Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Apakah Episiotomi (Gunting Vagina) Pasti Dilakukan Saat Melahirkan Normal?

Apa itu episiotomi (gunting vagina)?|Siapa saja yang butuh prosedur episiotomi?|Bagaimana prosedur episiotomi dilakukan?|Adakah efek samping episiotomi?|Prosedur gunting vagina tidak sesakit yang dibayangkan|Bagaimana cara mempercepat pemulihan luka episiotomi?|Penting untuk dipahami setelah menjalani gunting vagina
Apakah Episiotomi (Gunting Vagina) Pasti Dilakukan Saat Melahirkan Normal?

Ketika melahirkan dengan cara normal, beberapa dari ibu mungkin butuh episiotomi alias gunting vagina sedangkan yang lainnya tidak. Episiotomi adalah prosedur yang dilakukan untuk mempermudah persalinan normal.

Namun sebenarnya, apa itu episiotomi dan mengapa tidak semua ibu yang melahirkan membutuhkannya?

Apa itu episiotomi (gunting vagina)?

melahirkan kehamilan dbd saat hamil Proses persalinan coronavirus

Episiotomi adalah pembedahan di daerah otot antara vagina dan anus (perineum) saat melahirkan.

Prosedur episiotomi ini biasanya dilakukan saat ibu hamil melahirkan di rumah sakit dan bukan melahirkan di rumah.

Jenis persalinan yang kerap membutuhkan gunting vagina ini yakni saat ibu melahirkan normal.

Sementara untuk operasi caesar biasanya tidak memerlukan prosedur medis yang satu ini.

Episiotomi biasanya dilakukan dengan tujuan untuk memperbesar lubang vagina sehingga proses melahirkan lebih mudah dan cepat.

Prosedur ini dianggap sebagai prosedur yang dapat mencegah vagina robek lebih besar ketika melahirkan.

Siapa saja yang butuh prosedur episiotomi?

melahirkan dengan forceps forsep

Meski bisa membantu memudahkan proses persalinan, nyatanya tidak semua ibu hamil membutuhkan indikasi episiotomi saat kelahiran.

Dengan kata lain, episiotomi adalah prosedur yang hanya dibutuhkan dalam kondisi tertentu saat tanda-tanda melahirkan sudah terlihat.

Tanda melahirkan yang dimaksud yakni seperti pembukaan lahiran, kontraksi persalinan, air ketuban pecah, dan lainnya.

Beberapa kondisi yang mendorong dilakukannya episiotomi saat ibu melahirkan normal adalah sebagai berikut:

  • Ukuran bayi sangat besar.
  • Bayi perlu dilahirkan secepat mungkin. Hal ini disebabkan kondisi yang biasa disebut dengan gawat janin (fetal distress), seperti denyut jantung bayi tidak stabil (meningkat atau menurun) menjelang kelahiran.
  • Bayi berada pada posisi tidak seharusnya, misalnya posisi bayi sungsang.
  • Kelahiran bayi membutuhkan bantuan untuk memperlancar prosesnya. Biasanya, hal ini dibutuhkan jika Anda mengalami masalah kesehatan yang serius sehingga bayi perlu dilahirkan dengan cepat.
  • Kemungkinan vagina akan mengalami robek sangat panjang jika tetap dipaksa melahirkan tanpa melakukan episiotomi. Hal ini bisa terjadi karena ukuran bayi lebih besar daripada ukuran lubang vagina ibu sehingga lubang vagina butuh diperbesar.
  • Bayi mengalami kesulitan untuk lahir.
  • Proses kelahiran bayi sudah berjalan dalam waktu yang cukup lama.
  • Ibu membutuhkan persalinan yang dibantu dengan forceps atau ekstraksi vakum sehingga episiotomi perlu dilakukan pada ibu hamil untuk memperluas vagina atau jalan keluarnya bayi.
  • Ibu tidak mampu mengendalikan dirinya di kala menerapkan cara mengejan saat melahirkan yang benar.
  • Waktu lahir sudah dekat tetapi perineum belum cukup melebar.
  • Ibu memiliki kondisi kesehatan yang serius, seperti penyakit jantung. Hal ini membuat ibu harus melahirkan secepat mungkin agar terhindar dari risiko kesehatan yang lebih serius.

Jika tidak karena berbagai kondisi seperti di atas, indikasi episiotomi atau gunting vagina tidak dibutuhkan.

Bila episiotomi tetap dilakukan tanpa alasan yang jelas, ditakutkan yang ibu dapat adalah lebih banyak kerugian daripada keuntungannya.

Bagaimana prosedur episiotomi dilakukan?

episiotomi

Episiotomi bisa dikatakan adalah prosedur pembedahan yang sederhana.

Agar tidak menimbulkan rasa sakit selama melakukan prosesnya, dokter akan memberikan obat bius atau anestesi lokal terlebih dahulu.

Dengan begitu, pemberian obat bius atau anestesi lokal ini akan membantu mematikan kepekaan rasa di sekitar vagina sehingga Anda tidak akan merasakan sakit.

Proses pembedahan episiotomi ini kemudian dilanjutkan dokter dengan membuat sayatan berukuran kecil dari bagian belakang vagina alias sekitar perineum.

Sayatan tersebut diarahkan hingga ke bagian bawah vagina sesaat sebelum bayi dilahirkan.

Setelah bayi berhasil lahir, selanjutnya dokter akan menjahit kembali sayatan tersebut agar vagina kembali seperti sedia kala.

Prosedur ini dilakukan menggunakan benang jahit medis khusus untuk pembedahan.

Anda mungkin akan disuntik bius lokal kembali jika efek mati rasa pada Anda sudah berkurang.

Setelah beberapa minggu, jahitan biasanya akan terserap dan menyatu dengan tubuh.

Ada dua jenis sayatan episiotomi berdasarkan arah sayatannya. Jenis atau macam-macam sayatan episiotomi adalah sebagai berikut:

  • Jenis sayatan episiotomi garis tengah. Jenis sayatan episiotomi garis tengah dilakukan secara vertikal dengan keuntungan mudah diperbaiki, tetapi memiliki risiko robekan yang lebih besar.
  • Jenis sayatan episiotomi mediolateral. Jenis sayatan episiotomi mediolateral cenderung lebih sulit untuk diperbaiki, tetapi tidak berisiko robek lebih besar.

Pilihan dari macam-macam sayatan episiotomi tersebut dapat ibu konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Adakah efek samping episiotomi?

afirmasi positif ibu hamil dan melahirkan

Prosedur episiotomi atau gunting vagina belum benar-benar dipastikan dapat mencegah komplikasi persalinan.

Bahkan, bekas luka episiotomi mungkin bisa lebih buruk dibandingkan dengan vagina robek alami.

Episiotomi bisa membuat Anda lebih banyak kehilangan darah atau perdarahan saat melahirkan.

Selain itu, pemulihan luka bekas jahitan bisa lebih menyakitkan dan lebih lama.

Tak hanya itu, bekas sayatan gunting vagina biasanya lebih panjang dan ibu juga lebih mungkin berisiko terkena infeksi postpartum.

Terkadang, tindakan medis ini bisa menyebabkan inkontinensia feses (kesulitan mengendalikan buang air besar).

Pada beberapa wanita, gunting vagina juga bisa menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seks di bulan-bulan awal setelah melahirkan, seperti dilansir dari Mayo Clinic.

Oleh karena itu, American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyatakan bahwa episiotomi adalah prosedur yang tidak harus dilakukan pada setiap ibu yang melahirkan normal.

Tak lupa, siapkan berbagai keperluan persiapan persalinan dan perlengkapan melahirkan sebelum hari yang ditunggu-tunggu datang.

Prosedur gunting vagina tidak sesakit yang dibayangkan

induksi melahirkan induksi persalinan

Sebenarnya, Anda tidak akan merasakan apapun saat dilakukan sayatan pada perineum.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, episiotomi adalah prosedur yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat bius terlebih dahulu.

Obat bius akan disuntikkan pada daerah sekitar vagina sehingga Anda tidak akan merasakan sakit saat dilakukan gunting vagina.

Setelah dilakukan sayatan pada perineum, bekas sayatan tersebut akan segera dijahit agar tidak terjadi perdarahan yang serius.

Jahitan tersebut akan larut bersama kulit setelah ibu selesai melahirkan. Jadi, ibu tidak perlu memikirkan tentang bekas jahitannya lagi.

Setelah ibu berhasil melahirkan dan melihat sang buah hati sudah lahir ke dunia dengan sehat pun, biasanya semua rasa sakit yang terasa saat melahirkan akan hilang.

Bagaimana cara mempercepat pemulihan luka episiotomi?

inkontinensia urin setelah melahirkan episiotomi

Jika Anda mendapatkan episiotomi atau mengalami vagina robek saat melahirkan, ibu mungkin membutuhkan waktu beberapa minggu untuk pemulihannya.

Apabila luka sayatan atau robek sangat panjang, ibu bisa merasakan nyeri yang lebih lama.

Cara mempercepat pemulihan luka setelah episiotomi

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mempercepat pemulihan luka episiotomi adalah sebagai berikut:

  • Menempatkan kantong es atau es batu yang dibungkus handuk pada daerah sekitar perineum yang sakit. Jangan menempatkan es batu langsung di kulit Anda.
  • Membilas kemaluan dengan air hangat setelah buang air kecil, kemudian keringkan dengan cara menepuknya secara perlahan dengan handuk kering.
  • Usahakan agar daerah bekas jahitan selalu kering dan tidak lembab. Hal ini dapat mempercepat proses penyembuhan. Itulah mengapa Anda dianjurkan untuk menyeka bagian bekas jahitan dengan handuk lembut secara perlahan setiap setelah mandi atau buang air.
  • Menggunakan bantal empuk saat Anda duduk. Hal ini dapat meringankan tekanan dan rasa sakit di daerah sekitar perineum saat duduk.
  • Duduklah dengan hati-hati, usahakan untuk duduk di atas bantal atau tempat yang empuk.
  • Tekan pad (bantalan) bersih pada luka saat Anda buang air besar, hal ini dilakukan untuk mencegah rasa sakit dan peregangan saat buang air besar.
  • Coba untuk sesekali mengangin-anginkan bekas jahitan. Ini juga dapat mempercepat proses penyembuhan. Anda dapat melepaskan baju Anda dan celana sambil berbaring di atas handuk di tempat tidur Anda selama 10 menit, sekali atau dua kali sehari.
  • Mandi air hangat juga bisa membuat Anda lebih nyaman dan meringankan rasa sakit dari luka bekas jahitan.
  • Gunakan obat sesuai resep dokter, biasanya obat ini diberikan untuk meredakan nyeri atau untuk melunakkan feses Anda.

Cara memulihkan luka episiotomi dengan obat

Jika cara di atas belum mampu untuk meringankan rasa sakit yang tidak tertahankan, Anda tidak perlu takut.

Masih ada berbagai obat penghilang rasa sakit, seperti parasetamol, yang dapat Anda gunakan.

Hanya saja, tidak sembarang obat penghilang rasa sakit dapat Anda gunakan saat Anda menyusui.

Melansir dari NHS, berikut ini merupakan obat penghilang rasa sakit yang boleh dan tidak boleh Anda konsumsi selama menyusui:

  • Paracetamol, aman diminum saat ibu sedang menyusui.
  • Ibuprofen, tidak boleh diminum jika bayi lahir prematur (sebelum usia kandungan 37 minggu), bayi memiliki berat badan lahir rendah, atau bayi memiliki kondisi medis.
  • Aspirin, tidak aman diminum saat menyusui karena bisa masuk ke dalam tubuh bayi Anda melalui ASI.

Penting untuk dipahami setelah menjalani gunting vagina

induksi adalah persalinan melahirkan

Sebaiknya, segera konsultasikan dengan bidan atau dokter Anda jika Anda mengalami rasa sakit yang tak tertahankan.

Namun, pada umumnya rasa sakit yang ibu alami usai episiotomi adalah ringan.

Jika Anda merasakan nyeri yang tidak kunjung hilang pada luka (bahkan semakin parah rasa sakitnya), demam, atau luka mengeluarkan nanah, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Hal ini dikhawatirkan bisa menjadi tanda-tanda ibu mengalami infeksi.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days
Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Episiotomy: When It’s Needed, When It’s Not. Retrieved 12 August 2020, from http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/episiotomy/art-20047282?pg=2

Episiotomy – Pregnancy and baby guide. Retrieved 12 August 2020, from http://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/pages/episiotomy.aspx

Episiotomy. Retrieved 12 August 2020, from http://americanpregnancy.org/labor-and-birth/episiotomy/

Episiotomy. Retrieved 12 August 2020, from http://www.nhs.uk/Conditions/pregnancy-and-baby/Pages/episiotomy.aspx

Episiotomy. Retrieved 12 August 2020, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=episiotomy-92-P07775

Episiotomy. Retrieved 12 August 2020, from https://www.rcog.org.uk/en/patients/tears/episiotomy/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 11/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita