Mengenal Fetal Nonstress Test (NST), Tes Saat Hamil untuk Cek Kesehatan Bayi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Ada banyak tes kesehatan yang ditujukan untuk ibu hamil. Salah satunya adalah nonstress test memantau gerakan, detak jantung, dan kontraksi bayi di dalam kandungan. Tes ini dilakukan saat sudah mendekati tanggal kelahiran atau jika ibu mengalami komplikasi selama kehamilan. Baca selengkapnya terkait serba-serbi nonstress tes dalam artikel ini.

Apa itu nonstress test?

Nonstress test (NST) adalah sebuah prosedur sederhana dan tidak menyakitkan yang dilakukan selama kehamilan untuk melihat perkembangan bayi.

Selama tes berlangsung, dokter akan memantau detak jantung bayi Anda saat sedang dalam keadaan istirahat dan sedang bergerak. Sama seperti detak jantung manusia pada umumnya ketika sedang aktif bergerak, detak jantung bayi juga harus naik saat ia bergerak atau menendang di dalam rahim Anda.

NST memastikan bahwa bayi yang berada dalam kandungan dalam keadaan sehat dan mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.

Prosedur tes ini sangat aman untuk dilakukan bagi Anda dan bayi. Dokter pun tidak akan menggunakan obat untuk membuat bayi Anda bergerak. Jadi, nonstress test akan mencatat semua aktivitas bayi Anda secara alami selama berada di dalam kandungan.

Nantinya, mungkin ada atau tidak ada pergerakan bayi Anda selama tes berlangsung. Namun, tes ini tidak bertujuan untuk memeriksa gerakan bayi, melainkan mengevaluasi reaktivitas detak jantungnya.

Siapa saja yang harus melakukan tes ini?

NST biasanya dilakukan jika kehamilan Anda telah melewati batas waktu kelahiran, ataupun dalam satu/dua bulan menjelang tanggal kelahiran apabila kehamilan Anda berisiko tinggi. Tapi, ada juga beberapa kondisi lain yang mengharuskan seorang ibu hamil rutin melakukan tes NST, yaitu:

  • Apabila Anda memiliki hipertensi gestasional.
  • Bayi Anda tampak kecil atau tidak tumbuh dengan baik.
  • Bayi kurang aktif dari biasanya.
  • Anda memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit cairan ketuban.
  • Anda harus melakukan prosedur external cephalic version (mengubah posisi bayi sungsang), amniosentesis trimester ketiga (memastikan jika paru-paru bayi sudah cukup matang sebelum kelahiran atau mengatas infeksi rahim).
  • Kehamilan telah melewati batas kelahiran.
  • Pernah memiliki riwayat keguguran.
  • Bayi Anda telah didiagnosis oleh tim dokter dengan kelainan atau cacat lahir sehingga perlu dilakukan pemantauan intensif selama kehamilan.
  • Memiliki masalah medis yang dapat membahayakan kesehatan bayi Anda.

Bagaimana prosedur tes ini?

Anda akan duduk, berbaring, ataupun dalam posisi miring. Intinya posisi disesuaikan kenyamanan Anda, dengan dua ikat pinggang di sekitar perut. Satu ikat pinggang berfungsi untuk mengukur detak jantung bayi, sedangkan yang satu lagi untuk mengukur kontraksi.

Saat Anda merasakan adanya gerakan bayi seperti tendangan, Anda bisa menekan tombol sehingga dokter bisa melihat perkembangan detak jantung si bayi yang berubah saat bergerak.

Namun, jika selama tes berlangsung bayi tidak bergerak, kemungkinan ia sedang tidur. Jika begini, dokter akan mencoba membangunkan bayi Anda dengan membunyikan bel, menggerakkan perut atau dengan menggunakan stimulator akustik agar ia bisa bergerak. Tes ini biasanya memakan waktu sekitar 20 sampai 60 menit.

Memahami hasil nonstress test bagi ibu hamil

Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter akan mengevaluasi dan mendiagnosis hasilnya. Jika jantung bayi Anda berdegup kencang saat dia bergerak setidaknya selama 15 detik pada dua kesempatan terpisah selama rentang 20 menit, hasilnya normal atau “reaktif.”

Hasil normal ini menandakan jika bayi Anda dalam keadaan baik-baik saja saat tes berlangsung. Biasanya dokter akan merekomendasikan menjalankan tes lagi setiap minggu (atau lebih sering) sampai bayi Anda lahir.

Sedangkan jika jantung bayi Anda tidak berdetak lebih cepat saat dia bergerak atau bayi Anda tidak bergerak setelah sekitar 90 menit, hasil tes ini adalah “tidak bereaksi”. Hasil tes yang tidak reaktif tidak selalu menandakan ada hal yang salah. Pasalnya hal tersebut hanya menunjukkan jika tes yang Anda jalani memberikan informasi yang belum cukup akurat, sehingga Anda memerlukan tes ulang lagi satu jam setelahnya, atau melakukan tes lain seperti profil biofisik dan tes stres kontraksi.

Tapi, hasil yang tidak reaktif dari tes yang sudah Anda lakukan juga bisa juga mengindikasikan bahwa bayi Anda tidak mendapatkan cukup oksigen atau mengalami masalah dengan plasentanya. Jika dokter mendiagnosis bayi Anda tidak bergerak dengan baik di dalam rahim, ia mungkin akan memutuskan untuk menginduksi persalinan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 5, 2017 | Terakhir Diedit: April 26, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca