home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Enggan ke Rumah Sakit, Amankah Bila Ibu Melahirkan Normal di Rumah?

Enggan ke Rumah Sakit, Amankah Bila Ibu Melahirkan Normal di Rumah?

Melahirkan di rumah secara normal kerap menjadi cita-cita para ibu karena ingin menghindari suasana tegang di rumah sakit. Setiap metode melahirkan di rumah maupun di rumah sakit memiliki pro dan kontra masing-masing. Lantas, apakah metode melahirkan di rumah secara normal ini aman dilakukan? Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini.

Memilih melahirkan normal di rumah, aman atau tidak?

posisi tidur setelah melahirkan

Melahirkan normal di rumah atau home birth merupakan salah satu metode persalinan yang tengah digandrungi oleh para ibu hamil.

Sederhananya, home birth adalah proses melahirkan secara di rumah yang dilakukan dengan keputusan ibu hamil itu sendiri.

Water birth juga termasuk dalam hal ini, karena biasanya dilakukan di rumah sendiri.

Di sisi lain, jenis persalinan yang juga bisa diterapkan yakni gentle birth dan hypnobirth.

Metode persalinan yang satu ini diklaim bisa membuat ibu hamil lebih tenang dan nyaman saat melahirkan.

Semakin tenang perasaan ibu hamil, rasa sakit saat persalinan konon juga berkurang.

Namun yang jadi pertanyaan selanjutnya yaitu, apakah melahirkan di rumah itu aman dilakukan?

Sebetulnya, proses melahirkan di rumah bisa saja berjalan dengan aman dan lancar asalkan ibu hamil tidak mengalami komplikasi tertentu.

Namun, bagaimanapun juga proses persalinan yang dilakukan di rumah tetap saja lebih berisiko daripada ibu hamil melahirkan di rumah sakit atau klinik bersalin.

Ini karena ketika melahirkan normal dilakukan di rumah, tentu akan lebih sulit dilakukan pertolongan bila sewaktu-waktu terjadi komplikasi.

Manfaat dan risiko melahirkan normal di rumah

persiapan melahirkan

Persiapan persalinan yang Anda butuhkan saat akan melahirkan di rumah dan di rumah sakit tentu berbeda.

Sayangnya, hingga saat ini, menerapkan cara melahirkan normal sendiri di rumah atau home birth masih memicu pro dan kontra dengan manfaat dan risiko yang ditawarkan.

Manfaat ibu melahirkan normal di rumah sendiri

Berikut ini manfaat yang bisa didapatkan ibu hamil jika melahirkan sendirian di rumah dengan bantuan dokter atau bidan:

Meningkatkan keintiman ibu dan bayi

Dengan melahirkan di rumah, ibu dapat segera menyusui bayinya. Hal ini bahkan dapat mencegah perdarahan sekaligus memberikan antibodi yang lebih banyak ke tubuh bayi lewat ASI.

Melahirkan dengan cara yang nyaman

Melahirkan di rumah akan menjauhkan Anda dari kesan rumah sakit yang menakutkan dan menyakitkan.

Ini menjadi salah satu alasan mengapa cara melahirkan sendiri di rumah kerap diterapkan.

Menghemat biaya

Tentu saja, biaya persalinan di rumah akan jauh lebih rendah ketimbang persalinan di rumah sakit.

Pasalnya, biaya persalinan di rumah sakit kadang meliputi biaya inap kamar dan lain sebagainya.

Risiko ibu melahirkan sendiri di rumah

Meski manfaatnya tampak menggiurkan, melahirkan sendirian di rumah ternyata juga menyimpan risiko yang perlu Anda waspadai.

Seperti yang sudah Anda tahu, kondisi di dalam rumah sendiri dan rumah sakit tentu berbeda.

Rumah sakit memiliki fasilitas dan alat medis yang lebih lengkap daripada di rumah sendiri.

Bila nantinya terjadi komplikasi atau hambatan persalinan, dokter dapat dengan sigap melakukan tindakan untuk menyelamatkan ibu dan janin.

Sementara jika persalinan dilakukan di dalam rumah, hal ini tentu sulit dilakukan. Akibatnya, keselamatan ibu dan janin bisa terancam.

Itulah kenapa, walaupun ibu memutuskan untuk melahirkan di rumah, tetap saja diperlukan pendampingan dari dokter, bidan, atau doula.

Ya, menerapkan cara melahirkan sendiri di rumah tetap tidak bisa dilakukan sama bantuan tenaga kesehatan profesional.

Hal ini karena melahirkan sendiri tanpa bantuan di rumah akan sangat berisiko bagi ibu dan bayi.

Selain itu, dokter dan bidan juga dapat menyiapkan alat-alat medis seperti tabung oksigen, infus, atau obat-obatan lainnya untuk berjaga-jaga bila terjadi kondisi darurat medis.

Harapannya, proses melahirkan normal di rumah dapat berlangsung dengan lancar sehingga ibu dan bayinya dalam kondisi sehat dan selamat.

Persiapan bila ingin melahirkan di rumah

melahirkan vakum

Apabila kondisi kehamilan Anda tergolong sehat dengan risiko yang rendah, ada kemungkinan Anda diberikan pilihan oleh dokter dimana ingin melakukan melahirkan normal, termasuk di rumah.

Banyak pertimbangan yang harus Anda pikirkan mengingat faktor risiko gagal dan berhasil melakukan persalinan di rumah sama besarnya.

Pastinya, Anda mau yang terbaik untuk Anda dan bayi, bukan?

Jika hasil pertimbangan sudah matang dan memilih melakukan persalinan dirumah, mungkin ada kekhawatiran lainnya.

Seperti apakah aman bersalin di rumah? Apakah Anda memerlukan bidan atau dokter? Bagaimana Anda mengantisipasi risiko yang muncul?

Untuk itu, berikut berbagai persiapan melahirkan di rumah:

1. Cari info sebanyak-banyaknya

Temukan bidan yang tepat untuk membantu persalinan Anda. Pada dasarnya, mereka diajarkan untuk membantu proses kelahiran juga meminimalisir terjadinya komplikasi yang berpotensi muncul tiba-tiba.

Jika Anda ingin melakukan persalinan di rumah, bidan adalah sosok yang tepat untuk membantu proses melahirkan.

2. Pilih bidan atau dokter yang berpengalaman

Ketika memilih bidan atau dokter yang akan membantu Anda, sebaiknya Anda pun mengetahui rekam jejak bidan atau dokter tersebut dalam membantu proses melahirkan nantinya.

Pastikan praktisi tersebut memiliki asisten yang akan membantu pada proses melahirkan.

3. Pastikan praktisi sigap dan memiliki peralatan yang mumpuni

Ajukan pertanyaan yang mendetail tentang kemungkinan kasus yang akan dihadapi saat proses kelahiran.

Dokter atau bidan harus memiliki pengetahuan yang cukup sekaligus peralatan lengkap juga diperlukan untuk bayi dan ibu.

Sebaiknya, bidan dan dokter juga memiliki dan mempersiapkan obat darurat dan alat-alat lain untuk membantu proses kelahiran, terutama dengan risiko komplikasi persalinan.

Ketika komplikasi melahirkan terjadi dan sulit ditangani bila hanya berada di rumah, ibu tetap harus dirujuk ke rumah sakit.

4. Memiliki rencana darurat

Dikutip dari Pregnancy Birth Baby, apabila Anda memilih bidan, bidan harus memiliki koneksi medis dengan seorang dokter atau rumah sakit.

Hal ini merupakan salah satu cara jika proses melahirkan normal di rumah tidak berjalan seperti yang direncanakan.

Pastikan dokter dan rumah sakit tahu tentang riwayat kesehatan Anda dan mereka bersedia menerima kondisi darurat terjadi sewaktu-waktu.

Kondisi ini pastinya sangat dihindari oleh para calon ibu, tetapi persiapannya tetap wajib dilakukan.

5. Tentukan di mana dan siapa yang akan menemani proses melahirkan

Lokasi dan jarak melakukan persalinan dari rumah sakit sangat berpengaruh dan wajib diperhitungkan jika memang Anda ingin melahirkan di rumah.

Dengan begitu, jika ada keadaan darurat, Anda bisa langsung diberi pertolongan ke rumah sakit.

Mengenai siapa saja yang akan menemani Anda melahirkan sebetulnya tidak ada aturan pasti.

Hal ini tergantung keinginan dan kenyaman suasana melahirkan yang dibutuhkan.

6. Pastikan untuk melakukan tes atau cek kesehatan

Melahirkan normal di rumah cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi ketimbang melahirkan di rumah sakit.

Jadi, Anda disarankan untuk melakukan cek dan tes kesehatan sebelum dan setelah melahirkan.

Agar mempermudah proses dan cara melahirkan di rumah sendiri, ibu bisa mengusahakan dengan melakukan induksi alami maupun makan makanan supaya cepat melahirkan.

7. Memastikan perlengkapan sudah tercukupi

Tidak seperti di rumah sakit, Anda perlu untuk menyiapkan beberapa perlengkapan untuk melahirkan di rumah.

Hal ini dibutuhkan agar bidan juga dapat menjalani tugasnya semaksimal mungkin.

Beberapa perlengkapan yang biasanya dibutuhkan adalah beberapa jenis alkohol, beberapa jenis kapas, seprai, plastik sebagai alas kasur, handuk, selimut, plastik sampah, dan lain-lainnya.

Selain itu, ibu juga perlu mengonsultasikan apa saja yang dibutuhkan kepada bidan dan dokter yang akan menangani melahirkan normal sendiri di rumah.

Persiapkan perlengkapan yang dibutuhkan setidaknya tiga minggu sebelum waktu lahir.

8. Pahami risiko melahirkan normal di rumah

Risiko kematian untuk bayi yang dilahirkan di rumah, dua kali lipat lebih besar dari bayi yang dilahirkan di rumah sakit.

Anda bisa kehilangan waktu serta tenaga untuk perjalanan ke rumah sakit apabila terjadi komplikasi di rumah.

Ibu yang melahirkan normal di rumah lebih mungkin mengalami masalah seperti pendarahan selama dan setelah melahirkan.

Pertimbangkan hal ini sebelum melahirkan normal di rumah

hamil dengan endometriosis melahirkan di rumah

Sebetulnya, setiap ibu hamil berhak memilih proses persalinan apa pun yang diinginkan.

Akan tetapi, hal ini tentu disesuaikan juga dengan kondisi kesehatan ibu dan janinnya.

Menurut American Pregnancy Association, Anda baru boleh bersalin di rumah dengan syarat:

  • Ibu dalam kondisi sehat dan tidak berisiko komplikasi.
  • Ingin mengurangi atau bahkan menghindari episiotomi, epidural, atau intervensi lainnya.
  • Tidak pernah melahirkan caesar atau persalinan prematur sebelumnya.
  • Ingin bisa melahirkan dengan posisi yang paling nyaman.
  • Merasa lebih nyaman dan tenang jika melahirkan di rumah.

Ini artinya, metode melahirkan ini tidak boleh dilakukan bagi ibu yang punya komplikasi kehamilan, masalah kesehatan tertentu, atau kondisi medis lainnya yang berisiko tinggi.

Ibu juga sebaiknya tidak melakukan cara melahirkan normal di rumah sendirian tanpa bantuan dokter atau bidan, bahkan meski dibantu oleh suami sekali pun.

Ibu melahirkan normal di rumah yang dibantu oleh suami tetap membutuhkan bantuan dari dokter dan bidan guna melancarkan proses persalinan.

Lagi-lagi, pastikan Anda mengantongi izin dari dokter kandungan sebelum memutuskan untuk melahirkan di rumah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Home Birth. Retrieved 23 July 2020, from http://americanpregnancy.org/labor-and-birth/home-birth/

Home Birth: Know the Pros and Cons. Retrieved 23 July 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/home-birth/art-20046878

Home Birth. (2020). Retrieved 23 July 2020, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/home-birth

Planned Home Birth. (2013). PEDIATRICS, 131(5), 1016-1020. doi: 10.1542/peds.2013-0575

Home birth: what kit do I need?. (2019). Retrieved 23 July 2020, from https://www.nct.org.uk/labour-birth/deciding-where-give-birth/giving-birth-home/home-birth-what-kit-do-i-need

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 10/12/2016
x