Water Birth: Syarat, Risiko, Persiapan, dan Prosesnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 November 2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah terlintas di pikiran Anda ingin melahirkan di dalam air (water birth)? Sesuai dengan namanya, water birth merupakan salah satu metode melahirkan yang dilakukan di dalam kolam persalinan berisi air.

Meski tampaknya menawarkan kenyamanan yang lebih pada saat proses melahirkan berlangsung, water birth tidak boleh sembarangan dilakukan oleh semua wanita. Sebenarnya, seperti apa proses melahirkan di dalam air ini?

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Apa itu melahirkan di dalam air (water birth)?

tumbuh kembang bayi prematur

Secara harfiah, water birth adalah proses melahirkan yang dilakukan di dalam air.

Water birth adalah satu dari beberapa jenis persalinan. Selain melahirkan di air, ada juga melahirkan normal, operasi caesar, gentle birth, dan hypnobirthing.

Jadi, penting untuk menentukan metode persalinan di samping menyiapkan berbagai persiapan persalinan.

Selama proses melahirkan di dalam air atau water birth berlangsung, Anda akan berada di dalam sebuah bak atau kolam kecil berisi air hangat.

Penggunaan air selama melahirkan ini bertujuan untuk mempermudah prosesnya sekaligus meredakan rasa sakit dan tidak nyaman yang mungkin Anda alami.

Agak berbeda dengan persalinan yang berlangsung di rumah sakit, proses melahirkan di dalam air atau water birth bisanya dilakukan secara alami.

Artinya, Anda tidak akan diberikan obat-obatan, bius (anestesi), maupun operasi caesar.

Daya apung dari airlah yang akan memberikan Anda bantuan selama proses melahirkan di dalam air berlangsung.

Meski begitu, bukan berarti melahirkan di dalam air ini bebas dari rasa sakit. Faktanya, rasa sakit saat melahirkan water birth akan tetap ada.

Hanya saja, proses melahirkan di dalam air atau water birth biasanya menawarkan lingkungan dan pengalaman baru yang lebih santai serta nyaman.

Metode melahirkan di dalam air lebih banyak dilakukan saat ibu melahirkan di rumah.

Sebaliknya, metode persalinan yang satu ini jarang atau bahkan tidak dilakukan bila ibu hamil melahirkan di rumah sakit.

Meski begitu, Anda tetap perlu latihan teknik pernapasan saat melahirkan dan cara mengejan saat melahirkan agar prosesnya berjalan lancar.

Berbagai fakta seputar melahirkan di dalam air (water birth)

Sumber: Closer Magazine

Melahirkan dengan metode yang tidak biasa, alias di dalam air (water birth) membutuhkan persiapan yang lebih banyak.

Terlebih lagi rumah sakit yang menawarkan proses melahirkan dengan metode di dalam air di Indonesia masih terbilang jarang.

Berikut ini berapa hal tentang melahirkan di dalam air atau water birth yang perlu Anda pahami:

1. Water birth memiliki beberapa manfaat bagi ibu dan bayi

Secara keseluruhan, water birth adalah metode melahirkan yang dapat membantu mempersingkat durasi waktu persalinan.

Biasanya, penggunaan obat bius atau anestesi epidural di tulang belakang juga tidak terlalu dibutuhkan.

Bukan itu saja, air membantu menurunkan tekanan darah ibu, sehingga memengaruhi kecemasan ibu saat melahirkan yang semakin berkurang.

Selain itu, air juga dapat menurunkan kadar hormon yang berhubungan dengan stres.

Dengan begitu, tubuh ibu akan memproduksi hormon endorfin yang dapat membantu mengurangi rasa sakit.

Melahirkan di dalam air juga dapat mengurangi risiko robeknya vagina ibu. Ini karena air bertindak untuk membuat lapisan perineum pada vagina menjadi lebih elastis.

Sementara untuk bayi sendiri, persalinan di dalam air menciptakan lingkungan yang mirip dengan air ketuban.

Alhasil, bayi pun akan merasa lebih nyaman saat lahir melalui metode water birth.

2. Water birth memudahkan tahap pertama persalinan

Menggunakan metode water birth selama tahap melahirkan normal pertama dapat membantu dalam mengurangi rasa sakit.

Fase pertama tersebut biasanya mulai berlangsung ketika terjadi pembukaan lahiran (serviks), dan sesekali muncul kontraksi persalinan meski tidak terlalu sering.

Sebelum memulai proses water birth, Anda juga tidak memerlukan anestesi seperti persalinan pada umumnya.

Air yang hangat dalam kolam dapat membantu tubuh Anda agar lebih rileks dan tenang, sehingga bisa membantu menciptakan kenyamanan.

Pada akhirnya, hal ini bisa membantu Anda menyimpan energi yang banyak diperlukan saat proses water birth atau melahirkan di dalam air berlangsung.

Di samping itu, karena berada di dalam air biasanya Anda juga jadi lebih mudah dalam bergerak dan berpindah posisi, ketimbang berada di tempat tidur.

Agar lebih mudah, ibu juga bisa melakukan berbagai upaya induksi alami maupun makan makanan supaya cepat melahirkan dari jauh-jauh hari.

Hanya saja, ibu tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukannya.

3. Water birth belum tentu aman bagi bayi pada tahap kedua persalinan

Tahap kedua water birth adalah saat leher rahim (serviks) sudah benar-benar dalam posisi terbuka dan melebar.

Di tahap inilah bayi sudah siap untuk keluar melalui vagina.

Sayangnya, belum bisa diketahui secara pasti bagaimana cara yang paling aman untuk mengeluarkan bayi dari vagina selama water birth.

Aaron Caughey, dari American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), menjelaskan mengenai hal ini.

Menurutnya, melahirkan dengan posisi tidak berada di dalam air akan lebih memudahkan Anda, jika nantinya ada masalah atau komplikasi persalinan.

Penanganan dapat lebih cepat diberikan apabila posisi Anda tidak di dalam air alias tidak menjalani water birth.

Sedangkan jika tiba-tiba dibutuhkan operasi caesar segera sementara tubuh Anda ada di dalam air, biasanya butuh sekitar 4-5 menit untuk mengeluarkanya.

Jadi, water birth dapat memakan waktu lebih lama untuk memberikan pertolongan segera bagi ibu dan bayinya.

Di sisi lain, American College of Obstetricians and Gynecologists juga mengatakan bahwa persalinan di dalam air belum terbukti secara ilmiah dapat memberikan manfaat bagi ibu dan bayi.

Siapa saja yang tidak bisa melahirkan di dalam air (water birth)?

melahirkan normal

Tidak semua ibu hamil boleh melahirkan di dalam air (water birth). Hal ini dikarenakan water birth bisa menimbulkan risiko yang fatal bagi Anda dan bayi jika tidak dilakukan dengan prosedur yang benar.

Melahirkan di dalam air mempunyai risiko tersendiri bagi ibu dan janin, seperti yang juga dijelaskan oleh American Pregnancy Association.

Oleh karena itu, untuk mengurangi risiko dari water birth, ibu hamil diharuskan dalam kondisi yang sehat dan prima.

Metode melahirkan di dalam air tidak dianjurkan dilakukan bagi Anda dengan kondisi sebagai berikut:

  • Umur di bawah 17 tahun atau lebih dari 35 tahun
  • Memiliki komplikasi kehamilan, seperti preeklampsia, diabetes gestasional, dan hipertensi gestasional
  • Sedang hamil bayi kembar dua, tiga, atau lebih
  • Melahirkan sebelum waktunya atau lahir prematur karena bayi perlu perawatan khusus jika lahir prematur
  • Ukuran bayi terlalu besar
  • Pernah memiliki riwayat operasi caesar atau kesulitan saat melahirkan sebelumnya
  • Bayi dalam posisi sungsang sehingga perlu dilakukan operasi caesar
  • Ibu punya penyakit infeksi
  • Ibu demam lebih dari 39 derajat Celcius
  • Perdarahan vagina berlebihan
  • Kesulitan melacak detak jantung bayi
  • Pernah mengalami distosia atau persalinan macet. Ini dikarenakan posisi kepala bayi sudah di luar vagina, tapi salah satu bahu masih ada di dalam) pada persalinan sebelumnya

Pada dasarnya, melahirkan di dalam air hanya direkomendasikan untuk usia kehamilan antara 37-41 minggu dan posisi kepala bayi berada di bawah.

Sebaliknya, metode persalinan ini tidak disarankan untuk beberapa kondisi tertentu.

Sebagai contoh, jika persalinan ini prematur atau lebih cepat dari seharusnya dan pernah menjalani dua atau lebih persalinan caesar sebelumnya.

Apa risiko melahiran di dalam air (water birth)?

melahirkan di rumah water birth

Melahirkan di dalam air memiliki beberapa risiko untuk bayi.

Bayi yang mengalami stres saat proses melahirkan di dalam air atau water birth berlangsung bisa sulit bernapas dengan lancar.

Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya komplikasi serius pada pernapasan bayi, seperti aspirasi mekonium.

Aspirasi mekonium terjadi ketika bayi menghirup mekonium (tinja pertama bayi) yang ada pada cairan ketuban saat proses persalinan.

Adapun beberapa risiko melahirkan di dalam air atau water birth bagi bayi adalah sebagai berikut:

  • Tali pusat bayi rusak saat diangkat ke permukaan air.
  • Bayi mengalami kejang.
  • Bayi susah bernapas.
  • Suhu tubuh bayi menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Meski terbilang jarang, bayi yang lahir di dalam air berisiko mengalami infeksi maupun penyakit tertentu.

Ambil contohnya penyakit Legionnaires karena menghirup tetesan air yang mengandung bakteri Legionella.

Penyakit Legionnaires pada bayi dari ibu yang melahirkan di dalam air bisa berkembang menjadi parah atau bahkan fatal.

Bukan tidak mungkin, bayi berisiko mengalami demam, batuk, radang paru-paru, dan lain sebagainya.

Itu sebabnya, ibu dianjurkan untuk menahan tubuh dan kepala bayi tetap di dalam air untuk mencegah risiko masalah pernapasan pada bayi saat proses melahirkan.

Hal ini bertujuan agar reflek pernapasan bayi tidak dimulai terlalu cepat jika langsung dikeluarkan dari dalam air.

Usahakan untuk tetap rileks saat melakukan water birth sampai muncul kontraksi selanjutnya yang mendorong bayi keluar.

Biasanya, bayi tidak akan bernapas sampai ia terkena udara karena masih mendapatkan oksigen dari tali pusar yang melekat di plasenta ibu.

Persiapan sebelum melahirkan di dalam air (water birth)

induksi melahirkan induksi persalinan

Sebelum menjalani water birth, ada beberapa hal yang mungkin harus Anda lakukan demi kelancaran prosesnya, yakni:

1. Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu

Pastikan kondisi Anda dan janin benar-benar bisa menjalankan water birth.

Jika bisa, kemudian carilah dokter atau bidan yang bisa membantu Anda melahirkan dalam air.

Pasalnya, tidak semua dokter atau bidan mungkin bersedia karena belum memiliki pengalaman sebelumnya.

2. Tentukan di mana water birth akan dilakukan

Jika di rumah sakit, Anda harus mencari rumah sakit yang bisa menyediakan fasilitas untuk water birth (misalnya, bak air untuk melahirkan).

Jika ingin melakukan water birth di rumah didampingi oleh dokter kandungan, bidan, maupun tim medis andal, Anda tentu harus menyediakan berbagai hal.

Hal yang harus Anda persiapkan jika ingin melakukan water birth atau melahirkan di rumah adalah sebagai berikut:

Bak atau kolam air untuk melahirkan

Pilih bak air yang cukup besar untuk Anda duduk dengan nyaman dan cukup dalam agar air mencapai ketiak Anda saat duduk di bak.

Pastikan bak air sudah dibersihkan sebelum Anda pakai untuk melahirkan.

Anda dapat menggunakan kolam renang plastik anak-anak yang biasanya berukuran cukup besar.

Sumber air untuk diisi ke dalam bak

Air yang dipakai untuk proses melahirkan harus benar-benar bersih dari kuman dan mempunyai suhu 35-38 derajat Celcius.

Air yang digunakan harus hangat sesuai keinginan Anda agar Anda merasa nyaman saat di dalam bak.

Anda bisa memeroleh air hangat ini langsung dari keran rumah Anda, disambungkan ke bak melalui selang.

Cara melahirkan di dalam air lainnya juga bisa dilakukan dengan merebus air terlebih dahulu sampai mencapai kehangatan yang diinginkan lalu diisikan ke dalam bak.

Anda mungkin perlu menambahkan secangkir garam ke dalam bak air untuk mencegah kulit menjadi keriput saat berlama-lama dalam air.

Tentukan ruangan yang akan digunakan

Pilih ruangan yang cukup besar sehingga bak air bisa masuk ke dalam. Pilih juga ruangan dengan suhu sejuk, tidak terlalu panas maupun terlalu dingin sehingga Anda nyaman.

Pastikan lantai di ruangan tersebut cukup kuat untuk menahan beban dari bak air yang terisi penuh.

Lakukan simulasi sebelum dimulai

Coba lakukan simulasi mulai dari menyiapkan bak, sampai mengisi bak dengan air hangat.

Cara ini bertujuan agar Anda bisa menentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan sebelum proses melahirkan di dalam air dimulai.

Bagaimana proses water birth berlangsung?

water birth melahirkan di dalam air

Berikut tahapan proses melahirkan di dalam air (water birth):

Persiapan persalinan

Menjelang hari kelahiran, sebaiknya semua persiapan sudah rampung dilakukan.

Jadi, ketika tanda-tanda melahirkan sudah datang, Anda tidak perlu menunggu lama lagi untuk mempersiapkannya.

Jika tanda-tanda melahirkan sudah terlihat (seperti kontraksi terus-menerus dan leher rahim mulai melebar), sebaiknya hubungi dokter atau bidan Anda.

Kemudian, isi bak dengan air hangat dan tunggu sampai dokter atau bidan datang sebelum Anda masuk ke dalam bak.

Siapkan juga air minum dan lap bersih untuk mencegah dehidrasi saat melahirkan.

Lap bersih bisa dicelupkan ke dalam air dingin dan taruh di leher atau punggung Anda sehingga Anda tidak merasa kepanasan dan lebih nyaman.

Melahirkan bayi di dalam air

Tunggu sampai Anda merasakan kontraksi kuat untuk melahirkan. Beberapa ahli merekomendasikan agar Anda menunggu sampai leher rahim melebar setidaknya 5 cm.

Jika persalinan melambat saat Anda berada di luar kolam air, cobalah masuk ke dalam air karena ini bisa merangsang persalinan.

Saat berada di dalam air, temukanlah posisi yang nyaman, misalnya jongkok, bersandar, berlutut, dan lainnya.

Pasangan Anda bisa masuk menemani Anda dalam kolam untuk membantu menenangkan dan memberi kekuatan pada Anda.

Ikuti instruksi dokter atau bidan Anda kapan waktu yang tepat untuk mengejan karena ini merupakan bagian yang paling penting saat melahirkan.

Saat ada dorongan yang tepat, ibu akan mulai menerapkan cara mengejan saat melahirkan hingga bayi bisa keluar dari mulut rahim.

Mendorong bayi keluar saat ini mungkin lebih mudah karena dorongan dari air turut membantu.

Setelah bayi keluar, bayi akan dibawa oleh dokter atau bidan ke permukaan air secara perlahan sehingga tali pusat bayi tidak terlepas atau rusak.

Saat pertama kali hidung bayi bersentuhan dengan udara, inilah pertama kali bayi bernapas.

Setelah bersalin di dalam air

Setelah bayi lahir, tugas Anda belum selesai karena Anda harus melahirkan plasenta. Anda bisa mengeluarkan plasenta di dalam maupun di luar air.

Beberapa ibu mungkin memilih tetap berada dalam air untuk melahirkan plasenta.

Namun, jika plasenta terlalu lama untuk dilahirkan, sebaiknya keluar dari bak dan lahirkan plasenta di luar air.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ekstraksi Vakum, Penggunaan Alat untuk Memudahkan Proses Persalinan

Proses melahirkan bayi secara normal yang terhambat bisa dibantu dengan alat ekstraksi vakum persalinan. Yuk, cari tahu informasi lengkapnya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 16 Agustus 2019 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Forceps, Alat yang Digunakan Saat Sulit Lahir untuk Mengeluarkan Bayi

Persalinan normal kadang bisa terhambat. Salah satu solusi untuk mempermudah melahirkan yakni dengan menggunakan alat berupa forceps (forsep).

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 16 Agustus 2019 . Waktu baca 8 menit

Memahami Cara Melahirkan Normal, dari Tahapan Hingga Tips Persiapannya

Butuh banyak persiapan sebelum menjalani proses melahirkan normal, salah satunya termasuk mengetahui cara dan proses berlangsungnya. Mari cari tahu di sini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 25 Juli 2019 . Waktu baca 13 menit

Ternyata, Melihat Istri Melahirkan Bisa Pengaruhi Gairah Seks Suami

Ternyata, melihat sang istri menjalani proses melahirkan dapat mempengaruhi hasrat seks pria dan justru berujung trauma. Kok bisa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 12 Juli 2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

darah tinggi setelah melahirkan

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
kecemasan ibu hamil menjelang persalinan

Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit
gentle birth adalah

Mengenal Gentle Birth, Metode untuk Mengurangi Rasa Sakit Saat Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit
Teknik persalinan kurangi rasa sakit

Melahirkan Lebih Lancar, Ini Berbagai Teknik Persalinan yang Meringankan Rasa Sakit

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 5 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit