Panduan Cara Mengejan Saat Melahirkan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

“Tarik napas dalam-dalam, buang perlahan, dan dorong.” Begitulah biasanya kita mendengar aba-aba dari dokter saat melahirkan. Ya, mendorong atau mengejan saat melahirkan tidak bisa dilakukan sembarangan, salah-salah malah bisa membahayakan. Dokter akan menginstruksikan kepada Anda kapan harus mengejan di waktu yang tepat dan Anda harus mengikutinya dengan baik.

Kapan saya perlu mengejan saat melahirkan?

Mendorong bayi keluar alias mengejan saat melahirkan baru bisa dilakukan setelah serviks (leher rahim) benar-benar sudah melebar, kira-kira sudah terbuka 10 cm. Anda juga akan merasakan kontraksi pada saat Anda harus mengejan. Kontraksi ini dapat terjadi setiap 5 menit selama 45-90 detik dan dapat membantu Anda selama mengejan. Mengejan selama kontraksi dapat membuat proses persalinan Anda lebih efektif.

Kontraksi yang Anda rasakan dapat menurun sesaat sebelum Anda merasakan waktu yang tepat untuk mengejan. Saat kontraksi menurun ini, sebaiknya Anda mengambil napas dalam-dalam dan tahan sebentar. Anda harus mengambil waktu beristirahat sejenak sebelum mengejan karena Anda membutuhkan tenaga yang banyak untuk melakukan hal ini.

Bagaimana cara mengejan yang benar saat melahirkan?

Saat Anda diperintahkan untuk mengejan oleh dokter, inilah saat bayi didorong oleh tubuh Anda keluar dari rahim untuk dilahirkan. Mengejanlah seperti saat Anda mengejan untuk buang air besar, dan lakukan dengan tenang. Setelah mengejan, sebaiknya beristirahatlah sebentar, tarik napas dalam-dalam lagi dan hembuskan secara perlahan. Anda membutuhkan energi lagi untuk mengejan berikutnya.

Mengejan saat melahirkan merupakan naluri alamiah. Anda bisa rasakan sendiri kapan harus melakukannya dan sekeras apa mengejan yang harus dilakukan untuk membantu bayi Anda keluar. Untuk itu, saat Anda mengejan sebaiknya Anda fokus, rasakan, dan ikuti keinginan tubuh Anda. Dokter pun akan memandu Anda kapan harus mengejan dan kapan harus berhenti mengejan. Ikuti dengan baik perintah dari dokter sehingga persalinan Anda lebih mudah dilakukan.

Kapan harus berhenti mengejan?

Kontraksi kuat dalam rahim Anda yang terus berlangsung selama tahap kedua persalinan mungkin membuat Anda ingin mengejan. Namun, sebaiknya tetap tenang dan atur pernapasan Anda, tunggu sampai Anda berada di waktu yang tepat untuk mengejan (dokter akan memberi tahu Anda).

Terkadang, Anda harus berhenti mengejan, walaupun Anda merasakan kontraksi kuat dalam rahim. Hal ini terjadi karena serviks Anda belum melebar sepenuhnya atau perineum Anda perlu meregang secara bertahap untuk menyesuaikan dengan kepala bayi. Pada saat ini, biasanya Anda diminta berhenti mengejan untuk sementara. Dokter juga akan memerintahkan untuk berhenti mengejan saat kepala bayi Anda sudah muncul. Hal ini bertujuan agar bayi Anda lahir secara perlahan, sehingga kelahiran bayi lebih lancar.

Saat Anda sedang tidak mengejan, sebaiknya tenang dan atur pernapasan Anda. Tarik napas dan buang napas secara perlahan seperti meniup lilin. Jangan lupa untuk tetap fokus dan jangan panik. Mengejan, bagi banyak ibu, lebih membutuhkan pengaturan pernapasan daripada mendorong.

Bagaimana posisi yang baik saat mengejan?

Ada banyak posisi yang dapat Anda praktikkan selama mengejan saat melahirkan, namun temukanlah posisi nyaman Anda. Sebaiknya, selalu tempatkan dagu di dada Anda dan tarik punggung ke depan untuk membantu otot perut dan rahim Anda dalam mendorong bayi keluar.

Untuk mempercepat proses persalinan, Anda dapat berada pada posisi duduk sehingga gravitasi juga membantu proses kelahiran bayi. Taruh dagu di dada, dan tarik kaki Anda ke arah dada adalah posisi yang dapat membuat otot-otot Anda bekerja lebih baik.

Mungkinkah saya buang air besar saat mengejan?

Wanita menggunakan otot yang sama saat mengejan untuk mengeluarkan bayi, dengan mengejan saat buang air besar. Otot-otot tersebut sangat membantu dalam melahirkan bayi. Jika otot tersebut tidak digunakan, maka dapat memperlama proses melahirkan.

Tidak heran, ibu hamil takut mengeluarkan feses saat mengejan di waktu melahirkan. Namun, hal ini normal terjadi dan Anda tidak perlu malu. Untuk menghindari hal tersebut, Anda bisa buang air besar dan mengosongkan usus Anda dulu sebelum melahirkan.

Berapa lama saya harus mengejan saat melahirkan?

Lamanya tahap ini dilakukan sangat bervariasi tergantung dari posisi bayi, ukuran bayi, seberapa kuat kontraksi yang dihasilkan tubuh Anda, dan kemampuan Anda untuk mengejan. Bayi yang berada pada posisi posterior (posisi kepala bayi menghadap ke tulang kemaluan) mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama untuk dilahirkan. Waktu mengejan biasanya lebih lama jika bayi berada pada posisi posterior. Posisi ideal bayi saat dilahirkan adalah kepala bayi menghadap ke tulang ekor (posisi anterior).

Bagi ibu yang pertama kali melahirkan normal, tahap mengejan mungkin bisa menghabiskan waktu satu sampai dua jam. Jika Anda baru pertama kali melahirkan normal, otot-otot panggul Anda masih rapat dan proses pelebaran otot ini mungkin memakan waktu lebih lama.

Jangan lakukan hal ini saat mengejan!

Untuk memuluskan proses kelahiran Anda, ada baiknya jika Anda tidak melakukan hal-hal berikut ini saat mengejan selama melahirkan.

  • Jangan mengejan sebelum diperintahkan dokter

    Terkadang, mungkin Anda tidak kuat merasakan kontraksi, sehingga Anda ingin terus mengejan padahal serviks Anda belum membuka sepenuhnya. Mengejan terus-menerus hanya akan membuang tenaga Anda, bisa menyebabkan pembengkakan serviks, dan dapat memperlama persalinan.

  • Jangan terus mengejan terlalu keras

    Mengejan terlalu keras dapat membuat perineum robek lebih besar. Sebaiknya, tetap tenang saat Anda mengejan. Pusatkan perhatian Anda pada tubuh Anda. Tubuh Anda dapat memberi sinyal seberapa kuat Anda harus mengejan.

  • Jangan panik saat mengejan

    Panik dapat membuat Anda tidak fokus, padahal konsentrasi yang tinggi saat melahirkan diperlukan oleh Anda. Selain itu, tegang pada tubuh bagian atas saat Anda mengejan dapat membuat pembuluh darah di mata Anda pecah dan mata Anda menjadi merah.

  • Jangan bernapas tidak beraturan

    Bernapas tidak beraturan hanya akan membuat Anda lelah. Juga, jangan menarik napas terlalu panjang atau terlalu pendek. Menarik napas yang benar dan tenang saat melahirkan justru dapat mengurangi rasa sakit Anda. Peragakan teknik pernapasan sesuai dengan yang telah diajarkan dalam kelas ibu hamil Anda.

  • Jangan berada pada posisi yang salah

    Mengejan saat melahirkan lebih nyaman dilakukan dalam posisi Anda benar. Anda mungkin perlu mengubah posisi untuk menemukan posisi yang nyaman, tetapi jangan mengangkat pantat Anda saat mengejan. Ini hanya akan membuat perineum Anda robek lebih lebar.

BACA JUGA

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca