 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mitos tentang tidur

    Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    pria sulit menangis

    Alasan Psikologis Mengapa Pria Lebih Sulit Menangis Dibanding Wanita

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    manfaat menangis

    3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    manfaat efek musik pada otak

    5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit