Posisi Bayi Sungsang (Breech Birth) dalam Kandungan, Bisakah Tetap Melahirkan Normal?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Menjelang hari kelahiran, tubuh bayi akan terus bergerak dan berpindah posisi di dalam kandungan. Normalnya, posisi kepala bayi berada di bawah dekat dengan lubang vagina.  Namun dalam beberapa kasus, alih-alih berada di posisi yang tepat sebelum kelahiran, bayi bisa berada pada posisi sungsang yang membuatnya sulit untuk dilahirkan. Mari simak ulasan lengkapnya mengenai posisi bayi sungsang sampai masa persalinan nantinya.

Apa itu posisi bayi sungsang?

bibir sumbing pada janin (bayi dalam kandungan)

Selama kehamilan, bayi biasanya berada pada posisi kepala di atas dan kaki di bawah.

Ketika memasuki akhir trimester ketiga kehamilan sekitar 36 minggu atau tepatnya menjelang waktu persalinan tiba, posisi bayi di dalam kandungan akan berubah.

Dari yang tadinya kepala berada di atas, menjadi sebaliknya. Idealnya, posisi kepala bayi berada di bawah dengan dagu yang terselip di dada, dan kaki ada di atas.

Melansir dari American College of Obstetricians and Gynecologists, kondisi ini disebut vertex presentation atau vertex occiput anterior.

Posisi kepala di bawah merupakan posisi yang paling aman saat melahirkan normal

Perubahan posisi tubuh bayi yang seolah terbalik ini adalah kondisi yang normal. Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses kelahiran nantinya sekaligus memberi dorongan untuk membuka jalan lahir.

Jadi, posisi kepala bayi yang berada di dekat leher rahim (serviks) bisa keluar terlebih dahulu melalui vagina. Baru kemudian diikuti oleh tubuh, tangan, dan kakinya.

Sayangnya, terkadang bayi bisa berada pada posisi sungsang, di mana kepala bayi tidak berada di bawah melainkan tetap di atas.

Jika digambarkan, posisi bayi yang tidak berubah ini akan membuat bagian bokong dan kaki bayi yang akan dilahirkan keluar terlebih dahulu.

Kondisi yang bisa berlangsung sampai persalinan ini dinamakan sebagai breech birth atau posisi bayi sungsang.

Apa saja jenis posisi bayi sungsang?

Ada 3 jenis posisi bayi sungsang di dalam kandungan, bahkan sampai menjelang waktu persalinan, meliputi:

1. Frank breech (sungsang frank)

Posisi frank breech (sungsang frank) yaitu ketika kedua kaki bayi di dalam kandungan mengarah lurus ke atas, tepat di depan wajah dan tubuhnya. Hal ini membuat bagian yang berada di bawah hanyalah bokong.

Frank breech adalah jenis posisi sungsang yang paling umum terjadi pada bayi di dalam kandungan menjelang persalinan.

2. Complete breech (sungsang lengkap)

Complete breech adalah posisi sungsang ketika lutut dan kaki bayi di dalam kandungan menekuk seperti sedang berjongkok.

Dalam posisi sungsang ini, bokong dan kaki bayi yang akan terlebih dahulu masuk ke jalan saat dilahirkan melalui persalinan vagina.

3. Incomplete breech (sungsang tidak lengkap)

Incomplete breech adalah posisi sungsang kombinasi dari frank breech dan complete breech. Kondisi ini terjadi ketika salah satu kaki bayi berada di atas ke arah kepalanya sementara yang satunya lagi menekuk ke bawah bokong.

Bayi dengan posisi sungsang ini menjelang persalinan kadang membuat Anda merasa seperti ada yang menendang perut bagian bawah.

Jika janin berada dalam posisi sungsang lengkap (complete) maupun tidak lengkap (incomplete), dokter biasanya dapat melakukan tindakan saat persalinan.

Dokter mungkin akan mencoba memutar kepala bayi sembari meletakkan tangannya di bagian perut, atau disebut external cephalic version.

Sebelum waktu persalinan tiba, dokter biasanya akan memeriksa kesehatan serta kondisi Anda dan bayi dengan posisi sungsang terlebih dahulu.

Jika dirasa kondisinya tidak aman dan memungkinkan untuk melakukan persalinan normal melalui vagina, dokter dan tim medis tidak akan menyarankan tindakan external cephalic version untuk kasus bayi sungsang.

Apa penyebab posisi bayi sungsang?

Posisi bayi sungsang biasanya dapat terlihat saat Anda menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG) menjelang hari persalinan.

Meski posisi bayi umumnya akan segera berputar sebagaimana normalnya, tapi ada pula sebagian janin yang tetap bertahan pada posisi sungsang sampai hari persalinan tiba.

Penyebab utama posisi sungsang di dalam kandungan ini sebenarnya belum dapat dipastikan.

Namun, American Pregnancy Association menyebutkan berbagai penyebab yang mungkin menjadi alasan di balik posisi bayi sungsang, seperti:

  • Sudah pernah hamil beberapa kali sebelumnya
  • Sedang hamil bayi kembar dua, tiga, atau lebih
  • Pernah menjalani kelahiran prematur di kehamilan sebelumnya
  • Jumlah air ketuban di dalam kandungan yang terlalu banyak, sehingga bayi memiliki ruang lebih untuk bergerak. Atau terlalu sedikit jumlah cairan ketuban, sehingga membuat bayi malah sulit untuk bergerak
  • Jika bentuk rahim ibu tidak normal atau memiliki komplikasi pada persalinan, seperti adanya fibroid di dalam rahim
  • Jika ibu mengalami plasenta previa selama kehamilan

Bagaimana cara mengetahui posisi bayi sungsang?

Posisi normal bayi selama kehamilan memang akan berada lurus, dengan kepala di atas dan kakinya di bawah dekat dengan jalan lahir.

Sebelum menginjak usia kehamilan sekitar 35 atau 36 minggu, posisi bayi di dalam kandungan tersebut tidak dikatakan sungsang.

Sebab setelah usia kehamilan lebih dari 36 minggu atau memasuki hari persalinan tiba, posisi tubuh dan kepala akan berputar sebaliknya.

Hal ini berguna sebagai persiapan untuk melahirkan normal melalui vagina.

Jika sampai usia kehamilan 36 minggu posisi bayi tidak kunjung berubah, nantinya akan lebih sulit lagi baginya untuk berpindah posisi.

Ini karena ukuran tubuh bayi yang semakin membesar, sehingga semakin menyulitkannya untuk bergerak dan berpindah ke posisi yang benar menjelang hari persalinan.

Nah, untuk mengetahui apakah bayi di dalam kandungan Anda sudah berada di posisi yang sesuai atau malah sungsang, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.

Cara yang dilakukan dokter yakni dengan meletakkan tangannya pada beberapa titik tertentu di perut Anda.

Di sini, dokter berusaha mencari dan merasakan di mana posisi kepala, tubuh, punggung, serta bokong bayi berada.

Selain itu untuk lebih memastikannya, dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan lanjutan dengan menggunakan USG.

Itulah salah satu alasan pentingnya rutin melakukan pemeriksaan kehamilan, bahkan menjelang tanggal persalinan Anda tiba.

Apa tindakan dokter untuk memperbaiki posisi bayi sungsang?

cara menggugurkan kandungan

Bayi yang berada dalam posisi sungsang biasanya tidak menunjukkan tanda-tandanya sebelum persalinan sehingga Anda sulit memastikannya.

Di sinilah pemeriksaan dengan alat USG berperan untuk mengetahui secara jelas kondisi bayi di dalam kandungan. 

Dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur persalinan melalui operasi caesar jika bayi Anda berada dalam posisi ini.

Namun sebelum itu, dokter dapat berusaha mengubah posisi kepala dan tubuh bayi yang sungsang dengan tindakan medis, seperti:

1. Melakukan external cephalic version (ECV)

Jika usia kehamilan Anda berada di rentang 36-38 minggu, dokter dapat merekomendasikan external cephalic version (ECV). Sayangnya, ECV tidak dianjurkan untuk beberapa kondisi tertentu. 

Beberapa kondisi tersebut yaitu menjalani kehamilan kembar, perdarahan vagina, denyut jantung janin tidak normal, ketuban pecah dini, atau plasenta menutupi jalan lahir.

Prosedur ECV dilakukan dengan cara mengubah bayi ke posisi yang benar secara manual alias menggunakan tangan yang diletakkan pada perut Anda. 

USG dapat digunakan untuk memandu jalannya prosedur ECV ini. Selama prosedur ini berlangsung, detak jantung bayi akan terus diperhatikan melalui USG. 

Jadi, bila tiba-tiba ada masalah pada bayi, prosedur ECV bisa segera dihentikan. Peluang keberhasilan ECV biasanya lebih besar jika persediaan jumlah cairan ketuban cukup banyak.

Namun terkadang, ECV juga bisa gagal bahkan sampai menimbulkan komplikasi. Entah itu kantung ketuban pecah terlalu cepat, perubahan denyut jantung bayi, abrupsio plasenta, dan kelahiran prematur.

2. Melakukan chiropractic

Perawatan chiropractic bisanya dilakukan untuk membantu mengatasi permasalahan pada leher, tulang belakang, dan punggung.

Nyatanya, menurut Larry Webster, D.C dari International Chiropractic Pediatric Association, chiropractic dapat diterapkan untuk membantu merilekskan bagian panggul ibu hamil.

Dengan begitu, panggul yang lebih rileks ini akan memengaruhi kondisi rahim, otot, dan ligamen di sekitarnya.

Lama-lama, kondisi ini akan memicu pergerakan bayi yang sungsang untuk mengubah posisinya secara alami saat persalinan.

Tindakan atau teknik ini dikenal dengan nama Webster Breech, yang biasanya disarankan untuk dilakukan pada bulan ke-8 kehamilan.

Adakah olahraga alami untuk memperbaiki posisi bayi sungsang?

olahraga saat hamil

Selain dengan tindakan medis dari dokter, Anda juga bisa berupaya sendiri untuk mengubah posisi bayi sebelum persalinan tiba.

Anda bisa melakukan beberapa gerakan olahraga untuk membantu mengubah posisi bayi sungsang.

Akan tetapi, alangkah lebih baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mencoba melakukan cara ini.

Beberapa gerakan olahraga yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi posisi bayi sungsang menjelang persalinan, yakni:

1. Breech tilt

Lakukan gerakan ini dengan cara berbaring di lantai dan taruh kedua kaki Anda di atas kursi. Selanjutnya, letakkan bantal di bawah bokong Anda.

Dengan begitu, posisi tubuh Anda membentuk sudut 45 derajat dengan lantai.

Tahan dengan tetap berada dalam posisi ini maksimal selama 15 menit atau setidaknya sampai Anda merasa tidak nyaman.

2. Memperbanyak berjalan kaki

Berjalan merupakan olahraga yang paling mudah dilakukan selama kehamilan. Berjalan juga dapat membantu bayi Anda untuk bergerak menemukan posisi yang tepat.

Maka itu, cobalah sisihkan waktu untuk berjalan selama 30 menit setiap hari selama kehamilan.

3. Melakukan gerakan lutut-dada

Gerakan ini dilakukan dengan cara berlutut di lantai, kemudian tempatkan kepala atau dahi Anda di lantai (menghadap lantai, seperti posisi sujud).

Jika perlu, Anda bisa meletakkan bantal pada bagian lutut dan kepala Anda agar lebih nyaman.

Pertahankan posisi ini selama 15 menit dan lakukan gerakan ini sebanyak 3 kali sehari. 

Jika Anda sudah melakukan berbagai usaha seperti di atas tapi posisi bayi Anda tetap sungsang, segera konsultasikan kembali dengan dokter. 

Dokter biasanya akan menyarankan operasi caesar untuk mempermudah proses persalinan Anda dan bayi di dalam kandungan.

Mungkinkah bayi bisa tetap dilahirkan normal dengan posisi sungsang?

proses melahirkan normal

Persalinan dengan operasi caesar biasanya lebih disarankan ketimbang normal melalui vagina, bila bayi masih dalam posisi sungsang.

Namun, persalinan normal melalui vagina saat posisi bayi sungsang bisa tetap dilakukan dokter dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Usia bayi sudah ideal untuk dilahirkan dan jenis posisi sungsangnya yakni frank breech.
  • Detak jantung bayi normal saat dipantau.
  • Awal proses persalinan berjalan lancar dan stabil, ditandai dengan pelebaran leher rahim (serviks).
  • Ukuran tubuh bayi tidak terlalu besar.
  • Ukuran panggul ibu cukup lebar atau tidak terlalu sempit guna memudahkan proses kelahiran bayi.

Meski begitu, melahirkan bayi sungsang dengan normal melalui vagina tetap dapat membawa risiko dan komplikasi.

Jika dipaksakan dengan kondisi yang tidak memungkinkan, kepala bayi bisa tersangkut di dalam vagina karena keluar paling akhir.

Masalah lain yang berpotensi muncul juga yaitu prolaps tali pusar. Ini terjadi karena tali pusar bayi terjepit saat proses kelahiran, sehingga menghambat pasokan oksigen dan darah bayi.

Kapan bayi sungsang harus dilahirkan dengan operasi caesar?

pasca operasi caesar

Kebanyakan kasus posisi bayi sungsang di dalam kandungan sebaiknya dilahirkan melalui operasi caesar sebagai langkah yang paling aman.

Kalau pun metode melahirkan normal yang dipilih, biasanya detak jantung bayi akan selalu dipantau selama persalinan berlangsung.

Jika ditemukan ada tanda-tanda masalah pada detak jantung maupun kondisi bayi secara keseluruhan, persalinan caesar akan segera dilakukan.

Hal ini bertujuan untuk mencegah sekaligus mengurangi kemungkinan timbulnya risiko komplikasi pada Anda dan bayi dengan posisi sungsang.

Bukan hanya itu, bayi yang akan lahir prematur dengan posisi sungsang juga sangat disarankan untuk menjalani persalinan caesar.

Alasannya karena ukuran tubuh bayi prematur biasanya lebih kecil ketimbang bayi yang lahir di usia kehamilan normal.

Proporsi ukuran kepala bayi prematur juga relatif lebih besar daripada ukuran tubuhnya. Itu sebabnya, sulit bagi bayi prematur untuk meregangkan leher rahim jika dilahirkan normal melalui vagina.

Dikarenakan kemungkinan hanya ada sedikit ruang sebagai jalan keluar bayi, persalinan caesar merupakan jalan terbaik untuk posisi bayi prematur yang sungsang.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Minum Paracetamol Saat Hamil, Apakah Aman?

Terkadang ibu hamil mungkin merasa demam dan nyeri. Hal ini membuat ibu hamil memerlukan paracetamol. Namun, apakah aman minum paracetamol saat hamil?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan, Hidup Sehat, Tips Sehat 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Apakah Pemanis Buatan Aman untuk Ibu Hamil?

Pemanis buatan saat hamil mungkin diperlukan oleh ibu yang memiliki diabetes gestasional atau yang kelebihan berat badan. Tapi, apakah memang lebih aman?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Seberapa Besar Kemungkinan Bayi Prematur Bertahan Hidup?

Kebanyakan bayi prematur lahir pada usia kehamilan 34-36 minggu. Lalu, bagaimana kemungkinan bayi prematur bertahan hidup jika usianya masih 24 minggu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Melahirkan, Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 17 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Sistem Rhesus dalam Golongan Darah Anda

Jika ibu memiliki rhesus negatif sedangkan janinnya memiliki rhesus positif, ada berbagai komplikasi yang bisa terjadi, termasuk kematian bayi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Golongan Darah 17 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

waktu bermain video game

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
nutrisi trimester ketiga

Nutrisi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil di Trimester Ketiga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit
berapa kali hamil

Berapa Kali Hamil dan Melahirkan yang Aman Bagi Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit