Terpaksa Harus Melahirkan Sendiri? Ini yang Harus Dilakukan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/02/2020 . 9 menit baca
Bagikan sekarang

Khawatir Anda akan melahirkan sendiri, di rumah atau di kursi penumpang taksi, sebelum Anda ke rumah sakit — seperti di sinetron?

Di dunia nyata, sangat tipis peluangnya untuk Anda tiba-tiba melahirkan sendiri tanpa bantuan profesional medis (terutama jika ini adalah kehamilan pertama Anda) — kebanyakan kelahiran darurat terjadi pada wanita yang telah memiliki bayi sebelumnya.

Tapi kehamilan dan persalinan adalah fenomena hidup yang penuh dengan kejutan. Itu sebabnya dalam situasi rumit nan langka di mana Anda tidak sempat ke ruang bersalin, memahami terlebih dahulu apa yang harus dilakukan jika harus melahirkan sendiri akan membantu meminimalisir kepanikan Anda.

Apa yang harus dilakukan jika saya harus melahirkan sendiri?

Setiap gejala persalinan tiap wanita akan berbeda. Namun jika Anda mengalami kontraksi yang kuat yang terjadi tiga sampai empat menit sekali, tampak cairan keputihan yang sedikit berdarah (lendir penyumbat bukaan vagina), ketuban pecah, kram perut dan sakit pinggang parah, dan memiliki desakan kuat untuk mengejan, ini adalah tanda-tanda klasik bahwa persalinan sudah di depan mata.

BACA JUGA: Daftar yang Harus Dipersiapkan Saat Waktu Melahirkan Sudah Dekat

1. Telepon gawat darurat (118/119)

Alternatif: Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan Jakarta (6221) 65303118

Jika Anda tidak sempat sampai ke rumah sakit, telepon gawat darurat. Berikan nama, alamat tempat Anda berada, serta nomor telepon Anda dan keluarga terdekat Anda. Beri tahu operator gawat darurat tentang detail kehamilan Anda: berapa minggu usia hamil Anda, dan bahwa Anda akan melahirkan darurat, sehingga bidan dan ambulans dapat dikirim secepatnya. Ubah mode telepon ke loud speaker dan biarkan operator memandu Anda melalui kelahiran bayi Anda. Minta bantuan operator untuk menghubungi dokter/bidan Anda dan rumah sakit.

Jika Anda benar-benar sendirian di rumah, telepon tetangga, ibu, satpam komplek, atau siapapun yang bisa datang secepatnya untuk mendampingi Anda selama persalinan. Namun jika Anda berada dalam mobil, menepi dengan hati-hati dan pindah ke kursi belakang.

Jangan kunci pintu mobil (atau rumah) sehingga personil gawat darurat bisa masuk dengan mudah, atau keluar dari mobil dan cari tempat aman terdekat.

2. Tetap tenang

Melahirkan sendiri dalam situasi dan lokasi yang tidak familiar terdengar sangat menakutkan, namun sebisa mungkin buat diri Anda tetap tenang. Ingat, tubuh Anda dirancang untuk menghadapi kelahiran secara alami. Jika Anda khawatir bayi Anda akan lahir sungsang, pahami bahwa bayi yang lahir dengan cepat biasanya tidak mengalami masalah ini karena mereka diposisikan di posisi ideal “kepala duluan”. Coba tiga kali tarikan napas pendek dan cepat, dan satu hembusan panjang. Trik ini mungkin dapat mengulur kelahiran bayi Anda selama beberapa menit sampai bala bantuan tiba di tempat.

Ambil handuk, seprai, selimut, karpet lembut, baju, atau penyerap apapun yang relatif lunak. Tempatkan satu di bawah tempat Anda berbaring dan satu lagi siap dalam jangkauan untuk mengeringkan bayi setelah ia lahir. Berbaringlah di sisi kiri Anda, atau pindah dalam posisi merangkak dan bawa dada turun ke lutut. Wajah Anda harus berada dekat lantai, dan bokong terangkat di udara. Posisi ini dapat meringankan dorongan untuk mengejan.

BACA JUGA: Berbagai Penyebab Bayi Lahir Mati (Stillbirth)

3. Posisikan diri Anda

Jika persalinan tak mungkin ditunda lagi, cuci tangan Anda dan daerah vagina dengan sabun. Ambil ember air hangat dan setidaknya empat kain bersih, yang dapat Anda gunakan untuk membasuh bayi Anda dan menjaganya tetap hangat.

Berbaringlah di sisi kiri atau telentang dengan bantal sanggahan di bawah pinggul kiri untuk menghindari posisi melahirkan yang benar-benar datar (Anda dapat menggantungkan selimut di lutut hingga menutupi bokong jika ini membuat Anda merasa lebih nyaman). Di rumah, duduk di tepi tempat tidur dengan kaki Anda tersangga di atas kursi adalah posisi yang baik karena ini mensimulasikan posisi Anda akan berada dalam di rumah sakit. Posisi ini penting agar Anda tidak menjepit vena cava. Berat bayi dan rahim Anda jika menekan vena ini akan menurunkan aliran darah, membuat Anda berdua merasa sakit.

BACA JUGA: Melahirkan Normal: Begini Proses dan Tahapannya

Sementara Anda mengambil posisi, minta pendamping Anda (siapapun yang sedang bersama Anda saat itu) untuk mengumpulkan lebih banyak selimut dan handuk untuk mengeringkan bayi dan membungkusnya setelah lahir, dan siap sedia di dekat Anda untuk menangkap bayi saat ia lahir.

4. Fokus pada kelahiran

Jika Anda merasakan dorongan untuk mengejan, teruskanlah. Setelah kepala bayi Anda muncul ke dunia, (jika Anda sendiri) atau pendamping Anda harus merangkul kepala bayi dengan kedua tangan sebaik mungkin. Jangan mencoba untuk menutup kedua kaki Anda atau mencoba untuk menahan kepala bayi demi mengulur waktu kelahirannya. Ini bisa mengakibatkan cedera. Jangan menariknya paksa, dan hanya mengejan selama kontraksi. Jika Anda menemukan tali pusar melilit di leher bayi Anda, cantolkan satu jari di antaranya dan perlahan longgarkan secukupnya untuk bisa lolos di atas kepala tanpa memutuskannya. Jika tali melilit lehernya dengan ketat, biarkan saja dulu dan jangan ditarik. Anda dapat melepaskannya setelah bayi lahir.

BACA JUGA: 4 Hal yang Perlu Ibu Lakukan Pada Tali Pusar Bayi Setelah Lahir

Tunggu tubuh bayi Anda untuk muncul setelah kontraksi berikutnya. Bayi akan terasa licin dari air ketuban, darah, dan lendir yang terlibat dalam persalinan (semua ini normal!). Stok handuk yang siap sedia dapat membantu Anda “menangkap” bayi dengan lebih baik. CATATAN: Jika tali pusar muncul lebih dulu sebelum kepala bayi (Anda atau pendamping Anda dapat melihat atau merasakannya), pindah ke posisi merangkak dan pastikan untuk menyebutkan kondisi ini kepada awak ambulans segera setelah mereka tiba. Ini adalah prolaps tali pusar dan dianggap darurat.

Bayi sudah lahir, apa yang harus saya lakukan selanjutnya?

1. Pastikan bahwa ia baik-baik saja

Kebanyakan bayi yang lahir tepat waktu memiliki detak jantung yang baik setelah lahir, dan bernapas sendiri dalam satu menit atau lebih. Bayi yang sehat sering memiliki semburat biru kehitaman pada kulit mereka pada awalnya, memiliki otot yang baik, dan segera menangis. Jika bayi Anda seperti ini, teruskan menjaganya tetap kering dan hangat. Bawa dia ke atas perut atau dada; kontak kulit ke kulit akan membuatnya tetap hangat dan tenang.

Gunakan handuk kering dan bersih untuk mengeringkan tubuhnya. Kemudian, bungkus bayi Anda dalam handuk baru yang bersih. Bicara padanya, dan bernapas di wajahnya. Usap di sisi sepanjang hidungnya untuk memeras keluar lendir atau cairan yang terperangkap di dalam. Lalu dengan sedikit tenaga, gosok sisi belakang tulang rusuk ke atas-bawah sambil menjaga kepalanya lebih rendah dari kaki sampai bayi mulai bernapas. Pengeringan ini biasanya akan membuat bayi menangis, yang penting segera setelah lahir — membantu bayi Anda membersihkan paru-parunya.

Jika dia berwarna ungu atau abu-abu di seluruh tubuhnya, bayi Anda mungkin mengalami kesulitan bernapas. Anda dapat mencoba meniup wajahnya untuk mengejutkan dia ke pernapasan. Tetapi jika itu tidak berhasil, jepit perlahan hidung dan tutup mulutnya dengan mulut Anda, dan berikan lima napas buatan ringan per 2-3 detik. Periksa dadanya bergerak naik dan turun dengan setiap napas. Kebanyakan bayi akan menanggapi ini dan mulai bernapas normal.

2. Inisiasi menyusui pertama

Setelah bayi benar-benar kerring, Anda dapat melepaskannya dari balutan handuk dan segera dekatkan tubuh telanjangnya ke perut atau ada Anda. Anda berdua harus tetap hangat dengan selimut atau mantel. Anda harus terus berbaring di sisi kiri Anda. Coba untuk menyusui segera setelah bayi lahir adalah cara yang bagus untuk membantu Anda dan bayi cepat sembuh. Menyusui akan memicu pelepasan oksitosin dan membantu rahim Anda berkontraksi (yang akan membantu plasenta lepas lebih cepat dan membantu mencegah perdarahan berat).

3. Jangan tarik atau potong tali pusar dan plasenta sendiri

Lepasnya plasenta dapat memakan waktu sekitar 20 menit hingga satu jam setelah kelahiran. Selama menunggu, Anda akan kehilangan cukup banyak darah. Tampak mengerikan, namun jangan panik. Ini normal, sekaligus menjadi pertanda bahwa plasenta telah lepas dari rahim. Jangan menarik paksa plasenta atau tali pusar bayi. Jika plasenta terlepas sebelum awak ambulans tiba, Anda dapat menempatkannya dalam plastik bersih. Jika Anda memiliki sebuah benang, seperti tali sepatu bersih, Anda dapat mengikat tali pusarnya, tapi jangan mendekati 10 centimeter dari perut bayi.

Selagi Anda menunggu bantuan medis, pastikan untuk selalu tetap hangat. Ini penting untuk Anda berdua. Salah satu komplikasi utama dari melahirkan darurat adalah hipotermia pada bayi, jadi setelah dia lahir, akan sangat penting untuk menjaganya tetap hangat dan kering. Jika Anda sendirian, Anda juga harus tetap fokus untuk selalu waspada dan terjaga. Anda dapat mencoba memijat rahim dengan menggosok perut Anda tepat di bawah pusar; tegas penuh tenaga. Hal ini akan membantu rahim mengerut kembali seperti sedia kala.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

    Bagi beberapa pria, air mani bisa bocor bahkan saat sedang tidak dirangsang. Ada beberapa cara mudah untuk mencegah air mani keluar saat puasa.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . 5 menit baca

    Pilihan Obat Maag yang Aman untuk Ibu Hamil

    Maag rentan terjadi pada ibu hamil. Salah satu cara mngatasinya adalah dengan minum obat. Apa saja obat maag yang bisa diminum ibu hamil? Baca di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Gastritis, Health Centers 16/05/2020 . 6 menit baca

    6 Makanan Kaya Gizi yang Harus Ibu Hamil Penuhi Saat Sahur

    Ibu hamil yang berpuasa tidak bisa makan sembarangan. Berikut beberapa contoh makanan sahur untuk ibu hamil yang bisa menjadi referensi Anda.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hari Raya, Ramadan 13/05/2020 . 5 menit baca

    5 Tips Aman Tetap Jogging Saat Puasa

    Jika Anda berencana untuk tetap jogging saat puasa, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan guna menghindari risiko cedera. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Hari Raya, Ramadan 13/05/2020 . 3 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
    perbedaan stres dan depresi, gangguan kecemasan

    Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . 6 menit baca

    Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . 8 menit baca
    mulut terasa pahit saat puasa

    5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020 . 3 menit baca