backup og meta
Kategori

9

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi
Konten

8 Penyebab Janin Tidak Bergerak yang Perlu Ibu Perhatikan

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Riska Herliafifah · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

8 Penyebab Janin Tidak Bergerak yang Perlu Ibu Perhatikan

Saat gerakan janin di dalam kandungan berkurang atau bahkan tidak terasa, ibu mungkin bertanya-tanya kenapa janin tidak bergerak. Padahal, tolok ukur ibu bisa merasakan kehadiran janin adalah ketika janin mulai menendang dalam kandungan. Lantas, mengapa kondisi ini bisa terjadi?

Normalkah jika janin tidak bergerak?

Gerakan janin yang aktif merupakan tanda bahwa janin dalam keadaan sehat. Janin biasanya mulai menendang pada usia kehamilan 16–22 minggu. 

Pada kehamilan yang sehat, pergerakan janin tersebut akan terus terasa secara teratur hingga waktu persalinan tiba.

Pergerakan normal janin yakni 10 gerakan atau lebih dalam dua jam. Gerakan tersebut akan lebih mudah terasa saat ibu berbaring menyamping dan fokus merasakan gerakan.

Terkadang, janin bisa tiba-tiba berhenti bergerak karena sedang tidur. Hal ini umumnya terjadi selama 20–40 menit, tetapi juga bisa berlangsung sampai 90 menit.

Begitu terbangun, janin di dalam kandungan mungkin akan kembali aktif menendang perut Anda. 

Perhatian!

Jika tendangan yang Anda rasakan kurang dari 10 kali dalam dua jam, segera periksakan diri Anda ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan (OBGYN). Dokter akan melakukan pemeriksaan USG untuk melihat pergerakan janin dan merekam detak jantung janin.

Kenapa janin tidak bergerak di dalam kandungan?

jari tangan bengkak saat hamil

Sebelum memutuskan apa yang harus dilakukan saat janin tidak bergerak, Anda perlu mengetahui penyebab yang mendasarinya terlebih dahulu. 

Berikut ini adalah sejumlah penyebab janin tidak atau jarang bergerak saat memasuki trimester kedua dan trimester ketiga kehamilan.

1. Posisi janin

Perubahan posisi janin dalam rahim dapat membuat ibu sulit merasakan gerakannya. Umumnya, ibu hamil sulit merasakan gerakan si Kecil bila posisinya dekat dengan tulang belakang. 

Jadi, janin sebenarnya bergerak, tetapi gerakannya tidak sampai ke perut ibu. Posisi ini yang membuat ibu kurang bisa merasakan gerakan janin yang menggemaskan.

Namun, seiring dengan perkembangan janin yang makin bertambah besar, ibu akan makin bisa merasakan tendangan janin.

2. Janin sedang tidur

Dikutip dari situs Pregnancy, Birth, & Baby, janin sudah memiliki jam tidur sendiri sejak masih di dalam kandungan.

Durasi tidur janin di dalam kandungan berlangsung selama 20–40 menit atau lebih. Akan tetapi, jam tidur janin umumnya tidak akan lebih dari 90 menit.

Ketika tidur, tentu janin tidak bergerak. Jadi, ibu tidak perlu khawatir bila tidak dapat merasakan pergerakan janinnya karena alasan ini.

3. Ibu hamil mengalami stres atau masalah nutrisi

Saat ibu hamil stres, tubuhnya akan melepaskan hormon yang bisa memengaruhi gerakan janin. Kondisi ini bisa menyebabkan janin tidak atau malas bergerak di dalam kandungan. 

Di samping itu, dehidrasi pada ibu hamil dan kurangnya asupan makanan karena puasa juga bisa menjadi penyebab pergerakan janin menjadi berkurang atau berhenti.

Ini karena jika ibu hanya makan dalam jumlah sedikit, energi yang tersalurkan kepada janin akan turut berkurang. 

4. Janin mengalami keterbatasan pertumbuhan

Pada kasus yang lebih parah, penyebab janin tidak bergerak adalah si Kecil mengalami gangguan pertumbuhan. Kondisi ini bisa terlihat saat Anda memeriksakan kehamilan ke dokter.

Nantinya, akan terlihat dari hasil pemeriksaan USG bahwa ukuran janin lebih kecil dari ukuran normal pada usia kandungan yang sama.

Janin yang kecil dapat melakukan gerakan yang sama jumlahnya dengan janin normal. Akan tetapi, mungkin ibu tidak bisa merasakannya.

5. Air ketuban sedikit

Hadirnya air ketuban membuat janin bebas bergerak dalam kandungan. Selain itu, cairan ini juga berperan sebagai pelumas pada jari-jari janin.

Jika volume air ketuban sedikit (oligohidramnion), pergerakan si Kecil mungkin berkurang dan membuat jari tangan serta kakinya menempel satu sama lain. 

Dokter bisa mengatakan ibu terkena oligohidramnion saat volume air ketuban kurang dari 500 mililiter (ml) pada usia kehamilan 32–36 minggu. 

6. Hipoksia

fetus in fetu

Penyebab janin tidak bergerak yang selanjutnya adalah hipoksia, yaitu kondisi ketika janin kekurangan oksigen.

Hipoksia disebabkan oleh tali pusar janin yang tertekuk atau terlilit. Akibatnya, oksigen tidak bisa tersalurkan dengan baik ke tubuh janin.

Saat mengalami hipoksia, janin akan mengurangi atau menghentikan gerakannya untuk menghemat energi sembari menunggu tali pusar terlepas dengan sendirinya.

7. Abruptio plasenta

Kelainan pada plasenta juga dapat menjadi penyebab janin tidak bergerak. Abruptio plasenta adalah kondisi ketika plasenta terpisah dari dinding rahim. 

Abruptio plasenta bisa membatasi aliran oksigen dan nutrisi ke tubuh janin. Apabila ibu membiarkannya, kondisi ini dapat menyebabkan janin meninggal di dalam rahim. 

Ketika terjadi abrupsio plasenta, janin harus segera dilahirkan. Terlebih bila usia kandungan sudah besar dan cukup bulan untuk dilahirkan.

8. Janin meninggal dalam kandungan

Bayi lahir mati atau stillbirth bisa terjadi setelah usia kandungan lebih dari 20 minggu. Namun, kondisi ini lebih sering terjadi pada usia kandungan 28 minggu.

Sekitar 50% ibu yang melahirkan bayi lahir mati akan mengalami penurunan pergerakan janin.

Umumnya, ibu yang mengalami komplikasi kehamilan ini merasakan penurunan gerakan janin secara bertahap selama beberapa hari sebelum bayi meninggal dalam kandungan.

Kapan harus periksa dengan dokter?

Jumlah gerakan janin pada setiap kehamilan bisa berbeda-beda. Pada umumnya, janin dapat melakukan 10 gerakan selama dua jam.

Apabila ibu merasa khawatir pergerakan janin menurun, coba lakukan beberapa hal berikut ini.

  • Istirahat sebentar dengan berbaring pada sisi kiri tubuh.
  • Tepuk-tepuk perut dengan lembut untuk merangsang gerakan janin kembali.
  • Minum atau makan sesuatu yang manis karena gula yang masuk ke dalam tubuh dapat menjadi energi bagi janin untuk kembali bergerak aktif.

Beberapa cara sederhana di atas dapat memberi energi pada janin untuk bergerak. Namun, ibu harus segera ke dokter jika tidak merasakan gerakan janin selama dua jam.

Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan serta menentukan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi ibu hamil dan janin.

Kesimpulan

  • Penyebab janin tidak bergerak antara lain perubahan posisi janin, janin sedang tidur, stres pada ibu hamil, air ketuban sedikit, hipoksia, abruptio plasenta, hingga bayi lahir mati.
  • Kebanyakan janin mulai aktif bergerak pada usia kehamilan 16–22 minggu serta mampu melakukan 10 gerakan atau lebih dalam dua jam.
  • Untuk merangsang gerakan janin, ibu bisa tidur berbaring ke kiri, menepuk perut dengan lembut, dan mengonsumsi makanan atau minuman yang manis.
  • Apabila tidak kunjung ada gerakan dalam dua jam, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Riska Herliafifah · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan