Epididimitis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/04/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu epididimitis?

Epididimitis adalah kondisi di mana epididimis meradang akibat infeksi atau kondisi lainnya. Epididimis sendiri adalah saluran pada bagian belakang testis yang membawa sperma dari testis menuju uretra.

Epididimitis biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau penyakit menular seksual. Bila testis juga terinfeksi, maka kondisi tersebut disebut epididymo-orchitis.

Jika Anda merasakan bagian yang terhubung di sisi atas dan belakang testis, maka itulah epididimis. Saluran ini berperan untuk menyimpan dan membawa sperma dari testis menuju vas deferens (saluran panjang yang menyalurkan sperma matang), lalu ditampung ke uretra.

Dalam kondisi tertentu, epididimis dapat mengalami peradangan dan pembengkakan hingga menimbulkan rasa nyeri. Hal inilah yang disebut dengan epididimitis atau radang saluran sperma.

Dilihat dari kondisi radang yang dapat dialami, kondisi ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Epididimitis akut, yaitu radang saluran sperma yang terjadi secara tiba-tiba dan berkembang secara cepat. Jenis epididimitis ini biasanya lebih cepat sembuh karena terjadi kurang dari 6 minggu.
  • Epididimitis kronis, yaitu radang saluran sperma yang berkembang secara perlahan dan menimbulkan nyeri tumpul. Meski demikian, jenis epididimitis ini justru berlangsung lebih lama daripada epididimitis akut, yaitu lebih dari 6 minggu.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Epididimitis sangat umum terjadi pada pria. Kondisi ini biasanya menyerang pria berusia di antara 19 hingga 35 tahun dan dapat dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala epididimitis?

Saat bakteri mulai masuk ke saluran sperma, epididimis akan mulai meradang dan membengkak. Anda biasanya akan merasakan sakit pada salah satu testis, ketimbang dua-duanya.

Gejala-gejala umum dari epididimitis adalah:

Tidak semua pria akan mengalami tanda dan gejala epididimitis yang sama, sebab ini tergantung dari penyebab epididimitis itu sendiri. Contohnya, bila kondisi Anda disebabkan oleh infeksi saluran kencing, maka bisa jadi Anda akan mengalami nyeri saat buang air kecil.

Sementara itu, jika disebabkan oleh penyakit kelamin, maka kemungkinan akan ada cairan berbau menyengat yang akan keluar dari penis Anda.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab epididimitis?

Epididimitis disebabkan oleh masuknya bakteri ke dalam uretra, prostat, atau kandung kemih menuju saluran sperma (epididimis), kemudian menyebabkan peradangan. Ada dua penyebab utama epididimis, di antaranya:

1. Penyakit kelamin

Centers for Disease Control and Prevention mengungkapkan bahwa beberapa penyakit kelamin, seperti gonore dan klamidia, menjadi penyebab epididimitis yang paling umum pada pria usia 35 tahun ke bawah, seperti dilansir dari Healthline.

Terlebih jika Anda sering gonta-ganti pasangan dan tidak menggunakan kondom saat berhubungan intim, maka risiko epididimitis dapat semakin meningkat dalam diri Anda.

2. Infeksi saluran kencing

Epididimitis akibat infeksi saluran kencing lebih sering dialami oleh anak-anak dan pria dewasa usia 35 tahun ke atas. Risiko ini dapat meningkat jika Anda mengalami:

  • Pembengkakan prostat yang menekan kandung kemih
  • Memasukkan kateter ke penis
  • Operasi pada selangkangan, kandung kemih, atau kelenjar prostat

Selain karena penyakit kelamin dan infeksi saluran kemih, ada beberapa penyebab epididimitis lainnya yang sama sekali tidak berhubungan dengan organ reproduksi.

Contohnya penyakit gondok, tuberkulosis, cedera pangkal paha, gangguan ginjal, dan kandung kemih bawaan. Sayangnya, para ahli belum tahu secara pasti kaitan antara hal-hal tersebut.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk epididimitis?

Epididimitis adalah kondisi yang bisa disebabkan karena beberapa faktor risiko, yaitu:

  • Jika Anda belum disunat.
  • Jika Anda melakukan hubungan seks yang tanpa pengaman atau dengan pasangan yang memiliki penyakit menular seksual.
  • Anda memiliki tuberkulosis.
  • Anda memiliki gangguan pada saluran kencing.
  • Anda baru saja menjalani operasi saluran kencing atau mengalami cedera paha.
  • Anda menggunakan kateter urin atau selang kencing.
  • Anda menggunakan amiodarone.
  • Prostat Anda membesar.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk epididimitis?

Epididimitis adalah kondisi yang dapat diobati dengan obat-obatan untuk membunuh bakteri atau mengendalikan kondisi penyebab. Beberapa obat-obatan yang sering digunakan adalah:

Antibiotik

Sebagai langkah awal, dokter akan memberikan antibiotik untuk meredakan gejala epididimitis. Meskipun Anda sudah merasa lebih baik setelah minum antibiotik, sebaiknya tetap lanjutkan sampai antibiotiknya habis supaya infeksinya benar-benar tuntas.

Penawar rasa sakit

Jika kantung buah zakar Anda masih saja terasa sakit dan membengkak, cobalah konsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen untuk meredakannya. Anda juga dapat mengompres area selangkangan dengan kain berisi es batu dan menggunakan celana dalam khusus selama beberapa hari.

Yang tak kalah penting, hindari seks tanpa pengaman dan kebiasaan gonta-ganti pasangan. Ingat, hal-hal ini dapat meningkatkan risiko Anda tertular penyakit kelamin dan meningkatkan risiko epididimitis.

Operasi diperlukan apabila epididimis perlu diangkat atau untuk mengeliminasi penyebab.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Dokter dapat memulai dengan pemeriksaan fisik untuk memeriksa testis atau area kunci paha dan perubahan yang abnormal, seperti keluar cairan dari penis. Dokter dapat mengambil sampel cairan untuk menguji adanya penyakit.

Beberapa tes lainnya untuk mendiagnosis kondisi ini adalah:

  • Tes urin dan darah: sampel diambil untuk dilihat adanya kelainan.
  • Ultrasound (USG): tes pencitraan ini dapat mengeliminasi torsi testis dan kondisi lainnya. Tes ini membantu dokter untuk melihat bagian tubuh secara jelas dan melihat penyebab utama.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi epididimitis?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi epididimitis:

  • Istirahat yang banyak di tempat tidur
  • Hindari hubungan seksual dengan orang lain untuk mencegah penyebaran infeksi
  • Hindari mengangkat objek yang berat
  • Kenakan peralatan atletik pendukung jika Anda berolahraga dengan benturan keras
  • Carilah posisi yang nyaman untuk mengangkat skrotum dan tempelkan ice packs untuk mengurangi pembengkakan

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Gastritis

    Gastritis adalah istilah medis untuk radang lambung, berbeda dari maag. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . Waktu baca 12 menit

    Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

    Coronavirus terbukti menular dari manusia ke manusia. Tapi belakangan ada kasus kucing positif COVID-19 karena tertular pemiliknya. Benarkah?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 09/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Meningitis (Radang Selaput Otak)

    Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 09/04/2020 . Waktu baca 9 menit

    5 Penyakit dari Kucing yang Bisa Menular ke Anak Anda

    Bermain dengan kucing memberikan manfaat bagi perkembangan anak. Namun, orangtua tetap perlu waspada karena anak juga bisa tertular penyakit dari kucing.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Kesehatan Anak, Parenting 25/02/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    infeksi ginjal atau pielonefritis

    Pielonefritis (Infeksi Ginjal)

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 8 menit
    infeksi kandung kemih cystitis adalah

    Infeksi Kandung Kemih

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 10 menit
    penyakit menular seksual

    7 Penyakit Kelamin yang Sering Menular Lewat Seks Tanpa Kondom (Plus Gejalanya untuk Diwaspadai)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 13 menit
    selulitis pada anak

    Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020 . Waktu baca 4 menit