8 Penyebab Janin Tidak Bergerak yang Perlu Ibu Perhatikan

    8 Penyebab Janin Tidak Bergerak yang Perlu Ibu Perhatikan

    Saat tidak merasakan gerakan janin, ibu menjadi bertanya-tanya apa penyebab janin tidak bergerak. Padahal, tolak ukur ibu bisa merasakan kehadiran janin adalah ketika ia mulai menendang dalam kandungan. Lantas, mengapa janin berhenti bergerak?

    Normalkah jika janin tidak bergerak?

    meludah terus saat hamil

    Janin yang aktif bergerak merupakan tanda bahwa ia dalam keadaan sehat. Biasanya, janin mulai suka menendang di usia kehamilan 16—22 minggu.

    Pada kehamilan yang sehat, pergerakan janin tersebut akan terus terasa secara rutin hingga waktu persalinan tiba.

    Pergerakan normal janin yaitu sekitar 10 gerakan atau lebih dalam 2 jam. Gerakan tersebut akan lebih mudah terasa saat ibu berbaring menyamping dan fokus merasakan gerakan.

    Namun terkadang, janin bisa tiba-tiba berhenti atau tidak bergerak di dalam kandungan.

    Sebenarnya, apabila janin berhenti bergerak hanya sebentar, Anda tidak perlu khawatir. Anda harus tenang dan mulailah untuk menghitung pergerakan bayi.

    Janin tidak bergerak bisa saja terjadi karena ia sedang tidur, biasanya selama 20—40 menit atau bahkan sampai 90 menit.

    Saat sudah terbangun, janin mungkin akan kembali aktif menendang perut Anda.

    Namun, jika Anda khawatir karena janin sudah cukup lama tidak bergerak, Anda mungkin bisa beristirahat sebentar.

    Berbaringlah di sisi kiri tubuh dan minum atau makanlah sesuatu yang manis.

    Gula yang masuk ke dalam tubuh Anda bisa menjadi energi bagi janin untuk kembali bergerak aktif.

    Anda juga bisa menepuk-nepuk perut Anda dengan lembut untuk merangsang bayi agar bergerak lagi.

    Perlu Anda Ketahui

    Sementara itu, jika tendangan bayi yang Anda rasakan kurang dari 10 kali dalam 2 jam, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kandungan ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan (obgyn).

    Dokter obgyn akan melakukan pemeriksaan USG untuk melihat pergerakan janin dan merekam detak jantung janin.

    Berbagai penyebab janin tidak bergerak

    jari tangan bengkak saat hamil

    Sebelum memutuskan apa yang harus dilakukan saat janin berhenti atau tidak bergerak, sebaiknya ketahui dulu penyebab janin tidak bergerak.

    Ada banyak penyebab mengapa pergerakan janin tidak terasa, mulai dari hal yang normal sampai yang serius.

    Berikut ini beberapa penyebab kenapa janin tidak atau jarang bergerak saat memasuki trimester dua dan trimester ketiga.

    1. Posisi janin

    Alasan pertama janin jarang terasa bergerak adalah karena posisinya di dalam rahim. Ada beberapa posisi yang membuat ibu sulit merasakan gerakan janin.

    Biasanya, ibu hamil sulit merasakan gerakan si kecil bila posisi janin berada dekat tulang belakang.

    Jadi, bisa saja sebenarnya janin bergerak, tetapi gerakan yang janin buat tidak sampai ke perut ibu.

    Posisi ini membuat membuat ibu kurang bisa merasakan pergerakan janin yang menggemaskan.

    Namun, seiring dengan perkembangan janin yang bertambah besar, ibu akan semakin bisa merasakan tendangan janin.

    2. Janin sedang tidur

    Mengutip dari Pregnancy, Birth, & Baby, janin mempunyai jam tidur sejak masih dalam kandungan.

    Janin yang tidur juga bisa menjadi penyebab ia tidak bergerak saat di dalam kandungan.

    Durasi bayi tidur dalam kandungan berlangsung selama 20-40 menit atau lebih. Akan tetapi, tidak lebih dari 90 menit.

    Saat janin tidur, tentu janin tidak bergerak. Jadi, ibu tidak perlu khawatir jika selama waktu ini tidak dapat merasakan pergerakan janin.

    3. Ibu hamil mengalami stres atau masalah nutrisi

    Saat ibu hamil stres, tubuh melepaskan hormon stres yang bisa memengaruhi jumlah gerakan janin.

    Kondisi ini bisa menjadi penyebab janin tidak atau malas bergerak saat dalam kandungan.

    Selain itu, dehidrasi, puasa, atau ibu membatasi asupan makanan juga dapat menjadi penyebab pergerakan janin menjadi berkurang atau berhenti.

    Hal ini karena bila ibu hanya makan dalam jumlah sedikit, energi yang tersalurkan pada bayi menjadi berkurang.

    4. Janin mengalami keterbatasan pertumbuhan

    Pada kondisi yang agak parah, penyebab janin tidak bergerak adalah si Kecil mengalami gangguan pertumbuhan.

    Kondisi ini bisa ibu lihat saat memeriksakan janin ke dokter.

    Nantinya, akan terlihat di USG kalau ukuran janin lebih kecil dari ukuran normal pada usia kandungan yang sama.

    Janin yang kecil mungkin melakukan gerakan yang sama jumlahnya dengan janin normal. Namun, mungkin ibu tidak bisa merasakannya.

    5. Air ketuban sedikit (oligohidramnion)

    Air ketuban memiliki fungsi membuat janin bebas bergerak di dalam kandungan. Cairan ini juga berperan sebagai pelumas pada bagian jari-jari.

    Bila jumlah air ketuban janin sedikit, pergerakan si Kecil akan berkurang dan membuat jari tangan serta kakinya menempel satu sama lain.

    Namun, jika air ketuban makin lama makin sedikit (oligohidramnion) atau ketuban pecah dini, hal ini dapat membatasi pergerakan bayi.

    Dokter bisa mengatakan ibu terkena oligohidramnion ketika volume air ketuban kurang dari 500 ml saat usia kehamilan 32—36 minggu.

    Ketuban pecah dini dan air ketuban sedikit bisa menyebabkan masalah pada janin, seperti kemungkinan bayi lahir cacat.

    6. Hipoksia

    Penyebab janin tidak bergerak selanjutnya adalah hipoksia, yakni kondisi ketika janin mengalami kekurangan oksigen.

    Penyebab hipoksia karena tali pusar janin yang tertekuk atau terlilit. Tali pusar yang terlilit membuat oksigen tidak bisa tersalurkan dengan baik ke janin.

    Hipoksia bisa menyebabkan efek jangka panjang pada otak dan perkembangan janin secara keseluruhan.

    Saat janin mengalami hipoksia, biasanya janin mengurangi atau menghentikan gerakannya untuk menghemat energi.

    7. Abrupsio plasenta

    Salah satu komplikasi kehamilan ini juga bisa menjadi penyebab janin tidak bergerak.

    Abrupsio plasenta adalah kondisi ketika plasenta terpisah dari dinding rahim. Pada kasus yang parah, hal ini dapat membatasi aliran oksigen dan nutrisi ke janin.

    Jika ibu membiarkan kondisi ini, menyebabkan janin meninggal dalam rahim.

    Saat abrupsio plasenta terjadi, janin harus segera ibu lahirkan, terlebih jika usia kandungan sudah besar.

    8. Janin meninggal dalam kandungan (bayi lahir mati)

    Bayi lahir mati bisa terjadi setelah usia kandungan lebih dari 20 minggu, tetapi biasanya lebih sering terjadi pada usia kandungan 28 minggu.

    Menurut American Pregnancy Association (APA), 50% ibu yang melahirkan bayi lahir mati mengalami tanda-tanda penurunan pergerakan janin.

    Biasanya, ibu merasakan penurunan gerakan janin secara bertahap selama beberapa hari sebelum bayi meninggal dalam kandungan.

    Kondisi yang membuat ibu harus segera ke dokter

    Jumlah gerakan janin bisa berbeda-beda. Umumnya, janin dapat membuat 10 gerakan selama dua jam.

    Jumlah ini biasanya bayi kurang pada usia kehamilan 28 minggu atau lebih.

    Jika ibu merasa khawatir pergerakan janin menurun, sebaiknya istirahat, minum air, dan makan (terutama makanan manis).

    Hal ini dapat memberi energi pada janin untuk bergerak. Namun, ibu harus segera ke dokter kalau ibu tidak merasakan gerakan janin selama 2 jam.

    Dokter akan melakukan pemeriksaan pada ibu dan janin untuk melihat kondisi kesehatan.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Riska Herliafifah · Tanggal diperbarui 26/10/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan