Mengenal Fetal Nonstress Test (NST), Tes Saat Hamil untuk Cek Kesehatan Bayi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 April 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ada banyak tes kesehatan yang ditujukan untuk ibu hamil. Salah satunya adalah nonstress test memantau gerakan, detak jantung, dan kontraksi bayi di dalam kandungan. Tes ini dilakukan saat sudah mendekati tanggal kelahiran atau jika ibu mengalami komplikasi selama kehamilan. Baca selengkapnya terkait serba-serbi nonstress tes dalam artikel ini.

Apa itu nonstress test?

Nonstress test (NST) adalah sebuah prosedur sederhana dan tidak menyakitkan yang dilakukan selama kehamilan untuk melihat perkembangan bayi.

Selama tes berlangsung, dokter akan memantau detak jantung bayi Anda saat sedang dalam keadaan istirahat dan sedang bergerak. Sama seperti detak jantung manusia pada umumnya ketika sedang aktif bergerak, detak jantung bayi juga harus naik saat ia bergerak atau menendang di dalam rahim Anda.

NST memastikan bahwa bayi yang berada dalam kandungan dalam keadaan sehat dan mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.

Prosedur tes ini sangat aman untuk dilakukan bagi Anda dan bayi. Dokter pun tidak akan menggunakan obat untuk membuat bayi Anda bergerak. Jadi, nonstress test akan mencatat semua aktivitas bayi Anda secara alami selama berada di dalam kandungan.

Nantinya, mungkin ada atau tidak ada pergerakan bayi Anda selama tes berlangsung. Namun, tes ini tidak bertujuan untuk memeriksa gerakan bayi, melainkan mengevaluasi reaktivitas detak jantungnya.

Siapa saja yang harus melakukan tes ini?

NST biasanya dilakukan jika kehamilan Anda telah melewati batas waktu kelahiran, ataupun dalam satu/dua bulan menjelang tanggal kelahiran apabila kehamilan Anda berisiko tinggi. Tapi, ada juga beberapa kondisi lain yang mengharuskan seorang ibu hamil rutin melakukan tes NST, yaitu:

  • Apabila Anda memiliki hipertensi gestasional.
  • Bayi Anda tampak kecil atau tidak tumbuh dengan baik.
  • Bayi kurang aktif dari biasanya.
  • Anda memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit cairan ketuban.
  • Anda harus melakukan prosedur external cephalic version (mengubah posisi bayi sungsang), amniosentesis trimester ketiga (memastikan jika paru-paru bayi sudah cukup matang sebelum kelahiran atau mengatas infeksi rahim).
  • Kehamilan telah melewati batas kelahiran.
  • Pernah memiliki riwayat keguguran.
  • Bayi Anda telah didiagnosis oleh tim dokter dengan kelainan atau cacat lahir sehingga perlu dilakukan pemantauan intensif selama kehamilan.
  • Memiliki masalah medis yang dapat membahayakan kesehatan bayi Anda.

Bagaimana prosedur tes ini?

Anda akan duduk, berbaring, ataupun dalam posisi miring. Intinya posisi disesuaikan kenyamanan Anda, dengan dua ikat pinggang di sekitar perut. Satu ikat pinggang berfungsi untuk mengukur detak jantung bayi, sedangkan yang satu lagi untuk mengukur kontraksi.

Saat Anda merasakan adanya gerakan bayi seperti tendangan, Anda bisa menekan tombol sehingga dokter bisa melihat perkembangan detak jantung si bayi yang berubah saat bergerak.

Namun, jika selama tes berlangsung bayi tidak bergerak, kemungkinan ia sedang tidur. Jika begini, dokter akan mencoba membangunkan bayi Anda dengan membunyikan bel, menggerakkan perut atau dengan menggunakan stimulator akustik agar ia bisa bergerak. Tes ini biasanya memakan waktu sekitar 20 sampai 60 menit.

Memahami hasil nonstress test bagi ibu hamil

Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter akan mengevaluasi dan mendiagnosis hasilnya. Jika jantung bayi Anda berdegup kencang saat dia bergerak setidaknya selama 15 detik pada dua kesempatan terpisah selama rentang 20 menit, hasilnya normal atau “reaktif.”

Hasil normal ini menandakan jika bayi Anda dalam keadaan baik-baik saja saat tes berlangsung. Biasanya dokter akan merekomendasikan menjalankan tes lagi setiap minggu (atau lebih sering) sampai bayi Anda lahir.

Sedangkan jika jantung bayi Anda tidak berdetak lebih cepat saat dia bergerak atau bayi Anda tidak bergerak setelah sekitar 90 menit, hasil tes ini adalah “tidak bereaksi”. Hasil tes yang tidak reaktif tidak selalu menandakan ada hal yang salah. Pasalnya hal tersebut hanya menunjukkan jika tes yang Anda jalani memberikan informasi yang belum cukup akurat, sehingga Anda memerlukan tes ulang lagi satu jam setelahnya, atau melakukan tes lain seperti profil biofisik dan tes stres kontraksi.

Tapi, hasil yang tidak reaktif dari tes yang sudah Anda lakukan juga bisa juga mengindikasikan bahwa bayi Anda tidak mendapatkan cukup oksigen atau mengalami masalah dengan plasentanya. Jika dokter mendiagnosis bayi Anda tidak bergerak dengan baik di dalam rahim, ia mungkin akan memutuskan untuk menginduksi persalinan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Ibu Menjalani Diet Saat Hamil?

Sebagai perempuan, Anda memiliki rasa kekhawatiran akan penampilan Anda meski saat hamil. Namun, bolehkah ibu menjalani diet saat hamil?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Kebanyakan kasus kepala bayi terbentur tidak bersifat fatal. Untuk membantu pemulihan dan menangani luka yang muncul di rumah, perhatikan panduan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Masturbasi saat hamil kabarnya mampu memberikan kenikmatan yang lebih memuaskan daripada hubungan seksual. Namun, apakah aman?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

Kapan Saya Bisa Mulai Cek Kehamilan dengan Test Pack?

Meski Anda mungkin sudah hamil dua hari setelah berhubungan seks, beberapa test pack pengecek kehamilan mungkin belum bisa langsung mendeteksinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat, Seks & Asmara 11 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perkembangan janin 14 minggu

Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kecemasan ibu hamil menjelang persalinan

Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit
pelumas seks lubrikan bikin susah hamil

Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit
bernafas dalam kandungan

Bagaimana Cara Bayi Bernapas Saat Masih dalam Kandungan?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 3 menit