Semua yang Perlu Anda Tahu Soal Air Ketuban Ibu Hamil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Anda mungkin mengenal air ketuban sebagai pertanda bahwa ibu hamil akan segera melahirkan. Akan tetapi, tahukah Anda dari mana asal cairan ketuban dan apa fungsinya bagi ibu dan janin? Yuk, pelajari seluk-beluk ketuban berikut ini.

Apa itu ketuban?

Selama kehamilan saat bayi masih berupa janin yang bertumbuh di dalam rahim, janin dikelilingi oleh cairan berwarna bening yang sedikit kekuningan. Cairan ini adalah ketuban dan terkandung pada kantung ketuban, yaitu kantung yang memiliki dua membran (amnion dan chorion).

Pada awalnya, cairan ketuban terbuat dari air yang dihasilkan ibu. Setelah itu, setelah sekitar minggu kehamilan ke-20, air ketuban digantikan sepenuhnya dengan urine janin (bayi menelan cairan dan mengeksresikannya). Namun, urine bukanlah satu-satunya komponen ketuban karena terdiri dari unsur-unsur penting lainnya seperti nutrisi, hormon dan antibodi yang melawan infeksi.

Apa fungsi dari ketuban?

Fungsi dari ketuban adalah:

  • Melindungi janin: cairan berperan sebagai shock absorber, melindungi bayi dan menjaganya tetap aman dari tekanan dari luar.
  • Mengendalikan suhu: cairan menjaga suhu yang normal, menginsulasi, dan menjaga bayi tetap hangat.
  • Mengendalikan infeksi: cairan mengandung antibodi yang dapat melawan infeksi sekaligus melindungi janin.
  • Membantu perkembangan paru-paru dan sistem pencernaan bayi: seiring berkembangnya bayi, ia berlatih menggunakan otot sistem melalui bernapas dan menelan air ketuban.
  • Membantu perkembangan otot dan tulang: cairan ini menciptakan lingkungan bagi bayi mengambang bebas, bergerak, dan membentuk otot dan tulang dengan baik.
  • Memberikan pelumasan, mencegah bagian tubuh bayi (jari-jari tangan dan kaki) menempel. Apabila air ketuban terlalu sedikit, webbing dapat terjadi.
  • Menyokong tali pusar: dengan adanya cairan ketuban, tali pusar pada rahim tidak tertekan. Hal ini memastikan janin mendapatkan asupan makanan dan oksigen yang cukup dari plasenta.

Sampel cairan yang diambil melalui amniocentesis dapat menentukan jenis kelamin, status kesehatan dan perkembangan janin.

Masalah-masalah umum pada air ketuban

Normalnya, pada minggu kehamilan ke-34 hingga 36, kadar air ketuban mencapai puncaknya yaitu sekitar 800mL. Begitu kehamilan berlanjut ke hari persalinan (sekitar minggu ke-40), kadar cairan ketuban berkurang ke kadar rata-rata sekitar 600 mL.

Saat kantung ketuban robek, cairan ketuban ibu pecah, sehingga air ketuban keluar dari serviks dan vagina. Air ketuban sering kali pecah mendekati akhir tahap pertama persalinan.

Ada beberapa waktu di mana wanita memiliki jumlah cairan ketuban yang abnormal. Kondisi ini memerlukan perawatan ekstra dari penyedia layanan medis. Gangguan-gangguan yang memengaruhi air ketuban meliputi:

Polyhydramnios

Kondisi ini ditandai dengan jumlah air ketuban yang berlebih. Polyhydramnios dapat terjadi pada kasus kehamilan ganda, anomali turunan dan diabetes gestational.

Oligohydramnios

Gangguan ini menunjukkan terlalu sedikitnya cairan ketuban. Oligohydramnios terjadi pada kondisi seperti kehamilan terlambat, membran yang robek, disfungsi plasenta, atau kelainan pada janin.

KPD (ketuban pecah dini)

KPD adalah kondisi di mana cairan ketuban sudah keluar sebelum waktunya bersalin. KPD bisa saja terjadi karena kadar kolagen yang berfungsi untuk mempertahankan struktur ketuban menurun. Kadar kolagen pada ketuban dapat menurun di antaranya akibat infeksi dan trauma.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca