Membedakan Kontraksi Palsu dan Kontraksi Tanda Melahirkan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: Hello Sehat Medical Review Team.

Tidak sedikit ibu hamil yang terkecoh buru-buru pergi ke rumah sakit berpikir sudah tiba saatnya untuk melahirkan, hanya untuk diberi tahu oleh dokter bahwa kontraksi tersebut hanya tipu-tipu. Kontraksi palsu ini dikenal sebagai kontraksi Braxton Hicks.

Kontraksi Braxton Hicks adalah cara tubuh Anda bersiap menyambut hari kelahiran si buah hati, tapi tak semua wanita bisa mengalami kontraksi palsu. Dan di beberapa kasus, kontraksi nyata yang terasa kuat dan lebih teratur bahkan bisa timbul tanpa peringatan sama sekali.

Begini cara membedakan mana kontraksi palsu dan mana yang menandakan Anda harus benar-benar ke rumah sakit.

Tanda-tanda kontraksi palsu (Braxton Hicks)

Beberapa wanita menggambarkan kontraksi Braxton Hicks sebagai rasa kencang di bagian perut yang datang dan pergi. Banyak wanita yang mengatakan bahwa kontraksi palsu ini terasa seperti kram perut ringan. Rasa tidak nyaman dari kontraksi berpusat di perut bawah, tapi tidak memicu proses pembukaan rahim.

Anda mungkin tak perlu panik dan malah bisa sedikit bersantai di rumah jika Anda mengalami gejala kontraksi palsu yang seperti di bawah ini:

  • Frekuensi dan polanya acak; tidak bertahan lama, tidak semakin parah, tidak semakin sering, namun bisa terasa sakit atau tidak sama sekali (misalnya jarak antar kontraksi 10 menit, 6 menit, 2 menit, kemudian 8 menit)
  • Kontraksi bisa berhenti begitu Anda berganti posisi atau beralih ke aktivitas lain
  • Tidak menunjukkan adanya bercak darah
  • Air ketuban tidak pecah

Anda mungkin mengalami kontraksi palsu ini selama trimester ketiga atau bahkan trimester kedua. Namun perlu diingat bahwa tidak semua wanita mengalami persalinan palsu, dan ketika ragu, selalu hubungi dokter kandungan atau bidan. Kadang-kadang satu-satunya cara untuk mengetahui pasti adalah untuk menjalani pemeriksaan vagina. Dokter dapat mengecek apakah leher rahim Anda sudah berubah dan bersiap untuk persalinan.

Jika dokter memastikan bahwa ini belum saatnya, Anda bisa meredakan nyeri yang mungkin timbul dari kontraksi palsu dengan berendam hangat atau pijat. Atau, jalan-jalan ke luar rumah sebentar untuk menghilangkan kontraksi palsu ini. Jika Anda ibu hamil yang aktif, tak apa untuk beristirahat karena tubuh Anda sedang mempersiapkan kelahiran si kecil. Pastikan untuk selalu minum banyak cairan.

BACA JUGA: Berbagai Penyebab Ketuban Pecah Lebih Awal

Tanda-tanda kontraksi persalinan asli

Pengalaman kontraksi menjelang melahirkan dapat berbeda untuk setiap wanita, dan juga mungkin berbeda di setiap kehamilan. Untuk mencari tahu apakah kontraksi Anda merasa adalah hal yang nyata dan Anda akan melahirkan, simak panduan berikut.

  • Kontraksi persalinan nyata pada awalnya tidak beraturan, mirip kontraksi palsu. Tapi seiring waktu, kontraksi Anda mulai menunjukkan pola, jarak, dan frekuensi tetap, serta semakin terasa lama. Kontraksi datang secara berkala, misalnya setiap lima atau tujuh menit sekali, dan masing-masing berlangsung sekitar 30-70 detik. Cek kontraksi Anda menggunakan jam tangan atau stopwatch, catat kapan dan berapa lama setiap kontraksi berlangsung
  • Kontraksi nyata akan terus berdenyut meskipun Anda berganti posisi, tidur, atau beraktivitas — mungkin terasa semakin intens dari waktu ke waktu
  • Kontraksi persalinan menyebabkan nyeri punggung yang terus-menerus di sekitar perut Anda, bersama dengan tekanan di panggul. Beberapa wanita mungkin juga merasakan sakit hingga ke pinggang dan paha. Beberapa wanita menggambarkan kontraksi seperti kram menstruasi yang kuat, sementara yang lain menggambarkan kontraksi mereka seperti gelombang kuat yang terasa seperti kram diare.
  • Terjadinya penipisan dan pelebaran leher rahim (effacement)
  • Timbul bercak darah. Sehari atau dua hari sebelum kontraksi dimulai, Anda mungkin melihat lendir merah muda atau keputihan yang disertai darah. Bercak darah ini sebenarnya lendir penyumbat yang menyegel leher rahim selama kehamilan. Tidak semua wanita menyadari bercak ini, dan beberapa wanita bisa mulai kontraksi sebelum sumbat lendir lepas.
  • Ketuban pecah. Jika Anda memiliki kontraksi teratur dan air ketuban Anda pecah, Anda kemungkinan besar akan melahirkan dalam waktu dekat.

BACA JUGA: Tak Mau Vagina Robek Saat Melahirkan? Coba Pijat Perineum

Namun bahkan setelah mengalami tanda-tanda persalinan, Anda tidak bisa yakin sepenuhnya jika Anda benar-benar akan melahirkan. Beberapa wanita mengalami kontraksi menyakitkan setiap hari dengan tidak ada perubahan serviks, sementara wanita lain mungkin merasa hanya sedikit tekanan dan sakit punggung.

Jangan ragu untuk menelepon dokter atau bidan Anda ketika Anda dilanda dilema. Dokter/bidan seharusnya tersedia setiap saat untuk menjawab pertanyaan dan mendiskusikan kekhawatiran Anda tentang apakah atau tidak kontraksi Anda tanda-tanda persalinan benar. Anda bisa menunggu kontraksi di rumah dan melihat perkembangannya, kecuali tim kesehatan Anda menyarankan sebaliknya.

Segera hubungi dokter atau bidan Anda, jika Anda mengalami:

  • Perdarahan vagina berat
  • Kebocoran cairan terus-menerus, atau jika air ketuban Anda pecah
  • Kontraksi yang sangat kuat setiap 5 menit selama 1 jam
  • Kontraksi yang tidak mereda saat dibawa jalan
  • Perubahan dalam pergerakan bayi yang Anda sangat sadari, atau jika Anda merasakan kurang dari 10 pergerakan per 2 jam
  • Gejala kontraksi persalinan nyata apapun jika kehamilan Anda belum berusia 37 minggu

BACA JUGA: 5 Metode Melahirkan Alternatif yang Bisa Anda Coba

Sumber
Yang juga perlu Anda baca