Pembukaan lahiran adalah salah satu tanda bahwa Anda akan segera melahirkan. Semakin besar jumlah bukaan, semakin dekat pula Anda dengan waktu persalinan.
Pembukaan lahiran adalah salah satu tanda bahwa Anda akan segera melahirkan. Semakin besar jumlah bukaan, semakin dekat pula Anda dengan waktu persalinan.

Supaya lebih siap dalam menghadapi persalinan, cari tahu berbagai informasi tentang pembukaan melalui uraian berikut.
Pembukaan lahiran adalah proses terbukanya leher rahim atau serviks yang akan menjadi jalan keluar janin.
Umumnya, orang yang hendak melahirkan akan melalui pembukaan 1 sampai 10. Pemantauan terhadap proses pembukaan biasanya hanya dilakukan pada ibu hamil yang akan melahirkan dengan metode pervaginaan.
Cara mengukur pembukaan lahiran biasanya dilakukan dengan memasukkan jari ke serviks. Satu jari tangan berarti satu tingkat pembukaan.
Meski tidak ada ukuran secara pasti, bukaan 1 biasanya dinilai dengan 1 cm dan seterusnya sampai bukaan 10 atau 10 cm.
Lamanya proses bukaan lahiran pada setiap ibu bisa berbeda-beda. Ada yang melaluinya dalam hitungan jam, tetapi ada juga yang sampai berhari-hari.

Proses pembukaan untuk melahirkan terdiri dari tiga fase, yaitu laten, aktif, dan transisi. Berikut adalah fase dan tanda-tanda pembukaan 1–10 sampai akhirnya melahirkan.
Ketika Anda mengalami pembukaan 1–4, artinya Anda sedang berada dalam fase awal atau laten. Pada fase ini, serviks sudah mulai melunak sehingga mudah melebar dan menipis untuk persiapan kelahiran.
Berikut adalah ciri-ciri pembukaan fase laten.
Ibu yang baru pertama kali melahirkan mungkin tidak menyadari fase ini karena tanda-tanda melahirkan yang belum cukup intens, khususnya saat bukaan masih berada di bawah empat.
Active phase atau fase aktif terjadi selama pembukaan 4 sampai 7. Kontraksi pada fase pembukaan lahiran ini sudah semakin intens dan mulai menimbulkan rasa tidak nyaman atau bahkan sakit.
Berikut adalah ciri-ciri pembukaan fase aktif.
Pada fase ini, dokter akan membantu ibu mengatur pernapasan agar persalinan lancar dan rasa sakit berkurang.
Jika dibutuhkan, dokter dapat memberikan bius epidural untuk meredakan rasa sakit saat kontraksi.
Selama fase transisi, serviks akan melebar hingga 10 cm atau bukaan 10. Ini merupakan fase ketika Anda akan segera melahirkan dengan normal.
Berikut adalah ciri-ciri fase pembukaan transisi.
Mengutip laman Mayo Clinic, dokter atau petugas kesehatan akan menuntun Anda untuk menemukan posisi yang nyaman selama fase transisi supaya tidak mengejan sebelum waktunya.
Beberapa posisi yang biasanya dianjurkan selama fase transisi adalah duduk, jongkok, atau berlutut.
Tidak ada patokan pasti mengenai berapa lama masing-masing fase bukaan lahiran. Namun, fase persalinan biasanya menjadi lebih singkat ketika Anda sudah pernah mengalaminya.

Normalnya, bayi akan keluar setelah pembukaan lengkap atau pembukaan 10. Jika janin tidak juga keluar setelah bukaan lengkap, berikut adalah beberapa kondisi yang mungkin jadi penyebabnya.
Pada kondisi tersebut, Anda mungkin memerlukan induksi atau rangsangan supaya persalinan bisa segera dimulai.
Induksi persalinan hanya bisa dilakukan saat usia janin sudah di atas 39 minggu, kecuali ada masalah tertentu yang membuat dokter menyarankan sebaliknya.
Berikut adalah beberapa jenis induksi yang bisa diberikan apabila pembukaan persalinan terhambat.
Jika berbagai cara di atas tidak kunjung membuat Anda melahirkan dengan normal, dokter bisa menggunakan bantuan forsep atau ekstraksi vakum.
Setelah berhasil melahirkan, Anda mungkin masih merasakan kontraksi ringan. Ini merupakan kondisi yang wajar sebagai tanda plasenta keluar.
Sebelum membawa ibu ke ruangan perawatan, dokter akan memastikan bahwa plasenta sudah dari dalam tubuh.
Pasalnya, plasenta yang tertinggal usai melahirkan dikhawatirkan dapat menimbulkan infeksi atau perdarahan.