Mengenal Forceps, Alat yang Digunakan Saat Sulit Lahir untuk Mengeluarkan Bayi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Kadang kala, persalinan normal melalui vagina bisa mengalami masalah sehingga menghambat proses keluarnya bayi. Dalam hal ini, dokter mungkin akan membantu proses melahirkan dengan menggunakan alat berupa forceps atau forsep. Tak perlu khawatir, karena forceps aman untuk digunakan dan justru membantu mempermudah proses persalinan. Seperti apa cara menggunakan alat ini, dan kapan waktu terbaiknya?

Agar lebih jelasnya, aneka pertanyaan dan ulasan lain mengenai pemakaian forsep saat melahirkan akan diulas selengkapnya di sini. Simak, yuk!

Apa itu melahirkan dengan forceps?

Sumber: MDedge

Forceps atau forsep adalah sebuah alat berbentuk seperti sendok atau tang penjepit dengan ukuran yang besar. Forsep memiliki dua capitan di kanan dan kiri, dan satu gagang sebagai pegangannya.

Jika Anda tahu alat bantu persalinan lain yang bernama vakum, forceps punya fungsi yang sama. Hanya saja, bentuk kedua alat bantu persalinan ini berbeda.

Forceps bertugas untuk memandu bayi di dalam kandungan agar bisa keluar dengan mudah melalui jalan lahir selama proses melahirkan berlangsung. Biasanya, forsep digunakan ketika ada masalah yang menghambat keluarnya bayi.

Bahkan, kontraksi yang Anda upayakan juga tidak mampu mengeluarkan bayi di dalam kandungan. Pada kondisi ini, proses melahirkan normal bisa dibantu dengan alat forceps. Melansir dari UT Southwestern Medical Center, Julie Y. Lo, M.D, selaku spesialis obstetri dan ginekologi, menjelaskan lebih lanjut mengenai penggunaan alat bantu melahirkan.

Pada dasarnya, alat bantu melahirkan termasuk forsep, tidak benar-benar menarik bayi. Sebaliknya, forsep justru membantu mengarahkan bayi agar bisa keluar dengan mudah melalui vagina tapi tetap dengan dorongan kuat dari kontraksi yang Anda berikan.

Ya, selama dokter menggunakan forsep, Anda tetap harus melakukan kontraksi sebagaimana layaknya sedang mengejan saat melahirkan normal. Jadi, kombinasi antara tekanan kuat dari kontraksi dan tarikan dari forsep yang akan mempermudah lahirnya bayi.

Kapan forceps digunakan saat melahirkan?

ngeden mengejan saat melahirkan

Melahirkan dengan menggunakan forceps merupakan metode yang dipilih ketika sudah saatnya melahirkan, tapi tidak ada tanda-tanda persalinan. Alhasil, dokter dan tim medis dapat mengambail jalan tempuh menggunakan forsep agar bayi bisa segera dikeluarkan.

Terdapat beberapa syarat dilakukan forsep, yaitu:

  • sudah terjadi pembukaan lengkap
  • janin cukup bulan (usia kehamilan di atas 37 minggu)
  • bagian janin yang dekat dengan panggul ibu adalah  kepala
  • kepala sudah turun mendekati liang vagina.
  • kontraksi ibu baik dan ibu tidak gelisah
  • ketuban sudah pecah
  • dilakukan di rumah sakit rujukan

Berikut beberapa kondisi melahirkan yang disarankan menggunakan forsep:

  • Bayi tidak mengalami pergerakan sama sekali, meski Anda sudah berupaya melakukan kontraksi berkali-kali.
  • Ada masalah pada detak jantung bayi, sehingga harus segera dilahirkan. Namun bayi tidak dalam kondisi gawat janin.
  • Ibu memiliki riwayat kesehatan tertentu, seperti penyakit jantung, sehingga waktu persalinan sebaiknya dipersingkat.

Dalam beberapa kasus, gunting vagina (episiotomi) mungkin harus dilakukan guna membuat ukuran lubang vagina yang lebih besar. Prosedur gunting vagina dilakukan sepanjang otot antara vagina dan anus.

Di akhir proses persalinan atau setelah bayi berhasil keluar, bagian vagina sampai anus tersebut dapat dijahit kembali seperti semula.

Adakah kondisi yang tidak disarankan menggunakan forceps?

induksi melahirkan induksi persalinan

Forsep memang dapat membantu melancarkan proses melahirkan normal. Namun, penggunaan forceps biasanya tidak dipilih dokter dengan kondisi melahirkan sebagai berikut:

  • Bayi memiliki masalah dengan tulang maupun kelainan perdarahan, seperti osteogenesis imperfecta dan hemofilia.
  • Kepala bayi belum sampai di titik tengah jalan lahir.
  • Posisi kepala bayi tidak terdeteksi.
  • Bahu atau lengan bayi yang akan keluar lebih dulu melalui vagina, dan bukan kepalanya.
  • Ukuran panggul Anda tidak sesuai dengan ukuran kepala bayi, sehingga bayi tidak dapat masuk ke panggul.

Bagaimana proses melahirkan normal dengan forceps?

penyebab kematian bayi

Membayangkan ada sebuah alat yang dimasukkan ke dalam vagina saat melahirkan mungkin membuat Anda sedikit takut. Padahal, Anda tak perlu cemas, karena penggunaan forsep sebenarnya aman asal dilakukan oleh ahlinya.

Sebagai gambaran, berikut proses penggunaan forceps sebelum, selama, dan setelah melahirkan normal:

Sebelum penggunaan forceps

Tim medis akan memasangkan kateter untuk mengosongkan urin dari dalam kandung kemih Anda. Selanjutnya, doter mungkin membuat sayatan gunting vagina di area antara vagina dan anus.

Hal ini bertujuan untuk mempermudah masuknya forceps saat melahirkan, dan membuat proses keluarnya bayi berjalan dengan lancar.

Selama penggunaan forceps

Selayaknya saat melahirkan normal, Anda juga harus berada dalam posisi berbaring dengan kedua kaki terbuka lebar. Saat sudah memasuki tahap kedua dalam melahirkan normal, Anda akan secara rutin mengalami kontraksi.

Di sela-sela kontraksi, dokter akan memasukkan forsep ke dalam vagina sampai menyentuh kepala bayi. Ada dua capitan forsep yang disatukan oleh gagang sebagai pegangannya.

Ketika sudah masuk ke dalam vagina, dokter menempatkan salah satu capitan forsep di samping kepala bayi. Kemudian capitan forsep yang lainnya di pasang di sisi lain kepala bayi. Capitan pada forsep inilah yang bertugas seolah menggenggam kepala bayi, dan menguncinya sembari ditarik keluar.

Sembari Anda mengejan sesuai dengan instruksi dari dokter, forsep akan digerakkan untuk membimbing bayi keluar secara perlahan melalui jalan lahir. Namun terkadang, melahirkan dengan bantuan forceps tidak selalu berhasil dengan baik.

Sebagai alternatifnya, dokter mungkin menyarankan penggunaan alat bantu persalinan berupan ekstraksi vakum. Akan tetapi, jika cara tersebut juga tidak membuahkan hasil, operasi persalinan caesar bisa menjadi pilihan terakhir.

Setelah penggunaan forceps

Karena proses melahirkan normal dengan forceps melibatkan penggunaan suatu alat bantu, ditakutkan ada cedera pada kepala bayi. Jadi setelah berhasil lahir dengan selamat, dokter dan tim medis akan melakukan pemeriksaan pada kondisi bayi.

Bukan itu saja, kondisi Anda juga akan diperiksa setelah menggunakan forsep untuk mencari tahu apakah ada komplikasi melahirkan atau tidak. Sayatan gunting vagina yang sebelumnya dibuat antara vagina dan anus, kemudian dijahit dan diperbaiki kembali oleh dokter.

Adakah risiko melahirkan dengan forceps?

perawatan seteah operasi caesar

Penggunaan forceps setidaknya dapat membantu mempermudah proses melahirkan normal. Ini karena pada kondisi tertentu, melahirkan dengan forceps memakan waktu yang lebih singkat sehingga dapat meminimalisir kemungkinan bahaya pada Anda dan bayi.

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan penggunaan forsep bisa menimbulkan risiko cedera, baik pada Anda maupun bayi. Berikut kemungkinan risiko melahirkan dengan forceps pada bayi:

  • Cedera pada wajah karena tekanan dari forsep.
  • Kelemahan otot wajah untuk sementara waktu, atau kelumpuhan pada wajah.
  • Fraktur tengkorak atau retak pada tulang tengkorak.
  • Perdarahan pada tengkorak.
  • Tubuh kejang-kejang.

Sementara bagi Anda, ada beberapa risiko yang dapat terjadi karena melahirkan dengan forceps, meliputi:

  • Timbul rasa nyeri atau sakit di antara vagina dan anus setelah melahirkan.
  • Muncul cedera pada kandung kemih (uretra).
  • Mengalami inkontinensia urin atau sulit mengontrol keinginan untuk buang air kecil.
  • Mengalami anemia karena kehilangan banyak darah selama persalinan.
  • Mengalami ruptur uteri atau rahim robek.
  • Otot ligamen yang menopang panggul melemah, sehingga menyebabkan posisi panggul berubah dari normalnya.

Meski begitu, cedera serius jarang terjadi pada bayi yang dilahirkan dengan menggunakan forceps. Di awal kelahiran, bayi biasanya memiliki sedikit tanda kecil di wajahnya sebagai bekas cengkraman alat forceps. Namun lama-lama, tanda tersebut akan menghilang dengan sendirinya.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca