Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

6 Cara Jaga agar Kehamilan Tetap Sehat Meski Ibu Bertubuh Gemuk

6 Cara Jaga agar Kehamilan Tetap Sehat Meski Ibu Bertubuh Gemuk

Bukan hanya mengganggu penampilan, ibu hamil yang gemuk ternyata juga lebih berisiko terhadap berbagai komplikasi kehamilan. Kenaikan berat badan selama hamil memang wajar terjadi, bahkan diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Akan tetapi, Anda perlu mengontrolnya agar tidak berlebihan. Untuk lebih jelasnya, simak artikel berikut.

Apakah Anda termasuk kategori ibu hamil yang gemuk?

menjaga berat badan saat hamil

Ukuran gemuk atau kurus selama kehamilan ternyata berbeda-beda bagi setiap orang.

Bukan sekadar menimbang berat badan saja pada satu waktu, Anda juga perlu memantau kenaikan berat badan selama masa kehamilan.

Untuk mengetahui apakah Anda termasuk dalam kategori berat badan berlebih atau normal selama hamil, perhitungannya perlu disesuaikan dengan berat dan tinggi badan Anda sebelum hamil.

Perhitungan tinggi dan berat badan disebut juga dengan IMT (indeks massa tubuh) atau BMI (body mass index).

Melansir situs March of Dimes, Anda termasuk kategori ibu hamil yang gemuk (overweight atau obesitas) bila memiliki BMI berikut ini.

  • BMI 25 sampai 29,9 sebelum hamil termasuk kategori overweight (berat badan berlebih).
  • BMI 30,0 atau lebih sebelum hamil termasuk kategori obesitas.

Bila sebelum hamil Anda sudah mengalami kelebihan berat badan, Anda perlu sangat berhati-hati mengontrol kenaikan berat badan Anda.

Hal ini bertujuan agar Anda tidak semakin gemuk selama hamil.

Untuk mengetahui nilai BMI dan berapa kisaran berat badan ideal yang seharusnya Anda capai, cobalah menghitungnya melalui kalkulator BMI ibu hamil di bawah ini.

Apa risiko yang bisa terjadi bila ibu hamil gemuk?

syarat hamil lagi setelah preeklampsia

Melansir National Health Service, ada berbagai risiko pada ibu hamil yang memiliki berat badan berlebih, antara lain seperti:

  • keguguran dan keguguran berulang,
  • kelahiran prematur,
  • bayi lahir mati (stillbirth)
  • diabetes gestasional,
  • tekanan darah tinggi dan preeklampsia,
  • masalah kardiovaskuler seperti penggumpalan darah,
  • ukuran janin terlalu besar (makrosomia),
  • distosia pada saat melahirkan, serta
  • perdarahan berlebih setelah melahirkan.

Selain komplikasi kehamilan, Anda juga lebih berisiko mengalami kesulitan saat bersalin.

Biasanya, ibu hamil yang gemuk memerlukan tindakan khusus seperti forceps atau vakum saat melahirkan normal.

Di samping itu, Anda juga lebih berisiko menjalani operasi caesar darurat serta infeksi pada bekas luka bila menjalani operasi tersebut.

Tips menjaga kehamilan sehat untuk ibu hamil bertubuh gemuk

manfaat squat saat hamil

Adanya berbagai risiko komplikasi yang mengintai pada ibu hamil yang gemuk mengharuskan Anda untuk benar-benar menjaga kesehatan.

Namun, jangan khawatir, Anda tetap bisa menjalani kehamilan yang sehat bila mengikuti tips-tips berikut ini.

1. Membatasi kenaikan berat badan saat hamil

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, menurunkan berat badan bukanlah solusi yang tepat pada ibu hamil yang gemuk.

Hal yang perlu dilakukan adalah mengontrol kenaikannya agar tidak berlebihan.

Jika sebelum hamil Anda sudah mengalami kelebihan berat badan, Anda hanya perlu menaikkan sedikit saja berat badan selama kehamilan. Simak aturan berikut.

  • Jika Anda sudah kelebihan berat badan, Anda perlu menaikkan berat badan sebesar 7-11 kg selama kehamilan atau 14-22 kg bila hamil anak kembar.
  • Jika Anda obesitas, Anda hanya perlu menaikkan berat badan sebesar 5-9 kg selama kehamilan atau 11-19 kg bila hamil anak kembar.

2. Konsumsi makanan sehat

Ibu hamil yang gemuk perlu mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah.

Tujuannya agar tubuh bekerja lebih keras untuk mengubahnya menjadi gula. Makanan berserat tinggi juga baik agar Anda tidak mudah merasa lapar.

Makanan kaya protein dan mengandung lemak baik juga sebaiknya Anda konsumsi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kehamilan dan menjaga kadar kolesterol tubuh.

Beberapa makanan yang disarankan, seperti:

  • sayuran dan buah (terutama yang berwarna hijau tua, merah, dan oranye),
  • daging, unggas, dan ikan salmon,
  • beras merah,
  • roti gandum, serta
  • biji-bijian.

3. Mengatur jadwal makan

Selain memilih makanan pengganti yang lebih sehat, ibu hamil yang gemuk juga perlu mengatur jadwal makan yang baik.

Jika Anda sering merasa lapar, sebaiknya terapkan jadwal makan yang lebih sering tapi dalam jumlah yang sedikit.

Selain itu, pastikan pula Anda ngemil makanan sehat, misalnya mengganti keripik dengan salad buah dan sayur.

Hindari melewatkan jam makan Anda karena hal ini tidak akan membantu dalam mengontrol kenaikan berat badan.

makanan yang dilarang saat hamil muda

4. Lakukan olahraga teratur

Melakukan olahraga teratur selama kehamilan merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kehamilan sehat pada ibu hamil yang gemuk.

Selain itu, olahraga dapat membantu tubuh mempersiapkan kelahiran dan memperbaiki kualitas tidur Anda.

Olahraga juga dapat membantu Anda dalam mengontrol berat badan selama kehamilan, terutama jika dilakukan bersama dengan diet gizi seimbang.

Namun, tidak semua jenis olahraga dapat Anda lakukan. Sebaiknya mulailah melakukan olahraga ringan sampai sedang, seperti jalan cepat, berenang, atau yoga.

Konsultasikan dengan dokter mengenai olahraga apa saja yang aman untuk ibu hamil dan sesuai dengan kondisi Anda.

5. Rutin beraktivitas fisik

Selain melakukan olahraga setiap hari, Anda harus aktif secara fisik. Cara ini dapat membantu tubuh dalam membakar kalori ekstra.

Ibu hamil yang gemuk biasanya akan semakin malas untuk bergerak. Namun, hal itu bukanlah alasan untuk berdiam diri.

Berusahalah agar tetap bergerak aktif seperti:

  • tidak bermalas-malasan misalnya duduk dan tiduran saja,
  • memilih menggunakan tangga daripada lift,
  • berjalan kaki saat ke minimarket terdekat daripada menggunakan kendaraan,
  • dan lainnya.

6. Minum banyak air putih

Tubuh membutuhkan cairan yang lebih banyak saat hamil, apalagi pada ibu hamil yang gemuk.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk minum air putih yang banyak guna menjaga hidrasi tubuh Anda, terutama bila melakukan aktivitas fisik dan berolahraga.

Sebaiknya hindari minuman yang berasa seperti kopi dan teh, minuman ringan seperti soda, atau jus. Pasalnya, minuman-minuman tersebut dapat menambah kalori ekstra ke tubuh Anda.

Minuman berasa juga kemungkinan mengandung kafein, gula, dan garam berlebih yang tidak baik bagi kesehatan Anda.

Bolehkah diet untuk menurunkan berat badan bila gemuk saat hamil?

gym ball untuk ibu hamil

Menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists, waktu terbaik untuk melakukan program penurunan berat badan adalah saat merencanakan kehamilan.

Jadi, meskipun ibu hamil yang overweight dan obesitas lebih berisiko terhadap berbagai komplikasi, bukan berarti Anda perlu melakukan diet untuk menurunkan berat badan.

Mengutip situs March of Dimes, upaya untuk menjaga berat badan Anda tetap sama sebelum hamil atau berusaha menguranginya justru akan menimbulkan masalah pada kandungan.

Ini karena tindakan tersebut akan menyebabkan janin kekurangan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhannya.

Bahkan, dalam beberapa kasus, menurunkan berat badan saat hamil justru dapat membahayakan keselamatan janin.

Kehamilan bukanlah waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan, bahkan jika Anda mengalami kelebihan berat badan atau obesitas saat hamil.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pregnancy and obesity: Know the risks. (2020). Retrieved 12 October 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy-and-obesity/art-20044409

Being overweight during pregnancy. (2020). Retrieved 12 October 2021, from https://www.marchofdimes.org/pregnancy/being-overweight-during-pregnancy.aspx

Overweight and pregnant. (2020). Retrieved 12 October 2021, from https://www.nhs.uk/pregnancy/related-conditions/existing-health-conditions/overweight/

Weight gain during pregnancy. (2020). Retrieved 12 October 2021, from https://www.marchofdimes.org/pregnancy/weight-gain-during-pregnancy.aspx

Obesity and Pregnancy. (2020). Retrieved 12 October 2021, from https://www.acog.org/womens-health/faqs/obesity-and-pregnancy

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 24 jam lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto