Supaya Persalinan Lancar, Ini 5 Posisi Melahirkan Normal yang Bisa Dilakukan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Melahirkan merupakan proses yang penuh dengan perjuangan. Selain membutuhkan tenaga ekstra, sang ibu juga akan mengalami kontraksi hebat sebelum kelahiran. Kontraksi adalah proses peregangan dinding rahim akibat gerakan dan tendangan bayi dalam kandungan. Biasanya, kontraksi menjadi penanda bahwa persalinan akan dimulai. Meregang dan menyusutnya rahim membuat serviks terbuka sehingga membantu mendorong bayi menuju jalan lahir. Jika sudah begini, biasanya dokter akan meminta Anda bersiap untuk melakukan posisi persalinan supaya bayi cepat keluar.

Posisi persalinan normal yang bisa jadi pilihan ibu

Proses melahirkan membutuhkan posisi yang nyaman bagi Anda dan juga bagi bayi. Oleh karena itu, ada berbagai posisi persalinan yang diperbolehkan menurut aturan medis, seperti:

1. Squatting (berjongkok)

squatting
Sumber: The Bump

Squatting menjadi salah satu posisi persalinan yang sangat bagus untuk meningkatkan diameter panggul Anda. Melahirkan dengan posisi ini memiliki beberapa manfaat. Posisi ini membantu mempercepat pembukaan saat persalinan, mengurangi risiko penggunaan vakum, hingga menurunkan durasi persalinan.

Sayangnya, bila posisi bayi terbalik atau sungsang, posisi melahirkan dengan berjongkok bisa berbahaya. Selain itu, melahirkan dengan posisi ini membutuhkan energi lebih karena otot di pinggul, lutut, dan pergelangan kaki akan sangat tegang karena menopang berat badan. Posisi squatting bisa meningkatkan robekan perineum (area kulit antara lubang vagina dengan anus) semakin besar.

2. Bersandar

bersandar
Sumber: The Bump

Posisi persalinan dengan berbaring dan bersandar biasanya banyak dipilih karena cukup nyaman dan memungkinkan Anda untuk beristirahat. Anda dapat berbaring di tempat tidur kursi, dinding, maupun di dada pasangan jika memungkinkan.

Melahirkan dengan posisi yang satu ini membantu melepaskan ketegangan dan mengendurkan otot-otot tubuh.  Cara ini juga bisa menjadi alternatif yang sangat baik jika Anda lelah tetapi tidak ingin berbaring sepenuhnya.

Sayangnya, posisi ini melawan gravitasi sehingga bisa memperpanjang durasi persalinan. Selain itu, bila posisi bayi sungsang, melahirkan dengan posisi bersandar akan terasa lebih menyakitkan.

3. Birthing stool

birthing stool
Sumber: The Bump

Posisi persalinan ini dilakukan dengan menggunakan bantuan kursi khusus. Biasanya, akan ada satu orang yang duduk di belakang Anda dan memegang punggung untuk menahan Anda.

Jadi Anda bisa maju, mundur, dan menggoyangkan tubuh dengan leluasa. Biasanya, ada juga kursi khusus yang memungkinkan Anda untuk melahirkan di dalam air (water birth).

Posisi birthing stool memiliki beberapa kelebihan, yaitu bayi dapat bergerak lebih jauh ke bawah. Selain itu, posisi yang satu ini juga membantu meredakan stres di punggung dan membantu melebarkan serviks secara alami. Namun kekurangannya, Anda mungkin mengalami perdarahan yang lebih besar dibanding posisi melahirkan normal lainnya.

4. Birthing bar

birthing bar
Sumber: The Bump

Posisi persalinan yang satu ini dilakukan dengan bantuan alat yang disebut birthing bar. Alat ini biasanya dipasang di tempat tidur untuk dijadikan pegangan oleh sang ibu saat melahirkan.

Dengan alat ini, Anda bisa berjongkok, bersandar, dan duduk dengan menjadikan birthing bar sebagai tumpuan. Posisi yang satu ini dapat membantu memperlebar panggul dan menggunakan gravitasi untuk mendorong bayi ke bawah. Sayangnya, tidak semua rumah sakit menyediakan pelayanan kelahiran dengan bantuan birthing bar.

5. Berlutut

berlutut
Sumber: The Bump

Posisi berlutut akan sangat membantu proses persalinan jika bayi menghadap ke perut ibu, bukan justru ke punggung. Dengan berlutut, bayi diharapkan dapat terbantu untuk kembali ke posisi yang tepat.

Posisi yang satu ini juga sangat menguntungkan bagi ibu karena dapat membantu meredakan nyeri akibat kontraksi. Selain itu, posisi berlutut juga membantu meredakan tekanan. Sayangnya, dokter biasanya akan mengalami kesulitan untuk memantau posisi janin karena posisinya yang membelakangi dokter.

Apapun posisi untuk melahirkan yang dipilih, pastikan sesuai kesepakatan Anda dan dokter atau bidan yang menangani. Berbagai macam posisi persalinan ini diberikan sebagai alternatif  untuk memudahkan proses kelahiran sesuai dengan posisi bayi dan tingkat kenyamanan ibu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Operasi pengangkatan fibroid rahim (miomektomi) memang tidak mengangkat rahim sepenuhnya. Akan tetapi, masih bisakah melahirkan normal setelah miomektomi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Melahirkan, Kehamilan 26/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir untuk Kehamilan IVF (Bayi Tabung)

Setiap kehamilan pasti punya tanggal HPL. Apabila hamil lewat bayi tabung atau IVF, bagaimana cara menghitung hari perkiraan lahir yang benar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Melahirkan, Kehamilan 16/12/2019 . Waktu baca 4 menit

Melahirkan Lebih Lancar, Ini Berbagai Teknik Persalinan yang Meringankan Rasa Sakit

Rasa sakit saat melahirkan kerap menjadi momok bagi calon ibu. Namun, Anda bisa meringankan rasa nyeri dengan menerapkan metode melahirkan berikut.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Melahirkan, Kehamilan 05/12/2019 . Waktu baca 4 menit

Kurangi Nyeri Saat Kontraksi Menjelang Persalinan dengan 5 Cara Berikut

Nyeri kontraksi umumnya sulit dihadapi, terutama saat kontraksi sedang kuat-kuatnya. Lantas, adakah cara efektif untuk mengurangi nyeri saat kontraksi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Melahirkan, Kehamilan 26/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gentle birth adalah

Mengenal Gentle Birth, Metode untuk Mengurangi Rasa Sakit Saat Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 7 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
asi tidak keluar

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . Waktu baca 10 menit
bayi terinfeksi COVID-19

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . Waktu baca 5 menit