Episiotomi (Gunting Vagina) Saat Melahirkan, Apa Pasti Terjadi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Saat Anda melahirkan dengan cara normal, beberapa dari Anda mungkin butuh episiotomi alias gunting vagina. Ya, beberapa ibu hamil mungkin butuh dan yang lainnya tidak. Episiotomi adalah prosedur yang dilakukan untuk mempermudah persalinan normal. Namun, sebenarnya apa itu episiotomi dan mengapa tidak semua ibu hamil butuh itu?

Apa itu episiotomi?

Episiotomi adalah pembedahan di daerah otot antara vagina dan anus (perineum) pada saat ibu hamil melahirkan normal. Hal ini dilakukan untuk memperbesar lubang vagina Anda sehingga proses melahirkan lebih mudah dan cepat.

Banyak yang menganggap bahwa episiotomi adalah prosedur yang dapat mencegah vagina robek lebih besar ketika melahirkan. Selain itu, episiotomi adalah prosedur pembedahan yang juga dapat mempercepat penyembuhan bekas luka yang ditimbulkan dan dapat melindungi jaringan otot di daerah panggul.

Namun, prosedur episiotomi belum benar-benar dipastikan dapat mencegah komplikasi persalinan. Bahkan, bekas luka episiotomi mungkin bisa lebih buruk dibandingkan dengan vagina robek alami.

Episiotomi bisa membuat Anda lebih banyak kehilangan darah atau perdarahan saat melahirkan. Selain itu, pemulihan luka bekas jahitan bisa lebih menyakitkan dan lebih lama. Tak hanya itu, bekas sayatan episiotomi bisa lebih panjang dan ibu juga lebih mungkin berisiko terkena infeksi.

Terkadang, tindakan medis ini bisa menyebabkan inkontinensia feses (kesulitan mengendalikan buang air besar). Pada beberapa wanita, episiotomi juga bisa menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seks di bulan-bulan awal setelah melahirkan, seperti dilansir dari Mayo Clinic.

Oleh karena itu, American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyatakan bahwa episiotomi adalah prosedur yang tidak harus dilakukan pada setiap ibu yang melahirkan normal.

Siapa saja yang butuh prosedur episiotomi?

Meski bisa membantu memudahkan proses persalinan, tapi nyatanya tidak semua ibu hamil membutuhkan prosedur episiotomi saat kelahiran. Dengan kata lain, episiotomi adalah prosedur yang hanya dibutuhkan dalam kondisi tertentu.

Beberapa kondisi yang mendorong dilakukannya episiotomi pada saat Anda melahirkan normal adalah:

  • Ukuran bayi sangat besar.
  • Bayi perlu dilahirkan secepat mungkin. Hal ini disebabkan kondisi yang biasa disebut dengan gawat janin (fetal distress), seperti denyut jantung bayi tidak stabil (meningkat atau menurun) menjelang kelahiran. Pada kondisi ini, bayi mungkin tidak mendapatkan cukup oksigen, sehingga bayi perlu dilahirkan secepat mungkin untuk memastikan bayi lahir dengan selamat.
  • Bayi berada pada posisi tidak seharusnya, misalnya posisi sungsang.
  • Kelahiran bayi Anda membutuhkan bantuan untuk memperlancar prosesnya. Biasanya hal ini dibutuhkan jika Anda mengalami masalah kesehatan yang serius sehingga bayi perlu dilahirkan dengan cepat.
  • Kemungkinan vagina akan mengalami robek sangat panjang jika tetap dipaksa melahirkan tanpa melakukan episiotomi. Hal ini bisa terjadi karena ukuran bayi lebih besar daripada ukuran lubang vagina ibu, sehingga lubang vagina butuh diperbesar.
  • Bayi mengalami kesulitan untuk lahir.
  • Proses kelahiran bayi Anda sudah berjalan dalam waktu yang cukup lama
  • Ibu membutuhkan persalinan yang dibantu dengan forceps atau vakum, sehingga episiotomi perlu dilakukan pada ibu hamil untuk memperluas vagina atau jalan keluarnya bayi.
  • Ibu tidak mampu mengendalikan dirinya saat mengejan atau mendorong bayinya keluar.
  • Waktu lahir sudah dekat tetapi perineum belum cukup melebar.
  • Ibu memiliki kondisi kesehatan yang serius, seperti penyakit jantung. Hal ini membuat ibu harus melahirkan secepat mungkin agar terhindar dari risiko kesehatan yang lebih serius.

Jika tidak karena kondisi seperti di atas, episiotomi tidak dibutuhkan. Jika episiotomi dilakukan tanpa alasan yang jelas, ditakutkan yang ibu dapat adalah lebih banyak kerugian daripada keuntungannya.

Bagaimana episiotomi dilakukan?

shutterstock_200938991

Episiotomi bisa dikatakan adalah prosedur pembedahan yang sederhana. Agar tidak menimbulkan rasa sakit selama melakukan prosesnya, dokter akan memberikan obat bius atau anestesi lokal terlebih dahulu.

Dengan begitu, pemberian obat bius atau anestesi lokal ini akan membantu mematikan kepekaan rasa di sekitar vagina, sehingga Anda tidak akan merasakan sakit.

Proses pembedahan episiotomi ini kemudian dilanjutkan dokter dengan membuat sayatan berukuran kecil dari bagian belakang vagina alias di sekitar perineum. Sayatan tersebut diarahkan hingga ke bagian bawah vagina sesaat sebelum bayi dilahirkan.

Setelah bayi berhasil lahir, selanjutnya dokter akan menjahit kembali sayatan tersebut agar vagina kembali seperti sedia kala. Prosedur ini dilakukan menggunakan benang jahit medis khusus untuk pembedahan.

Anda mungkin akan disuntik bius lokal kembali jika efek mati rasa pada Anda sudah berkurang. Setelah beberapa minggu, jahitan biasanya akan terserap dan menyatu dengan tubuh.

Episiotomi tidak sesakit yang Anda bayangkan

Sebenarnya, Anda tidak akan merasakan apapun saat dilakukan sayatan pada perineum Anda. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, episiotomi adalah prosedur yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat bius kepada Anda terlebih dahulu.

Obat bius akan disuntikkan pada daerah sekitar vagina Anda, sehingga Anda tidak akan merasakan sakit saat dilakukan episiotomi. Setelah dilakukan sayatan pada perineum, bekas sayatan tersebut akan segera dijahit agar tidak terjadi perdarahan yang serius.

Jahitan tersebut akan larut bersama kulit Anda setelah Anda melahirkan. Jadi, Anda tidak perlu memikirkan tentang bekas jahitannya lagi.

Setelah ibu berhasil melahirkan dan melihat sang buah hati sudah lahir ke dunia dengan sehat pun, biasanya semua rasa sakit yang ibu rasakan saat melahirkan akan hilang.

Bagaimana cara mempercepat pemulihan luka episiotomi?

Jika Anda mendapatkan episiotomi atau mengalami vagina robek saat melahirkan, Anda mungkin membutuhkan waktu beberapa minggu untuk pemulihannya.

Apabila luka sayatan atau robek sangat panjang, Anda bisa merasakan nyeri yang lebih lama.

Cara mempercepat pemulihan luka setelah episiotomi

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mempercepat pemulihan luka episiotomi adalah sebagai berikut:

  • Menempatkan kantong es atau es batu yang dibungkus handuk pada daerah sekitar perineum yang sakit. Namun, sebaiknya jangan menempatkan es batu langsung di kulit Anda.
  • Membilas kemaluan dengan air hangat setelah buang air kecil, kemudian keringkan dengan cara menepuknya secara perlahan dengan handuk kering.
  • Usahakan agar daerah bekas jahitan selalu kering dan tidak lembab. Hal ini dapat mempercepat proses penyembuhan. Itulah mengapa Anda dianjurkan untuk menyeka bagian bekas jahitan dengan handuk lembut secara perlahan setiap setelah mandi atau buang air.
  • Menggunakan bantal empuk saat Anda duduk. Hal ini dapat meringankan tekanan dan rasa sakit di daerah sekitar perineum saat Anda duduk.
  • Duduklah dengan hati-hati, usahakan untuk duduk di atas bantal atau tempat yang empuk.
  • Tekan pad (bantalan) bersih pada luka saat Anda buang air besar, hal ini dilakukan untuk mencegah rasa sakit dan peregangan saat buang air besar.
  • Coba untuk sesekali mengangin-anginkan bekas jahitan. Ini juga dapat mempercepat proses penyembuhan. Anda dapat melepaskan baju Anda dan celana sambil berbaring di atas handuk di tempat tidur Anda selama 10 menit, sekali atau dua kali sehari.
  • Mandi air hangat juga bisa membuat Anda lebih nyaman dan meringankan rasa sakit dari luka bekas jahitan.
  • Gunakan obat sesuai resep dokter, biasanya obat ini diberikan untuk meredakan nyeri atau untuk melunakkan feses Anda.

Cara memulihkan luka episiotomi dengan obat

Jika cara di atas belum mampu untuk meringankan rasa sakit  yang tidak tertahankan, Anda tidak perlu takut. Masih ada berbagai obat penghilang rasa sakit, seperti parasetamol, yang dapat Anda gunakan.

Hanya saja, tidak sembarang obat penghilang rasa sakit dapat Anda gunakan saat Anda menyusui. Melansir dari NHS, berikut ini merupakan obat penghilang rasa sakit yang boleh dan tidak boleh Anda konsumsi selama menyusui:

  • Paracetamol, aman diminum saat Anda menyusui.
  • Ibuprofen, tidak boleh Anda gunakan jika bayi Anda lahir prematur (sebelum usia kandungan 37 minggu), bayi memiliki berat badan lahir rendah, atau bayi memiliki kondisi medis.
  • Aspirin, tidak aman diminum saat menyusui karena bisa masuk ke dalam tubuh bayi Anda melalui ASI.

Penting untuk dipahami setelah menjalani episiotomi

Sebaiknya, segera konsultasikan dengan bidan atau dokter Anda jika Anda mengalami rasa sakit yang tak tertahankan. Namun, pada umumnya rasa sakit yang ibu alami usai episiotomi adalah ringan.

Jika Anda merasakan nyeri yang tidak kunjung hilang pada luka (bahkan semakin parah rasa sakitnya), demam, atau luka mengeluarkan nanah,  sebaiknya segera periksakan ke dokter. Dikhawatirkan, hal ini bisa menjadi tanda-tanda infeksi.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 1, 2016 | Terakhir Diedit: Januari 20, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca