Jangan Lupa Atur Napas! Itu Kunci Persalinan Lancar Tanpa Hambatan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

“Tarik napas ya bu. Ayo tarik napas bu pelan-pelan”, Kalimat-kalimat serupa sudah tidak asing lagi dibicarakan oleh dokter atau bidan ketika sedang membantu ibu yang sedang melahirkan. Jika dipikir-pikir, pengaturan napas sepertinya sangat penting sampai-sampai dokter atau bidan mengingatkannya berkali-kali.  Faktanya, mengatur napas adalah kunci agar persalinan lancar. Lantas, bagaimana cara mengatur napas yang benar?

Agar persalinan lancar, atur napas yang benar

bab saat melahirkan

Para dokter sepakat bahwa mengatur napas adalah salah satu cara agar persalinan lancar tanpa hambatan. Ya, cara ini bisa membuat ibu lebih mudah untuk mengendalikan rasa sakitnya.

Napas yang tidak teratur dan terlampau cepat membuat sang ibu kesulitan untuk mendapatkan oksigen, padahal oksigen sangat dibutuhkan saat itu.

Semakin banyak oksigen yang dapat Anda dapatkan, semakin baik perasaan tenang yang Anda miliki. Semakin banyak oksigen juga membuat tenaga yang Anda miliki jadi semakin besar agar bisa mendorong bayi keluar.

Selain itu, pernapasan yang teratur juga akan mengurangi ketegangan yang Anda rasakan. Berkurangnya ketegangan yang Anda rasakan ini bisa membantu meredam rasa sakit saat kontraksi.

Semakin Anda fokus mengatur pernapasan yang lambat dan stabil secara terus menerus, maka sensasi nyeri saat kontraksi pun semakin berkurang.

Semakin dekat persalinan, mulai atur napas jangan tegang dan takut

kontraksi rahim akibat komplikasi melahirkan

Ketika ibu yang melahirkan tidak berusaha untuk mengatur napasnya justru efek sebaliknya bisa terjadi.

Ibu yang melahirkan biasanya merasa tegang, takut, atau panik. Ketika Anda tegang, ketakutan, atau panik, pernapasan akan menjadi pendek dan cepat. Bahu biasanya lebih dekat ke kuping dan otot leher Anda terasa kaku dan keras.

Jika ibu yang akan melahirkan justru fokus pada hal-hal tersebut, justru mengurangi jumlah oksigen yang dapat digunakan tubuh untuk menenangkan diri, dan juga oksigen untuk bayi Anda. Beberapa orang mungkin akan pusing dan tidak terkendali.

Maka itu, meskipun terlihat sepele, mengatur napas saat melahirkan ini sangat penting hukumnya.

Bagaimana cara mengatur napas agar perasalinan lancar?

ditemani suami saat melahirkan

Ketika kontraksi semakin hebat akibat persalinan memang semakin dekat, coba selalu atur pernapasan. Coba tutup mata Anda sebentar, fokus pada pernapasan Anda dan perhatikan bagaimana irama pernapasan Anda. Jangan pikirkan hal negatif yang Anda takuti, itu akan mengganggu fokus Anda dalam mengatur napas.

Tarik napas panjang, lalu berikan ada sedikit jeda sebelum menghembuskan napas. Begitupun sebaliknya. Buang napas yang panjangnya kurang lebih sama dengan tarikan napas Anda sebelumnya.

Sebelum kembali menarik napas lagi, setelah buang napas berikan jeda sebentar. Lalu baru tarik napas panjang kembali. Anda dapat mencobanya dengan teknik menghitung, misal saat menarik napas Anda dapat sambil melakukan hitungan hingga empat atau lima, sedangkan saat menghembuskan napas Anda menghitung hingga enam atau tujuh.

Agar Anda dapat lebih fokus dan tenang, saat menarik napas mata Anda dapat ikut terpejam dan tarik melewati hidung, sedangkan saat menghembuskannya gerakan bibir Anda sedikit dan hembuskan napas perlahan melewati celah kecil di bibir.

Sangat penting menjaga kecepatan napas Anda stabil dan jangan biarkan tarikan napas yang masuk lebih panjang dari yang keluar. Sebaiknya buang napas sedikit lebih panjang dibandingkan saat menarik napas.

Ketika Anda mengalami kontraksi sangat kuat, biasanya pernapasan akan cenderung jadi pendek. Ini tidak apa-apa, tetap berusaha melakukan pola napas yang sama meskipun tidak sepanjang sebelumnya. Coba untuk tetap stabil.

Sangat penting untuk menjaga pernapasan Anda selalu berirama. Jangan biarkan napas masuk lebih panjang dari napas keluar. Intinya semakin kuat kontraksi, diiringi pembukaan Anda semakin lebar, maka semakin pendek Anda mengatur irama pernapasan Anda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 28, 2018 | Terakhir Diedit: September 24, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca