backup og meta
Kategori
Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Catat Bu, Ini Upaya Mencegah Penyakit Jantung Saat Hamil

Ditinjau secara medis oleh dr. Amanda Rumondang Sp.OG · Kebidanan dan Kandungan · Brawijaya Hospital Duren Tiga


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 12/04/2022

Catat Bu, Ini Upaya Mencegah Penyakit Jantung Saat Hamil

Penyakit jantung tertentu bisa terjadi selama kehamilan yang berisiko membahayakan kesehatan ibu hamil. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk menerapkan cara mencegah penyakit jantung saat hamil demi kesehatan diri dan janinnnya. Lantas, bagaimana caranya?

Penyakit jantung yang mungkin berkembang saat hamil

Beberapa ibu menjalani kehamilan dengan penyakit jantung yang sudah dimiliki sebelumnya.

Namun, ada pula yang baru mengembangkan penyakit jantung selama kehamilan, meski sebelumnya belum pernah mengalami kondisi ini.

Salah satu yang mungkin terjadi adalah kardiomiopati peripartum. Ini adalah bentuk gagal jantung yang terjadi pada akhir masa kehamilan atau lima bulan setelah melahirkan.

Pada kondisi ini, ruang jantung membesar dan otot melemah. Kondisi ini membuat jantung tidak dapat memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh.

Penyebab penyakit jantung saat hamil ini tak diketahui pasti.

Namun, melansir American Heart Association, ada banyak faktor yang meningkatkan risiko kondisi ini, seperti berikut.

Meski kardiomiopati peripartum merupakan yang paling umum, penyakit jantung lainnya juga bisa berkembang saat hamil, seperti di bawah ini.

  • Serangan jantung. Sekitar setengah dari serangan jantung terkait kehamilan terjadi setelah melahirkan, tepatnya ketika jantung masih bekerja lebih keras untuk memompa darah.
  • Murmur jantung. Peningkatan volume darah selama kehamilan dapat menyebabkan suara berdesing yang tidak normal pada jantung.
  • Aritmia atau detak jantung abnormal. Aritmia yang berkembang selama kehamilan menjadi tanda adanya masalah pada jantung yang tidak Anda sadari.

Ibu dengan penyakit jantung saat hamil lebih berisiko mengalami komplikasi saat kehamilan berikutnya, terutama jika masalah jantung yang dialami berlanjut.

Bahkan, UT Southwestern Medical Center menyebut, penyakit jantung telah menjadi penyebab utama kematian selama dan setelah kehamilan.

Cara mencegah penyakit jantung saat hamil

gigi ngilu dan sensitif saat hamil

Mengingat risikonya yang membahayakan kesehatan, penting bagi ibu hamil untuk menjaga kesehatan jantung serta berupaya mencegah penyakit jantung selama kehamilan.

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah penyakit jantung saat hamil yang perlu Anda terapkan demi kesehatan diri Anda dan bayi.

1. Lakukan pemeriksaan secara rutin

Pemeriksaan kehamilan merupakan agenda wajib yang harus dilakukan oleh seorang ibu hamil. Dengan pemeriksaan rutin, dokter bisa memantau kondisi kesehatan Anda dan janin.

Dokter pun dapat segera mengatasi masalah yang muncul selama kehamilan yang mungkin bisa mengarah pada penyakit jantung. 

2. Istirahat yang cukup

Orang dewasa dengan waktu tidur yang cukup dan berkualitas terhindar dari tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes yang seluruhnya berisiko pada penyakit jantung. 

Hal yang sama pun berlaku pada ibu hamil. Pastikan ibu hamil memiliki waktu tidur yang cukup dan cobalah untuk mendapatkan waktu tidur tambahan selama 30 menit per hari.

3. Tidak merokok

Cara ini adalah hal terbaik yang dapat Anda lakukan jika ingin terhindar dari penyakit jantung saat hamil.

Merokok diketahui dapat meningkatkan tekanan darah yang bisa mengarah pada penyakit jantung, termasuk risiko kardiomiopati peripartum seperti penjelasan di atas.

4. Hindari konsumsi alkohol

dehidrasi pada ibu hamil

Orang dewasa umumnya mungkin disarankan untuk membatasi konsumsi alkohol untuk mencegah penyakit jantung. Namun, katakan tidak pada alkohol selama kehamilan.

Selain meningkatkan risiko kardiomiopati peripartum dan penyakit jantung lain, mengonsumsi alkohol selama kehamilan bisa menyebabkan keguguran hingga bayi lahir mati.

5. Rutin berolahraga

Aktif secara fisik atau berolahraga saat hamil secara rutin dapat membantu mencegah penyakit jantung saat hamil.

Anda hanya perlu berolahraga ringan selama kurang lebih 30 menit sehari atau 150 menit selama seminggu. Tanyakan pada dokter mengenai jenis olahraga yang tepat untuk Anda. 

6. Mengelola stres

Stres saat hamil sering terjadi karena berbagai faktor. Sayangnya, stres bisa menaikkan tekanan darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda berupaya mengelola stres dengan melakukan hal positif yang Anda sukai atau sekadar bersantai sambil menenangkan diri.

7. Konsumsi makanan bergizi seimbang

Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan sehat selama kehamilan dengan kandungan gizi yang seimbang. Batasi konsumsi lemak jenuh, makanan tinggi garam atau natrium dan gula.

Sebaliknya, perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran serta ikan atau makanan lain yang mengandung asam lemak omega-3 untuk membantu mencegah penyakit jantung saat hamil. 

Namun, hindari ikan yang mengandung tinggi merkuri, seperti king mackerel dan todak. Pastikan pula ikan atau makanan lain yang Anda makan sudah benar-benar matang.

8. Kontrol kenaikan berat badan

menjaga berat badan saat hamil

Pertambahan berat badan selama hamil memang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin.

Namun, kenaikan berat badan terlalu banyak juga bisa memberi tekanan tambahan pada jantung. Ini juga meningkatkan risiko kardiomiopati peripartum dan penyakit jantung lainnya.

Oleh karena itu, mengontrol kenaikan berat badan selama hamil, yakni tidak terlalu rendah dan tinggi, dapat menjadi cara untuk mencegah penyakit jantung saat hamil.

9. Kontrol diabetes

Kondisi gula darah yang tinggi di dalam tubuh juga berpotensi membuat Anda berisiko terkena penyakit jantung saat hamil.

Sebab, kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah arteri dan saraf yang mengontrol jantung.

Oleh karena itu, bagi ibu hamil yang memiliki riwayat diabetes, sebaiknya kontrol kadar gula darah Anda.

Untuk mengontrol kadar gula darah, ubahlah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Amanda Rumondang Sp.OG

Kebidanan dan Kandungan · Brawijaya Hospital Duren Tiga


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 12/04/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan