Tanda-Tanda Pembukaan 1-10 yang Harus Dikenali Ibu Menjelang Melahirkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/01/2020 . 8 menit baca
Bagikan sekarang

Dari sekian banyak tanda-tanda melahirkan atau persalinan, satu di antaranya yakni pembukaan leher rahim (serviks). Tepat setelah Anda memasuki ruang bersalin, dokter beserta tim medis lainnya akan terus memantau pembukaan leher rahim sebagai bagian dari proses persalinan.

Jika bukaan sudah semakin besar artinya Anda siap melahirkan. Berikut tanda-tanda pembukaan sebelum melahirkan yang perlu diperhatikan setiap ibu hamil.

Pembukaan sebagai tahap awal persalinan

Pembukaan adalah proses membukanya leher rahim (serviks) per sentimeter sebagai jalur lahir bayi saat persalinan. Pembukaan umum dialami oleh ibu yang melahirkan normal.

Proses pembukaan atau yang juga dikenal dengan nama dilatasi, menjadi salah satu cara bagi dokter kandungan atau bidan untuk melacak waktu melahirkan Anda.

Proses pembukaan persalinan biasa dihitung dengan angka 1-10. Namun, jangka waktu dari terbukanya serviks hingga tiba waktunya melahirkan dapat berbeda pada setiap ibu hamil.

Ada ibu hamil yang serviksnya masih tertutup tiba-tiba menjadi bukaan 10 dan siap melahirkan dalam hitungan jam. Ada juga ibu hamil yang mengalami pembukaan kehamilan 1 sampai 10 selama berhari-hari atau berminggu-minggu.

Sejatinya, ada tiga bagian penting dalam tahapan proses melahirkan. Tahapan persalinan yang pertama, yakni dilatasi atau pembukaan leher rahim (serviks).

Kedua yaitu melahirkan bayi dan ketiga alias terakhir yakni proses pengeluaran plasenta. Nah, proses persalinan awal atau pembukaan leher rahim bisa dikatakan sebagai bagian yang paling panjang, melansir dari American Pregnancy Association.

Ada tiga fase penting yang terbagi selama proses persalinan dengan pembukaan leher rahim. Meliputi fase laten (awal), fase aktif, dan fase transisi.

Masing-masing fase tersebut memiliki tingkat pembukaan leher rahim yang berbeda-beda. Mengetahui sejauh mana pembukaan Anda akan membantu menunjukkan sudah sampai mana tahapan persalinan Anda.

Cara ini dapat membantu Anda menerapkan teknik bernapas dan mengejan yang tepat sesuai dengan tahap melahirkan.

Berbagai tanda pembukaan persalinan

Berikut tanda pembukaan persalinan sebagai tahap awal dari proses melahirkan:

Fase awal (laten)

Fase awal atau laten merupakan tahap paling pertama dari persalinan. Melansir dari Mayo Clinic, selain kontraksi yang belum terasa cukup kuat, leher rahim atau serviks masih dalam tahap pembukaan yang sedikit.

Sampai tiba di masa akhir kehamilan, pembukaan serviks menunjukkan bahwa Anda sedang mengalami tanda siap melahirkan. Bagi ibu yang baru akan melahirkan untuk pertama kalinya, mungkin sedikit mengalami kesulitan untuk mengira-ngira apakah persalinan telah dimulai. Fase awal (laten) dapat terjadi selama 8-12 jam.

Hal ini dikarenakan kontraksi yang datang cenderung ringan dan tidak teratur. Nah, berikut tingkat pembukaan serviks atau leher rahim pada fase awal (laten):

Pembukaan 1

Pada tahap pertama, leher rahim sudah melebar kira-kira 1 sentimeter (cm). Pembukaan 1 bisa terjadi berminggu-minggu sebelum proses melahirkan dimulai

Namun, ada pula yang baru mengalami bukaan pertama saat proses persalinan mulai. Ini biasa terjadi pada wanita yang baru pertama kali hamil.

Pembukaan 2

Lebar bukaan serviks pada tahapan ini sudah sekitar 2 cm. Namun, ukurannya bisa juga berbeda-beda pada setiap wanita, tergantung dari kondisi tubuh masing-masing. 

Pada pembukaan kedua, ibu hamil kemungkinan akan mengalami kontraksi yang hilang-timbul alias kontraksi palsu

Pembukaan 3

Pada pembukaan persalinan 3, serviks diperkirakan sudah terbuka selebar koin (kira-kira 3 cm). Ibu hamil butuh istirahat dan lebih banyak makan makanan sehat untuk menyiapkan energi menjelang persalinan yang sebentar lagi mulai.

Fase aktif

Ibu hamil yang hendak melahirkan dikatakan sudah berada di fase persalinan aktif saat pembukaan leher rahim telah membesar lebih dari 3 cm. Di masa ini, biasanya kekuatan kontraksi mulai lebih lama, kuat, dan terasa intens.

Sedikit perbedaan ketimbang fase awal (laten) sebelumnya, di fase aktif ini kontraksi persalinan yang terasa cenderung lebih sakit dan tidak nyaman. Biasanya pada fase ini akan berlangsung sekitar 3-5 jam.

Sebagai solusinya, Anda bisa mengubah posisi saat tidur maupun duduk, aktif bergerak, dan cukup minum guna mengatasi nyeri saat fase persalinan aktif.

Berikut tingkat pembukaan serviks atau leher rahim pada fase aktif:

Pembukaan 4

Pada tahap ini, bukaan serviks kira-kira sudah selebar 4 cm. Pembukaan ke-4 bisa dikatakan sebagai tanda persalinan paling pertama muncul. Ibu hamil akan merasakan kontraksi rahim yang mulai rutin. 

Pembukaan 5

Leher rahim ibu sudah membuka sekitar 5 sentimeter pada saat pembukaan persalinan di tahap ini. Jika ingin dibandingkan, ukuran lebar serviks anda sudah sebesar jeruk mandarin kecil.

Kontraksi di pembukaan persalinan 5 dapat terasa cukup menyakitkan bagi beberapa ibu, yang menjadi tanda sebentar lagi Anda akan bersalin. 

Pembukaan 6

Saat ini, leher rahim Anda sudah mencapai pembukaan persalinan 6 cm atau sebesar buah alpukat kecil. Beberapa ibu mungkin memilih mendapatkan bius epidural pada tahapan bukaan 6 untuk meredakan rasa sakit kontraksi.

Pembukaan 7

Pembukaan lebar serviks Anda menjelang persalinan pada tahap ini sudah sebesar 7 cm, kira-kira menyerupai buah tomat.

Jika kontraksi masih terasa sakit, coba ubah posisi badan, bergerak, dan lebih banyak minum air putih untuk meredakannya sekaligus menjaga daya tahan tubuh Anda.

Fase transisi

Fase transisi merupakan bagian akhir dari serangkaian tahap pembukaan leher rahim dalam proses persalinan. Di samping termasuk tahap yang paling menantang, fase transisi juga merupakan tahap dengan durasi waktu yang paling pendek.

Ya, dibandingkan fase awal (laten) dan fase aktif, lama waktu berlangsungnya fase transisi bisa dibilang lebih singkat yaitu sekitar 30 menit hingga 2 jam. Anda mungkin akan merasa adanya dorongan kuat untuk mengejan selama fase transisi ini.

Oleh karena itu, wajar jika Anda merasa sangat nyeri setiap kali kontraksi muncul. Singkatnya waktu dan tingkatan pembukaan leher rahim di fase transisi melahirkan ini merupakan pertanda bahwa bayi akan segera lahir.

Akan tetapi, leher rahim atau serviks Anda masih akan terus mengalami pembukaan guna mempersiapkan diri sepenuhnya untuk menjalani proses melahirkan. Baru setelah leher rahim terbuka sepenuhnya alias pembukaan 10, persalinan siap untuk dilakukan.

Berikut tingkat pembukaan serviks atau leher rahim pada fase transisi:

Pembukaan 8

Bila menjelang persalinan serviks sudah terbuka sebesar 8 cm atau kira-kira sama dengan buah apel, tandanya Anda sudah masuk ke pembukaan 8.

Saat ini beberapa ibu hamil mulai merasakan dorongan untuk mengejan (ngeden) melahirkan. Mengejan membutuhkan banyak energi, dan tidak sedikit pula ibu hamil sampai mengalami muntah di tahap ini karena kelelahan. Namun demikian, Anda belum diperbolehkan untuk mengejan sebelum terjadi pembukaan lengkap. 

Pembukaan 9

Lebar leher rahim ibu pada pembukaan 9 sudah sebesar donat, dengan diameter sekitar 9 sentimeter. Durasi transisi pembukaan 8, 9, dan menuju 10 selama persalinan umumnya berlangsung singkat. 

Pembukaan 10

Ini adalah pembukaan persalinan yang terakhir dengan lebar serviks sampai kira-kira 10 cm. Pada tahap ini ibu akan terus diminta untuk mengejan untuk melahirkan bayi sampai keluar seutuhnya. Dorongan mengejan mungkin terasa seperti ingin buang air besar.

Berapa lama tahap pembukaan leher rahim berlangsung?

Tidak ada waktu pasti yang menjelaskan berapa lama fase awal (laten), aktif, dan transisi dialami oleh masing-masing ibu hamil. Kecepatan pembukaan serviks dalam persalinan juga dapat ditentukan oleh apakah ini kelahiran Anda yang pertama atau Anda sudah pernah melahirkan sebelumnya.

Jika ini bukan kali pertama Anda melahirkan, umumnya waktu pembukaan serviks dalam proses persalinan tidak terlalu lama. Namun, ada juga ibu hamil yang membutuhkan waktu lebih lama dalam pembukaan serviks di fase persalinan tertentu, tapi kemudian berangsur-angsur cepat di fase lainnya.

Penting untuk dipahami, biasanya saat memasuki fase aktif persalinan, pembukaan leher rahim akan cenderung lebih stabil sampai saat melahirkan tiba.

Setelah fase transisi selesai, tandanya tahap pembukaan persalinan sudah habis. Ini artinya, Anda siap untuk melahirkan karena leher rahim atau serviks telah terbuka hingga 10 cm.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . 6 menit baca

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Menyusui 05/06/2020 . 10 menit baca

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . 5 menit baca

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mengantar istri melahirkan ke rumah sakit

Ayah, Ini Tips Mengantar Ibu Hamil ke Rumah Sakit untuk Kelahiran

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/06/2020 . 4 menit baca
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca