Uap Panas dari Sauna Ternyata Membuat Pria Menjadi Kurang Subur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 19/09/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menikmati mandi uap di sauna memang cukup bermanfaat, terutama mereka yang ingin mengurangi rasa nyeri dan meredakan stres. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa berlama-lama di sauna ternyata memiliki efek buruk terhadap kesuburan pria? Simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui alasannya. 

Efek sauna terhadap kesuburan pria

sauna membakar lemak

Pada tahun 2013, terdapat sebuah penelitian tentang efek sauna terhadap kuailtas sperma. Di dalam penelitian tersebut dilibatkan 10 warga Finlandia berumur 30 tahunan yang memiliki kualitas sperma yang normal dan tubuh yang sehat. 

Para pria tersebut diminta untuk menghabiskan waktu 15 menit di sauna selama dua kali seminggu. Setelah itu, mereka boleh tidak mengunjungi sauna lagi, alias berhenti sama sekali. 

Hasilnya, jumlah sperma para pria tersebut ternyata kurang atau di bawah rata-rata batas normal. Akan tetapi, kondisi tersebut hanya berlangsung selama tiga bulan saat mereka mengunjungi sauna tersebut. Pada saat mereka berhenti, kualitas sperma pria Finlandia itu kembali normal. 

Suhu panas memengaruhi produksi sperma

diabetes memburuk saat cuaca panas

Menurut seorang ahli urologi dari University of Maryland Medical Center, testis yang ada pada tubuh pria berfungsi untuk mendinginkan sperma. Jika keduanya terpapar oleh suhu panas, hal tersebut akan memengaruhi produksi hormon testosteron dan mengurangi produksi sperma. 

Walaupun sauna membawa efek negatif bagi kesuburan pria, sifatnya hanya sementara saja. Penelitian ini juga tidak memberikan bukti yang cukup bahwa panasnya sauna dilarang untuk para pria.

Diperlukan penelitian lebih lanjut yang melibatkan para pria yang tidak termasuk dalam kategori subur dan sehat agar hasilnya lebih meyakinkan. 

Hindari celana ketat dan air panas untuk menjaga kesuburan pria

infeksi saluran urogenital

Selain sauna, seperti yang dilansir dari Harvard’s Health, celana ketat dan air panas juga dapat berdampak buruk terhadap kualitas sperma. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, testis yang mengalami kenaikan suhu dapat mengakibatkan perubahan pada hormon testosteron dan sperma.

Keduanya berperan penting dalam menjaga fertilitas pria, sehingga ketika mengalami gangguan seperti ini tentu akan menurunkan kesuburan mereka. 

Tidak hanya air panas yang dapat meningkatkan suhu testis, menggunakan celana ketat juga memberikan pengaruh yang cukup besar. Hal tersebut dikarenakan celana ketat membuat kedua testis menjadi lebih dekat dengan tubuh Anda yang mempunyai suhu yang cukup panas. 

Akibatnya, tempat penyimpanan sperma tersebut tidak mendapatkan ruang yang cukup untuk ‘bernapas’ dan membuat kualitas sperma di dalamnya menjadi menurun.

Oleh karena itu, mengurangi pemakaian celana yang ketat dapat membantu Anda terhindar dari masalah ini.

Tips menjaga kesuburan pria

manfaat tomat sebagai obat vitalitas pria

Mengurangi penggunaan sauna adalah salah satu cara terbaik menjaga kesuburan pria. Selain itu, ada beberapa tips yang mungkin dapat membantu Anda memproduksi sperma yang berkualitas. 

  • Menjaga berat badan karena berat badan yang berlebih dapat mengurangi jumlah dan pergerakan sperma. 
  • Pola makan sehat, terutama rutin mengonsumsi sayuran dan buah yang mengandung antioksidan tinggi agar kesehatan sperma dapat meningkat. 
  • Mengelola stres karena hormon stres dapat memengaruhi hasrat seksual dan tentu, mengganggu hormon testosteron yang memproduksi sperma. 

Tiga tips di atas adalah kunci utama untuk menjaga kesuburan seorang pria tetap baik.

Efek sauna terhadap menurunnya kesuburan pria memang sifatnya sementara. Akan tetapi, belum ada penelitian yang membuktikan apa dampaknya jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama.

Jika Anda memang berencana memiliki anak, sebaiknya kurangi paparan air atau uap panas bagi pria agar kualitas sperma tidak terganggu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sauna Vs Steam: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Sauna dan steam memiliki manfaat dan risiko yang beda. Sebelum memutuskan mana yang lebih baik, yuk cari tahu dulu informasi mengenai keduanya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/05/2019 . Waktu baca 5 menit

4 Efek Samping yang Mungkin Terjadi Kalau Anda Kelamaan Sauna

Satu kali sesi sauna idealnya tidak boleh lebih dari 10 menit. Lebih lama dari itu, akan ada efek samping sauna yang mungkin bisa terjadi. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 15/12/2018 . Waktu baca 4 menit

Jumlah Sperma Rendah (Oligospermia)

Oligospermia merupakan kondisi jumlah sperma sedikit/rendah pada seseorang. Ini menjadi salah satu penyebab ketidaksuburan. Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 06/12/2018 . Waktu baca 12 menit

Tak Hanya Bikin Berkeringat, Ini 6 Manfaat Sauna yang Perlu Anda Ketahui

Tak hanya membuat berkeringat, penelitian ternyata menemukan bahwa sauna menawarkan banyak manfaat untuk kesehatan. Cari tahu manfaat sauna di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 23/11/2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berlapa lama sebaiknya sauna

Berapa Lama Sebaiknya Berdiam di Sauna?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab pria tidak subur

6 Faktor yang Dapat Menjadi Penyebab Pria Tidak Subur

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 11/04/2020 . Waktu baca 9 menit
ciri sperma tidak sehat

Seperti Apa Sih Ciri-Ciri Sperma yang Tidak Sehat?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 27/11/2019 . Waktu baca 3 menit
masalah masa subur pria

Kapan Masa Subur Pria dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 05/11/2019 . Waktu baca 7 menit