Supaya Persalinan Lancar, Ini 5 Posisi Melahirkan Normal yang Bisa Dilakukan Ibu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Posisi persalinan menjadi salah satu pertimbangan penting ibu yang berencana melahirkan normal. Ya, bukan hanya berbaring semata, ada beragam posisi yang bisa dilakukan saat ibu melahirkan normal sesuai dengan kenyamanan.

Supaya lebih nyaman, apa saja pilihan posisi persalinan untuk ibu saat melahirkan?

Posisi persalinan normal yang bisa jadi pilihan ibu

Melahirkan merupakan proses yang penuh dengan perjuangan, baik itu melahirkan normal maupun melalui operasi caesar.

Selain membutuhkan tenaga ekstra, ibu juga akan mengalami kontraksi palsu hingga kontraksi asli yang hebat sebelum kelahiran.

Biasanya, kontraksi dan air ketuban pecah menjadi beberapa tanda-tanda melahirkan.

Nantinya, pembukaan lahiran yang ditandai dengan leher rahim (serviks) terbuka dapat semakin membantu mendorong bayi menuju jalan lahir.

Jika sudah begini, biasanya dokter akan meminta ibu bersiap untuk melakukan posisi persalinan supaya bayi cepat lahir.

Itulah mengapa sejak jauh-jauh hari, persiapan persalinan dan perlengkapan melahirkan sudah harus Anda sediakan agar tidak terburu-buru saat dibutuhkan.

Namun, tidak bisa sembarangan karena proses melahirkan normal membutuhkan posisi yang nyaman bagi ibu dan juga bayi.

Proses ibu saat melahirkan normal biasanya dilakukan dalam posisi berbaring dengan menekuk dan melebarkan kedua kaki.

Nah, ada juga berbagai posisi persalinan normal yang diperbolehkan menurut aturan medis, seperti:

1. Squatting (berjongkok)

squatting
Sumber: The Bump

Squatting atau jongkok menjadi salah satu posisi persalinan yang sangat bagus untuk meningkatkan diameter panggul Anda.

Posisi jongkok saat ibu melahirkan membantu membuka panggul ibu agar bayi lebih leluasa untuk bergerak di jalan lahir, dikutip dari Mayo Clinic.

Itu sebabnya, posisi ini memudahkan bayi untuk masuk ke jalan lahir dan siap untuk menuju fase kedua persalinan alias mulai menerapkan cara mengejan saat melahirkan.

Melahirkan dengan posisi jongkok ini juga memiliki beberapa manfaat lain.

Posisi ini membantu mempercepat pembukaan saat persalinan, mengurangi risiko penggunaan vakum, hingga menurunkan durasi persalinan.

Menariknya lagi, posisi jongkok saat melahirkan juga dapat menurunkan risiko menjalani episiotomi atau gunting vagina.

Hal ini dikarenakan posisi jongkok dapat membuat otot-otot dasar panggul menjadi lebih renggang dan rileks sehingga memudahkan bayi keluar dari vagina.

Sayangnya, tetap ada risiko di baliknya, bila posisi janin di dalam kandungan terbalik atau sungsang, posisi melahirkan dengan berjongkok bisa berbahaya.

Selain itu, melahirkan dengan posisi ini membutuhkan energi lebih karena otot di pinggul, lutut, dan pergelangan kaki akan sangat tegang karena menopang berat badan.

Ini karena posisi persalinan jongkok bisa meningkatkan robekan perineum (area kulit antara lubang vagina dengan anus) semakin besar.

2. Bersandar

bersandar
Sumber: The Bump

Posisi persalinan dengan berbaring dan bersandar biasanya banyak dipilih karena cukup nyaman dan memungkinkan ibu untuk beristirahat.

Ibu dapat berbaring di tempat tidur kursi, dinding, maupun di dada pasangan jika memungkinkan.

Melahirkan dengan posisi yang satu ini membantu melepaskan ketegangan dan mengendurkan otot-otot tubuh.

Cara ini juga bisa menjadi alternatif yang sangat baik jika Anda lelah tetapi tidak ingin berbaring sepenuhnya.

Berdasarkan salah satu penelitian yang diterbitkan pada British Medical Journal, posisi berbaring lebih besar manfaatnya dalam menyebabkan kelahiran spontan.

Persalinan spontan merupakan persalinan yang mengandalkan tenaga ibu tanpa bantuan dari induksi persalinan, metode forceps, ekstraksi vakum, dan lainnya.

Hal ini karena kemungkinan wanita yang melahirkan dengan posisi tegak cenderung mengalami halangan di sekitar jalan lahir akibat tekanan postur dan efek gravitasi pada penyebaran obat-obatan epidural. 

Selain itu, wanita yang menjalani posisi persalinan sambil duduk mungkin mengalami tekanan pada tulang ekornya.

Ini disebabkan oleh penyumbatan pembuluh vena sehingga terjadi penyumbatan jaringan lunak pada saluran panggul.

Sementara itu, ibu dengan posisi berbaring saat melahirkan lebih mungkin mengurangi tekanan pada kepala janin di panggul sehingga aliran darah di rahim menjadi lancar.

Akibatnya, aktivitas di rahim menjadi meningkat dan lubang pelvis terbuka lebih lebar. Ini tentu akan mempermudah proses persalinan.

Bukan hanya itu, terdapat dugaan bahwa risiko robekan perineum mungkin juga menurun pada kelompok persalinan dengan posisi berbaring.

Posisi berbaring di tempat tidur kemungkinan menjadi posisi yang paling nyaman oleh sebagian besar ibu melahirkan.

Akan tetapi, ibu tidak dianjurkan untuk berbaring sepenuhnya, melainkan agak sedikit menegakkan tubuh atau disebut dengan semi-sitting.

Gaya gravitasi dapat membantu mendorong kepala bayi ke arah serviks untuk membuka jalan lahir.

Dengan begitu, bayi bisa lebih mudah melewati daerah panggul dan segera terlahir.

Namun sisi lain yang perlu dipertimbangkan, bila posisi bayi sungsang, melahirkan dengan posisi bersandar akan terasa lebih menyakitkan.

3. Birthing stool

birthing stool
Sumber: The Bump

Posisi persalinan ini dilakukan dengan menggunakan bantuan kursi khusus. Biasanya, akan ada satu orang yang duduk di belakang dan memegang punggung untuk menahan tubuh Anda.

Bila ibu menggunakan jasa doula sejak kehamilan hingga setelah melahirkan nanti, pendamping persalinan ini bisa membantu mendampingi ibu selama proses melahirkan.

Jadi, ibu bisa bergerak agak maju, mundur, dan menggoyangkan tubuh dengan leluasa. Biasanya, ada juga kursi khusus yang memungkinkan Anda untuk melahirkan di dalam air (water birth).

Posisi birthing stool memiliki beberapa kelebihan salah satunya yaitu bayi dapat bergerak lebih jauh ke bawah.

Melansir dari laman Baby Centre, posisi persalinan duduk di atas bangku juga dapat memudahkan ibu saat mengejan.

Di sisi lain, posisi persalinan yang satu ini juga membantu meredakan stres di punggung dan membantu melebarkan serviks secara alami.

Namun kekurangan posisi saat melahirkan ini yakni, mungkin mengalami perdarahan yang lebih besar dibanding posisi persalinan normal lainnya.

4. Birthing bar

birthing bar
Sumber: The Bump

Posisi persalinan yang satu ini dilakukan dengan bantuan alat yang disebut birthing bar. Alat ini biasanya dipasang di tempat tidur untuk dijadikan pegangan oleh sang ibu saat melahirkan.

Dengan alat ini, Anda bisa berjongkok, bersandar, dan duduk dengan menjadikan birthing bar sebagai tumpuan.

Posisi yang satu ini dapat membantu memperlebar panggul dan menggunakan gravitasi untuk mendorong bayi ke bawah.

Selanjutnya, jangan lupa untuk menerapkan teknik pernapasan saat melahirkan yang tepat. Ibu bisa berlatih teknik pernapasan misalnya dengan rutin melakukan prenatal yoga.

Sayangnya, tidak semua rumah sakit menyediakan pelayanan kelahiran dengan bantuan birthing bar.

5. Posisi persalinan berlutut

posisi persalinan berlutut
Sumber: The Bump

Posisi berlutut akan sangat membantu proses persalinan jika bayi menghadap ke perut ibu, bukan justru ke punggung.

Dengan ibu melakukan posisi persalinan berlutut, bayi diharapkan dapat terbantu untuk kembali ke posisi yang tepat.

Posisi yang satu ini juga sangat menguntungkan bagi ibu karena dapat membantu meredakan nyeri akibat kontraksi.

Di samping itu, posisi berlutut juga membantu meredakan tekanan.

Sayangnya, dokter biasanya akan mengalami kesulitan untuk memantau posisi janin karena posisinya yang membelakangi dokter.

Apapun posisi untuk melahirkan yang dipilih, pastikan sesuai kesepakatan Anda dan dokter atau bidan yang menangani.

Posisi persalinan tersebut bisa diterapkan saat ibu hamil melahirkan di rumah sakit maupun melahirkan di rumah.

Jika dokter atau bidan telah memberikan lampu hijau, dokter atau bidan mungkin akan memberikan trik khusus agar proses persalinan ibu berjalan dengan lancar.

Berbagai macam posisi persalinan ini diberikan sebagai alternatif untuk memudahkan proses kelahiran sesuai dengan posisi bayi dan tingkat kenyamanan ibu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Operasi pengangkatan fibroid rahim (miomektomi) memang tidak mengangkat rahim sepenuhnya. Akan tetapi, masih bisakah melahirkan normal setelah miomektomi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Melahirkan, Kehamilan 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Melahirkan Lebih Lancar, Ini Berbagai Teknik Persalinan yang Meringankan Rasa Sakit

Rasa sakit saat melahirkan kerap menjadi momok bagi calon ibu. Namun, Anda bisa meringankan rasa nyeri dengan menerapkan metode melahirkan berikut.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Melahirkan, Kehamilan 5 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Kurangi Nyeri Saat Kontraksi Menjelang Persalinan dengan 5 Cara Berikut

Nyeri kontraksi umumnya sulit dihadapi, terutama saat kontraksi sedang kuat-kuatnya. Lantas, adakah cara efektif untuk mengurangi nyeri saat kontraksi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Melahirkan, Kehamilan 26 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Pembukaan Sudah Lengkap, Tapi Bayi Tidak Keluar? 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Pembukaan persalinan diakhiri dengan pembukaan 10 saat bayi lahir. Pada beberapa kasus, bayi bisa saja tidak keluar meski sudah terjadi pembukaan lengkap.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Melahirkan, Kehamilan 22 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
darah tinggi setelah melahirkan

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
melahirkan normal tanpa rasa sakit

Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit, Apakah Mungkin?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 5 menit
gentle birth adalah

Mengenal Gentle Birth, Metode untuk Mengurangi Rasa Sakit Saat Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit