Pastikan kamar bayi sudah siap menjelang hari-H melahirkan.
Di samping itu, pakaian, perlengkapan bayi (kain bedong, seprai, selimut, sarung bantal guling) sebaiknya sudah dibersihkan dan siap dimasukkan ke dalam tas persiapan persalinan
Pakaian Anda dan pasangan juga sudah dicuci dan disterilkan semua sebagai persiapan melahirkan.
Bicarakan tentang bagaimana Anda berdua akan membagi tugas merawat bayi dan merawat rumah sebagai persiapan nantinya setelah persalinan.
Pandu juga pasangan tentang hal-hal yang mungkin kurang jelas, seperti apa yang dapat ia lakukan untuk mendukung Anda menyusui nantinya.
5. Persiapan perlengkapan tas bersalin dan setelah melahirkan

Persiapan saat hendak bersalin di rumah sakit dari jauh-jauh hari yang harus tersedia yakni perlengkapan melahirkan sehingga nanti bisa langsung dibawa, baik dalam metode normal atau caesar.
Idealnya, persiapan melahirkan ini sudah dimulai ada ketika Anda hamil delapan bulan.
Ini karena Anda bisa melahirkan setiap saat dalam minggu-minggu menjelang hari perkiraan lahir (HPL).
Anda mungkin ingin mengepak dua tas kecil untuk persiapan melahirkan.
Tas pertama untuk persiapan melahirkan atau barang-barang yang Anda butuhkan selama persalinan.
Sementara yang satu lagi untuk barang-barang perlengkapan setelah ibu melahirkan, yakni di ruang pemulihan.
6. Persiapan menentukan tempat bersalin dan dokter yang menangani

Salah satu persiapan ibu sebelum persalinan atau melahirkan yang tidak kalah penting yakni Anda harus sudah mengetahui tentang siapa dokter yang akan menangani dan lokasinya.
Siapa dokter yang Anda pilih akan berpengaruh dengan lokasi tempat Anda melahirkan.
Setelah Anda mengatahui lokasinya, persiapan melahirkan lain yang harus Anda pikirkan matang-matang bagaimana transportasi ke sana.
Catat nomor telpon rumah sakit atau klinik yang ingin Anda tuju sebagai persiapan melahirkan. Ketahui apa saja fasilitas di tempat Anda akan melahirkan.
Sebagai persiapan melahirkan, Anda juga harus membuat rencana cadangan.
Jika Anda tetap ingin dengan dokter tersebut, ketahuilah tempat praktik lain dokter tersebut. Namun, Anda tetap harus mempertimbangkan jarak rumah sakit dengan kediaman Anda.
Jika memang ingin ke rumah sakit terdekat lainnya, cari tahu siapa dokter yang biasa menangani di sana.
Kenali juga fasilitas dan pelayanan persalinan agar pada hari-H lahiran, persiapan Anda sudah matang sehingga tidak perlu panik dan repot mencari tempat lain.
Bila ternyata ada rencana Anda untuk melahirkan di luar negeri, misalnya karena ada tuntutan pekerjaan atau berlibur dengan pasangan, persiapkan juga sebaik-baiknya.
Persiapan persalinan atau melahirkan normal maupun caesar di luar negeri yang perlu Anda persiapkan yaitu asuransi kesehatan, berbagai dokumen penting, serta rumah sakit pilihan.
Sebelum Anda berangkat ke luar negeri, lakukan konsultasi pada dokter di Indonesia. Dokter akan membantu menyiapkan dokumen yang mungkin Anda butuhkan.
Ambil contohnya seperti dokumen medical check up, surat rujukan, dan data penting lainnya.
7. Memilih metode persalinan

Ada berbagai jenis persalinan yang bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan ibu.
Metode atau jenis persalinan meliputi melahirkan normal, operasi caesar, gentle birth, water birth, dan hypnobirthing.
Bahkan, tempat persalinan juga bisa ditentukan, misalnya ibu hamil melahirkan di rumah sakit atau melahirkan di rumah.
Pemilihan tempat dan metode persalinan untuk ibu ini sebaiknya dikonsultasikan lebih lanjut dengan dokter.
Dokter akan menilai kemampuan dan kondisi tubuh ibu sehingga bisa memberi saran terbaik.
8. Ikuti kelas persiapan persalinan atau melahirkan

Ada baiknya untuk latihan teknik pernapasan saat melahirkan dan relaksasi di trimester ketiga kehamilan dengan seseorang yang paham mengenai hal tersebut sebagai bekal.
Anda juga bisa berlatih cara mengejan saat melahirkan agar lebih rileks nantinya.
Jika Anda mungkin memiliki beberapa pertanyaan pribadi seputar persiapan, selama, dan setelah melahirkan, terlibat dalam kelas seperti ini dapat membantu.
Ada segala macam hal tentang ibu baru yang mungkin menjadi pertanyaan Anda, seperti perubahan vagina, baby blues, dan penurunan gairah seks.
Nah berbagai informasi ini bisa Anda dapatkan jika Anda mengikuti kelas kehamilan.
Selain mendapat informasi dari trainer, Anda juga bisa saling sharing dengan ibu-ibu lainnya.
9. Sampaikan keluh kesah kepada orang-orang terdekat

Wajar bila ibu kerap merasa tidak sabar sekaligus cemas selama masa persiapan menjelang kelahiran atau lahiran bayi.
Buat para calon ibu yang sedang harap-harap cemas sebelum melahirkan caesar, ada baiknya jangan berdiam diri sendirian menanggung rasa cemas ini.
Kecemasan yang timbul nyatanya bisa dihilangkan sesederhana dengan mengobrol atau berbincang bersama orang lain.
Jadi, coba ajak bicara teman, suami, orangtua, atau bahkan perawat di rumah sakit untuk mengatasi rasa takut atau cemas menjelang melahirkan.
Berbincang atau sekadar bertukar cerita bersama teman yang sedang dalam masa kehamilan juga sedikit banyak dapat membantu.
Hal ini berguna untuk mengurangi efek ketegangan dan mengalihkan pikiran Anda dari rasa takut.
10. Terapkan afirmasi positif kepada diri sendiri

Afirmasi adalah kata-kata positif yang dapat membantu Anda mengatasi pikiran negatif, termasuk sebagai bekal persiapan ibu sebelum melahirkan bayi.
Dengan memberikan afirmasi positif kepada diri sendiri, ibu secara tidak langsung juga menanamkan berbagai sugesti baik ke dalam alam bawah sadarnya.
Ini sangatlah penting karena apa yang Anda yakini dapat memengaruhi tindakan selanjutnya.
Jika percaya bahwa Anda mampu melakukan sesuatu, pikiran tersebut akan membantu saat Anda betul-betul harus melakukannya.
Ketika Anda berpikir positif dan berupaya menyebarkan suasana yang menyenangkan, hal-hal baik pun akan dengan sendirinya mengikuti Anda.
Teori ini dikenal sebagai law of attraction dan telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan jiwa.
Jadi, ada baiknya untuk mencoba mengendalikan emosi negatif Anda dan menggantinya dengan mengatakan hal positif kepada diri sendiri.
Berpikir positif di tengah kesibukan dan kekhawatiran dalam menjadi ibu mungkin sulit, tapi bukan berarti mustahil.
Perlahan tapi pasti, setiap pikiran positif yang Anda tanamkan kepada diri sendiri akan membantu Anda menjadi seorang ibu yang tangguh.
11. Menjaga daya tahan tubuh

Persiapan menjelang persalinan atau melahirkan entah anak pertama, kedua, dan seterusnya tetap menuntut Anda untuk sehat dan bugar.
Ini karena proses melahirkan tentu membutuhkan energi yang besar dan waktu yang mungkin cukup lama.
Berikut persiapan sebelum melahirkan atau lahiran guna menjaga daya tahan tubuh ibu:
- Tidur atau istirahat yang cukup
- Menjaga asupan zat gizi dari makanan harian
- Hindari stres dan tetap rileks
- Jalani olahraga ringan bila memungkinkan
Ibu juga bisa berupaya melancarkan persalinan nantinya dengan cara induksi alami maupun makan makanan supaya cepat melahirkan.
Induksi alami persalinan tentu berbeda dengan induksi persalinan medis.
Sesuai dengan namanya, induksi alami dilakukan dengan cara yang alami guna membantu merangsang terjadinya kontraksi.
Namun, sebelum melakukan induksi persalinan alami, ada baiknya ibu bertanya dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan keamanannya.
Perlukah mencukur bulu kemaluan sebagai persiapan persalinan?

Membicarakan seputar persiapan persalinan atau melahirkan normal maupun caesar kadang mungkin membuat Anda memiliki berbagai pertanyaan.
Salah satu pertanyaan seputar persiapan ibu menjelang persalinan atau melahirkan yakni perlu atau tidaknya mencukur bulu kemaluan.
Saran terbaiknya, Anda tidak dianjurkan untuk mencukur bulu kemaluan sebagai persiapan lahiran atau kelahiran bayi.
Ini karena mencukur bulu kemaluan dapat meningkatkan infeksi setelah kelahiran.
Jika memang diperlukan, biasanya perawat yang akan membantu Anda mencukur bulu kemaluan saat hari-H persalinan.
Sebuah penelitian yang telah dipublikasikan di Journal of Hospital Infection menemukan risiko Anda untuk mengalami infeksi bisa lebih besar bila mencukur bulu kemaluan sendiri sebelum melahirkan.
Mencukur bulu kemaluan sebelum prosedur operasi seperti melahirkan bisa meningkatkan risiko infeksi bila tidak dilakukan dengan cara dan alat yang steril.
Bagaimana persiapan mental ayah mendekati persalinan?

Bukan hanya ibu yang perlu persiapan mental menjelang persalinan atau melahirkan, entah anak pertama, kedua, atau seterusnya.
Di sisi lain, ayah juga perlu persiapan mental yang baik selain mengemas perlengkapan bayi, ibu, dan ayah sendiri yang harus dibawa saat persalinan.
Tugas bagi calon ayah di ruang persalinan nanti bukan sekadar sebagai seksi dokumentasi tetapi merangkap sebagai penyemangat.
Aura yang Anda pancarkan selama menemani istri akan berpengaruh langsung pada kondisi bayi dan ibunya.
Hadir sebagai sosok yang kalem, percaya diri, dan siaga akan banyak membantu istri Anda untuk lebih tenang selama menjalani proses persalinan dari awal hingga akhir.
Berikut berbagai persiapan mental untuk ayah sebelum kelahiran bayi:
- Sampaikan kekhawatiran yang mungkin ayah alami kepada istri.
- Lakukan olahraga untuk membantu melepas stres.
- Latihan pernapasan maupun meditasi.
- Tunjukkan dukungan ayah kepada istri.
- Jadilah juru bicara bagi istri saat melihat ia kesakitan menjelang persalinan.
Suami juga bisa mendukung dan menenangkan ibu menjelang kelahiran bayi dengan terus mendampingi di sisinya.
Tanya Dokter
Punya pertanyaan kesehatan?
Silakan login atau daftar untuk bertanya pada para dokter/pakar kami mengenai masalah Anda.
Ayo daftar atau Masuk untuk ikut berkomentar