Panduan Cara Mengejan yang Benar Saat Melahirkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/02/2020 . 9 menit baca
Bagikan sekarang

“Tarik napas dalam-dalam, buang perlahan, dan dorong.” Begitulah biasanya kita mendengar aba-aba dari dokter kandungan yang memandu Anda agar menerapkan cara mengejan yang benar saat melahirkan. Ya, mendorong atau mengejan saat melahirkan tidak bisa dilakukan dengan cara sembarangan.

Salah-salah, mengejan yang tidak dilakukan dengan cara tepat saat melahirkan justru bisa membahayakan Anda. Dokter kandungan nantinya akan menginstruksikan kepada Anda kapan harus mengejan sehingga Anda harus mengikutinya dengan baik.

Kapan saya perlu mengejan saat melahirkan?

Mendorong bayi keluar alias mengejan saat melahirkan baru bisa dilakukan setelah serviks (leher rahim) benar-benar sudah melebar, kira-kira 10 sentimeter (cm).

Pembukaan serviks baru akan terjadi sepenuhnya saat proses melahirkan normal Anda telah memasuki tahap kedua, alias siap untuk mengejan. Sembari mengejan, biasanya Anda juga akan merasakan adanya kontraksi. 

Kontraksi dapat terjadi setiap 5 menit selama 45-90 detik dan dapat membantu Anda selama mengejan, melansir dari laman Sutter Health. Mengejan dengan cara yang benar saat kontraksi dapat membuat proses melahirkan Anda menjadi lebih efektif.

Kontraksi yang Anda rasakan dapat menurun sesaat sebelum Anda merasakan waktu dan cara yang tepat untuk mengejan saat melahirkan. Saat kontraksi menurun, sebaiknya Anda mengambil napas dalam-dalam dan tahan sebentar.

Anda harus mengambil waktu beristirahat sejenak sebelum mengejan karena Anda membutuhkan tenaga yang banyak untuk melakukan hal ini.

Bagaimana posisi yang baik saat mengejan?

Ada banyak posisi yang dapat Anda praktikkan selama mengejan saat melahirkan, tetapi temukanlah posisi nyaman Anda.

Sebaiknya, selalu tempatkan dagu di dada Anda dan tarik punggung ke depan untuk membantu otot perut dan rahim Anda dalam mendorong bayi keluar.

Untuk mempercepat proses persalinan, Anda dapat berada pada posisi duduk sehingga gravitasi juga membantu proses kelahiran bayi.

Letakkan dagu di bagian dada dan tarik kaki Anda ke arah dada saat hendak mengejan. Ini adalah posisi yang dapat membuat otot-otot Anda bekerja lebih baik.

Cara mengejan yang benar saat melahirkan

Saat Anda diperintahkan untuk mengejan oleh dokter, inilah saat bayi didorong oleh tubuh Anda keluar dari rahim untuk dilahirkan. Terapkanlah cara mengejan saat melahirkan seolah Anda sedang mengejan untuk buang air besar dan lakukan dengan tenang.

Setelah mengejan, sebaiknya beristirahatlah sebentar, tarik napas dalam-dalam lagi dan hembuskan secara perlahan. Anda membutuhkan energi lagi untuk mengejan lagi dengan cara yang benar saat melahirkan.

Menerapkan cara mengejan saat melahirkan merupakan naluri alamiah. Anda bisa merasakan sendiri kapan harus melakukannya serta usaha sekeras apa yang perlu dilakukan saat mengejan untuk membantu bayi Anda keluar.

Untuk itu, saat Anda mengejan sebaiknya Anda fokus, rasakan, dan ikuti keinginan tubuh Anda. Saat proses melahirkan berlangsung, dokter akan memandu Anda kapan harus mengejan dengan cara yang tepat dan kapan harus berhenti.

Jadi, sebaiknya ikuti dengan baik perintah dari dokter untuk melakukan cara mengejan yang tepat sehingga proses saat melahirkan menjadi lebih mudah dilakukan.

Mengutip dari Peaceful Parents, berikut cara mengejan yang tepat saat melahirkan:

  1. Tubuh dalam posisi berbaring dengan kedua kaki ditekuk dan dibuka lebar.
  2. Tarik napas untuk mengisi udara di paru-paru.
  3. Angkat sedikit punggung Anda, sehingga posisi kepala agak terbangun. Kemudian selipkan dagu Anda ke dada.
  4. Rilekskan seluruh bagian dasar panggul sehingga membuat bagian perineum (area antara vagina dan anus) seolah menonjol keluar.
  5. Tarik napas dalam, kemudian buang sembari mendorong tubuh untuk menerapkan cara mengejan saat melahirkan.
  6. Cobalah untuk mendorong sebanyak 3-4 kali setiap kali kontraksi.
  7. Kurangi upaya Anda dalam mengejan saat kontraksi berakhir guna mempertahankan posisi bayi yang telah berada di jalan lahir sekaligus mencegahnya bergerak kembali ke atas.

Kapan harus berhenti mengejan?

Kontraksi kuat di dalam rahim yang berlangsung selama tahap kedua persalinan mungkin membuat Anda ingin terus mengejan. Namun, sebaiknya tetap tenang dan atur pernapasan Anda.

Selanjutnya, tunggu sampai dokter mengatakan bahwa ini waktu yang tepat untuk mengejan dengan cara yang tepat saat melahirkan. Terkadang Anda harus berhenti mengejan walaupun Anda merasakan kontraksi kuat dalam rahim.

Hal ini terjadi karena serviks Anda belum melebar sepenuhnya, atau perineum Anda perlu meregang secara bertahap untuk menyesuaikan dengan kepala bayi.

Dalam kondisi ini, biasanya Anda diminta berhenti mengejan untuk sementara. Dokter juga akan memerintahkan untuk berhenti mengejan saat kepala bayi Anda sudah muncul.

Hal ini bertujuan agar bayi Anda lahir secara perlahan, sehingga kelahiran bayi bisa lebih lancar. Saat Anda sedang tidak mengejan, sebaiknya tenang dan atur pernapasan Anda.

Selama menerapkan cara mengejan saat melahirkan, usahakan tarik dan buang napas secara perlahan seolah sedang meniup lilin. Jangan lupa untuk tetap fokus dan jangan panik.

Bagi banyak ibu, mengejan saat melahirkan lebih membutuhkan cara mengatur pernapasan daripada mendorong.

Berapa lama saya harus mengejan saat melahirkan?

Lamanya tahap ini dilakukan sangat bervariasi tergantung dari posisi bayi, ukuran bayi, seberapa kuat kontraksi yang dihasilkan tubuh Anda, dan kemampuan Anda untuk mengejan.

Bayi yang berada pada posisi kepala bayi menghadap ke tulang kemaluan (posisi posterior) mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama untuk dilahirkan.

Waktu dan cara mengejan saat melahirkan biasanya akan cenderung lebih lama jika bayi berada pada posisi posterior. Posisi paling ideal bagi bayi saat melahirkan yakni kepala bayi menghadap ke bagian belakang tubuh ibu (posisi anterior).

Bagi ibu yang baru pertama kali melahirkan, menerapkan cara mengejan mungkin bisa menghabiskan waktu satu sampai dua jam saat melahirkan.

Jika Anda baru pertama kali melahirkan normal, otot-otot panggul Anda mungkin masih rapat dan proses pelebaran otot ini bisa memakan waktu lebih lama.

Cara mengejan yang salah saat melahirkan

Agar memuluskan proses kelahiran Anda, ada baiknya jika Anda menghindari beberapa cara berikut ini ketika mengejan saat melahirkan:

1. Mengejan sebelum diperintahkan dokter

Terkadang, mungkin Anda tidak kuat merasakan adanya kontraksi. Hal ini mungkin membuat Anda ingin terus mengejan padahal serviks belum terbuka sepenuhnya.

Di sisi lain, jika Anda menerima suntikan epidural, Anda akan merasakan kebas di sekujur pinggang ke bawah. Hal ini membuat Anda mungkin tidak merasakan sakit, sehingga tidak memiliki dorongan untuk mengejan dengan cara yang benar saat melahirkan.

Apa pun kondisinya, cara mengejan saat melahirkan akan paling efektif jika dilakukan begitu ibu merasakan dorongan untuk mengejan.

Akan tetapi, cara mengejan terus-menerus sebelum diperintahkan dokter juga hanya akan membuang banyak tenaga saat melahirkan.

Selain itu, cara mengejan tanpa aba-aba dokter juga menyebabkan Anda kecapekan sebelum benar-benar perlu mengejan nantinya saat melahirkan.

Bahkan, tak menutup kemungkinan, mengejan dengan cara terus-menerus saat melahirkan juga dapat menyebabkan pembengkakan leher rahim dan memperlama proses persalinan.

2. Mengejan terlalu keras

Mengejan terlalu keras dapat membuat area perineum vagina robek, bahkan dalam ukuran yang lebih besar. Kondisi ini tentu membutuhkan jahitan yang cukup banyak nantinya. 

Selain itu, cara mengejan dengan sekuat tenaga saat melahirkan dapat menghabiskan seluruh energi Anda dalam satu waktu. Akibatnya, Anda akan kelelahan sebelum waktunya sehingga Anda tidak lagi cukup kuat untuk kembali berusaha mendorong.

Sebaiknya, terapkan mengejan dengan cara yang tenang saat Anda melahirkan. Pusatkan perhatian Anda pada tubuh. Tubuh Anda dapat memberi sinyal seberapa kuat Anda harus mengejan.

Bagi ibu yang pertama kali melahirkan normal, tahap mengejan mungkin bisa menghabiskan waktu satu sampai dua jam. Setelah mengejan, sebaiknya istirahat sebentar, tarik napas dalam-dalam sekali lagi dan embuskan perlahan.

Ini karena Anda membutuhkan lebih banyak energi untuk melakukan mengejan dengan cara yang tepat berikutnya saat melahirkan.

3. Panik saat mengejan

Mengejan adalah insting alami seorang (calon) ibu, sehingga tubuh Andalah yang paling tahu kapan harus memulainya. Panik dan takut dapat membuat Anda tidak fokus, padahal konsentrasi yang tinggi saat melahirkan diperlukan oleh Anda.

Selain itu, jangan mengejan dengan cara memusatkan tenaga hanya pada tubuh bagian atas dan menegangkan ekspresi wajah saja saat melahirkan.

Menegangkan otot-otot wajah dan tubuh bagian atas membuat wajah dan mata Anda memerah akibat pembuluh darah pecah, dan otot leher kaku. Ini adalah tanda-tanda Anda mengejan dengan cara mendorong ke atas, bukannya ke bawah saat melahirkan.

Pertahankan kontrol diri dan coba untuk menghindari panik. Cobalah untuk bersabar, ambil napas dalam-dalam, dan keluarkan perlahan guna menerapkan cara mengejan yang tepat saat melahirkan.

Kemampuan Anda untuk bersantai sama pentingnya dengan kemampuan Anda untuk mengejan. Fokuskan tenaga untuk menggunakan otot perut guna mendorong ke bawah, dan dorong ke luar.

4. Bernapas tidak beraturan

Bernapas tidak beraturan, menarik napas terlalu panjang, bahkan tarikan napas terlalu pendek dapat membuat Anda lelah. Menarik napas yang benar dan tenang saat melahirkan sebenarnya dapat membantu mengurangi rasa sakit Anda.

Umumnya, begini cara bernapas yang benar saat mengejan selama melahirkan. Ambil napas dalam-dalam (jangan terlalu panjang tetapi jangan terlalu pendek juga), lalu tahan di paru-paru.

Tempatkan dagu pada dada Anda, tarik kaki Anda ke arah dada Anda saat mendorong, dan buang lewat hidung.

5. Berada pada posisi yang salah

Mengejan dengan cara yang benar saat melahirkan lebih nyaman dilakukan dalam posisi yang juga tepat. Anda mungkin perlu mengubah posisi untuk menemukan posisi yang nyaman saat persalinan

Hal yang paling penting, jangan mengangkat bokong saat mengejan. Pasalnya, cara mengejan seperti ini saat melahirkan hanya akan membuat robekan perineum Anda menjadi lebih lebar.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Saat pandemi COVID-19, ibu hamil perlu mengikuti prosedur tindakan pencegahan sampai proses melahirkan selesai. Apa saja yang perlu siapkan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14/05/2020 . 5 menit baca

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Operasi pengangkatan fibroid rahim (miomektomi) memang tidak mengangkat rahim sepenuhnya. Akan tetapi, masih bisakah melahirkan normal setelah miomektomi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Melahirkan, Kehamilan 26/03/2020 . 4 menit baca

Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir untuk Kehamilan IVF (Bayi Tabung)

Setiap kehamilan pasti punya tanggal HPL. Apabila hamil lewat bayi tabung atau IVF, bagaimana cara menghitung hari perkiraan lahir yang benar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Melahirkan, Kehamilan 16/12/2019 . 4 menit baca

Melahirkan Lebih Lancar, Ini Berbagai Teknik Persalinan yang Meringankan Rasa Sakit

Rasa sakit saat melahirkan kerap menjadi momok bagi calon ibu. Namun, Anda bisa meringankan rasa nyeri dengan menerapkan metode melahirkan berikut.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Melahirkan, Kehamilan 05/12/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mengantar istri melahirkan ke rumah sakit

Ayah, Ini Tips Mengantar Ibu Hamil ke Rumah Sakit untuk Kelahiran

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/06/2020 . 4 menit baca
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca
asi tidak keluar

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . 10 menit baca
bayi sering mengejan

Hati-hati, Bu, Ketahui Dampak Buruk Bayi Sering Mengejan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . 4 menit baca