Tanda-Tanda Pembukaan Lahiran 1-10 yang Harus Dikenali Ibu Menjelang Persalinan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Pembukaan lahiran termasuk satu dari beragam tanda-tanda menjelang persalinan. Jadi, tepat setelah ibu memasuki ruang bersalin, dokter beserta tim medis lainnya akan terus memantau pembukaan serviks sebagai bagian dari proses persalinan.

Jika bukaan sudah semakin besar artinya tanda-tanda melahirkan sudah semakin jelas terlihat menunjukkan bahwa ibu siap melahirkan.

Nah, supaya tidak keliru, berikut tanda-tanda pembukaan sebelum lahiran yang perlu diperhatikan setiap ibu hamil.

Pembukaan serviks sebagai tahap awal lahiran

tanda tanda mau melahirkan tanda-tanda persalinan

Pembukaan adalah proses membukanya leher rahim atau serviks per sentimeter (cm) sebagai jalur lahir bayi saat persalinan atau melahirkan.

Pembukaan umumnya dialami oleh ibu yang hendak melahirkan dengan jenis persalinan berupa melahirkan normal.

Proses pembukaan atau yang juga dikenal dengan nama dilatasi menjadi salah satu cara bagi dokter kandungan atau bidan untuk melacak waktu saat ibu melahirkan.

Proses pembukaan persalinan biasa dihitung dengan angka 1-10.

Namun, jangka waktu dari terbukanya serviks hingga tiba waktunya melahirkan dapat berbeda pada setiap ibu hamil.

Ada ibu hamil yang serviksnya masih tertutup, tetapi secara cepat pembukaan berkembang dari 1 hingg 10 dan siap melahirkan dalam hitungan jam.

Ada juga ibu hamil yang mengalami pembukaan kehamilan 1 sampai 10 selama berhari-hari.

Sejatinya, ada tiga bagian penting dalam tahapan proses melahirkan. Tahapan persalinan yang pertama, yakni dilatasi atau pembukaan leher rahim (serviks).

Kedua yaitu melahirkan bayi dan ketiga alias terakhir yakni proses pengeluaran plasenta.

Nah, proses persalinan awal atau pembukaan leher rahim bisa dikatakan sebagai bagian yang paling panjang, melansir dari American Pregnancy Association.

Ada tiga fase penting yang terbagi selama proses persalinan dengan pembukaan leher rahim. Meliputi fase laten (awal), fase aktif, dan fase transisi.

Masing-masing fase tersebut memiliki tingkat pembukaan kelahiran serviks yang berbeda-beda.

Mengetahui sejauh mana pembukaan lahiran ibu akan membantu menunjukkan sudah sampai mana tahapan persalinan Anda.

Cara ini dapat membantu Anda menerapkan teknik pernapasan saat melahirkan dan cara mengejan saat melahirkan yang tepat sesuai dengan tahapannya.

Akan tetapi, jauh-jauh hari sebelum hari perkiraan lahir (HPL) tiba setelah menghitung usia kehamilan, sebaiknya sediakan berbagai persiapan persalinan dan perlengkapan melahirkan.

Tanda pembukaan lahiran dalam proses persalinan normal ini berlaku baik saat ibu hamil melahirkan di rumah sakit maupun melahirkan di rumah.

Berbagai tanda pembukaan lahiran

Berikut tanda pembukaan lahiran sebagai tahap awal dari proses melahirkan:

Fase awal (laten)

pembukaan persalinan merupakan tahap awal dari proses melahirkan bayi

Fase awal atau laten merupakan tahap paling pertama dari persalinan.

Melansir dari Mayo Clinic, selain kontraksi yang belum terasa cukup kuat, leher rahim atau serviks masih dalam tahap pembukaan yang sedikit.

Sampai tiba di masa akhir kehamilan, pembukaan serviks menunjukkan bahwa Anda sedang mengalami tanda siap melahirkan.

Bagi ibu yang baru akan melahirkan anak pertama, mungkin sedikit mengalami kesulitan untuk mengira-ngira apakah pembukaan persalinan telah dimulai.

Fase awal (laten) dapat terjadi selama 8-12 jam.

Hal ini dikarenakan kontraksi persalinan yang datang cenderung ringan dan tidak teratur. Nah, berikut tingkat pembukaan serviks atau leher rahim pada fase awal (laten) persalinan:

Pembukaan 1

Pada tanda-tanda tahap pertama pembukaan persalinan, leher rahim sudah melebar kira-kira 1 sentimeter (cm).

Tanda pembukaan 1 atau pertama pada persalinan bisa terjadi berminggu-minggu sebelum proses melahirkan dimulai. 

Namun, ada pula yang baru mengalami tanda pembukaan 1 atau pertama pada saat proses persalinan atau melahirkan mulai.

Tanda-tanda pembukaan 1 tersebut biasa terjadi pada wanita yang baru mengalami pembukaan persalinan anak pertama alias pertama kali melahirkan.

Pembukaan 2

Lebar pembukaan serviks pada tahapan ini sudah sekitar 2 cm.

Namun, ukurannya bisa juga berbeda-beda pada setiap wanita, tergantung dari kondisi tubuh masing-masing. 

Pada pembukaan kedua, ibu hamil kemungkinan akan mengalami kontraksi yang hilang-timbul alias kontraksi palsu

Pembukaan 3

Pada pembukaan lahiran 3, serviks diperkirakan sudah terbuka selebar koin (kira-kira 3 cm).

Ibu hamil butuh istirahat dan lebih banyak makan makanan sehat untuk menyiapkan energi menjelang persalinan yang sebentar lagi mulai.

Fase aktif

melahirkan dengan ekstraksi vakum

Ibu hamil yang hendak melahirkan dikatakan sudah berada di fase melahirkan aktif saat pembukaan lahiran serviks telah membesar lebih dari 3 cm.

Di masa ini, biasanya kekuatan kontraksi mulai lebih lama, kuat, dan terasa intens.

Sedikit perbedaan ketimbang fase awal (laten) sebelumnya, di fase aktif ini kontraksi persalinan yang terasa cenderung lebih sakit dan tidak nyaman.

Biasanya, fase melahirkan aktif ini berlangsung sekitar 3-5 jam.

Sebagai solusinya, Anda bisa mengubah posisi tidur ibu hamil maupun duduk, aktif bergerak, dan cukup minum guna mengatasi nyeri saat fase persalinan aktif.

Berikut tingkat pembukaan serviks atau leher rahim pada fase aktif:

Pembukaan 4

Pada tahap persalinan ini, pembukaan serviks untuk lahiran kira-kira sudah selebar 4 cm.

Pembukaan ke-4 bisa dikatakan sebagai tanda persalinan paling pertama muncul. Selama masa ini, ibu hamil kerap merasakan kontraksi rahim yang mulai rutin. 

Pembukaan 5

Serviks ibu sudah membuka sekitar 5 cm pada saat pembukaan melahirkan atau lahiran di tahap ini.

Jika ingin dibandingkan, ukuran pembukaan serviks untuk lahiran ibu sudah sebesar jeruk mandarin berukuran kecil.

Kontraksi di pembukaan persalinan atau lahiran 5 dapat terasa cukup menyakitkan bagi beberapa ibu yang menjadi tanda sebentar lagi akan bersalin. 

Pembukaan 6

Saat ini, leher rahim atau serviks ibu sudah mencapai pembukaan lahiran 6 cm atau sebesar buah alpukat kecil.

Beberapa ibu mungkin memilih mendapatkan bius epidural pada tahapan bukaan 6 untuk meredakan rasa sakit kontraksi.

Pembukaan 7

Pembukaan lebar serviks Anda menjelang persalinan pada tahap ini sudah sebesar 7 cm, kira-kira menyerupai buah tomat.

Jika kontraksi masih terasa sakit, coba ubah posisi badan, bergerak, dan lebih banyak minum air putih untuk meredakannya sekaligus menjaga daya tahan tubuh Anda.

Fase transisi

melahirkan normal dengan mata minus

Fase transisi merupakan bagian akhir dari serangkaian tahap pembukaan serviks dalam proses persalinan atau lahiran.

Di samping termasuk tahap yang paling menantang, fase transisi juga merupakan tahap dengan durasi waktu yang paling pendek.

Ya, dibandingkan fase awal (laten) dan fase aktif, lama waktu berlangsungnya fase transisi bisa dibilang lebih singkat yaitu sekitar 30 menit hingga 2 jam.

Ibu mungkin akan merasa adanya dorongan kuat untuk mengejan selama fase transisi ini.

Oleh karena itu, wajar jika Anda merasa sangat nyeri setiap kali kontraksi muncul.

Singkatnya waktu dan tingkatan pembukaan leher rahim atau serviks di fase transisi melahirkan ini merupakan pertanda bahwa bayi akan segera lahir.

Akan tetapi, leher rahim atau serviks Anda masih akan terus mengalami pembukaan guna mempersiapkan diri sepenuhnya untuk menjalani proses lahiran.

Baru setelah serviks atau leher rahim terbuka sepenuhnya alias pembukaan 10, persalinan siap untuk dilakukan.

Berikut tingkat bukaan serviks atau leher rahim pada fase transisi melahirkan:

Pembukaan 8

Bila menjelang melahirkan bukaan serviks sudah sebesar 8 cm atau kira-kira sama dengan buah apel, tandanya Anda sudah masuk ke pembukaan 8.

Saat ini, beberapa ibu hamil mulai merasakan dorongan untuk mengejan (ngeden) melahirkan.

Mengejan saat melahirkan membutuhkan banyak energi sehingga tidak sedikit pula ibu hamil sampai mengalami muntah di tahap ini karena kelelahan.

Namun demikian, Anda belum diperbolehkan untuk mengejan sebelum terjadi pembukaan lahiran yang lengkap. 

Pembukaan 9

Lebar leher rahim ibu pada pembukaan 9 sudah sebesar donat dengan diameter sekitar 9 cm.

Durasi transisi bukaan 8, 9, dan menuju 10 selama proses melahirkan umumnya berlangsung singkat. 

Pembukaan 10

Ini adalah pembukaan lahiran atau persalinan yang terakhir dengan lebar serviks sampai kira-kira 10 cm.

Pada tahap pembukaan ini, ibu akan terus diminta mengejan untuk melahirkan bayi sampai keluar seutuhnya.

Dorongan mengejan mungkin terasa seperti ingin buang air besar.

Berapa lama tahap pembukaan leher rahim berlangsung?

kontraksi rahim akibat komplikasi melahirkan

Tidak ada waktu pasti yang menjelaskan berapa lama fase awal (laten), aktif, dan transisi dialami oleh masing-masing ibu hamil.

Kecepatan pembukaan serviks dalam lahiran juga dapat ditentukan oleh apakah ini kelahiran Anda yang pertama atau sudah pernah melahirkan sebelumnya.

Jika ini bukan kali pertama Anda melahirkan, umumnya waktu pembukaan serviks dalam proses persalinan tidak terlalu lama.

Namun, ada juga ibu hamil yang membutuhkan waktu bukaan serviks yang lebih lama di fase persalinan tertentu, tapi kemudian berangsur-angsur cepat di fase lainnya.

Penting untuk dipahami, biasanya saat memasuki fase aktif persalinan, pembukaan leher rahim akan cenderung lebih stabil sampai waktu melahirkan tiba.

Setelah fase transisi selesai, tandanya tahap pembukaan persalinan sudah habis.

Ini artinya, Anda siap untuk melahirkan karena leher rahim atau serviks telah terbuka hingga 10 cm.

Mungkinkah bayi susah keluar saat pembukaan lahiran?

tahap proses melahirkan pembukaan lahiran

Normalnya bayi akan keluar setelah pembukaan lengkap. Namun dalam beberapa kasus, bayi tak kunjung lahir meski pembukaan serviks sudah sampai 10.

Berikut adalah sejumlah faktor yang dapat menjadi penyebabnya:

  • Ukuran kepala bayi tidak sesuai dengan ukuran panggul ibu
  • Kontraksi kurang kuat
  • Plasenta previa
  • Posisi janin tidak normal
  • Kondisi darurat dan gawat janin

Jika terjadi kondisi darurat, proses persalinan harus segera diselesaikan guna menyelamatkan ibu dan janin.

Dokter akan memberikan rekomendasi cara untuk membuat bayi keluar saat pembukaan yang lengkap tidak juga berefek apa pun.

Prosedur medis seperti induksi persalinan dapat dilakukan untuk membantu merangsang pembukaan melahirkan.

Bahkan, bila nantinya bayi sulit keluar, prosedur melahirkan dengan forceps maupun ekstraksi vakum mungkin akan dipertimbangkan oleh dokter.

Faktanya, beberapa faktor penghambat persalinan memang tidak dapat dihindari.

Meski demikian, ibu bisa mengurangi risikonya dengan menjalani pemeriksaan kandungan rutin selama kehamilan.

powered by Typeform

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Direkomendasikan untuk Anda

pembukaan lahiran

Pembukaan Sudah Lengkap, Tapi Bayi Tidak Keluar? 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2019 . Waktu baca 4 menit